<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841</id><updated>2011-12-22T16:18:18.872+07:00</updated><category term='chating sex'/><category term='tante-tante'/><category term='ibu guru'/><category term='SMU'/><category term='tips kamasutra'/><category term='tips seks'/><category term='sex email'/><category term='Tetangga'/><category term='sex dengan istri orang'/><category term='cewek part time'/><category term='tante fitness'/><category term='bercinta dengan pembantu'/><category term='karyawansex.bercinta di hotel'/><category term='doggy style'/><category term='vagina'/><category term='Ngentot-Perawat'/><category term='cerita seks mahasiswa'/><category term='nafsu'/><category term='ibu guru kesepian'/><category term='Fotografi-dan-model'/><category term='karyawan'/><category term='payudara'/><category term='cerita sex 17thn'/><category term='ceriti sex'/><category term='Seks-Foto-Model'/><category term='obat kuat lelaki'/><category term='Seks-Adik-Kakak'/><category term='Download-3gp'/><category term='Tips-Seks'/><category term='Dosen'/><category term='video 3gp'/><category term='seks kos'/><category term='mulut vagina'/><category term='pelampiasan sex'/><category term='sex dengan kakak ipar'/><category term='Seks di Villa'/><category term='humor'/><category term='hotel indah'/><category term='video sex'/><category term='via'/><category term='Cerita Sex Online'/><category term='pelampiansan sex online'/><category term='sex dengan ibu guru'/><category term='cerita sex pramuka siaga'/><category term='Cerita-panas-Tante'/><category term='g spot'/><category term='seks'/><category term='Foto-Model'/><category term='video kamasutra'/><category term='tante kesepian'/><category term='cerita-panas'/><category term='Kama Sutra Versi Terbaru'/><category term='koleksi 3gp'/><category term='Lesbian'/><category term='haus sex'/><category term='cerita seks dengan anak smu'/><category term='carasex'/><category term='Pijat payudara'/><category term='Mahasiswa'/><category term='kama sutra'/><category term='Film-Blue'/><category term='ngentot dengan pembantu'/><category term='Abg'/><category term='cerita sex dengan tante'/><category term='Posisi-Sex'/><category term='miyabi'/><category term='gadis'/><category term='sex dengan tante fitnes'/><category term='selingkuh'/><category term='kamasutra'/><category term='3gp'/><category term='Cerita panas'/><category term='pembantu sexi'/><category term='Party Sex Villa'/><category term='Suster'/><category term='Perawat'/><category term='Video-Blue-Film'/><category term='obat kuat'/><category term='phone sex'/><category term='Sex Party'/><category term='istri orang'/><category term='pembantu'/><category term='ngentot'/><category term='seks pembantu'/><category term='membuat wanita terangsang. gaya seks'/><title type='text'>Kumpulan Cerita Panas Dewasa - Cerita Panas - Cerita Dewasa</title><subtitle type='html'>selamat datang di Cerita Sex Dewasa Online. Artikel Sex, Koleksi Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Bokep, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Tante, Cerita Mesra, Cerita Mesum, Cerita Memek,situs tempat cerita sex cerita panas cerita dewasa cerita 17 tahun cerita cinta.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>133</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1488322244800692370</id><published>2011-10-12T05:16:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T05:16:07.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='payudara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante fitness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-panas-Tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante-tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante kesepian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot'/><title type='text'>Cerita Panas Dewasa Binalnya Tante Susan</title><content type='html'>Namaku Ryan kini mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya. Kejadian ini merupakan peristiwa beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku berusia 18 tahun. Masih tergolong ABG. Suka hidup bebas. Do what I want! Hidup cuma sekali, buat apa bersedih. Itulah sebabnya, aku suka keluyuran dari kota ke kota sekadar cari pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ujian Akhir Semester (UAS), saya langsung pergi ke kota Bandung untuk berlibur. Sebelumnya aku memang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Kembang tersebut. Aku juga ingin merasakan indahnya Kota Kembang. Itulah sebabnya aku nekat pergi ke Bandung sendirian. Yang penting membawa uang banyak. Meskipun begitu, soal uang aku tidak terlalu foya-foya. Bahkan selalu berusaha untuk berhemat. Tapi kalau untuk urusan cewek, mungkin lain urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menginap di hotel murah, Hotel Melati II, di Sekitar Alun-alun kota Bandung. Murah tapi bersih. Meskipun demikian kalau malam cukup berisik. Aku sudah telusuri tempat-tempat gituan, antara lain di Saritem dan Stasiun. Tapi WTS-nya tidak ada yang menarik perhatianku. Lalu, aku pergi makan di Mc Donal BIP. Eh, saat sedang asyik-asyiknya makan, tiba-tiba pandanganku bertatapan dengan seorang wanita setengah baya. Setelah kuperhatikan, ya ampun ternyata Tante Susan. Mungkin sudah sepuluh tahun aku tidak pernah ketemu. Waktu itu aku masih kecil.&lt;br /&gt;“Apa kabar, Tante!”, sapaku sambil mendekat.&lt;br /&gt;Akhirnya aku makan semeja dengan Tante Susan yang kebetulan juga sedang sendiri. Tante Susan hampir lupa melihatku.&lt;br /&gt;“Maklum, kamu sekarang sudah besar”, kata Tante Susan.&lt;br /&gt;Begitu tante tahu aku menginap di hotel, langsung saja ditawari menginap di rumahnya. Katanya di rumahnya tidak ada orang, kedua anaknya sedang studi di Perancis dan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kupikir-pikir aku bisa menghemat uang. Aku tentu saja menyetujui ajakannya. Hari itu juga aku langsung pindah ke rumah Tante Susan. Aku diberi sebuah kamar depan. Cukup bersih dan mewah. Rumahnya di kawasan Dago Atas. Sebenarnya Tante tinggal bersama Om, tetapi Om sedang berada di negeri Paman Sam untuk mengambil gelar Doctor di Universitas Harvard. Maklum Om-ku dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung dan Jakarta. Malam itu aku tidur sangat lelap sekali. Maklum capek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua aku baru tahu, ternyata paviliun sebelah digunakan untuk terima kost, dua orang mahasiswa, yang satu mahasiswa fakultas teknik namanya Mas Ary sedangkan yang satunya mahasiswa fakultas ekonomi, namanya Mas Yudi. Kata tante, lumayan buat tambah-tambah uang belanja. Tante ternyata juga pembantu wanita, Teh (Teh atau Teteh bahasa Sunda untuk Mbak) Mimin namanya. Wah, ya cukup banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya tidak ada kejadian yang menarik. Sepulang dari Maribaya dan Tangkuban Parahu terus tidur sampai sore. Setelah makan malam terus ke kamar tidur nonton TV sambil tidur-tiduran. Tidak terasa, jam di dinding telah menunjukkan pukul 24.00. Akhirnya TV kumatikan. Lampu kamar yang terang benderang kumatikan dan kuganti lampu tidur lima watt warna biru. Sepi sekali suasananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tengah suasana yang sepi itu, kok aku rasa-rasanya mendengar ada orang bicara bisik-bisik? Mungkinkah pencuri? Karena penasaran, aku bangun pelan-pelan. Aku mengintip keluar melalui jendela, ternyata tidak ada siapa-siapa.&lt;br /&gt;Ah, kok sepertinya dari kamar tante. Akupun mengambil kursi dan kuletakkan di dekat tembok. Di atas tembok ada lubang angin-angin kecil sekali, itupun tertutup karton. Karena penasaran, aku mengambil jarum dan membuat lubang kecil di karton itu. Setelah lubangnya lumayan, aku coba mengintip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow.., malam-malam begini mau ngapain tuh Mas Ary, si anak kost?”, pikirku sambil memperhatikan. Tante dan Mas Ary tampak duduk berdua di tempat tidur. Walaupun kamar Tante Susan memakai lampu lima watt, namun mataku masih sanggup melihat dengan jelas.&lt;br /&gt;Uh, mau ngapain Mas Ary?, Kulihat sebentar-sebentar mencium pipi Tante Susan, kulihat Tante Susan tersenyum. Dan kemudian dengan tenangnya Mas Ary mulai membuka baju Tante Susan dan tinggal mengenakan BH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui, tanteku memang masih tergolong muda, belum berusia 40 tahun. Tubuhnya montok, kulitnya putih, wajahnya mirip Dessy Ratnasari. Rambutnya pendek model Lady Diana, tubuhnya langsing. Tak lama kemudian Mas Ary melepas BH tanteku.&lt;br /&gt;Duh.., ternyata montok sekali. Diam-diam aku mulai terangsang. Burungku mulai membesar. Aku tetap berdiri ddengan tenang di atas kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya kulihat Tante Susan ganti melepaskan baju Mas Ary. Satu persatu kancing bajunya dilepas, akhirnya bajunya dilempar ke lantai. Boleh juga tubuh Mas Ary, tegap dan atletis. Wow.., mereka kemudian saling cium bibir. Saling mengelus punggung. Sebentar-sebentar tangan Mas Ary meremas-remas payudara Tante Susan. Beberapa menit kemudian kulihat Mas Ary membuka ritsluiting rok yang dipakai tanteku, kemudian dilepasnya rok itu sehingga tanteku cuma memakai celana dalam saja. Adegan berikut tanteku ganti membuka kancing celana Mas Ary, dilepasnya satu persatu, kemudian ditariknya sehingga lepas dan tinggal celana dalamnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi keduanya berpelukan lagi dan berciuman mesra sekali. Kemudian Mas Ary mencium leher Tanteku, lalu payudaranya, lalu perutnya, lalu pahanya. Dan kemudian tangannya memelorotkan celana dalam Tanteku. Lepas!, Kemudian diletakkan di kursi. Tahap berikutnya Mas Ary membuka sendiri celana dalamnya. Kulihat penis Mas Ary besar dan panjang seperti punyanya orang Arab. Jantungku berdetak keras sekali. Bahkan penisku ikut-ikutan menjadi keras. Apalagi melihat keduanya kemudian sama-sama dalam posisi berdiri, saling berpelukan, lagi-lagi saling berciuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tiga menit kemudian dengan posisi berdiri, Mas Ary memasukkan ujung penisnya ke lubang kemaluan tanteku. Sesudah itu mereka berpelukan rapat sekali sambil menggoyang-goyang pinggul masing-masing. Cukup lama. Akhirnya kulihat mereka berdua sudah saling orgasme. Hal ini terlihat karena mereka membuat gerakan yang cukup agresif sekali. Walaupun samar-samar, kudengar suara uh.., uh.., uh.., dari mulut Tante Susan. Sialnya, tak terasa akupun mengalami orgasme, celana dalamku menjadi basah, apa boleh buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan berikutnya dilakukan seperti biasa, yaitu tante berada di tempat tidur dengan posisi di bawah dan Mas Ary di atas. Apa yang kulihat memang benar-benar mengasyikkan. Maklum, baru sekali itu aku melihat dengan mata kepala sendiri adegan seks yang dilakukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya aku bersikap biasa-biasa saja seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Kulihat Tante juga bersikap biasa-biasa saja. Makan pagi bersama. Sesudah itu aku pergi ke Pangalengan sekedar rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya aku sudah sampai di rumah lagi. Seperti kemarin, sore-sore pembantu tante menyediakan teh manis dan roti. Kulihat, pembantu Tante Susan yang namanya Teh Mimin ini tergolong seksi juga. Umurnya kira-kira sama dengan umurku, yaitu sekitar 19 tahun. Terus terang, nafsuku jadi bangkit melihat buah dadanya yang montok itu. Kata tanteku Teh Mimin sudah punya anak, tapi ditinggal di desanya, dirawat neneknya. Tiap hari Kamis pasti pulang ke kampung untuk menengok anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya aku tidak bisa tidur. Sebentar-sebentar aku mengintip kamar tanteku. Namun hingga pukul 24.00 ternyata tidak ada kejadian apa-apa. Akhirnya aku tidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 10:15 aku menuju ke terminal Ledeng. Aku kepingin melihat obyek pariwisata Ciater. Eh.., ternyata aku ketemu Teh Mimin.&lt;br /&gt;“Mau kemana Teh”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Ke Subang.., nengok anak Mas..”.&lt;br /&gt;“Wah, sama-sama aja, deh..”, ajakku.&lt;br /&gt;Ternyata ya lancar-lancar saja. Aku duduk berdua dengan Teh Mimin. Akhirnya aku mencari-cari alasan untuk ditemani di Ciater, soalnya aku belum hafal kota Bandung. Karena hari masih siang, akhirnya mau juga Teh Mimin menemani aku. Walaupun gadis desa, tapi Teh Mimin sempat mengecap bangku SLTP hingga lulus. Cara berpakaiannya pun tergolong rapi seperti pelajar-pelajar pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Ciater aku menyewa salah satu bungalow dengan alasan ingin istirahat. Kebetulan rumah Teh Mimin tidak begitu jauh dari bungalow tempatku istirahat. Aku cari-cari alasan lagi. Aku bilang, di Ciater tidak ada yang jualan nasi goreng, kalau tidak keberatan aku minta Teh Mimin nanti malam mengantarkan nasi goreng. Ternyata Teh Mimin tak keberatan. Ya begitulah, tanpa rasa curiga sedikitpun, sekitar pukul 19.00 Teh Mimin telah berada di bungalowku mengantarkan nasi goreng. Kuajak ngobrol ngalor-ngidul tentang apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya obrolanku agak nyenggol-nyenggol dikit tentang seks. Teh Mimin bilang sudah lama tidak melakukannya karena suaminya sudah tiga bulan ini impoten akibat kecelakaan sepeda motor. “Nah.., ini dia yang kucari”, pikirku.&lt;br /&gt;Sengaja memang aku ngobrol terus sehingga tanpa terasa telah pukul 21.30. Ketika Teh Mimin pamit pulang, akupun bilang, lebih baik jangan pulang karena malam-malam begini banyak orang iseng atau orang jahat.&lt;br /&gt;“Tidur aja di sini Teh, kan ada dua kamar. Teh Mimin di kamar sebelah, saya di sini”, kataku.&lt;br /&gt;Setelah kubujuk habis-habisan akhirnya Teh Mimin mau juga tinggal di kamar sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira pukul 24.00 aku mengendap-endap berjalan pelan menuju ke kamar Teh Mimin.&lt;br /&gt;“Kok, belum tidur?”, tanyaku pelan sambil menutup pintu.&lt;br /&gt;“Dingin Mas udara Ciater”, katanya sambil tetap telentang di tempat tidur sambil memegangi selimut yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;“Aku juga kedinginan”, kataku.&lt;br /&gt;Entahlah, sepertinya sudah saling membutuhkan. Ketika aku merebahkan tubuhku di sampingnya, Teh Mimin diam saja. Akupun menarik selimutnya sehingga kami berdua berada di dalam satu selimut. Untuk menghilangkan rasa dingin kupeluk Teh Mimin. Ternyata diam saja. Begitu juga ketika kuraba-raba payudaranya yang montok ternyata juga diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan mudah aku bisa melepaskan baju, BH, rok dan celana dalamnya. Hanya dalam waktu beberapa detik saja kami berdua sudah dalam keadaan bugil tanpa sehelai benangpun. Meskipun demikian kami masih di dalam satu selimut. Begitulah, tanpa hambatan, malam itu aku dengan mudah bisa menyetubuhi Teh Mimin hingga dua kali. Tampaknya Teh Mimin mengalami orgasme hingga dua kali.&lt;br /&gt;“Terima kasih Mas, Sudah lama aku nggak merasakan yang begini-begini.., Suamiku sudah nggak sanggup lagi”, bisiknya sambil mencium bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi subuh, Teh Mimin kembali pulang ke rumahnya. Sedangkan aku kembali ke Bandung agak sorenya. Maklum aku masih ingin menikmati pemandangan sekitar perkebunan teh di Ciater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya aku sampai di Bandung dan sikapku biasa-biasa saja terhadap Teh Mimin, seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Lagipula aku juga pesan agar Teh Mimin tidak usah cerita kepada siapa-siapa. nggak enak kalau sampai Tante Susan tahu. Begitulah. Tak terasa malam telah tiba lagi dan waktu tidurpun telah menyongsong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 24.00, Seperti biasa lampu kamar kumatikan dan kugantikan lampu tidur lima watt. Eh.., lagi-lagi aku mendengar orang bisik-bisik. Pasti di kamar Tante Susan. Akupun dengan pelan-pelan mengambil kursi dan mulai mengintip dari lubang kecil yang kemarin kubuat. Kali itu aku agak terkejut. Ternyata kali itu bukan Mas Ary, tetapi Mas Budi. Wah, Tanteku ternyata tergolong hyperseks. Malam itu seperti kemarin-kemarin juga. Mas Budi kulihat menyetubuhi tanteku dengan berbagai posisi. Bahkan sempat kulihat Tante Susan berada di posisi atas. Gila!, lagi-lagi aku mengalami orgasme sendirian. “Creet.., creet.., cret”, celana dalamku basah lagi. Terpaksa aku harus ganti celana dalam. Dalam hati, diam-diam aku membayangkan betapa nikmatnya jika aku bisa menyetubuhi tanteku sendiri. Memang ini merupakan penyimpangan. Tapi, ya apa salahnya, toh tanteku mau dengan Mas Ary dan Mas Budi. Tapi apa mau dengan aku? Semalaman aku tidak bisa tidur karena mencari strategi supaya aku bisa meniduri Tante Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang pernah dikatakan Teh Mimin di Ciater memang benar. Tiap hari Sabtu Mas Ary dan Mas Budi pulang ke Jakarta. Sehingga hari Sabtu itu cuma ada aku, Teh Mimin dan Tante Susan. Aku pusing setengah mati mencari strategi untuk merayu Tante Susan, namun belum ketemu-ketemu juga jalan keluarnya. Namun, akhirnya aku punya ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante suka nonton?, Kebetulan hari ini hari ulang tahun Ryan”, kataku di pintu kamarnya Tante Susan. Tante waktu itu sedang merapikan rambutnya di depan kaca.&lt;br /&gt;“Ah.., Tante nggak tahu kalau kamu ulang tahun. Selamat Ya”, ujar Tante sambil menuju ke tempatku. Dijabatnya tanganku, “Happy Birthday, mau traktir Tante, nih..”.&lt;br /&gt;“Ya, kalau Tante nggak keberatan”, ujarku penuh harap.&lt;br /&gt;Ternyata pancinganku berhasil. Malam itu aku nonton bioskop yang pukul 21.00, soalnya mau nonton yang pukul 19.00 sudah ketinggalan karena jam telah menunjukkan pukul 20.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang nonton sekitar pukul 23.00 Sampai di rumah, Tante Susan nggak bisa masuk ke kamarnya.&lt;br /&gt;“Aduh, tadi aku taruh di mana ya kunci kamarku?”, kata Tante sambil mondar-mandir.&lt;br /&gt;“Waduh, nggak tahu Tante. Tadi ditaruh di mana?”, jawabku bohong. Padahal, sebelum berangkat, pada waktu Tante Susan ke kamar mandi sebentar, kunci kamar yang digelatakkan di dekat meja telepon sempat kusembunyikan di bawah kursi.&lt;br /&gt;Akupun pura-pura membantunya mencari. Sekitar setengah jam nggak ketemu, akhirnya aku bilang, “Tidur aja di kamar Ryan, Tante. Biar Ryan tidur di kursi tamu saja..”.&lt;br /&gt;Mungkin karena sudah capek, akhirnya Tante Susan tidak punya pilihan lain, akhirnya tidur di kamarku dan aku tidur di kursi tamu. Namun sekitar setengah jam, aku masuk ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di luar dingin Tante, boleh tidur di sini saja? Nggak apa-apa khan?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“Oo, silakan..”, jawab Tante.&lt;br /&gt;Akupun merebahkan tubuhku di samping tubuh Tante Susan. Jantungku berdetak keras, otakku terus mencari strategi berikut .Gimana nih cara memulainya? Susah juga!&lt;br /&gt;“Aduh, Tante kalau tidur kok membelakangi saya”, kataku pelan.&lt;br /&gt;“Oh ya, maaf.Kebiasaan sih..”, Tanteku membalikkan badannya, miring menghadap ke arahku.&lt;br /&gt;Seolah-olah tidak sengaja, tanganku menyenggol payudara Tante.&lt;br /&gt;“Maaf Tante, nggak sengaja..”.&lt;br /&gt;“Ah.., nggak apa-apa”.&lt;br /&gt;“Maaf Tante, payudara Tante indah sekali”, pancingku.&lt;br /&gt;Kulihat Tanteku membuka matanya dan tersenyum.&lt;br /&gt;“Boleh saya memegangnya Tante?”, bisikku, “Soalnya seumur hidup saya belum pernah melihat payudara seindah ini”, rayuku.&lt;br /&gt;“Ah, boleh-boleh saja..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun dengan tangan gemetaran memegang payudara tanteku.&lt;br /&gt;“Aduh, tangan saya gemetaran Tante. Maklum, belum pernah”, pancingku lagi. Makin lama aku makin berani. Tanganku menyusup ke BH-nya.&lt;br /&gt;“Boleh saya buka BH-nya Tante?”, tanyaku penuh harap setengah berbisik.&lt;br /&gt;Tak ada jawaban. Akupun memberanikan diri melepas kancing baju Tanteku satu persatu dan akhirnya aku berhasil melepas BH Tanteku dengan mudah. Tampaklah payudara yang montok padat berisi. Akupun meremas-remasnya. Lama kelamaan, tampaknya tanteku mulai terangsang, nafasnya panjang-panjang. Diciumnya keningku, pipiku lantas bibirku. Kulihat Tante mulai membuka kancing bajuku satu persatu dan akhirnya aku tanpa baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tante, saya belum pernah..”, bisikku pelan. Tentu saja aku berbohong.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa, nanti Tante ajarin..”.&lt;br /&gt;Begitulah, beberapa menit kemudian Tanteku melepas celanaku dan akhirnya celana dalamku. Begitu juga, Tante melepas sendiri rok dan celana dalamnya. Kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat.&lt;br /&gt;“Tante, aku belum bisa..”, aku berbohong lagi.&lt;br /&gt;“Nanti Tante ajarin..”, bisiknya.&lt;br /&gt;Begitulah, akhirnya keinginanku untuk menggeluti Tante Susan telah berhasil. Malam itu aku bermain hingga mengalami orgasme dua kali. Demikian juga, Tante Susan juga dua kali mengalami orgasme.&lt;br /&gt;“Ah, Ryan!, Kamu telah membohongi Tante! Ternyata kamu jagoan! Tante puas..!”, bisik Tanteku sambil menuju ke kamar mandi. Malam itu aku dan Tante tidur berdua telanjang bulat di bawah satu selimut sampai pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu ini sepi. Mas Ary dan Mas Budi belum pulang. Kata tante, mereka berdua biasanya pulang ke tempat kost hari Senin pagi. Yang ada cuma Teh Mimin, sementara itu tiap Minggu pagi Tante mengikuti senam aerobik dan disambung arisan RT/RW. Katanya, Tante akan pulang agak sore. Ya, daripada nggak ada acara, akhirnya aku menuju ke dapur. Kulihat Teh Mimin sedang mempersiapkan makan siang. Kulihat Teh Mimin tersenyum penuh arti. Tanpa basa-basi, kupeluk Teh Mimin dan kutarik ke kamarnya. Begitulah, tanpa halangan yang berarti, aku dan Teh Mimin hari itu bersuka cita menikmati hari Minggu yang sepi. Di kamar Teh Mimin yang ukurannya kecil itu, di tempat tidur tanpa kasur, untuk yang kedua kalinya aku menggeluti Teh Mimin. Lagi-lagi Teh Mimin mengucapkan terima kasih karena aku telah berkali-kali memberikan kepuasan batin yang selama beberapa bulan ini tidak pernah dilakukan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, Tante Susan mendatangi kamarku dan mengajak begituan lagi. Ya, kapan lagi. Tanteku tergolong masih muda, cantik, seksi. Kami berdua benar-benar memperoleh kepuasan lahir dan batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1488322244800692370?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1488322244800692370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/cerita-panas-dewasa-binalnya-tante.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1488322244800692370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1488322244800692370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/cerita-panas-dewasa-binalnya-tante.html' title='Cerita Panas Dewasa Binalnya Tante Susan'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-8441244860133743624</id><published>2011-10-12T04:41:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T04:41:11.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngentot-Perawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawat'/><title type='text'>Cerita Panas Perawat Kekasih Gelapku</title><content type='html'>Hari ini adalah hari pertamaku tinggal di kota Bandung. Karena tugas kantorku, aku terpaksa tinggal di Bandung selama 5 Hari dan weekend di Jakarta. Di kota kembang ini, aku menyewa kamar di rumah temanku. Menurutnya, rumah itu hanya ditinggali oleh Ayahnya yang sudah pikun, seorang perawat, dan seorang pembantu. “Rumah yang asri” gumamku dalam hati. Halaman yang hijau, penuh tanaman dan bunga yang segar dikombinasikan dengan kolam ikan berbentuk oval. Aku mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali sampai pintu dibukakan. Sesosok tubuh semampai berbaju serba putih menyambutku dengan senyum manisnya.&lt;br /&gt;“Pak Rafi ya..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya.., saya temannya Mas Anto yang akan menyewa kamar di sini. Lho, kamu kan pernah kerja di tetanggaku?”, jawabku surprise. Perawat ini memang pernah bekerja pada tetanggaku di Bintaro sebagai baby sitter.&lt;br /&gt;“Iya…, saya dulu pengasuhnya Aurelia. Saya keluar dari sana karena ada rencana untuk kimpoi lagi. Saya kan dulu janda pak.., tapi mungkin belum jodo.., ee dianya pergi sama orang lain.., ya sudah, akhirnya Saya kerja di sini..”, Mataku memandangi sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;Tati (nama si perawat itu) secara fisik memang tidak pantas menjadi seorang perawat. Kulitnya putih mulus, wajahnya manis, rambutnya hitam sebahu, buah dadanya sedang menantang, dan kakinya panjang semampai. Kedua matanya yang bundar memandang langsung mataku, seakan ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;Aku tergagap dan berkata, “Ee.., Mbak Tati, Bapak ada?”.&lt;br /&gt;“Bapak sedang tidur. Tapi Mas Anto sudah nitip sama saya. Mari saya antarkan ke kamar..”.&lt;br /&gt;Tati menunjukkan kamar yang sudah disediakan untukku. Kamar yang luas, ber-AC, tempat tidur besar, kamar mandi sendiri, dan sebuah meja kerja. Aku meletakkan koporku di lantai sambil melihat berkeliling, sementara Tati merunduk merapikan sprei ranjangku. Tanpa sengaja aku melirik Tati yang sedang menunduk. Dari balik baju putihnya yang kebetulan berdada rendah, terlihat dua buah dadanya yang ranum bergayut di hadapanku. Ujung buah dada yang berwarna putih itu ditutup oleh BH berwarna pink. Darahku terkesiap. Ahh…, perawat cantik, janda, di rumah yang relatif kosong.Sadar melihat aku terkesima akan keelokan buah dadanya, dengan tersipu-sipu Tati menghalangi pemandangan indah itu dengan tangannya.&lt;br /&gt;“Semuanya sudah beres Pak…, silakan beristirahat..”.&lt;br /&gt;“Ee…, ya.., terima kasih”, jawabku seperti baru saja terlepas dari lamunan panjang.&lt;br /&gt;Sore itu aku berkenalan dengan ayah Anto yang sudah pikun itu. Ia tinggal sendiri di rumah itu setelah ditinggalkan oleh istrinya 5 tahun yang lalu. Selama beramah-tamah dengan sang Bapak, mataku tak lepas memandangi Tati. Sore itu ia menggunakan daster tipis yang dikombinasikan dengan celana kulot yang juga tipis. Buah dadanya nampak semakin menyembul dengan dandanan seperti itu. Di rumah itu ada seorang pembantu berumur sekitar 17 tahun. Mukanya manis, walaupun tidak secantik Tati. Badannya bongsor dan motok. Ani namanya. Ia yang sehari-hari menyediakan makan untukku.&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu. Karena kepiawaianku dalam bergaul, aku sudah sangat akrab dengan orang-orang di rumah itu. Bahkan Ani sudah biasa mengurutku dan Tati sudah berani untuk ngobrol di kamarku. Bagi janda muda itu, aku sudah merupakan tempat mencurahkan isi hatinya. Begitu mudah keakraban itu terjadi hingga kadang-kadang Tati merasa tidak perlu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamarku. Sampai suatu malam, ketika itu hujan turun dengan lebatnya. Aku, karena sedang suntuk memasang VCD porno kesukaanku di laptopku. Tengah asyik-asyiknya aku menonton tanpa sadar aku menoleh ke arah pintu, astaga…, Tati tengah berdiri di sana sambil juga ikut menonton. Rupanya aku lupa menutup pintu, dan ia tertarik akan suara-suara erotis yang dikeluarkan oleh film produksi Vivid interactive itu.&lt;br /&gt;Ketika sadar bahwa aku mengetahui kehadirannya, Tati tersipu dan berlari ke luar kamar.&lt;br /&gt;“Mbak Tati..”, panggilku seraya mengejarnya ke luar. Kuraih tangannya dan kutarik kembali ke kamarku.&lt;br /&gt;“Mbak Tati…, mau nonton bareng? Ngga apa-apa kok..”.&lt;br /&gt;“Ah, ngga Pak…, malu aku..”, katanya sambil melengos.&lt;br /&gt;“Lho.., kok malu.., kayak sama siapa saja.., kamu itu.., wong kamu sudah cerita banyak tentang diri kamu dan keluarga.., dari yang jelek sampai yang bagus.., masak masih ngomong malu sama aku?”, Kataku seraya menariknya ke arah ranjangku.&lt;br /&gt;“Yuk kita nonton bareng yuk..”, Aku mendudukkan Tati di ranjangku dan pintu kamarku kukunci.&lt;br /&gt;Dengan santai aku duduk di samping Tati sambil mengeraskan suara laptopku. Adegan-adegan erotis yang diperlihatkan ke 2 bintang porno itu memang menakjubkan. Mereka bergumul dengan buas dan saling menghisap. Aku melirik Tati yang sedari tadi takjub memandangi adegan-adegan panas tersebut. Terlihat ia berkali-kali menelan ludah. Nafasnya mulai memburu, dan buah dadanya terlihat naik turun. Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya yang putih mulus itu. Tati tampak sedikit kaget, namun ia membiarkan tanganku membelai telapak tangannya. Terasa benar bahwa telapak tangan Tati basah oleh keringat. Aku membelai-belai tangannya seraya perlahan-lahan mulai mengusap pergelangan tangannya dan terus merayap ke arah ketiaknya. Tati nampak pasrah saja ketika aku memberanikan diri melingkarkan tanganku ke bahunya sambil membelai mesra bahunya. Namun ia belum berani untuk menatap mataku. Sambil memeluk bahunya, tangan kananku kumasukkan ke dalam daster melalui lubang lehernya. Tanganku mulai merasakan montoknya pangkal buah dada Tati. Kubelai-belai seraya sesekali kutekan daging empuk yang menggunung di dada bagian kanannya.&lt;br /&gt;Ketika kulihat tak ada reaksi dari Tati, secepat kilat kusisipkan tangganku ke dalam BH-nya…, kuangkat cup BH-nya dan kugenggam buah dada ranum si janda muda itu.&lt;br /&gt;“Ohh.., Pak…, jangan..”, Bisiknya dengan serak seraya menoleh ke arahku dan mencoba menolak dengan menahan pergelangan tangan kananku dengan tangannya.&lt;br /&gt;“Sshh…, ngga apa-apa Mbak…, ngga apa-apa..”.&lt;br /&gt;“Nanti ketauanhh..”.&lt;br /&gt;“Nggaa…, jangan takut..”, Kataku seraya dengan sigap memegang ujung puting buah dada Tati dengan ibu jari dan telunjukku, lalu kupelintir-pelintir ke kiri dan kanan.&lt;br /&gt;“Ooh.., hh.., Pak.., Ouh.., jj.., jjanganhh.., ouh..”, Tati mulai merintih-rintih sambil memejamkan matanya. Pegangan tangannya mulai mengendor di pergelangan tanganku.&lt;br /&gt;Saat itu juga, kusambar bibirnya yang sedari tadi sudah terbuka karena merintih-rintih.&lt;br /&gt;“Ouhh.., mmff.., cuphh.., mpffhh..”, Dengan nafas tersengal-sengal Tati mulai membalas ciumanku. Kucoba mengulum lidahnya yang mungil, ketika kurasakan ia mulai membalas sedotanku. Bahkan ia kini mencoba menyedot lidahku ke dalam mulutnya seakan ingin menelannya bulat-bulat. Tangannya kini sudah tidak menahan pergelanganku lagi, namun kedua-duanya sudah melingkari leherku. Malahan tangan kanannya digunakannya untuk menekan belakang kepalaku sehingga ciuman kami berdua semakin lengket dan bergairah. Momentum ini tak kusia-siakan. Sementara Tati melingkarkan kedua tangannya di leherku, akupun melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Aku melepaskan bibirku dari kulumannya, dan aku mulai menciumi leher putih Tati dengan buas. “aahh..Ouhh..” Tati menggelinjang kegelian dan tanganku mulai menyingkap daster di bagian pinggangnya. Kedua tanganku merayap cepat ke arah tali BH-nya dan, “tasss..” terlepaslah BH-nya dan dengan sigap kualihkan kedua tanganku ke dadanya.&lt;br /&gt;Saat itulah lurasakan betapa kencang dan ketatnya kedua buah dada Tati. Kenikmatan meremas-remas dan mempermainkan putingnya itu terasa betul sampai ke ujung sarafku. Penisku yang sedari tadi sudah menegang terasa semakin tegang dan keras. Rintihan-rintihan Tati mulai berubah menjadi jeritan-jeritan kecil terutama saat kuremas buah dadanya dengan keras. Tati sekarang lebih mengambil inisiatif. Dengan nafasnya yang sudah sangat terengah-engah, ia mulai menciumi leher dan mukaku. Ia bahkan mulai berani menjilati dan menggigit daun telingaku ketika tangan kananku mulai merayap ke arah selangkangannya. Dengan cepat aku menyelipkan jari-jariku ke dalam kulotnya melalui perut, langsung ke dalam celana dalamnya. Walaupun kami berdua masih dalam keadaan duduk berpelukan di atas ranjang, posisi paha Tati saat itu sudah dalam keadaan mengangkang seakan memberi jalan bagi jari-jemariku untuk secepatnya mempermainkan kemaluannya.&lt;br /&gt;Hujan semakin deras saja mengguyur kota Bandung. Sesekali terdengar suara guntur bersahutan. Namun cuaca dingin tersebut sama sekali tidak mengurangi gairah kami berdua di saat itu. Gairah seorang lajang yang memiliki libido yang sangat tinggi dan seorang janda muda yang sudah lama sekali tidak menikmati sentuhan lelaki. Tati mengeratkan pelukannya di leherku ketika jemariku menyentuh bulu-bulu lebat di ujung vaginanya. Ia menghentikan ciumannya di kupingku dan terdiam sambil terus memejamkan matanya. Tubuhnya terasa menegang ketika jari tengahku mulai menyentuh vaginanya yang sudah terasa basah dan berlendir itu. Aku mulai mempermainkan vagina itu dan membelainya ke atas dan ke bawah. “Ouuhh Pak.., ouhh.., aahh.., g..g.ggelliiihhâ€¦”.&lt;br /&gt;Tati sudah tidak bisa berkata-kata lagi selain merintih penuh nafsu ketika clitorisnya kutemukan dan kupermainkan. Seluruh badan Tati bergetar dan bergelinjang. Ia nampak sudah tak dapat mengendalikan dirinya lagi. Jeritan-jeritannya mulai terdengar keras. Sempat juga aku kawatir dibuatnya. Jangan-jangan seisi rumah mendengar apa yang tengah kami lakukan. Namun kerasnya suara hujan dan geledek di luar rumah menenangkanku. Benda kecil sebesar kacang itu terasa nikmat di ujung jari tengahku ketika aku memutar-mutarnya. Sambil mempermainkan clitorisnya, aku mulai menundukkan kepalaku dan menciumi buah dadanya yang masih tertutupi oleh daster.&lt;br /&gt;Seolah mengerti, Tati menyingkapkan dasternya ke atas, sehingga dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang ranum, kenyal dan berwarna putih mulus itu bergantung di hadapanku. Karena nafsuku sudah memuncak, dengan buas kusedot dan kuhisap buah dada yang berputing merah jambu itu. Putingnya terasa keras di dalam mulutku menandakan nafsu janda muda itupun sudah sampai di puncak. Tati mulai menjerit-jerit tidak karuan sambil menjambak rambutku. Sejenak kuhentikan hisapanku dan bertanya, “Enak Mbak?”. Sebagai jawabannya, Tati membenamkan kembali kepalaku ke dalam ranumnya buah dadanya. Jari tengahku yang masih mempermainkan clitorisnya kini kuarahkan ke lubang vagina Tati yang sudah menganga karena basah dan posisi pahanya yang mengangkang. Dengan pelan tapi pasti kubenamkan jari tengahku itu ke dalamnya dan, “Auuhh.., P.Paak.., hh”. Tati menjerit dan menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang. “Terrusshh.., auhh..”. Kugerakkan jariku keluar masuk di vaginanya dan Tati menggoyangkan pingggulnya mengikuti irama keluar masuknya jemariku itu.&lt;br /&gt;Aku menghentikan ciumanku di buah dada Tati dan mulai mengecup bibir ranum janda itu. Matanya tak lagi terpejam, tapi memandang sayu ke mataku seakan berharap kenikmatan yang ia rasakan ini jangan pernah berakhir. Tangan kiriku yang masih bebas, membimbing tangan kanan Tati ke balik celana pendekku. Ketika tangannya menyentuh penisku yang sudah sangat keras dan besar itu, terlihat ia agak terbelalak karena belum pernah melihat bentuk yang panjang dan besar seperti itu. Tati meremas penisku dan mulai mengocoknya naik turun naik turun.., kocokan yang nikmat yang membuatku tanpa sadar melenguh, “Ahh.., Mbaak.., enaknya.., terusin..”.&lt;br /&gt;Saat itu kami berdua berada pada puncaknya nafsu. Aku yakin bahwa Mbak Tati sudah ingin secepatnya memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Ia tidak mengatakannya secara langsung, namun dari tingkahnya menarik penisku dan mendekatkannya ke vaginanya sudah merupakan pertanda. Namun, di detik-detik yang paling menggairahkan itu terdegar suara si Bapak tua berteriak, “Tatiii…, Tatiii..”. Kami berdua tersentak. Kukeluarkan jemariku dari vaginanya, Tati melepaskan kocokannya dan ia membenahi pakaian dan rambutnya yang berantakan. Sambil mengancingkan kembali BH-nya ia keluar dari kamarku menuju kamar Bapak tua itu. Sialan!, kepalaku terasa pening. Begitulah penyakitku kalau libidoku tak tersalurkan.&lt;br /&gt;Beberapa saat lamanya aku menanti siapa tahu janda muda itu akan kembali ke kamarku. Tapi nampaknya ia sibuk mengurus orang tua pikun itu, sampai aku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku merasa napasku sesak. Dadaku serasa tertindih suatu beban yang berat. Aku terbangun dan membuka mataku. Aku terbelalak, karena tampak sesosok tubuh putih mulus telanjang bulat menindih tubuhku.&lt;br /&gt;“Mbak Tati?”, Tanyaku tergagap karena masih mengagumi keindahan tubuh mulus yang berada di atas tubuhku. Lekukan pinggulnya terlihat landai, dan perutnya terasa masih kencang. Buah dadanya yang lancip dan montok itu menindih dadaku yang masih terbalut piyama itu. Seketika, rasa kantukku hilang. Mbak Tati tersenyum simpul ketika tangannya memegang celanaku dan merasakan betapa penisku sudah kembali menegang.&lt;br /&gt;“Kita tuntaskan ya Mbak?”, Kataku sambil menyambut kuluman lidahnya. Sambil dalam posisi tertindih aku menanggalkan seluruh baju dan celanaku. Kegairahan yang sempat terputus itu, mendadak kembali lagi dan terasa bahkan lebih menggila. Kami berdua yang sudah dalam keadaan bugil saling meraba, meremas, mencium, merintih dengan keganasan yang luar biasa. Mbak Tati sudah tidak malu-malu lagi menggoyangkan pinggulnya di atas penisku sehingga bergesekan dengan vaginanya.&lt;br /&gt;Tidak lebih dari 5 menit, aku merasakan bahwa nafsu syahwat kami sudah kembali berada dipuncak. Aku tak ingin kehilangan momen lagi. Kubalikkan tubuh Tati, dan kutindih sehingga keempukan buah dadanya terasa benar menempel di dadaku. Perutku menggesek nikmat perutnya yang kencang, dan penisku yang sudah sangat menegang itu bergesekan dengan vaginanya.&lt;br /&gt;“Mbak.., buka kakinya.., sekarang kamu akan merasakan sorganya dunia Mbak..”, bisikku sambil mengangkangkan kedua pahanya. Sambil tersengal-sengal Tati membuka pahanya selebar-lebarnya. Ia tersenyum manis dengan mata sayunya yang penuh harap itu.&lt;br /&gt;“Ayo Pak.., masukkan sekarangâ€¦”, Aku menempelkan kepala penisku yang besar itu di mulut vagina Tati. Perlahan-lahan aku memasukkannya ke dalam, semakin dalam, semakin dalam dan, “aa.., Aooohh.., paakhâ€¦.., aahh..”, rintihnya sambil membelalakkan matanya ketika hampir seluruh penisku kubenamkan ke dalam vaginanya. Setelah itu, “Blesssâ€¦”, dengan sentakan yang kuat kubenamkan habis penisku diiringi jeritan erotisnya, “Ahh.., besarnyah.., ennnakk ppaak..”.&lt;br /&gt;Aku mulai memompakan penisku keluar masuk, keluar masuk. Gerakanku makin cepat dan cepat. Semakin cepat gerakanku, semakin keras jeritan Tati terdengar di kamarku. Pinggul janda muda itu pun berputar-putar dengan cepat mengikuti irama pompaanku. Kadang-kadang pinggulnya sampai terangkat-angkat untuk mengimbangi kecepatan naik turunnya pinggulku. Buah dadanya yang terlihat bulat dalam keadaan berbaring itu bergetar dan bergoyang ke sana ke mari. Sungguh menggairahkan!&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku merasakan pelukannya semakin mengeras. Terasa kuku-kukunya menancap di punggungku. Otot-ototnya mulai menegang. Nafas perempuan itu juga semakin cepat. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, mulutnya terbuka, matanya terpejam,dan alisnya merengut “aahh..”. Tati menjerit panjang seraya menjambak rambutku, dan penisku yang masih bergerak masuk keluar itu terasa disiram oleh suatu cairan hangat. Dari wajahnya yang menyeringai, tampak janda muda itu tengah menghayati orgasmenya yang mungkin sudah lama tidak pernah ia alami itu. Aku tidak mengendurkan goyangan pinggulku, karena aku sedang berada di puncak kenikmatanku.&lt;br /&gt;“Mbak.., goyang terus Mbak.., aku juga mau keluar..”. Tati kembali menggoyang pinggulnya dengan cepat dan beberapa detik kemudian, seluruh tubuhku menegang.&lt;br /&gt;“Keluarkan di dalam saja pak”, bisik Tati, “Aku masih pakai IUD”. Begitu Tati selesai berbisik, aku melenguh.&lt;br /&gt;“Mbak.., aku keluar.., aku keluarrâ€¦., aahh..”, dan…, “Crat.., crat.., craat”, kubenamkan penisku dalam-dalam di vagina perempuan itu. Seakan mengerti, Tati mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sehingga puncak kenikmatan ini terasa benar hingga ke tulang sumsumku.&lt;br /&gt;Kami berdua terkulai lemas sambil memejamkan mata. Pikiran kami melayang-layang entah ke mana. Tubuhku masih menindih tubuh montok Tati. Kami berdua masih saling berpelukan dan akupun membayangkan hari-hari penuh kenikmatan yang akan kualami sesudah itu di Bandung.&lt;br /&gt;Sejak kejadian malam itu, kesibukan di kantorku yang luar biasa membuatku sering pulang larut malam. Kepenatanku selalu membuatku langsung tertidur lelap. Kesibukan ini bahkan membuat aku jarang bisa berkomunikasi dengan Tati. Walaupun begitu, sering juga aku mempergunakan waktu makan siangku untuk mampir ke rumah dengan maksud untuk melakukan seks during lunch. Sayang, di waktu tersebut ternyata Ayah Anto senantiasa dalam keadaan bangun sehingga niatku tak pernah kesampaian. Namun suatu hari aku cukup beruntung walaupun orang tua itu tidak tidur. Aku mendapat apa yang kuinginkan.&lt;br /&gt;Ceritanya sebagai berikut: Tati diminta oleh Ayah Anto untuk mengambil sesuatu di kamarnya. Melihat peluang itu, aku diam-diam mengikutinya dari belakang. Kamar ayah Anto memang tidak terlihat dari tempat di mana orang tua itu biasa duduk. Sesampainya di kamar kuraih pinggang semampai perawat itu dari belakang. Tati terkejut dan tertawa kecil ketika sadar siapa yang memeluknya dan tanpa basa-basi langsung menyambut ciumanku dengan bibirnya yang mungil itu sambil dengan buas mengulum lidahku. Ia memang sudah tidak malu-malu lagi seperti awal pertemuan kami. Janda cantik itu sudah menunjukkan karakternya sebagai seorang pecinta sejati yang tanpa malu-malu lagi menunjukkan kebuasan gairahnya. Kadang aku tidak mengerti, kenapa suaminya tega meninggalkannya. Namun analisaku mengatakan, suaminya tak mampu mengimbangi gejolak gairah Tati di atas ranjang dan untuk menutupi rasa malu yang terus menerus terpaksa ia meninggalkan perempuan muda itu untuk hidup bersama dengan perempuan lain yang lebih ‘low profile’. Aku memang belum sempat menanyakan pada Tati bagaimana ia menyalurkan kebutuhan biologisnya di saat menjanda. Aku berpikir, bawa masturbasi adalah jalan satu-satunya.&lt;br /&gt;Kami berdua masih saling berciuman dengan ganas ketika dengan sigap aku menyelipkan tanganku ke balik baju perawatnya yang putih itu. Sungguh terkejut ketika aku sadar bahwa ia sama sekali tidak memakai BH sehingga dengan mudahnya kuremas buah dada kanannya yang ranum itu.&lt;br /&gt;“Kok ngga pakai BH Mbak..?” Sambil menggelinjang dan mendesah, ia menjawab sambil tersenyum nakal.&lt;br /&gt;“Supaya gampang diremas sama kamu..”. Benar-benar jawaban yang menggemaskan!&lt;br /&gt;Kembali kukulum bibir dan lidahnya yang menggairahkan itu sambil dengan cepat kubuka kancing bajunya yang pertama, kedua, dan ketiga. Lalu tanpa membuang waktu kutundukkan kepalaku, dengan tangan kananku kukeluarkan buah dada kanannya dan kuhisap sedemikian rupa sehingga hampir setengahnya masuk ke dalam mulutku. Tati mulai mengerang kegelian, “Ouhh.., geli Mas.., geliii.., ahh..”. Sejak kejadian malam itu, ia memang membiasakan dirinya untuk memanggilku Mas. Sambil menggelinjang dan merintih, tangan kanan Tati mulai mengelus-elus bagian depan celana kantorku.&lt;br /&gt;Penisku yang terletak tepat di baliknya terasa semakin menegang dan menegang. Jari-jari lentik perempuan itu berusaha untuk mencari letak kepala penisku untuk kemudian digosok-gosoknya dari luar celana. Sensasi itu membuat nafasku semakin memburu seperti layaknya nafas kuda yang tengah berlari kencang. Seakan tak mau kalah darinya, tangan kiriku berusaha menyingkap rok janda muda itu dan dengan sigap kugosokkan jari-jemariku di celana dalamnya. Tepat diatas vaginanya, celana dalam Tati terasa sudah basah. Sungguh hebat! Hanya dalam beberapa menit saja, ia sudah sedemikian terangsangnya sehingga vaginanya sudah siap untuk dimasuki oleh penisku.&lt;br /&gt;Tanpa membuang waktu kuturunkan celana dalam tipis yang kali ini berwarna hitam, kudorong tubuh montok perawat itu ke dinding, lalu kuangkat paha kanannya sehingga dengkulnya menempel di pinggangku. Dengan sigap pula kubuka ritsluiting celanaku dan kukeluarkan penisku yang sudah sangat tegang dan besar itu. Tati sudah nampak pasrah. Ia hanya bersender di dinding sambil memejamkan matanya dan memeluk bahuku.&lt;br /&gt;“Tatiii.., mana minyak tawonnya.., kok lama betuulâ€¦”. Suara orang tua itu terdengar dengan keras. Sungguh menjengkelkan. Tati sempat terkejut dan nampak panik ketika kemudian aku berbisik, “Tenang Mbak.., jawab aja.., kita selesaikan dulu ini.., kamu mau kan?” Ia mengangguk seraya tersenyum manis.&lt;br /&gt;“Sebentar Pak..”, teriaknya.&lt;br /&gt;“Minyak tawonnya keselip entah ke mana.., ini lagi dicari kokâ€¦”. Ia tertawa cekikikan, geli mendengar jawaban spontannya sendiri. Namun tawanya itu langsung berubah menjadi jerikan erotis kecil ketika kupukul-pukulkan kepala penisku ke selangkangannya.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan kutempelkan kepala penisku itu di pintu vaginanya. Sambi kuputar-putar kecil kudorong pinggulku perlahan-lahan. Tati ternganga sambil terengah-engah, “aahh.., aahh.., ouhh.., Mas.., besar sekali.., pelan-pelan Mas..pelan-pelanhh..”, dan, “aaâ€¦”. Tati menjerit kecil ketika kumasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya yang becek dan terasa sangat sempit dalam posisi berdiri ini. Aku menyodokkan penisku maju mundur dengan gerakan yang percepatannya meningkat dari waktu ke waktu. Tubuh Tati terguncang-guncang, buah dadanya bergayut ke kiri dan kanan dan jeritannya semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;Aku sudah tak peduli kalau ayah Anton sampai mendengarkan jeritan perempuan itu. Nafsuku sudah naik ke kepala. Janda muda ini memang memiliki daya pikat seks yang luar biasa. Walaupun ia hanya seorang perawat, namun kemulusan dan kemontokan badannya sungguh setara dengan perempuan kota jaman sekarang. Sangat terawat dan nikmat sekali bila digesek-gesekkankan di kulit kita. Gerakan pinggulku semakin cepat dan semakin cepat. Mulutku tak puas-puasnya menciumi dan menghisap puting buah dadanya yang meruncing panjang dan keras itu. Buah dadanya yang kenyal itu hampir seluruhnya dibasahi oleh air liurku. Aku memang sedang nafsu berat. Aku merasakan bahwa sebentar lagi aku akan orgasme dan bersamaan dengan itu juga tubuh Tati menegang.&lt;br /&gt;Kupercepat gerakan pinggulku dan tiba-tiba, “aahh.., Mas.., Masssâ€¦, aku keluarrr.., aahh”, Jeritnya. Saat itu juga kusodokkan penisku ke dalam vagina janda muda itu sekeras-kerasnya dan, “Craat.., craatt.., craat”.&lt;br /&gt;“Ahh…, Mbaak”, erangku sambil meringis menikmati puncak orgasme kami yang waktunya jatuh bersamaan itu. Kami berpelukan sesaat dan Tati berbisik dengan suara serak.&lt;br /&gt;“Mas.., aku ngga pernah dipuasin laki-laki seperti kamu muasin saya.., kamu hebat..”. Aku tersenyum simpul.&lt;br /&gt;“Mbak., aku masih punya 1001 teknik yang bisa membuat kamu melayang ke surga ke-7.., ngga bosan kan kalo lain waktu aku praktekkan sama kamu?”. Perlahan Tati menurunkan paha kanannya dan mencabut penisku dari vaginanya.&lt;br /&gt;“Bosan? Aku gila apa.., yang beginian ngga akan membuatku bosan.., kalau bisa tiap hari aku mau Mas..”. Benar-benar luar biasa libido perempuan ini. Beruntung aku mempunyai libido yang juga luar biasa besarnya. Sebagai partner seks, kami benar-benar seimbang.&lt;br /&gt;Setelah kejadian siang itu, aku dan Tati seperti pengantin baru saja. Tak ada waktu luang yang tak terlewatkan tanpa nafsu dan birahi. Walaupun demikian, aku tekankan pada Tati, bahwa hubungan antara aku dan dia, hanyalah sebatas hubungan untuk memuaskan nafsu birahi saja. Aku dan dia punya hak untuk berhubungan dengan orang lain. Tati si janda muda yang sudah merasakan kenikmatan seks bebas itu tentu saja menyetujuinya.&lt;br /&gt;Suatu hari, Tati masuk ke dalam kamarku dan ia berkata, “Mas, aku akan mengambil cuti selama 1 bulan. Aku harus mengurusi masalah tanah warisan di kampungku..”.&lt;br /&gt;“Lha.., kalau Mbak pulang, siapa yang akan mengurusi Bapak?”, tanyaku sambil membayangkan betapa kosongnya hari-hariku selama sebulan ke depan.&lt;br /&gt;“Mas Anto bilang, akan ada adik Bapak yang akan menggantikan aku selama 1 bulan.., namanya Mbak Ine.., dia ngga kimpoi.., umurnya sudah hampir 40 tahun.., orangnya baik kok.., cerewet.., tapi ramah..”. Yah apa boleh buat, aku terpaksa kehilangan seorang teman berhubungan seks yang sangat menggairahkan. Hitung-hitung cuti 1 bulan.., atau kalau berpikir positif.., its time to look for a new partner!!!&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ke lima setelah kepergian Tati. Mbak Ine, pengganti sementara Tati, ternyata adalah adik ipar ayah Anto. Jadi, adik istri si bapak tua itu. Mbak Ine adalah seorang perempuan Sunda yang ramah. Wajahnya lumayan cantik, kulitnya berwarna hitam manis, badannya agak pendek dan bertubuh montok. Ukuran buah dadanya besar. Jauh lebih besar dari Tati dan senantiasa berdandan agak menor. Wanita yang berumur hampir 40 tahun itu mengaku belum pernah menikah karena merasa bahwa tak ada laki-laki yang bisa cocok dengan sifatnya yang avonturir. Saat ini ia bekerja secara freelance di sebuah stasiun televisi sebagai penulis naskah. Kemampuan bergaulku dan keramahannya membuat kami cepat sekali akrab.&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kamarku itu kini menjadi markas curhatnya Mbak Ine.&lt;br /&gt;“Panggil saya teh Ine aja deh..”, katanya suatu kali dengan logat Bandungnya yang kental.&lt;br /&gt;“Kalau gitu panggil saya Rafi aja ya teh.., ngga usah pake pak pak-an segala..”, balasku sambil tertawa.&lt;br /&gt;Baru 5 hari kami bergaul, namun sepertinya kami sudah lama saling mengenal. Kami seperti dua orang yang kasmaran, saling memperhatikan dan saling bersimpati. Persis seperti cinta monyet ketika kita remaja. Saat itu seperti biasa, kami sedang ngobrol santai dari hati ke hati sambil duduk di atas ranjangku. Aku memakai baju kaos dan celana pendek yang ketat sehingga tanpa kusadari tekstur penis dan testisku tercetak dengan jelas. Bila kuperhatikan, beberapa kali tampak teh Ine mencuri-curi melirik selangkanganku yang dengan mudah dilihatnya karena aku duduk bersila. Aku sengaja membiarkan keadaan itu berlangsung. Malah kadang-kadang dengan sengaja aku meluruskan kedua kakiku dengan posisi agak mengangkang sehingga cetakan penisku makin nyata saja di celanaku.&lt;br /&gt;Sesekali, ditengah obrolan santai itu, tampak teh Ine melirik selangkanganku yang diikuti dengan nafasnya yang tertahan. Kenapa aku melakukan hal ini? Karena libidoku yang luar biasa, aku jadi tertantang untuk bisa meniduri teh Ine yang aku yakini sudah tak perawan lagi karena sifatnya yang avonturir itu. Dan lagi, dari sifatnya yang ramah, ceria, cerewet dan petualang itu, aku yakin di balik tubuh montok perempuan setengah baya tersimpan potensi libido yang tak kalah besar dengan Tati. Juga, gayanya dalam bergaul yang mudah bersentuhan dan saling memegang lengan sering membuat darahku berdesir. Apalagi kalau aku sedang dalam keadaan libido tinggi.&lt;br /&gt;Saat ini, teh Ine mengenakan daster berwarna putih tipis sehingga tampak kontras dengan warna kulitnya yang hitam manis itu. Belahan buah dadanya yang besar itu menyembul di balik lingkaran leher yang berpotongan rendah di bagian dada. Dasternya sendiri berpola terusan hingga sebatas lutut sehingga ketika duduk, pahanya yang montok itu terlihat dengan jelas. Aku selalu berusaha untuk bisa mengintip sesuatu yang terletak di antara kedua paha teh Ine. Namun karena posisi duduknya yang selalu sopan, aku tak dapat melihat apa-apa.&lt;br /&gt;Bukan main! Ternyata seorang wanita berusia 40-an masih mempunyai daya tarik sexual yang tinggi. Terus terang, baru kali ini aku berani berfantasi mengenai hubungan seks dengan teh Ine. Sementara ia bercerita tentang masa mudanya, pikiranku malah melayang dan membayangkan tubuh teh Ine sedang duduk di hadapanku tanpa selembar benangpun. Alangkah menggairahkannya. Aku seperti bisa melihat dengan jelas seluruh lekuk tubuhnya yang mulus tanpa cacat. Tanpa sadar, penisku menegang dan cairan madzi di ujungnya pun mulai keluar. Celanaku tampak basah di ujung penisku, dan cetakan penis serta testisku semakin jelas saja tercetak di selangkangan celanaku.&lt;br /&gt;Membesarnya penisku ternyata tak lepas dari perhatian teh Ine. Tampak jelas terlihat matanya terbelalak melihat ukuran penisku yang membesar dan tercetak jelas di celana pendekku. Obrolan kami mendadak terhenti karena beberapa saat teh Ine masih terpaku pada selangkanganku.&lt;br /&gt;“Kunaon teh..?”, tanyaku memancing.&lt;br /&gt;“Eh.., enteu.., kamu teh mikirin apa sihâ€¦?”, katanya sambil tersenyum simpul.&lt;br /&gt;“Mikirin teh Ine teh.., entah kenapa barusan saya membayangkan teh Ine nggak pakai apa-apa.., aduh indahnya teh..”, tiba-tiba saja jawaban itu meluncur dari mulutku. Aku sendiri terkejut dengan jawabanku yang sangat terus terang itu dan sempat membuatku terpaku memandang wajah teh Ine. Wajah teh Ine tampak memerah mendengar jawabanku itu. Napasnya mendadak memburu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba teh Ine bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu. Ia menutup pintu kamarku dan menguncinya. Leherku tercekat, dan kurasakan jantungku berdegup semakin kencang. Dengan tersenyum dan sorot mata nakal ia menghampiriku dan duduk tepat di hadapan selangkanganku. Aku memang sedang dalam posisi selonjor dengan kedua kaki mengangkang.&lt;br /&gt;“Fi, kamu pingin sama teteh..? Hmm?”, Desahnya seraya meraba penis tegangku dari luar celana. Aku menelan ludah sambil mengangguk perlahan dan tersenyum. Entah mengapa, aku jadi gugup sekali melihat wajah teh Ine yang semakin mendekat ke wajahku. Tanpa sadar aku menyandarkan punggungku ke tembok di ujung ranjang dan teh Ine menggeser duduknya mendekatiku sambil tetap menekan dan membelai selangkanganku. Nafas teh Ine yang semakin cepat terasa benar semakin menerpa hidung dan bibirku. Rasa nikmat dari belaian jemari teh Ine di selangkanganku semakin terasa keujung syaraf-syarafku. Napasku mulai memburu dan tanpa sadar mulutku mulai mengeluarkan suara erangan-erangan.&lt;br /&gt;Dengan lembut teh Ine menempelkan bibirnya di atas bibirku. Ia memulainya dengan mengecup ringan, menggigit bibir bawahku, dan tiba-tiba.., lidahnya memasuki mulutku dan berputar-putar di dalamnya dengan cepat. Langit-langit mulutku serasa geli disapu oleh lidah panjang milik perempuan setengah baya yang sangat menggairahkan itu. Aku mulai membalas ciuman, gigitan, dan kuluman teh Ine. Sambil berciuman, tangan kananku kuletakkan di buah dada kiri teh Ine. Uh.., alangkah besarnya.., walaupun masih ditutupi oleh daster, keempukan dan kekenyalannya sudah sangat terasa di telapak tanganku.&lt;br /&gt;Dengan cepat kuremas-remas buah dada teh Ine itu, “Emph.., emph..”, rintihnya sambil terus mengulum lidahku dan menggosok-gosok selangkanganku. Mendadak teh Ine menghentikan ciumannya. Ia menahan tanganku yang tengah meremas buah dadanya dan berkata, “Fi, sekarang kamu diam dulu yah.., biar teteh yang duluan..”.&lt;br /&gt;Tiba-tiba dengan cepat teh Ine menarik celana pendekku sekalian dengan celana dalamku. Saking cepatnya, penisku yang menegang melejit keluar. Sejenak teh Ine tertegun menatap penisku yang berdiri tegak laksana tugu monas itu. “Gusti Rafi.., ageung pisan..”, bisiknya lirih. Dengan cepat teh Ine menundukkan kepalanya, dan seketika tubuhku terasa dialiri oleh aliran listrik yang mengalir cepat ketika mulut teh Ine hampir menelan seluruh penisku. Terasa ujung penisku itu menyentuh langit-langit belakang mulut teh Ine. Dengan sigap teh Ine memegang penisku sementara lidahnya memelintir bagian bawahnya. Kepala teh Ine naik turun dengan cepat mengiringi pegangan tangannya dan puntiran lidahnya.&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasa melayang di udara ketika teh Ine memperkuat hisapannya. Aku melirik ke arah kaca riasku, dan di sana tampak diriku terduduk mengangkang sementara teh Ine dengan dasternya yang masih saja rapi merunduk di selangkanganku dan kepalanya bergerak naik turun. Suara isapan, jilatan dan kecupan bibir perempuan montok itu terdengar dengan jelas. Kenikmatan ini semakin menjadi-jadi ketika kurasakan teh Ine mulai meremas-remas kedua bola testisku secara bergantian. Perutku serasa mulas dan urat-urat di penisku serasa hendak putus karena tegangnya. Teh Ine tampak semakin buas menghisapi penisku seperti seseorang yang kehausan di padang pasir menemukan air yang segar. Jari-jemarinyapun semakin liar mempermainkan kedua testisku. “Slurrp.., Cuph.., Mphh..”. Suara kecupan-kecupan di penisku semakin keras saja.&lt;br /&gt;Nafsuku sudah naik ke kepala. Aku berontak untuk berusaha meremas kedua buah dada montok dan besar milik wanita lajang berusia setengah baya itu, namun tangan teh Ine dengan kuat menghalangi tubuhku dan iapun semakin gila menghisapi dan menjilati penisku. Aku mulai bergelinjang-gelinjang tak karuan.&lt;br /&gt;“Teh Ine.., teeehâ€¦, gantian dongg.., please.., saya udah ngga kuaatâ€¦, aahh.., sss..”, erangku seakan memohon. Namun permintaanku tak digubrisnya. Kedua tangan dan mulutnya semakin cepat saja mengocok penisku. Terasa seluruh syaraf-syarafku semakin menegang dan menegang, degup jantungku berdetak semakin kencang.. napaskupun makin memburu.&lt;br /&gt;“Oohh…, Teh Ine.., Teh Ineee…, aahhâ€¦.”, Aku berteriak sambil mengangkat pinggulku tinggi-tinggi dan, “Crat.., craat.., craat”, aku memuncratkan spermaku di dalam mulut teh Ine. Dengan sigap pula teh Ine menelan dan menjilati spermaku seperti seorang yang menjilati es krim dengan nikmatnya. Setiap jilatan teh Ine terasa seperti setruman-setruman kecil di penisku. Aku benar-benar menikmati permainan ini.., luar biasa teh Ine, “Enak Fi..? Hmm?”, teh Ine mengangkat kepalanya dari selangkanganku dan menatapku dengan senyum manisnya, tampak di seputar mulutnya banyak menempel bekas-bekas spermaku.&lt;br /&gt;“Fuhh nikmatnya sperma kamu Fi..” Bisiknya mesra seraya menjilat sisa-sisa spermaku di bibirnya.&lt;br /&gt;“Obat awet muda ya teh..”, kataku bercanda.&lt;br /&gt;“Yaa gitulah…, antosan sekedap nya? Biar teteh ambilkan minum buat kamu”. Oh my God.., benar-benar seorang wanita yang penuh pengabdian, dia belum mengalami orgasme apa-apa tapi perhatiannya pada pasangan lelakinya luar biasa besar, sungguh pasangan seks yang ideal! Kenyataan itu saja membuat rasa simpati dan birahiku pada teh Ine kembali bergejolak. Teh Ine kembali dari luar membawa segelas air.&lt;br /&gt;“Minum deh.., biar kamu segeran..”.&lt;br /&gt;“Nuhun teh.., tapi janji ya abis ini giliran saya muasin teteh..”. Aku meneguk habis air dingin buatan teh Ine dan saat itu pula aku merasakan kejantananku kembali. Birahiku kembali bergejolak melihat tubuh montok teh Ine yang ada di hadapanku.&lt;br /&gt;Aku meraih tangan teh Ine dan dengan sekali betot kubaringkan tubuhnya yang molek itu di atas ranjang.&lt;br /&gt;“Eeehh.., pelan-pelan Fi..”, teriak teh Ine dengan geli.&lt;br /&gt;“Teteh mau diapain sihâ€¦ “, lanjutnya manja. Tanpa menjawab, aku menindih tubuh montok itu, dan sekejap kurasakan nikmatnya buah dada besar itu tergencet oleh dadaku. Juga, syaraf-syaraf sekitar pinggulku merasakan nikmatnya penisku yang menempel dengan gundukan vaginanya walaupun masih ditutupi oleh daster dan celana dalamnya.&lt;br /&gt;Kupandangi wajah teh Ine yang bundar dan manis itu. Kalau diperhatikan, memang sudah terdapat kerut-kerut kecil di daerah mata dan keningnya. Tapi peduli setan! Teh Ine adalah seorang wanita setengah baya yang paling menggairahkan yang pernah kulihat. Pancaran aura sexualnya sungguh kuat menerangi sanubari lelaki yang memandangnya.&lt;br /&gt;“Teteh mau tau apa yang ingin saya lakukan terhadap teteh?”, Kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Saya akan memperkosa teteh sampai teteh ketagihan”.&lt;br /&gt;Lalu dengan ganas, aku memulai menciumi bibir dan leher teh Ine. Teh Inepun dengan tak kalah ganasnya membalas ciuman-ciumanku. Keganasan kami berdua membuat suasana kamarku menjadi riuh oleh suara-suara kecupan dan rintihan-rintihan erotis. Dengan tak sabar aku menarik ritsluiting daster teh Ine, kulucuti dasternya, BH-nya, dan yang terakhir.., celana dalamnya. Wow.., sebuah gundukan daging tanpa bulu sama sekali terlihat sangat menantang terletak di selangkangan teh Ine. My God.., alangkah indahnya vagina teh Ine itu.., tak pernah kubayangkan bahwa ia mencukur habis bulu kemaluannya.&lt;br /&gt;“Kamu juga buka semua dong Fi”, rengeknya sambil menarik baju kaosku ke atas. Dalam sekejap, kami berdua berdua berpelukan dan berciuman dengan penuh nafsu dalam keadaan bugil! Sambil menindih tubuhnya yang montok itu, bibirku menyelusuri lekuk tubuh teh Ine mulai dari bibir, kemudian turun ke leher, kemudian turun lagi ke dada, dan terus ke arah puting susu kirinya yang berwarna coklat kemerah-merahan itu. Alangkah kerasnya puting susunya, alangkah lancipnnya.., dan mmhh.., seketika itu juga kukulum, kuhisap dan kujilat puting kenyal itu.., karena gemasnya, sesekali kugigit juga puting itu.&lt;br /&gt;“Auuhh.., Fi.., gellii.., sss.., ahh”, rintihnya ketika gigitanku agak kukeraskan. Badan montoknya mulai mengelinjang-gelinjang ke sana k emari.., dan mukanya menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan. Sambil menghisap, tangan kananku merayap turun ke selangkangannya. Dengan mudah kudapati vaginanya yang besar dan sudah sangat becek sekali. Akupun dengan sigap memain-mainkan jari tenganku di pintu vaginanya. “Crks.., crks.., crks”, terdengar suara becek vagina teh Ine yang berwarna lebih putih dari kulit sekitarnya. Ketika jariku mengenai gundukan kecil daging yang mirip dengan sebutir kacang, ketika itu pula wanita setengah baya itu menjerit kecil.&lt;br /&gt;“Ahh.., geli Fi.., gelli”, Putaran jariku di atas clitoris teh Ine dan hisapanku pada kedua puting buah dadanya makin membuat lajang montok berkulit hitam manis itu semakin bergelinjang dengan liar.&lt;br /&gt;“Fi.., masukin sekarang Fi.., sekarang.., please.., teteh udah nggak tahan..ahh..”. Kulihat wajah teh Ine sudah meringis seperti orang kesakitan. Ringisan itu untuk menahan gejolak orgasmenya yang sudah hampir mencapai puncaknya. Dengan sigap kuarahkan penisku ke vagina montok milik teh Ine.., kutempelkan kepala penisku yang besar tepat di bawah clitorisnya, kuputar-putarkan sejenak dan teh Ine meresponnya dengan mengangkangkan pahanya selebar-lebarnya untuk memberi kemudahan bagiku untuk melakukan penetrasi.., saat itu pula kusodokkan pantatku sekuat-kuatnya dan, “Blesss”, masuk semuanya!&lt;br /&gt;“Aahhâ€¦.” Teh Ine menjerit panjang.., “Besar betul Fi.., auhhâ€¦., besar betuull…, duh gusti enaknya.., aahh..”. Dengan penuh keganasan kupompa penisku keluar masuk vagina teh Ine. Dan iapun dengan liarnya memutar-mutar pinggulnya di bawah tindihanku. Astaga.., benar-benar pengalaman yang luar biasa! Bahkan keliaran teh Ine melebihi ganasnya Mbak Tati.., luar biasa!&lt;br /&gt;Kedua tubuh kami sudah sangat basah oleh keringat yang bercampur liur. Kasurkupun sudah basah di mana-mana oleh cairan mani maupun lendir yang meleleh dari vagina teh Ine, namun entah kekuatan apa yang ada pada diri kami…, kami masih saling memompa, merintih, melenguh, dan mengerang. Bunyi ranjangkupun sudah tak karuan.., “Kriet.., kriet.., krieeet”, sesuai irama goyangan pinggul kami berdua. Penisku yang besar itu masih dengan buasnya menggesek-gesek vagina teh Ine yang terasa sempit namun becek itu.&lt;br /&gt;Setelah lebih dari 15 menit kami saling memompa, tiba-tiba kurasakan seluruh tubuh teh Ine menegang.&lt;br /&gt;“Fi.., Fi.., Teteh mau keluar..”.&lt;br /&gt;“Iya teh, saya juga.., kita keluar sama-sama tehâ€¦”, Goyanganku semakin kupercepat dan pada saat yang bersamaan kami berdua saling berciuman sambil berpelukan erat.., aku menancapkan penisku dalam-dalam dan teh Ine mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi…, “Crat.., crat.., crat.., crat”, kami berdua mengerang dengan keras sambil menikmati tercapainya orgasme pada saat yang bersamaan. Kami sudah tak peduli bila seisi rumah akan mendengarkan jeritan-jeritan kami, karena aku yakin teh Inepun tak pernah merasakan kenikmatan yang luar biasa ini sepanjang hidupnnya.&lt;br /&gt;“Ahh.., Fi.., kamu hebaat.., kamu hebaathh.., hh.., Teteh ngga pernah ngerasain kenikmatan seperti ini”.&lt;br /&gt;“Saya juga teh.., terima kasih untuk kenikmatan ini..”, Kataku seraya mengecup kening teh Ine dengan mesra.&lt;br /&gt;“Mau tau suatu rahasia Fi?”, tanyanya sambil membelai rambutku, “Teteh sudah lima tahun tidak bersentuhan dengan laki-laki.., tapi entah kenapa, dalam 5 hari bergaul dengan kamu.., teteh tidak bisa menahan gejolak birahi teteh.., ngga tau kenapa.., kamu itu punya aura seks yang luar biasa..”. Teh Ine bangkit dari ranjangku dan mengambil sesuatu dari kantong dasternya. Sebutir pil KB.&lt;br /&gt;“Seperti punya fitasat, teteh sudah minum pil ini sejak 3 hari yang lalu..”, katanya tersenyum, “Dan akan teteh minum selama teteh ada di sini..”, Teh Ine mengerdipkan matanya padaku dengan manja sambil memakai dasternya.&lt;br /&gt;“Selamat tidur sayangâ€¦”, Teh Ine melangkah keluar dari kamarku.&lt;br /&gt;Teh Ine memang luar biasa. Ia bukan saja dapat menggantikan kedudukan Tati sebagai partner seks yang baik, tetapi juga memberi sentuhan-sentuhan kasih sayang keibuan yang luar biasa. Aku benar-benar dimanja oleh wanita setengah baya itu. Fantasi sexualnya juga luar biasa. Mungkin itu pengaruh dari pekerjaannya sebagai penulis cerita drama. Coba bayangkan, ia pernah memijatku dalam keadaan bugil, kemudian sambil terus memijat ia bisa memasukkan penisku ke dalam vaginanya, dan aku disetubuhi sambil terus menikmati pijatan-pijatannya yang nikmat. Ia juga pernah meminta aku untuk menyetubuhinya di saat ia mandi pancuran di kamar mandi dan kami melakukannya dengan tubuh licin penuh sabun.&lt;br /&gt;Dan yang paling sensasional adalah.., Sore itu aku sudah berada di rumah. Karena load pekerjaan di kantorku tidak begitu tinggi, aku sengaja pulang cepat. Selesai mandi aku duduk di meja makan sambil menikmati pisang goreng buatan teh Ine. Perempuan binal itu memang luar biasa. Ia melayaniku seperti suaminya saja. Segala keperluan dan kesenanganku benar-benar diperhatikan olehnya. Seperti biasa, aku mengenakan baju kaos buntung dan celana pendek longgar kesukaanku dan (seperti biasa juga) aku tidak menggunakan celana dalam. Kebiasaan ini kumulai sejak adanya teh Ine di rumah ini, karena bisa dipastikan hampir tiap hari aku akan menikmati tubuh sintal adik ipar ayah si Anto itu.&lt;br /&gt;Sore itu sambil menikmati pisang goreng di meja makan, aku bercakap-cakap dengan ayah Anto. Orang tua itu duduk di pojok ruangan dekat pintu masuk untuk menikmati semilirnya angin sore kota Bandung. Jarak antara aku dengannya sekitar 6 meter. Sambil bercakap-cakap mataku tak lepas dari teh Ine yang mondar mandir menyediakan hidangan sore bagi kami. Entah ke mana PRT kami saat itu. Teh Ine mengenakan celana pendek yang ditutupi oleh kaos bergambar Mickey Mouse berukuran ekstra besar sehingga sering tampak kaos itu menutupi celana pendeknya yang memberi kesan teh Ine tidak mengenakan celana. Aku berani bertaruh perempuan itu tidak menggunakan BH karena bila ia berjalan melenggang, tampak buah dadanya bergayut ke atas ke bawah, dan di bagian dadanya tercetak puting buah dadanya yang besar itu. Tanpa sadar batang penisku mulai membesar.&lt;br /&gt;Setelah selesai dengan kesibukannya, teh Ine duduk di sebelah kiriku dan ikut menikmati pisang goreng buatannya. Kulihat ia melirik ke arahku sambil memasukkan pisang goreng perlahan-lahan ke dalam mulutnya. Sambil mengerdipkan matanya, ia memasukkan dan mengeluarkan pisang goreng itu dan sesekali menjilatnya. Sambil terus berbasa basi dengan orang tua Anto, aku menelan ludah dan merasakan bahwa urat-urat penisku mulai mengeras dan kepala penisku mulai membesar. Tiba-tiba kurasakan jari-jemari kanan teh Ine menyentuh pahaku. Lalu perlahan-lahan merayap naik sampai di daerah penisku. Dengan gemas teh Ine meremas penis tegangku dari luar celanaku sehingga membuat cairan beningku membuat tanda bercak di celanaku.&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama meremas-remas, tangan itu bergerak ke daerah perut dan dengan cepat menyelip ke dalam celana pendekku. Aku sudah tidak tahu lagi apa isi percakapan orang tua Anto itu. Beberapa kali ia mengulangi pertanyaannya padaku karena jawabanku yang asal-asalan. Degup jantungku mulai meningkat. Jemari lentik itu kini sudah mencapai kedua bolaku. Dengan jari telunjuk dan tengah yang dirapatkan, perempuan lajang itu mengelus-elus dan menelusuri kedua bolaku.., mula-mula berputar bergantian kiri dan kanan kemudian naik ke bagian batang.., terus bergerak menelusuri urat-urat tegang yang membalut batang kerasku itu, “sss…, teteh..”. Aku berdesis ketika kedua jarinya itu berhenti di urat yang terletak tepat di bawah kepala penisku.., itu memang daerah kelemahanku.., dan perempuan sintal ini mengetahuinya.., kedua jemarinya menggesek-gesekkan dengan cepat urat penisku itu sambil sesekali mencubitnya.&lt;br /&gt;“aahh…”, erangku ketika akhirnya penisku masuk ke dalam genggamannya.&lt;br /&gt;“Kenapa Rafi?”, Orang tua yang duduk agak jauh di depanku itu mengira aku mengucapkan sesuatu.&lt;br /&gt;“E.., ee…, ndak apa-apa Pak..”, Jawabku tergagap sambil kembali meringis ketika teh Ine mulai mengocok penisku dengan cepat. Gila perempuan ini! Dia melakukannya di depan kakaknya sendiri walaupun tidak kelihatan karena terhalang meja.&lt;br /&gt;“Saya cuma merasa segar dengan udara Bandung yang dingin ini..”, Jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;“Ooo begitu.., saya pikir kamu sakit perut.., habis tampangmu meringis-meringis begitu..”, Orang tua itu terkekeh sambil memalingkan mukanya ke jalan raya.&lt;br /&gt;Begitu kakaknya berpaling, teh Ine dengan cepat merebahkan kepalanya ke pangkuanku sehingga dari arah ayah Anto, teh Ine tak tampak lagi. Dengan cepat tangannya memelorotkan celanaku sehingga penisku yang masih digenggamnya dengan erat itu terasa dingin terterpa angin. Sejenak perempuan itu memandang penis besarku itu.., ia selalu memberikan kesempatan pada matanya untuk menikmati ukuran dan kekokohannya. Kemudian teh Ine menjulurkan lidahnya dan mulai menjilat mengelilingi lubang penisku.., kemudian ia memasukkan ujung lidahnya ke ujung lubang penisku dan mengecap cairan beningku.., lalu lidahnya diturunkan lagi-lagi ke urat di bawah penisku. Aku mulai menggelinjang-gelinjang tak karuan, walaupun dengan hati-hati takut ketahuan oleh kakak teh Ine yang duduk di depanku. Tanganku mulai meraba-raba buah dadanya yang besar itu dan meremasnya dengan gemas, “sss.., teeehh..”, desisku agak keras ketika perempuan itu dengan kedua bibirnya menyedot urat di bawah kepala penisku itu.., sementara tangannya meremas-remas kedua bolaku…, aawwww nikmatnya…, aku begitu terangsang sehingga seluruh pori-pori kulitku meremang dan mukaku berwarna merah. Aku sudah dalam tahap ingin menindih dan sesegera mungkin memasukkan penisku ke dalam vagina perempuan ini tapi semua itu tak mungkin kulakukan di depan kakaknya yang masih duduk di depanku menikmati lalu lalang kendaraan di depan rumahnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba bibir teh Ine bergerak dengan cepat ke kepala penisku.., sambil terus kupermainkan putingnya kulihat ia membuka mulutnya dengan lebar dan tenggelamlah seluruh penisku ke dalam mulutnya. Aku kembali mendesis dan meringis sambil tetap duduk di meja makan mendengarkan ocehan orang tua Anto yang kembali mengajakku berbincang. Mulut teh Ine dengan cepat menghisap dan bergerak maju mundur di penisku. Tanganku menarik dasternya ke atas dari arah punggung sehingga terlihatlah pantatnya yang mulus tidak ditutupi oleh selembar benangpun. Aku ingin menjamah vaginanya, ingin rasanya kumasukkan jari-jariku dengan kasar ke dalamnya dan kukocok-kocok dengan keras tapi aku sudah tak kuat lagi. Jilatan lidah, kecupan, dan sedotan teh Ine di penisku membuat seluruh syarafku menegang.&lt;br /&gt;Tiba-tiba kujambak rambut teh Ine dan kutekan sekuat-kuatnya sehingga seluruh penisku tenggelam ke dalam mulutnya. Kurasakan ujung penisku menyentuh langit-langit tenggorokan teh Ine dan, “Creeet…, creeett…, creeettt”, menyemburlah cairan maniku ke mulut teh Ine.&lt;br /&gt;“Ahh…, aahh.., aahh.., tetteeehh…”, Aku meringis dan mendesis keras ketika cairan maniku bersemburan ke dalam mulut teh Ine. Perempuan itu dengan lahap menjilati dan menelan seluruh cairanku sehingga penisku yang hampir layu kembali sedikit menegang karena terus-terusan dijilat. Aku memejamkan mataku.., gilaa.., permainan ini benar-benar menakjubkan. Ada rasa was-was karena takut ketahuan, tapi rasa was-was itu justru meningkatkan nafsuku. Teh Ine memandang penisku yang sudah agak mengecil namun tetap saja dalam posisi tegak.&lt;br /&gt;“Luar biasa…”, Bisiknya, “Siap-siap nanti malam yah?” Katanya sambil bangkit dan beranjak ke dapur.&lt;br /&gt;Aku cukup kagum dengan prestasi yang kucapai di rumah ini. Baru 2 bulan di Bandung, aku sudah bisa meniduri 2 orang wanita yang sudah lama tidak pernah menikmati sentuhan lelaki. Dan wanita-wanita itu, aku yakin akan selalu termimpi-mimpi akan besar dan nikmatnya gesekan penisku di dalam vagina mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-8441244860133743624?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/8441244860133743624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/cerita-panas-perawat-kekasih-gelapku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8441244860133743624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8441244860133743624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/cerita-panas-perawat-kekasih-gelapku.html' title='Cerita Panas Perawat Kekasih Gelapku'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2630310237877236836</id><published>2011-10-03T02:36:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T02:36:58.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante fitness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex dengan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sex dengan tante fitnes'/><title type='text'>Tempat Fitnes Tante - Seks Dengan Tante di Apartemen</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com"&gt;Cerita dewasa&lt;/a&gt; seks dengan tante di tempat fitnes ini di mulai ketika aku mencari tahu tempat fitnes tante, dan singkat saja cerita dewasa &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2009/07/bercinta-dengan-tante-yang-suka-fitness.html"&gt;tempat fitnes tante&lt;/a&gt; bisa kalian baca berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;aku adalah seorang remaja yang suka fitness. nama ku hanif. otomatis badanku atletis dgn tinggi 173 cm dan berat 60 kg.. aku akan menceritakan pengalamanku tentang pengalaman sex-ku bersama seorang tante yang haus akan sex..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi itu aku berangkat dgn mobil escudoku ke tempat fitness.. setelah sampai disana aku mengganti baju dan memulai exercise.. saat sedang asik2nya latihan, suddenly ada seorang tante berparas sangat cantik , aku saja sempat terbengong melihat wajah tante itu yg sangat sexy dan cantik.. “dek, bisa kamu membimbing tante untuk exercise?” dgn senang hatti aku mnjawab, “ya tante bisa..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru kutahu tante itu bernama tante ‘sofi’ ku kira2 ukuran dadanya 36f dan tingginya seleherku. saat aku membimbingnya utk exercise, tak kubuang sia2 kesempatan ini untuk melihat semua lekuk tubuh tante sofi. setelah latihan cukup lama, kami pun menyudahi exercise kami.. setelah selesai mngganti baju, dia mnhampiriku dan bertanya “nif, kamu naik apa?” “saya naik mobil tante, kenapa?” “boleh nebeng gak? mobil tante lagi di bengkel nih tadi udh dibawa supir tante. bisa?” “ya bisa lah tante.. ” setelah di mobil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya anter tante kemana neh?” tanyaku. “ke apartemen tante aja deh.. tante mau nyobain masakan kamu, katanya kamu jago masak.. kamu gak keberatan kan?” “iya tante bisa..” “makasih ya, harus enak loch! kalo enak entar tante kasi hadiah deh!” tanpa kusadari, dia memegang pahaku, otomatis ‘adekku’ langsung bangun dari tidurnya!.. “ya ampun nif, baru gitu aja udh naik kamu!” aku terkejut setengah mati karena dia ternyata memerhatikan penisku “ah, tante bisa aja, aku jadi malu neh..” “ngmng2 hadiah apa seh tante?” “ada deeeh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah di apartment…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nif, duduk aja dulu, tante mandi dulu yach…” “ok tante…” stelah beberapa menit, tante sofi keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk .. tanpa kusadari, tante sofi langsung mendorongku hingga aku terlentang di atas tempat tidur.. dia langsung menindih ku dan mencium ku dengan ganaz, “a..da apa tante.e?” “tante udh gak tahan lagi nif, suami tante gak pernah pulang, paling hanya 1 bulan sekali, tante kepingin dibelai oleh lelaki nif.. kamu bersedia kan meleyani tante?” ” iya tante,,” langsung aku berbalik arah dan skrg aku yg menindihnya, ia lalu tersenyum dan “puasin tante hanif sayaaang…!!” tanpa sadar kami berdua pun bugil, “nif, jilatin meki tante dong, aku pengen ngerasain lidah kamu.. kita 69 aja.” kujilati mekinya mulai dari klitoris samapai keseluruh vaginanya.. “nif..ka..mu.mem..ang bi..sa puasin tante!” ayo nif masukin, tan..te ud..ah gak tahan nih..” anal sex aja nif, tante lebih terangsang kalo gaya ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tante sofi pun bersiap dan menungging lalu kumasukin penisku yang 16 cm itu ke pantatnya.. “ausshh..pe..lan.pelan doo..nnk…” “ayo pompa terus nif.. aku langsung teringat dengan film biru koleksiku yang kebanyakan anal sexnya… “niiif.. tan..te mau keluar nih, bareng aja tante, akuu..ju..gaaa mauu..keluaar..nih…!! akhirnya kamipun orgasme bersama..&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2630310237877236836?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2630310237877236836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/tempat-fitnes-tante-seks-dengan-tante.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2630310237877236836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2630310237877236836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/10/tempat-fitnes-tante-seks-dengan-tante.html' title='Tempat Fitnes Tante - Seks Dengan Tante di Apartemen'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2913697013127561169</id><published>2011-03-01T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-03-01T23:57:59.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat kuat lelaki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat kuat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><title type='text'>Obat Kuat Lelaki - Cara Kuat Seks atau ML secara Alami</title><content type='html'>Ejakulasi dini adalah hal yang membuat laki-laki merasa minder ketika berhubngan badan atau ml dengan pasanganya dan akhirnya selalu mencari obat kuat atau jamu, jika anda ingin meningkatkan kemampuan sex anda, lebih baik pikirkan lagi penolakan anda tersebut dan cobalah obat seks alami. Karena kemampuan seksual anda bisa meningkat dengan makanan yang tepat dan bukan obat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa makanan berikut adalah makanan yang sering dihindari karena rasanya. Pahit, bau atau bahkan pedas menjadi alasan. Lebih baik anda simak dulu, atau ucapkan selamat tinggal pada keinginan menggebu anda akan kekuatan sex!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bawang Putih&lt;br /&gt;Bawang putih sering dihindari karena aromanya yang seringkali menyengat di mulut setelah dimakan. Bau mulut menjadi tak sedap, sehingga orang lebih sering menghindarinya. Sebenarnya salah satu rempah ini justru memilki khasiat besar. Bawang putih mengandung aliccin, yaitu zat yang membantu melancarkan peredaran darah kepada organ seksual. Selain itu bawang putih juga membantu meningkatkan libido. Bila anda keberatan dengan baunya, memang ada ekstrak bawang putih dalam bentuk kapsul. Namun tentu yang asli lebih mengena bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seledri&lt;br /&gt;Saat makan di rumah atau restoran, seledri kerapkali terlewatkan karena ukurannya yang kecil atau rasanya yang pahit dan hampa di lidah. Si kecil yang pahit ini justru bisa meningkatkan rangsang seksual karena mengandung senyawa androsterone. Senyawa ini serupa dengan hormon tanpa bau yang ada pada pria, terutama di bagian ketiak. Hormon ini diyakini bisa membuat perempuan terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kopi&lt;br /&gt;Kopi sering dihindari karena untuk beberapa orang menimbulkan rasa mual, dan juga membuat detak jantung lebih kencang. Namun dengan jumlah yang tepat, kopi bisa meningkatkan libido perempuan. Dengan tak lebih dari dua cangkir sehari, kafein pada kopi akan membantu rangsangan seksual lebih cepat dan energi yang lebih besar. Bila memang kurang suka dengan kopi, maka bisa dicampur dengan madu atau susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cabai&lt;br /&gt;Laki-laki umumnya kurang suka dengan cabai yang biasa digunakan sebagai sambal. Rasa pedas yang timbul karena cabai lebih banyak disukai perempuan. Hanya untuk anda para lelaki harus mulai membiasakan diri dengan pedasnya cabai. Capsaicin, zat kimia yang terdapat pada cabai akan membantu melepaskan endorfin ke otak anda. Endorfin adalah zat yang bermanfaat dan menstimulasi orang agar merasa bahagia. Dengan rasa bahagia tersebut, kemungkinan besar hasrat akan bercumbu menjadi makin besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat makanan di atas adalah makanan yang cukup sering dihindari orang, namun seperti yang sudah terungkap, justru memiliki banyak khasiat untuk kehidupan seksual anda. Pilihan kini di tangan anda, apakah anda bersedia mencoba makanan yang tak anda sukai demi kepuasan seksual anda? Ayolah berkorban sedikit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2913697013127561169?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2913697013127561169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/03/obat-kuat-lelaki-cara-kuat-seks-atau-ml.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2913697013127561169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2913697013127561169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/03/obat-kuat-lelaki-cara-kuat-seks-atau-ml.html' title='Obat Kuat Lelaki - Cara Kuat Seks atau ML secara Alami'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2195472336934271407</id><published>2011-02-22T21:26:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T21:26:16.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kama Sutra Versi Terbaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamasutra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video kamasutra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips kamasutra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kama sutra'/><title type='text'>Kama Sutra Versi Terbaru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ceritapanas-di.blogspot.com/"&gt;&lt;img border="0" height="354" src="http://1.bp.blogspot.com/-aWEg0QDxgxE/TWPHXjj9xwI/AAAAAAAAAqY/T7BriwUFx7o/s400/Kama%2BSutra%2BVersi%2BTerbaru.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;TAKKAN ada lagi deskripsi dari petualangan cinta Anda. Bersiaplah untuk versi baru "Kama Sutra", buku panduan seks utama dari India yang cukup terkenal ini dengan tampilan tulisan semata. Alih-alih gambar ilustrasi erotis dan seksual yang disertai berbagai terjemahan teks Hindu kuno takkan lagi ada dalam buku terbaru “Kama Sutra”. Dalam versi terbarunya ini Anda akan dimanjakan dengan tampilan buku saku yang mengetengahkan teks semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini akan menjadi panduan berkelas yang meliputi setiap aspek hubungan dan juga cinta,” seperti dilaporkan The Daily Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi baru “Kama Sutra” ini akan ditulis A.N.D Haksar, seorang sarjana India dan seorang penerjemah terkemuka teks Sanksekerta. Dalam tulisannya kali ini Haksar akan menjabarkan beberapa bab yang mengupas tentang “Making a Pass”, “Why Women Get Turned Off”, "Moves Towards Sex," dan  "Some Do's and Don'ts".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Persepsi umum dari ‘Kama Sutra’ hanyalah tentang seks. Tetapi akan ada hal lain yang didapat ketika membaca buku tersebut lebih dalam. Di sana,  pembaca akan mendapatkan panduan tentang gaya hidup dan hubungan sosial antar manusia. Saya akan tetap mendekatkan dengan teks asli yang mencerminkan isu-isu kontemporer dalam buku tersebut,” ujar Haksar, seperti dikutip Times of India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini awalnya diyakini telah ditulis pada abad ketiga oleh Vatsyayana, sebagai panduan bagi pria waktu itu.  Di buku kedua ini, Haksar akan menguraikan berbagai tip mengenai cara meningkatkan kenikmatan seksual serta deskripsi rinci dari posisi seksual yang cenderung rumit. Enam bab lainnya akan mengulas seputar etika sosial, baik tentang hidup, hubungan berpacaran, menikah, dan bagaimana meningkatkan daya tarik fisik seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, buku ini juga memuat saran yang berguna untuk wanita seperti bagaimana menghindari orang-orang yang berbicara terlalu banyak atau mereka yang bermasalah dengan bau nafas. Buku ini juga mendorong wanita untuk mencari pria baik dan mapan, serta memiliki stamina sekuat banteng saat di ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexis Kirschbaum, direktur editorial Penguin Publishing mengatakan, versi baru dari buku ini akan diterbitkan pada Februari ini. Berbeda dengan sebelumnya, buku ini cenderung minim pornografi dan  lebih mengarah pada panduan gaya hidup yang santun bagi wanita dan pria modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah versi paling akurat dan otentik. Sampai saat ini, ‘Kama Sutra’ selalu disajikan sebagai bentuk skandal yang dipengaruhi buku seks porno. Oleh karena itu, kami melepaskan semua interpretasi pornografi yang terlanjur melekat kuat dan kemudian menyajikan buku ini sebagai panduan yang modern dan cerdas untuk kehidupan seks yang lebih baik,” tutupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2195472336934271407?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2195472336934271407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/kama-sutra-versi-terbaru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2195472336934271407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2195472336934271407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/kama-sutra-versi-terbaru.html' title='Kama Sutra Versi Terbaru'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aWEg0QDxgxE/TWPHXjj9xwI/AAAAAAAAAqY/T7BriwUFx7o/s72-c/Kama%2BSutra%2BVersi%2BTerbaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-7928951733762296626</id><published>2011-02-22T21:16:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T21:16:03.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamasutra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posisi-Sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doggy style'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuat wanita terangsang. gaya seks'/><title type='text'>Posisi Seks Yang Bikin Wanita Tambah Terangsang dan Liar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-W4qnyZ6LPLg/TWPE41PW-zI/AAAAAAAAAqU/IYl2B0KZc9o/s1600/Doggy+Style+Bikin+Wanita+Lebih+Liar+di+Ranjang.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;doggy style&lt;/b&gt; dianggap sebagai salah satu posisi seks paling serbaguna, di mana setiap orang pun dapat mencobanya. Posisi ini menempatkan pria pada posisi kekuasaan penuh, sementara wanita dapat leluasa memanfaatkan perannya untuk menggapai kenikmatan. Lantas, apa saja plus minum dari posisi ini? Kebanyakan wanita membenci kurangnya kontrol yang dilakukannya saat hubungan seks berlangsung. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan, yakni mencoba posisi doggy style. Dengan posisi ini, Anda akan memeroleh kenikmatan penetrasi secara lebih intens daripada posisi seks lainnya. Sayangnya, tak semua wanita bersedia melakukan posisi ini. Ketimbang ragu-ragu melakoninya, ketahui dulu serba-serbi sebelum Anda mencobanya, seperti dikutip Askdanandjennifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manfaat dari posisi doggy style&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah posisi serbaguna yang dapat membuat Anda bergerak leluasa dengan cara apapun yang Anda inginkan, dan menjaga tangan Anda bebas untuk melakukan apapun sehingga seks terasa lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi utama untuk melakukannya adalah, jika Anda ingin mempertahankan kendali irama dan kedalaman penetrasi, posisi ini sangat cocok untuk Anda. Pasalnya, Anda dapat mendorong keluar dan masuk sambil memegang tangannya sehingga Anda benar-benar memiliki kontrol gerakan. Anda dapat bersandar ke bawah dan menggunakan tangan Anda untuk membelai klitorisnya tanpa kehilangan irama. Anda pun dapat  meletakkan tangan Anda di punggungnya dan kemudian menjilat tengkuknya serta semua hal yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intens ransang G-spot raih orgasme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wanita biasanya menjadi lebih liar ketika dalam posisi doggy style karena daerah intimnya langsung dirangsang oleh sebagian besar bagian bawah Mr P Anda. Apalagi jika Anda mendapatkan sudut yang baik, Anda dapat memberikan pijatan pada G-spot-nya dan kemudian dapat memeroleh orgasme ganda tanpa perlu banyak usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekurangan posisi doggy style&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini terkesan lebih erotis ketimbang romantis. Sementara beberapa wanita hanya bisa merasakan kenikmatan ketika melalui seks dengan romantis. Posisi ini adalah posisi yang kurang romantis dari semua posisi seks karena kurangnya interaksi tatap muka antar pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, posisi ini juga memunculkan kesulitan untuk menyentuh klitorisnya jika dia tak melakukannya sendiri. Idealnya, seorang wanita harus mengambil peran untuk menyentuh klitorisnya selama posisi ini berlangsung. Sayangnya, beberapa wanita mengalami masalah keseimbangan dengan satu tangan jika tangan yang lainnya membelai klitoris. Kontak G-spot secara langsung mungkin dapat menggantikan sesi ini. Namun kebanyakan dari  mereka tidak bisa klimaks jika sentuhan pada klitoris tak dilibatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ekspresi wajah pasangan selama hubungan seks berlangsung adalah salah satu hal yang menyenangkan. Anda dapat melihat perubahan ekspresi wanita saat melakukan sesuatu yang berbeda. Apalagi ketika wajahnya sedang mengalami pergolakan orgasme. Tentu ini akan membangkitkan gairah Anda. Sementara dalam doggy style, ekspresi ini tak bisa dirasakan. Jika Anda ingin tetap merasakannya, Anda dapat menggunakan cermin sebagai alat bantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-7928951733762296626?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/7928951733762296626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/posisi-seks-yang-bikin-wanita-tambah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7928951733762296626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7928951733762296626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/posisi-seks-yang-bikin-wanita-tambah.html' title='Posisi Seks Yang Bikin Wanita Tambah Terangsang dan Liar'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-W4qnyZ6LPLg/TWPE41PW-zI/AAAAAAAAAqU/IYl2B0KZc9o/s72-c/Doggy+Style+Bikin+Wanita+Lebih+Liar+di+Ranjang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-9078687039676762963</id><published>2011-02-22T21:00:00.000+07:00</published><updated>2011-02-22T21:00:02.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='g spot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mulut vagina'/><title type='text'>Membuat Rangsangan G-Spot Wanita</title><content type='html'>MESKI masih menjadi tanda tanya soal kebenarannya, berhasil menstimulasi G-spot akan menghasilkan kenikmatan luar biasa pada permainan seks yang Anda lakukan. Lantas, bagaimana cara menstimulasinya? Nama G-spot berasal dari seorang peneliti bernama Grafenberg. Dia mengatakan, G-spot pada wanita terletak di dalam &lt;a href="http://ceritapanas-di.blogspot.com/"&gt;bibir Vagina&lt;/a&gt; wanita. Ini adalah daerah sensitif yang berada di balik dinding depan Vagina, tepatnya antara belakang tulang kemaluan dan leher rahim. Banyak wanita merasakan kenikmatan intens ketika area ini dirangsang. Bahkan, ketika berhasil menyentuh titik ini, biasanya sampai timbul dorongan untuk buang air kecil. Apakah Anda pernah mengalaminya? Inilah fakta-fakta tentang G –Spot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Semua wanita memiliki G Spot. Sekira 50 persen ditemukan bahwa stimulasi ini sangat menyenangkan. G-spot pada wanita ada di dinding atas Vagina sekitar 2 sampai 3 inci dari lubang Vagina.&lt;br /&gt;- Beberapa wanita bisa mengalami ejakulasi dari stimulasi G-spot.&lt;br /&gt;- Saat disentuh untuk pertama kalinya, mungkin Anda tidak langsung mengalami orgasme. Hal ini akan memakan waktu beberapa pekan untuk menemukan secara tepat titik tersebut.&lt;br /&gt;- Mencapai G-spot dapat dilakukan dengan memajukan tangan Anda seperti menyambut seseorang.&lt;br /&gt;- Jika Anda memiliki kuku panjang, pastikan untuk memotongnya sebelum digunakan.&lt;br /&gt;- Setelah masuk, istirahatkan ujung jari Anda pada daerah yang sedikit bergerigi yakni tepat di belakang tulang kemaluan dan tekan ringan ke arah atas.&lt;br /&gt;- Gerakkan jari Anda secara halus sampai Anda mulai berhasrat.&lt;br /&gt;- Gunakan satu tangan untuk merangsang G-spot sementara tangan lainnya memijat klitoris pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;- Variasikan tekanan, kecepatan dan pola gerakan. Cobalah sisi jari Anda ke sisi atau memutar seperti membuat lingkaran kecil.&lt;br /&gt;- G-spot dengan vibrator dapat membantu Anda menemukan tempat yang tepat sebagai titik rangsangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Posisi yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan G-spot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Mintalah pasangan menggunakan ibu jarinya untuk menggosok klitoris Anda dengan dua jari pertama secara bersamaan merangsang G-spot.&lt;br /&gt;- Selama berhubungan seksual, kepala Mr P dapat menggosok G-spot seperti mendorong sebagian Vagina agar terbuka.&lt;br /&gt;- Meningkatkan orgasme pada titik G-spot dapat dilakukan dengan memperkuat otot pubococcygeal. Caranya, Anda dapat melakukan latihan kegel dengan teratur.&lt;br /&gt;- Woman on top adalah salah satu posisi yang sangat baik untuk merangsang G-spot selama berhubungan seksual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-9078687039676762963?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/9078687039676762963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/membuat-rangsangan-g-spot-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/9078687039676762963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/9078687039676762963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/membuat-rangsangan-g-spot-wanita.html' title='Membuat Rangsangan G-Spot Wanita'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-3860536446553299389</id><published>2011-02-21T01:54:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T01:54:29.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex dengan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-panas-Tante'/><title type='text'>Cerita Panas Ganasnya Tante-Tante</title><content type='html'>Pagi pagi sekali aku berangkat, setelah kami berjumpa, kami tumpahkan semua rasa rindu kami, sehari penuh kami tidak keluar kamar mengejar sejuta kenikmatan. Aku dan Ibu mertuaku benar benar memanfaatkan waktuku yang singkat, karena sore harinya aku harus segera kembali ke Jakarta. Saat menunggu dibandara, jika birahi ku datang, aku dan Ibu mertuaku masuk ke toilet bandara yang cukup sepi. Langsung kusingkap roknya, kuturunkan CDnya, kuturunkan celana dan CD ku sebatas lutut, dari belakang langsung kutancapkan kontolku kelubang memek Ibu mertuaku, kogoyang maju mundur pantatku dengan sangat cepat, agar secepat mungkin kami raih kenikmatan. Mungkin aku sudah gila, aku jatuh cinta sama Ibu mertuaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara pembaca sekalian yang bertanya tanya tentang hubungan sexku dengan Indri istriku? Dalam hubungan sex, Indri, tidaklah sehebat ibunya, dalam bercinta istriku tidak suka dengan gaya yang aneh aneh. Bahkan Untuk melakukan oral sex saja, Indri enggan melakukannya, jijik, katanya. Dalam berhubungan badan, aku dan Indri lebih banyak mengunakan gaya konvensional dalam bercinta. Apalagi Indri istriku termasuk wanita karier yang cukup berhasil, kadang kadang disaat aku ingin bersetubuh istriku sering menolaknya, capek sekali, katanya. Tapi bukan itu yang menjadi alasan aku harus selingkuh dengan ibunya atau dengan wanita setengah baya lainnya. Aku bangga akan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, dengan Indri semua fantasi sexku tidak pernah kesampaian, terlalu monoton, Dengan Ibu mertuaku atau dengan wanita setengah baya lainnya yang pernah kusetubuhi, aku bebas berexpresi, dan fantasi sexualku juga bisa terpenuhi.&lt;br /&gt;Dengan mereka, aku benar benar merasakan kepuasan sexual yang luar biasa. Sekarang aku akan melanjutkan ceritaku, tentang hubunganku dengan Ibu Mila, setelah persetubuhan kami yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Saat keesokan harinya, ketika aku sudah tiba dikantor, aku hanya senyum senyum sendiri membayangkan Ibu Mila atasanku, orang yang begitu ditakuti dikantorku ini, akhirnya menyerah pasrah dalam pelukanku, memohon mohon agar ladangnya segera dicangkul dan sirami oleh air kehidupan yang begitu nikmat. Aku hanya tersenyum sendiri kalau mengingat apa yang terjadi semalam antara aku dengan Ibu Mila. Aku benar benar menunggu kedatangan orang yang paling berpengaruh dikantorku, dan ingin sekali melihat reaksi dan expresi Ibu Mila kepadaku. Setelah lewat setengah jam, Ibu mila belum Muncul juga. Dari Yena, sekretaris Ibu Mila aku tahu, bahwa hari ini Ibu Mila tidak masuk kantor karena kurang enak badan. Banyak teman teman yang tersenyum lepas, karena bisa bebas bekerja tanpa perlu ada yang ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma aku yang tidak senang atas peristiwa ini, karena aku ingin sekali melihat expresi wajah Ibu Mila. Ya sudahlah Akupun sibuk dan larut dengan pekerjaanku. Tanpa terasa sudah jam sepuluh pagi, tiba tiba aku dikejutkan oleh suara dering Hpku, tanda bahwa ada pesan yang masuk. Aku lihat ternyata Ibu Mila yang mengirim pesan, segera kubaca isi pesan tersebut. "Pento.., kamu lumayan juga diatas ranjang, jadi wajar, kalau Ibu mertuamu sampai hamil. Hari ini saya nggak masuk kerja, saya tunggu kamu dirumah saya, jam satu siang. Minta izin sama Siska bilang saja kamu sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mila.".. Uh dasar.. Bos, Sudah jelas jelas Ibu Mila kubuat KO di atas ranjang, masih bilang aku hanya lumayan. Tapi aku bersyukur juga, berarti hari ini aku bisa mengentot Ibu Mila lagi. Langsung terbayang semua kenikmatan yang akan kuperoleh dari tubuh gendut Ibu Mila. Dengan alasan kurang enak badan, akupun izin untuk istirahat pulang, kutelpon taksi, saat taksi sudah datang, akupun langsung cabut dari kantorku menuju rumah Ibu Mila. Setelah mendapat SMS dari Ibu Mila, aku begitu penuh semangat, hari ini aku ingin membuat Ibu Mila mengemis dan mohon ampun padaku. Cuma aku sadar, kemampuan sexku tidaklah terlalu hebat. Nggak mungkinlah, aku bisa kuat ngentot berjam jam. Untuk menambah stamina dan daya tahan sex ku, aku mampir ke salah satu toko yang menjual obat kuat, dari uang yang diberikan Ibu Mila kepadaku, aku beli beberapa butir obat kuat yang cukup ampuh. Didalam taksi langsung aku minum sebutir. Haa.. ha.. rasakan nanti, batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam satu kurang, aku sudah tiba dirumah Ibu Mila, Kupencet bell dengan perasaan berdebar. Saat pintu gerbang terbuka kulihat Agus, satpam penjaga rumah Ibu Mila membukakan pintu. "Eh.., Bapak Pento Silahkan masuk Pak, Ibu sudah menunggu Bapak di dalam". "Terima kasih Pak", jawabku. Akupun masuk kedalam, jauh juga jarak dari pintu gerbang sampai kepintu rumah Ibu Mila. Kulihat Ibu Mila sudah menunggu diteras rumahnya dan melambaikan tangannya. "Hai, kamu datang juga.., aku pikir kamu nggak datang", sapa Ibu Mila. "Aku pasti datang Bu, kalau tidak datang, bisa-bisa rahasiaku terbongkar", candaku.&lt;br /&gt;"Ayo masuk, kamu sudah makan siang belum? Kita makan sama sama, hari ini Ibu sudah pesankan makanan untuk kita berdua. Spesial buat kamu dan Ibu".&lt;br /&gt;"Mmm.. ramah sekali Ibu Mila hari ini", batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Ibu Mila masuk kedalam ruangan yang begitu besar, sepertinya kamar tidur Ibu Mila. Di dekat jendela yang menghadap kearah kolam renang, aku melihat sebuah meja kecil yang sudah ditata rapi, dengan nyala lilin dan sebotol wine, romantis sekali. Aku dan Ibu Mila duduk berhadapan, Ibu Mila begiti lemah lembut, kamipun makan siang bersama, dalam suasana kamar yang begitu romantis.&lt;br /&gt;"Boleh saya merokok disini Bu?" Silakan Pento, dulu almarhum suami Ibu juga seorang perokok", jawab Ibu Mila. "Kamu mau Minum wine?", tanya Ibu Mila.&lt;br /&gt;Kemudian Ibu Mila memberikan segelas wine untukku, kami terus berbicara sambil menghabiskan minuman kami. Kupeluk tubuh Ibu Mila dari belakang saat Ibu Mila berdiri dijendela memandang keluar, Kucium dengan lembut wajahnya, bibirnya, burungku yang menempel tepat di belahan pantat Ibu Milapun sudah tegak berdiri, sampai sakit sekali rasanya, mungkin pengaruh obat kuat yang sudah aku minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pento, Sebenarnya Ibu mau mengajak kamu makan malam disuatu tempat yang romantis sekali, Cuma Ibu tahu, kamu tidak punya banyak waktu kalau malam hari jadi Ibu ajak kamu makan siang di sini, dikamar Ibu, dan sengaja suasananya Ibu buat seperti ini, agar tetap terkesan romantis"&lt;br /&gt;"Terima kasih Bu, Ibu baik sekali". Jawabku&lt;br /&gt;"Kamu tahu Pen? Ini kamar tidur Ibu dan almarhum Bapak, kamu lelaki kedua setelah almahum Bapak, yang boleh masuk di kamar ini. Ibu sudah lama suka sama kamu, Cuma Ibu nggak yakin, melihat gayamu yang cool, apa iya kamu mau sama Ibu?, Untung Ibu mendengar pembicaraan kamu dan Ibu mertuamu, yah terpaksa Ibu harus mainkan siasat, untuk mendapatkan kamu".&lt;br /&gt;"Pento kamu maukan, hari ini, kamu bercinta dengan Ibu tanpa merasa terpaksa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan kupandangi wajah Ibu Mila, aku merasa bangga sekali, kupeluk lebih erat lagi tubuh Ibu Mila. Tubuhku sudah panas rasanya, Ibu Mila berbalik, kami sudah saling berhadapan. Kupandangi wajah Ibu Mila, cantik sekali, kukecup lembut bibir Ibu Mila, kami berdua sudah saling melumat. Lama sekali kami berciuman, ditambah lagi suasana yang begitu romantis menambah tinggi gairah kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepas pakaian yang di kenakan Ibu Mila, kuciumi lehernya, Ibu Mila mendesah menikmati cumbuan yang aku berikan, kubuka Bh nya, kuremas dengan lembut tetek Ibu Mila. Ciumanku terus turun kearah buah dadanya, kujilati dan kuhisap tetek Ibu Mila, Ibu Milapun semakin mengeliat dan semakin keras desahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh.. Pento.. Terus hisap sayang.. Uhh.. Enak.. Pen."..&lt;br /&gt;setelah puas bermain main di buah dada Ibu Mila ciumankupun turun keperutnya. Kujilati pusarnya sambil tanganku berusaha melepas celana dalam Ibu Mila, yang merupakan penutup terakhir di tubuhnya. Masih dalam posisi berdiri kujilati memek Ibu Mila, kuhisap semua lendir yang keluar, dendam yang tadinya begitu mengebu gebu hilang sudah, aku begitu lembut memperlakukan Ibu Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah.. pento.. nikmat sekali sayang, buka pakaianmu sayang".&lt;br /&gt;Jari jemari tangan Ibu Mila dengan lincah melepas kancing pakaianku. Satu persatu pakaian yang kukenakan terlepas sudah. Akhirnya kami berdua sudah telanjang bulat. Dihisapnya puting dadaku, sambil tangan Ibu Mila meremas remas kontolku yang sudah sangat tegak berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pento aku ingin kita melakukannya di tempat tidur, puaskan aku sayang".&lt;br /&gt;Kami berdua berjalan menuju kepembaringan, tangan Ibu Mila terus memegangi kontolku. Tubuhku direbahkan diatas pembaringan, kemudian kontolku di kulum dengan lembut, nikmat sekali kuluman Ibu Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.. Pento Ibu sudah tidak tahan lagi.. Ibu masukin ya sayang."..&lt;br /&gt;Kemudian Ibu Mila menaiki tubuhku, digemgamnya kontolku dan diarahkan ke lubang memeknya, perlahan lahan sekali Ibu Mila menurunkan pantatnya, mili demi mili batang kontolku masuk meluncur ke lubang memek Ibu Mila yang sangat basah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahh."., rintih kami berdua, saat kontolku masuk semua terbenam didalam lubang memek Ibu Mila.&lt;br /&gt;Aku lihat Ibu Mila memejamkan mata dan mengigit bibirnya menikmati sensasi yang begitu indah. Ibu Mila mengangkat pantatnya dengan perlahan sekali, menikmati gesekan batang kontolku dengan dinding memeknya, kemudian diturunkan kembali dengan sangat perlahan. semakin lama goyangan naik turun pantat Ibu Mila semakin cepat.&lt;br /&gt;"Akkhh.. Pento.. ampun.. enak sekali sayang.. kontolmu enak sekali sayang".&lt;br /&gt;Ibu Mila terus menjerit mendesah berteriak menikmati sensasi nikmat dari pertemuan batang kontolku dengan lubang memeknya. Kontolku yang begitu tegak perkasa terus menerus menerima gesekan demi gesekan dari lubang memek Ibu Mila.&lt;br /&gt;"Iya.. Bu, aku juga nikmat goyang terus Bu".&lt;br /&gt;Kuremas tetek Ibu Mila, aku angkat badanku kuhisap teteknya, goyangan pinggul Ibu Mila makin menggila dan terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, kalau bukan karena pengaruh obat kuat yang aku minum, Mungkin aku sudah ejakulasi, dan sudah tidak sanggup lagi bertahan mengimbangi goyangan pantat Ibu Mila yang begitu liar.&lt;br /&gt;"Oh.. Pento.. Ibu.. sudah nggak sanggup lagi.., Ibu mau keluuarr".&lt;br /&gt;"Ayo.. Bu.. keluarin semuanya Bu.. Nikmatin.. Bu."..&lt;br /&gt;Kuhisap dengan kuat tetek Ibu Mila, dan Ibu Milapun makin mempercepat goyangan pinggulnya menanti saat saat datangnya orgasme.&lt;br /&gt;"Pentoo.. Arrgghh."., jerit Ibu Mila, memek Ibu Mila dengan kuat mencengkram batang kontolku.&lt;br /&gt;Sungguh menyesal aku meminum obat kuat, padahal saat seperti inilah, saat yang paling nikmat untuk secara bersamaan melepaskan orgame yang sudah tertahan. Namun kalau aku tidak meminumnya, aku juga tidak tahu apakah aku sanggup bertahan dari serangan dan goyangan pantat Ibu Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipeluknya aku dengan erat sekali.&lt;br /&gt;"Hu.. hu.. hu."., Ibu Mila menangis.&lt;br /&gt;Aku peluk tubuh nya dengan erat. Kurebahkan badanku, Ibu Mila ikut rebah sambil terus memelukku. Kubiarkan Ibu Mila menikmati orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukecup kening Ibu Mila, ku belai rambutnya dengan penuh kasih sayang, sementara kontolku masih terus terbenam di dalam lubang memek Ibu Mila.&lt;br /&gt;"Enak sayang", Tanyaku&lt;br /&gt;"Enak sekali Pen, dasyat sekali rasanya" jawab Ibu Mila lirih.&lt;br /&gt;"Kamu sudah keluar Pento?".&lt;br /&gt;"Belum Bu, tidak apa apa, yang penting Ibu puas", Jawabku.&lt;br /&gt;"Ibu lemas sekali Pento, kasihan kamu belum keluar".&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa Bu, Ibu istirahat dulu, nanti kita lanjutkan lagi, toh waktu kita masih panjang", jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Mila mengangkat tubuhnya dan langung menghempaskannya kembali disampingku. Kontolku masih tegak berdiri, sama sekali belum terlihat tanda tanda hendak memuntahkan isinya. Ibu Mila merebahkan kepalanya didadaku, kupeluk tubuh Ibu Mila, sambil kubelai belai ramutnya. Akhirnya Ibu Milapun tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi wajahnya, ada senyum kepuasan disana. Seandainya saja dendamku belum hilang mungkin aku tidak peduli apakah Ibu Mila lelah atau tidak, pasti sudah kutancapkan kembali kontolku yang masih tegak berdiri kelubang memek Ibu Mila sampai Ia minta ampun dan memohon mohon padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu sampai jam sepuluh malam Aku dan Ibu Mila benar benar menghabiskan waktu kami hanya untuk bersetubuh meraih kenikmatan demi kenikmatan. Kami berdua melakukannya dengan penuh perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di balik ketegaran yang diperlihatkanya dikantor, Ibu Mila tetaplah seorang wanita yang butuh perhatian dan kasih sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-3860536446553299389?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/3860536446553299389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-ganasnya-tante-tante.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/3860536446553299389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/3860536446553299389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-ganasnya-tante-tante.html' title='Cerita Panas Ganasnya Tante-Tante'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1740923590619831850</id><published>2011-02-21T01:46:00.000+07:00</published><updated>2011-02-21T01:46:57.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek part time'/><title type='text'>Cerita Panas Cewek Part Time Teman Kantorku</title><content type='html'>ceritanya ternyata dia hanya part time karena di rumah tidak ada kerjaan, lagi pula dia baru datang ke Jakarta ikut suami, tubuhnya kecil mungil putih agak sintal aku taksir umurnya baru tiga puluhan lebih dikit, dia selalu memperhatikan setiap gerakku dan suka curi pandang, kalau aku tatap dia tersenyum sedikit menggoda, karena itu aku coba berani bercanda mulai dari yang ringan sampai nyerempet-nyerempet porno, dia selalu menanggapi, suatu saat aku bilang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ri, pergelangan kakimu seksi lho, coba aku pegang boleh nggak".&lt;br /&gt;"Boleh, kenapa gitu", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lingkarkan jari tanganku dan kuukur, ternyata jempol dan jari tengahku bisa ketemu dan di belakang mata kakinya ada lekukan yang tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, gila ini perempuan pasti suaminya beruntung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang pernah dapat info bahwa ciri wanita yang demikian, istilah dengan teman temanku pokoknya tidak habis tiga ribu deh, (saking enaknya) hal ini yang bikin aku ingin mencoba kalau bisa. Kesempatan itu datang waktu dia bilang dia mau mengundurkan diri, aku tawarkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita rayakan perpisahan dengan jalan berdua mau nggak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata ia bersedia, lalu sepulang kantor kuajak dia nonton bioskop, aku pilih cerita film yang sepi penontonnya dan memilih tempat strategis, singkat cerita aku cuma sempat nonton seperempat cerita, karena kuberanikan pipiku kusentuhkan ke pipinya yang akhirnya berlabuh di bibirnya, terasa bergetar bibirnya yang tipis dan lembut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku mulai membelai dan dia diam saja aku tahu dia menahan nafas ketika tanganku mulai mengunjungi sudut cita-cita laki-laki, semula pahanya bertahan namun renggang juga, lalu jemariku menerobos dari celah celana dalamnya, semula cuma lembab tapi sedikit sentuhan di titik celah bibir kemaluannya terasa licin dan segera membasahi permukaan dari bawah sampaihingga ke atas, kutekan sambil kugesek clitorisnya. Wow, kini clitorisnya mulai mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulang yuk", bisiknya, aku setuju.&lt;br /&gt;"Pulang ke mana?", pancingku.&lt;br /&gt;"Ke motel, yuk", katanya. Amboi hatiku deg-degan badanku agak demam karena membayangkan apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;"Kamu nakal ya", ujarnya sambil mencubit burungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa mengelak karena kedua tanganku memegang stir mobil. Dalam perjalan itu ruitsleting celanaku dibukanya dan dengan sigap dikeluarkannya rudalku, tanpa canggung diselusupkan kepalanya diantara stir dan perutku, dihisap dan dijilatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aah, gila kamu", kataku.&lt;br /&gt;"Biar saja, rasakan pembalasanku, balasan yang tadi di bioskop", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di motel, dia yang menyerangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kamu harus bertanggung jawab, dan harus dituntaskan di sini ya", katanya sambil mendengus bernafsu.&lt;br /&gt;"Tenang, tenang pasti, aku kan juga siap", kataku.&lt;br /&gt;"Ayo buktikan", katanya sambil meremas rudalku yang juga sudah siap launching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepas bajunya dan Bra, dan bukit susunya seperti tidak berubah walau tanpa BH kencang tergantung di dadanya dengan puting coklat mengeras, sambil kuhisap kumainkan lidahku berputar, dia merengek seperti anak kecil kegelian, kubuka roknya sekaligus celana dalamnya, kuturunkan ciumanku ke arah pusarnya dan kujilat lagi sekitar pusarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sengaja berhenti di situ walau aku tahu dia ingin lanjut, aku berdiri dan kini ganti dia yang melucuti pakaianku seperti yang kulakukan padanya, dia lakukan padaku tapi dia teruskan dengan menjilat penisku. Wuiih, rasanya, mulutnya kecil, giginya kecil rasanya geli sekali, ini permainan lihai rupanya, akupun tidak mau kalah. Ditariknya tanganku ke ranjang dan rupanya dia sudah ingin dimasuki oleh penisku, tapi tidak aku turuti, aku ajak dia main 69 dulu, kumainkan clitorisnya dengan lidahku, kuputar dan kupijat bagian sisi clitorisnya yang basah dan mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia merenggang dan mengerang panjang terasa clitorisnya juga mengeras kejang, rupanya dia orgasme duluan tapi dia tidak bilang, Bukit bibir vaginanya kulihat mengembang, sambil kubiarkan dia istirahat untuk orgasmenya yang ke dua kuciumi paha bagian dalamnya, dia hanya bisa bilang, "Maas, maas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ujung rudalku kuletakan di gerbang vaginanya yang mulai basah lagi, dia menarik pantatku agar segera merasakan batangku yang sudah seperti kayu, kuturuti tapi aku masukan dengan perlahan sekali, aku ingin menikmati perjalanan batang penisku ke dalam lubangnya itu mili demi milimeter sepanjang batangku dan itu aku rasakan sangat licin, lengket pulen dan nikmat sekali, cairan vaginanya tidak banjir tapi agak lengket (inilah rasa vagina perempuan dengan ciri pergelangan kaki kecil dan dekok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu perlahan dan Gentle aku masukan batangku sehingga terasa denyutan dinding vaginanya melumat batang penisku, setengah batangku masuk, kuperintahkan dia agar melakukan penarikan otot vagina dan anusnya seperti orang habis selesai berak, dan dia lakukan, Auu.., batangku serasa tersedot ke dalam, kutarik cepat batangku dia merengek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maas masukin doong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu lagi kulakukan sampai beberapa kali sampai dia menggeram karena nikmatnya, Teknik separoh masuk, tarik kemudian tusuk habis ini kulakukan berulang sampai dia bilang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampuun Maas", dan pada saat kubenam habis batang penisku dan aku goyang angka 8, kurasa kepala penisku menyentuh mulut rahimnya dan dia muncratkan orgasme yang ke-2, shhah kepala penisku diguyurnya geli ngilu jadi satu, akupun tak tahan lagi. Pantatku dikepitnya keras-keras seperti tidak mau dilepaskan, kami lemas dan berkeringat, dia bisikkan ke telingaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maas Kamu hebat kayak superman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari di kantor aku datang lebih dahulu, tidak lama kemudian dia baru muncul sambil tersenyum malu penuh arti, pada kesempatan jam istirahat makan siang dia curi bisik padaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, aku nggak jadi mengundurkan diri", sambil tersenyum nakal.&lt;br /&gt;"Lho, lalu", kataku.&lt;br /&gt;"Besok kita nggak usah nonton, tapi langsung ke tempat nikmat.., aku kangen Maas", sambil berlalu.&lt;br /&gt;"Besok ya Mas".&lt;br /&gt;"Ya.., ya.., yaa..", jawabku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1740923590619831850?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1740923590619831850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-cewek-part-time-teman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1740923590619831850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1740923590619831850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-cewek-part-time-teman.html' title='Cerita Panas Cewek Part Time Teman Kantorku'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-8981650796292433422</id><published>2011-02-13T21:55:00.002+07:00</published><updated>2011-02-13T21:55:48.147+07:00</updated><title type='text'>Teknik Seks Yang Nikmat Untuk Yang Penis Kecil</title><content type='html'>Apa anda memiliki penis yang berukuran kecil? jangan takut dan jangan berpikir anda tidak bisa membuat istri anda terpuaskan atau bahkan pacar anda terpuaskan, Salah satu ketakutan terbesar pria adalah menyoal ukuran Mr P yang menurut mereka kurang memenuhi standar rata-rata, alias tidak cukup besar. Bagi beberapa  pria, hal ini memang sebuah momok menakutkan, meski sebagian pria lainnya tak terlalu mempermasalahkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal seks, fakta terpenting yang harus diketahui adalah bukan hanya sekadar penetrasi saja. Masih ada banyak hal yang perlu Anda eksplorasi untuk menggapai kepuasan di dalamnya, misalnya dengan menstimulasi rangsangan pada bagian tubuh tertentu secara maksimal, sehingga Anda dan pasangan bisa mencapai titik klimaks bersama-sama. Ingatlah, pengalaman untuk memuaskan itu tak hanya ditunjang oleh peran alat kelamin semata, tapi meliputi peran dari seluruh tubuh dan mental kita sendiri, saat melakukan hubungan intim bersamanya. Dalam kegiatan seks, orgasme merupakan tujuan utama. Tapi ini bukanlah pencapaian yang dihasilkan tanpa usaha apapun. Seks dan sensualitas adalah menyoal cinta, kesenangan, petualangan, dan kesenangan. Karenanya, semua peran tersebut harus turut andil di dalamnya. Perlu diingat, sebenarnya sangat sedikit sekali wanita yang mencapai orgasme hanya karena tindakan penetrasi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik&lt;br /&gt;Untuk memaksimalkan penetrasi, Anda harus fokus pada rangsangan oral. Anda dapat memijat Mr P Anda terlebih dahulu, sebelum menjajaki rangsangan lebih luas lagi. Salah satu sensasi  yang paling menakjubkan adalah menggosok ujung Mr.P Anda dan berikan pelumas pada klitorisnya. Rasanya akan berbeda sekali ketika dirasakan jari ataupun lidah. Posisi dalam hal kehidupan seks juga memiliki peran utama. Agar mendapatkan sensasi berbeda, Anda dapat mencoba berbagai varian posisi misalnya melakukan penetrasi dengan doggy style, woman on top, atau dengan posisi wanita berada di punggung Anda dengan kaki naik di atas bahu. Posisi ini  akan memberikan sensasi luar biasa, terlepas dari ukuran Mr P yang sebelumnya Anda khawatirkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-8981650796292433422?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/8981650796292433422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/teknik-seks-yang-nikmat-untuk-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8981650796292433422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8981650796292433422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/teknik-seks-yang-nikmat-untuk-yang.html' title='Teknik Seks Yang Nikmat Untuk Yang Penis Kecil'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1594403555429777497</id><published>2011-02-13T19:02:00.000+07:00</published><updated>2011-02-13T19:02:11.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><title type='text'>Cerita Panas Ml Di Alam Terbuka</title><content type='html'>Pada hari valentine yang lalu, kami sepakat untuk merayakannya di Kali Kuning, kawasan wisata Kaliurang. Berangkat pada tanggal 13 siang dengan perlengkapan camping yang kubawa (tenda, sleeping bag, alat masak dan logistik untuk 2 hari). Sekitar pukul 3 sore kami tiba di lokasi dan aku langsung mendirikan tenda, sementara Dian terlihat turun ke suangai kecil yang airnya sangat bening. Begitu selesai memasang tenda, aku langsung ikut Dian turun dengan membawa sekalian peralatan mandi. Kulihat Dian sedang asyik bermain air di atas sebuah batu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mandi gih, ntar kesorean lho", kataku.&lt;br /&gt;"Dingin ah, lagian mao mandi pake apa?", tanyanya.&lt;br /&gt;"Pake ini aja", aku mengulurkan kain pantai biru milikku dan sekalian dengan sabun peralatan mandi.&lt;br /&gt;"Tapi Mas pergi dulu dong, aku mau ganti dulu nich".&lt;br /&gt;"OK", aku langsung pergi menuju ke hilir sungai, kira-kira 10 menit kemudian aku kembali lagi dan kulihat Dian telah asyik berendam di air.&lt;br /&gt;"Dingin nggak?", tanyaku.&lt;br /&gt;"Lumayan, ayo mandi juga", ajaknya.&lt;br /&gt;"Ntar deh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas aku melihat kain bali yang dipakai Dian tersingkap di air sehingga memperlihatkan pahanya. Dadaku langsung berdesir dan berdegup kencang. Entah setan apa yang menuntunku untuk lebih mendekat ke pinggir sungai agar dapat melihat lebih dekat sosok Dian. "Ayo", ajaknya lagi. Aku cuma tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian naik ke atas batu dan mulai menggosok badannya. Saat itu mataku tak bisa lepas dari payudara Dian yang menyembul walaupun telah ditutupi kain bali yang basah. Penisku sudah menegang sejak tadi. Dian masuk lagi ke air begitu selesai membersihkan badan dan kakinya. Badan dan kepalanya bersandar ke batu besar yang berada di dalam aliran air dengan mata tertutup. Entah setan mana pula yang merasukiku, aku langsung membuka baju yang kupakai sehingga hanya tinggal celana pendek dan langsung masuk ke sungai. Dian terkejut dan membuka matanya tapi lalu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak dingin kan?", tanyanya. "Dingin ah", kataku sambil mendekati dia. Aku duduk di sampingnya dengan posisi yang sama (bersandar di batu), tangan kami saling bersentuhan sehingga membuat dadaku semakin berdegup kencang. Kuberanikan diri untuk meremas tangannya yang berada di dalam air. Tak ada respon. Kuelus tangannya pelan, semakin ke atas. Posisiku agak miring sekarang. Mata Dian masih tertutup tapi dapat kurasakan badannya menegang. Rupanya dia juga sudah mulai terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan tersebut tak kusia-siakan. Dian langsung kurengkuh dan kuhujani dengan ciuman di leher dan terus ke bibir. Dia membalas pelukanku dan mulai meraba-raba punggungku. Bibirnya kukulum, turun ke leher sambil tanganku melepas kain pantai yang sedang dipakainya dan kuletakkan di atas batu. Sasaranku kini adalah payudaranya yang merah merekah. Putingnya kuisap-isap. Dian menggelinjang pelan. Tanganku mulai menggerayangi vaginanya. Dian meremas rambutku dan mengerang. Dian kunaikkan ke atas batu. Kucumbu mulai dari leher, kemudian payudaranya kembali kuhisap dan tanganku lebih leluasa memainkan vaginanya. Kuciumi perut dan turun ke kewanitaanya. Kulihat jelas vaginanya berwarna merah ditutupi bulu-bulu yang lebat. Kuciumi dan kelentitnya kumainkan dengan lidah. Badan Dian menegang dan dia terus mengerang. Kubuka celana pendekku sekaligus dengan CD-nya. Penisku yang berukuran panjang 18 cm langsung mencuat keluar. Dian terlihat agak kaget begitu melihatku dalam keadaan bugil di hadapannya. Aku naik lagi ke atas Dian. Penisku kumainkan di vaginanya. Kepala penisku kugesek-gesekkan di kemaluannya. Dian mengerang. "Mas.., ohhmm..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian kuangkat lagi ke dalam sungai, kurebahkan di pinggir. Badan kami setengah masuk ke dalam air. Kakinya kurenggangkan dengan kakiku, kemudian sambil meraba-raba dengan tangan kuarahkan penisku ke vaginanya. Dengan perlahan kepala penis kumasukkan. Baru sebatas kepala kulihat Dian mengerang dan menggigit bibirnya. Penisku kutarik pelan dan kugesek-gesekkan hanya sebatas kepala yang masuk tadi. Begitu Dian tenang, penisku kembali kumasukkan setengahnya. Dian menjerit. Bibirnya langsung kukulum dan penisku kutarik keluar sedikit. Pelan penisku kugoyang-goyangkan sebatas setengahnya yang baru masuk tadi. Begitu Dian terlihat mulai menikmatinya, penisku kudorong pelan semakin dalam. Dian kembali menjerit tertahan dan meremas pundakku. Kali ini penisku kubiarkan agak lama bersarang di vaginanya tanpa kugerak-gerakkan. Bibirnya terus kukulum dan payudaranya kuremas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 5 menit kemudian aku mulai menggoyang-goyangkan penisku kembali dengan perlahan sambil mengulum payudaranya. Kecipak air terlihat di pinggir sungai karena goyangan tubuh kami. Dian mulai menikmatinya. Karena berada di dalam air, goyangan kami terasa lain. Setiap aku menggoyangkan penisku, Dian membalas dengan menggoyangkan pantatnya di dalam air. Gerakannya pelan karena hambatan di dalam air. Penisku terasa diurut-urut di dalam vagina Dian. Gerakan kupercepat dan Dian tetap mengikuti irama gerakannku. "Ohh.., Mass.., teruss..", erang Dian. "Kamuu juga teruss.., goyyangkaan.., oohh.., mmhh..". Badan Dian kuangkat ke atas dengan posisi setengah berdiri. Penisku tetap berada dalam vaginanya. Dian kupeluk erat sambil terus menggoyangkan pinggulku. Badan Dian terasa mengejang. Mungkin dia akan orgasme, pikirku. Goyangan kupercepat. "Ohh.., Mass.., teruss.., ohh..", bisiknya. Badan Dian kuangkat dan kurebahkan di atas rumput lagi, pantatnya kusangga dengan kain pantai yang basah. Penisku langsung kumasukkan ke vaginanya dan langsung menggoyang-goyangkan pinggulku. Kaki Dian mengapit tubuhku. Badannya mengejang. Tangannya mencengkeram tubuhku. Gerakan pinggulku semakin kupercepat. "Ohh.., Masshh..", Dian menjerit tertahan saat dia mencapai orgasme. Dian memelukku erat. Pinggulku berhenti kugoyangkan dan penis kukeluarkan dari vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil sabun mandi dan mulai membaluri penisku. Aku berbaring telentang disamping Dian, tangannya kubawa kepenisku dan kukocok. Tanganku kulepas dan Dian terus mengocok penisku. Badanku mulai mengejang.Tangan Dian kulepas dari penisku. Dian kurebahkan kembali dirumput, penisku kumasukkan ke belahan payudaranya dan menggoyangkan penisku. Begitu terasa aku mau orgasme kembali penis kulepaskan dari payudara Dian dan membiarkannya sebentar. Begitu aku agak tenang, aku membalikkan tubuh Dian terlungkup. Kakinya kurapatkan, penisku kumasukkan ke sela-sela paha belakangnya, penisku tidak kumasukkan ke dubur Dian. Penisku terus kugoyangkan sampai aku mengalami orgasme. Spermaku keluar di sela-sela pahanya. Aku memeluk Dian sebentar kemudian membalikkan badannya dan kuciumi dengan lembut. Kami berdua terbaring kelelahan. Kemudian aku bangun dan membersihkan diri dan diikuti oleh Dian. Selesai mandi aku melihat jam menunjukkan pukul 16.45. Berarti kami telah bercinta sekitar 45 menit. Aku dan Dian naik menuju ke lokasi tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 7 malam aku memasak mie instant dengan corned. Dian sedang asyik mendengarkan radio di dalam tenda. Kami menyelesaikan makan malam sekitar jam 7.30. Aku dan Dian duduk berdua di luar tenda sambil membuat api unggun kecil. Dian bersandar di pundakku sambil memandangi bintang-bintang. "Dingin ya Mas", kata Dian memecah kesunyian. "Ya", mau kupeluk?". "Mmm..", Dian tersenyum sambil merapatkan tubuhnya. Aku langsung merangkul tubuh Dian. Terasa payudaranya yang kenyal mengganjal membuatku langsung terangsang untuk mengulang kejadian tadi sore. Bibirku langsung mencium kening Dian, terus turun ke bibirnya. Dian membalas perlakuanku. Kami saling berpagutan. Tanganku meremas payudaranya yang terbungkus sweater. Tangan Dian kubawa ke penisku yang sudah mengeras. Dian kurebahkan di atas matras, sweaternya kubuka sebatas leher dan payudaranya kuhisap. "Ouhh Mass.., teruss", erangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin ganas, di pinggir payudaranya kubuat cupang merah. Celana Dian kubuka sekaligus dengan CD-nya sebatas lutut. Kemudian vaginanya kukulum, kumainkan dengan lidah. "Terus Mas..", erangnya. Celanaku kubuka dan penisku langsung muncul keluar. Tubuh Dian kumiringkan berhadapan dengan tubuhku. Kemudian celanaku kubuka seluruhnya sehingga hanya tinggal baju yang menempel di tubuhku. Penis kumainkan di vaginanya, ujung penis kugesek-gesekkan di kelentitnya. Dian mengerang-erang. Celananya kulepas semua beserta seluruh pakaiannya. Kini Dian telah telanjang bulat telentang di atas matras. Aku juga ikut membuka seluruh pakaian yang kukenakan. Kami telanjang bulat berdua, berpelukan, saling membelai, memagut. Aku meraba vagina Dian, terasa vaginanya telah basah. Dian kubangunkan dan membuat posisi merangkak. Aku memeluknya dari belakang dan memasukkan penis ke vaginanya dan menggoyang-goyangkan penisku, seperti sore tadi dan Dian mengikuti irama gerakanku dengan menggoyangkan pinggulnya juga. Bunyi kemaluan kami yang bersentuhan terdengar di antara suara jangkrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dian kutelentangkan, kakinya kurenggangkan. Satu kaki kuangkat ke atas, aku memasukkan penisku dengan posisi duduk. Penisku kugoyang-goyangkan terus dan Dian mengerang-erang. Kali ini erangannya tidak ditahan lagi seperti sore tadi. Tubuh Dian kuangkat berhadapan dengan tubuhku. Penisku terus menancap di vaginanya. Tubuh Dian kupeluk erat dan pinggul kami saling bergoyang. Kurasakan penisku seperti diurut-urut hingga menghasilkan sensasi yang luar biasa nikmatnya. Badannya kurebahkan lagi, kedua kakinya kuangkat, penisku kumasukkan lagi ke liang surganya dengan posisi setengan berdiri. Penisku kugoyang-goyangkan terus. Tubuhku mulai mengejang, kemudian penisku kutarik keluar. Tubuh Dian terus kucumbu sampai aku relax lagi. Aku tidak ingin mengalami orgasme duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tenang kembali, tubuh Dian kumiringkan, aku memasukkan penisku ke vagina nya dari belakang. Satu kakinya kuangkat. Lima menit kupertahankan posisi tersebut, terasa tubuh Dian menegang seperti sore tadi ketika dia orgasme. Erangannya kali ini tak tertahankan lagi. "Oh.., Mass.., teruss.., perceppatt.., oh.., lebih keras goyangnyaa..", erang Dian. Aku mempercepat goyangan pinggulku sampai Dian akhirnya menjerit ketika mencapai orgasme, aku langsung membalikkan tubuh Dian dan menindihnya. Aku juga hampir mencapai orgasme, pinggulku kugoyang-goyangkan kembali dengan cepat, Dian hanya pasrah dan aku mengerang keras ketika mencapai orgasme. "Aku sayang kamu Dian", bisikku di telinganya. Aku bopong tubuh Dian masuk ke tenda, kumasukkan ke sleeping bag, baju dan peralatan juga kubawa masuk ke dalam tenda. Malam itu kami berpelukan dengan keadaan bugil dalam sleeping bag dan tidur bersama dengan nyenyaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1594403555429777497?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1594403555429777497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-ml-di-alam-terbuka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1594403555429777497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1594403555429777497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-ml-di-alam-terbuka.html' title='Cerita Panas Ml Di Alam Terbuka'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-8035380621865258670</id><published>2011-02-11T02:57:00.000+07:00</published><updated>2011-02-11T02:57:28.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><title type='text'>Cerita Seks Dewasa Dengan Tukang Pijit</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita panas Dewasa&lt;/a&gt; kali ini berawal dari badanku yang terasa pegal, Biasanya kalau badanku terasa pegal-pegal, kuminta bantuan adikku untuk memijatnya. Kadang kami bergantian saling pijat. Tetapi hari ini rumahku sedang kosong. Adikku masih kuliah sedangkan orang tuaku belum pulang dari tugas rutinnya mencari nafkah. Hari ini aku agak sedikit kurang enak badan. Terasa sekali badanku pegal-pegal, namun di rumah sedang tidak ada siapa-siapa. Kucoba bertanya kepada tetangga kanan kiri barangkali ada yang tahu kalau-kalau ada tetangga sekitar yang bisa memijat. Sebenarnya aku tahu bahwa di ujung gang sana ada seorang tukang pijat yang terkenal di sekitar rumahku, tapi laki-laki, namanya Pak Mat. Tidak bisa kubayangkan bahwa tubuh molekku ini bakal dipijat oleh seorang tukang pijat laki-laki, bisa-bisa yang dipijat nanti hanya di daerah-daerah tertentu saja. Akhirnya aku dapatkan juga seorang tukang pijat wanita. Namanya Mbak Tun yang rumahnya juga tidak begitu jauh dari rumahku. Kucoba untuk mendatangi rumah Mbak Tun yang jaraknya hanya sekitar dua ratus meter dari rumahku. Kebetulan Mbak Tun ada di rumah dan bersedia datang ke rumah untuk memijatku. setelah berganti pakaian dan membawa sedikit perlengkapannya, Mbak Tun mengikutiku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tun usianya masih relatif muda, hanya sedikit lebih tua dariku. Perkiraanku Mbak Tun saat ini berusia sekitar 35 tahun. Namun di usianya yang relatif masih muda itu Mbak Tun sudah menjanda. Ia hidup bersama ibunya, satu-satunya orang tuanya yang masih tersisa. Mbak Tun sudah 6 tahun bercerai dengan suaminya yang telah kawin lagi dengan wanita lain karena perkawinannya dengan Mbak Tun tidak dikaruniai anak. Cerita tentang Mbak Tun ini kuperoleh dari Mbak Tun sendiri saat memijat tubuhku. Sambil memijat Mbak Tun bertutur tentang kehidupannya padaku. Walau tinggal di Surabaya, Mbak Tun tetap seperti layaknya orang udik, pengalamannya masih sedikit sekali soal dunia modern, namun untuk urusan sex sepertinya Mbak Tun punya cerita tersendiri. Semuanya akan kukisahkan pada ceritaku kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumahku, Mbak Tun kuajak langsung masuk ke kamarku yang sejuk ber-AC. Suhu udara di luar sana bukan main panasnya, beberapa bulan terakhir ini kota Surabaya memang sedang dilanda cuaca panas yang luar biasa, konon panasnya mencapai 37 derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka kancing hemku dan kutanggalkan hingga bagian atas tubuhku yang mulus terpampang dengan jelas sekali. Payudaraku tampak segar dan ranum dengan ujung puting susuku yang bersih berwarna merah muda sedikit kecoklatan. Rok miniku juga kutanggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tubuhku sudah hampir telanjang bulat, hanya tersisa CD yang kukenakan. Mata Mbak Tun tampak terkagum-kagum pada bentuk tubuhku yang ramping dan sexy, terlebih saat melihat bentuk CD-ku yang mini itu. Aku saat itu memakai G String berenda yang ukuran rendanya tak lebih dari seukuran satu jari melingkari pinggangku, selebihnya sepotong rendah yang tersambung di belakang pinggangku, turun ke bawah melewati belahan pantatku, melingkari selangkanganku hingga ke depan. Tepat di bagian vaginaku, terdapat secarik kain berbentuk hati kecil yang keberadaannya hanya mampu menutupi bagian depan liang vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku tengkurap di tempat tidur dengan hanya memakan CD. Mbak Tun mulai memijat telapak kaki, mata kaki, betis, naik lagi ke pahaku. Awalnya aku biasa-biasa saja, pijatan tangannya juga terasa pas menurutku, tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu keras yang dapat menyebabkan terasa lebih sakit setelah dipijat. Menurutku, cara memijat Mbak Tun cukup baik. Setelah memijat kaki kanan, kini Mbak Tun berpindah memijat kaki kiriku, urutannya seperti tadi. Kini giliran pahaku bagian atas yang dipijat juga kedua belahan pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak! CD-nya kok modelnya lucu ya?" tanya Mbak Tun lugu mengomentari bentuk CD-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emangnya kenapa Mbak Tun?" tanyaku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh enggak Mbak! Kalau dipakai kok seperti tidak pakai CD aja ya? Bokong (pantat) Mbak tetap kelihatan, dan bagian depannya, jembut (bulu kemaluan) Mbak juga kelihatan, Hii.. Hii.. Hii..! Kalau aku sih tidak berani pakai CD yang model begitu", oceh Mbak Tun masih mengomentari bentuk CD yang kupakai saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengngoceh dan bercerita, tangan Mbak Tun tetap memijat pahaku. Yang kini dapat giliran adalah pahaku bagian atas, tepatnya di daerah pangkal paha dan belahan pantatku. Aku sengaja tidak menjawab ocehannya karena aku ingin menikmati pijatannya. Sambil sedikit tiduran, mataku kupejamkan saat dipijat Mbak Tun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak kedua kakiku dibentangkan terpisah agak lebar sehingga posisi pahaku terbuka. Mbak Tun memijat bagian dalam pahaku yang bagian atas dekat selangkanganku hingga aku merasakan sedikit geli, tapi enak sekali. Selain pegalku di bagian kaki dan paha mulai sedikit berkurang, aku juga mulai merasakan horny, apa lagi saat jari-jari Mbak Tun memijat bagian pangkal pahaku. Jarinya sempat menyentuh gundukan vaginaku hingga rasanya ujung CD-ku mulai lembab. Untungnya Mbak Tun sudah mulai pindah posisi memijat punggungku, naik ke leher dan berakhir di kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai memijat bagian belakang tubuhku, Mbak Tun mengambil body lotion dan dioleskannya ke kaki dan pahaku. Rasanya sedikit dingin saat mengenai kulitku. Kalau tadi memijat, kini Mbak Tun ganti mengurut tubuhku mulai dari telapak kaki, betis hingga pahaku. Kembali saat mulai mengurut pahaku bagian atas aku merasa geli, terlebih saat paha bagian dalamku yang diurut olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak! CD-nya dilepas aja ya, toh percuma pakai CD cuma sepotong begitu, lagian kita kan sama-sama wanita dan tidak ada orang lain di kamar ini, soalnya nanti kena hand body nyucinya susah", pinta Mbak Tun padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menjawab, kumiringkan sedikit tubuhku sambil sedikit membungkuk. Kubuka CD-ku dan kulepas dengan bantuan ujung kakiku. Kini aku telah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku. Posisiku kembali tengkurap menunggu tangan Mbak Tun kembali mengurut tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tun kembali ke tugasnya mengurut bagian bawah tubuhku yang sudah dilumuri body lotion tadi. Jarinya kembali bersarang di pangkal pahaku bagian dalam, sambil sekali-sekali mengurut kedua gundukan pantatku. Aku tidak hanya merasakan pegalku mulai berkurang, namun aku juga merasakan seperti ada suatu rangsangan tersendiri menyerang tubuhku bagian bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku menggigit bantal yang kupakai untuk menopang daguku saat tengkurap karena menahan rasa geli di selangkanganku, manakala jari tangan Mbak Tun menyentuh bibir vaginaku. Terkada sentuhannya masuk lebih dalam lagi hingga menyentuh celah belahan bibir vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang liang vaginaku mulai bawah hingga cairan bening tak terbendung mulai membasahi liang dan dinding dalam vaginaku. Saat mengurut gundukan pantatku, seakan dengan sengaja jari Mbak Tun disentuhkannya ke vaginaku kembali hingga ujung jarinya sempat menyenggol ujung klitorisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi tersiksa sekali karena menahan hasrat birahi yang timbul akibat sentuhan tangan dan jari Mbak Tun saat memijat dan mengurut bagian bawah tubuhku. Untungnya urutan Mbak Tun segera pindah ke punggungku, terus naik ke leher dan kembali berakhir di kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di bagian atas tubuhku, aku masih tidak merasakan suatu rangsangan seperti tadi. Namun rupanya setelah selesai memijat kepalaku, Mbak Tun kembali memijat dan mengurut kedua bongkahan pantatku, yang tentunya pangkal pahaku kembali menjadi sasarannya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kuasa menolak, karena selain kupikir Mbak Tun toh juga seorang wanita, dan juga normal karena pernah bersuami walau sudah lama bercerai. Aku toh akhirnya juga menikmati semua sentuhan tidak disengaja maupun mungkin disengaja saat jari-jari tangannya mengusap bagian luar vaginaku. Sampai akhirnya aku benar-benar tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah! Cukup! Terima kasih ya Mbak", ujarku akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok sudah toh Mbak?", Tanya Mbak Tun padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagian depannya belum diurut lho! Ayo telentang Mbak, kuurut sebentar perutnya supaya ususnya tidak turun", tambah Mbak Tun dengan sedikit memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya aku menurut juga. Dan lalu aku pun telentang di hadapan Mbak Tun. Mbak Tun mulai kembali mengolesi body lotion ke bagian dada dan perutku. Mbak Tun langsung mengelus bagian atas dadaku dekat leher sedang jarinya mengurut ke bawah ke arah payudaraku. Kemudian area sekitar payudaraku juga diurut lembut mirip elusan. Aku yang sudah horny sejak tadi jadi lebih blingsatan lagi hingga akhirnya aku tidak tahan untuk tidah mengaduh. "Aduuh! Geli Mbak!" protesku, tapi Mbak Tun diam saja sambil terus mengurut pinggiran payudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perutku diurut dari setiap penjuru mengarah ke pusar. Kini giliran pahaku diurut oleh Mbak Tun. Cara mengurutnya naik ke atas menuju pangkal paha, letak kakiku dipisahkan agak lebar sehingga posisiku lebih terkangkang lagi. Mbak Tun terus mengurut pahaku. Saat mengurut bagian dalam pahaku, aku menggeliat tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mbak Tun mengurut mulai tepat di atas vagina menuju pusarku. Katanya ini adalah untuk menaikkan usus dalam perutku agar supaya tidak turun ke bawah. Aku diam saja tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, terus terang pijatannya memang enak hingga pegal yang ada di tubuhku sedah tidak terasa lagi. Namun selain itu aku juga mendapatkan rangsangan seksual dari cara Mbak Tun mengurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah, sekarang yang terakhir" kata Mbak Tun sambil membuka lebar pahaku. Mbak Tun berpindah posisi duduknya. Kini dia berjongkok tepat di hadapan selangkanganku yang terkangkang lebar. Kedua tangannya secara bersamaan mengurut kedua pahaku, dari arah lutut menuju selangkangan hingga aku jadi menggeliat tidak karuan menahan geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kedua ibu jarinya mengurut-urut celah lipatan selangkangan dekat vaginaku dengan cara mengurutnya dari bawah ke atas terus berulang-ulang. Bibir vaginaku menjadi saling gesek karenanya hingga rangsangan dahsyat melanda bagian bawah tubuhku dan akhirnya aku tak kuasa lagi mengendalikan nafsu birahiku sendiri hingga tanpa perlu merasa malu lagi pada Mbak Tun, jariku kuarahkan ke klitorisku dan terus kugosok-gosokkan sambil mengangkat dan menggoyang-goyang pantatku. Aku akhirnya orgasme di hadapan Mbak Tun. Persetan kalau mau dia tertawa, bathinku. Namun ternyata Mbak Tun tetap cuek saja sampai aku selesai melepaskan orgasme. Lalu kubayar ongkos Mbak Tun memijatku dan kuminta dia untuk pulang sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-8035380621865258670?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/8035380621865258670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-seks-dewasa-dengan-tukang-pijit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8035380621865258670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8035380621865258670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-seks-dewasa-dengan-tukang-pijit.html' title='Cerita Seks Dewasa Dengan Tukang Pijit'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1042850532005369097</id><published>2011-02-05T01:33:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T01:33:19.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><title type='text'>Cerita Panas Main Dengan Cikgu</title><content type='html'>Aku baringkan dia atas katil, sambil terus memberikan kucupan demi kucupan. Kali ini aku tak lama mencium payudara Cikgu Suraya sebab aku nak sasarkan mulut aku ke cipapnya. Aku turunkan ciuman aku ke bawah, kemaluannya masih kering. Aku terus mencium kemaluannya itu dengan lembut. Terangkat punggungnya menahan kenikmatan itu. Cipapnya aku jilat, aku jelirkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya. Dia mendesis keenakan sambil menggeliat manja. Biji kelentitnya aku hisap, aku jilat semahunya. Cipap Cikgu Suraya mulai basah, aku tak peduli, aku terus jilat dan hisap sambil tangan menggentel-gentel puting teteknya. Tiba-tiba, sedang tengah sedap menjilat, Cikgu Suraya meraung dengan tubuhnya terangkat. Serentak dengan itu juga habis mulutku basah dengan simbahan air dari dalam cipapnya. Ada yang termasuk mulut sikit, rasanya agak payau, masin pun ada. Aku berhenti dan lapkan mulut aku yang basah dek air mani dia. Rupa-rupanya Cikgu Suraya klimaks. Aku mainkan dengan jari aje le lubang cipap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah macam mana, timbul nafsu untuk menjilat air cipap dia lagi. Aku terus membenamkam muka ke situ dan mula menjilat lurah yang basah berair itu. Lama-lama rasa sedap pulak, habis aku jilat, aku hisap cipapnya. Cikgu Suraya hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Semasa aku menghisap kelentitnya, aku mainkan lubang cipapnya dengan jari. Tiba-tiba sekali lagi dia terkejang kepuasan, dan kali kedua jugalah air cipapnya menerjah ke dalam mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku biarkan aje. Dengan mulut yang basah dengan air maninya, aku cium mulut dia. Air maninya bersebati dengan air liurnya apabila aku membiarkan lidahku dihisap. Cikgu Suraya menjilat air maninya sendiri tanpa mengetahuinya. Bila sudah habis air mani di mulutku dia sedut, aku mula melepaskan layar. Tubuhnya aku tindih, dengan sauh di halakan ke lubuk yang dalam. Dan dilepaskan layar maka jatuhlah sauh ke dalam lubuk yang selama ini hanya dilabuhkan oleh sebuah kapal dan seorang nakhoda sahaja. Kini, kapal lain datang bersama nakhoda muda yang terpaksa berhempas pulas melawan badai mengarungi lautan berahi untuk sampai di pulau impian bersama-sama. Perjuangan kali ini lebih lama, dan mencabar kerana masing-masing tidak mahu mengalah awal. Pelbagai aksi dilakukan untuk sampai ke puncak kejayaan. Tubuh Cikgu Suraya aku lanyak dalam pelbagai posisi, dan dia pula memberikan kerjasama yang padu kepada ku dalam menempuhi gelombang. Akhirnya, selepas berhempas pulas, kami tiba juga di pulau impian dengan kejayaan bersama, serentak dengan terjahan padu air hikmat dengan jeritan manja si puteri meraung kepuasan. Kami terdampar keletihan setelah penat belayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkulai Cikgu Suraya di dalam dakapan aku. Kali ini lebih selesa sebab buat atas tilam yang empuk. Banyak aksi boleh dibuat. Kami terlentang kepenatan, dengan peluh memercik membasahi tubuh dan cadar. Air maniku meleleh keluar buat kali kedua dari lubang yang sama. Cikgu Suraya mendakap badanku sambil jejarinya membelai kemaluanku yang terkulai basah itu. Dimainkannya, seperti baby mendapat anak patung. Aku biarkan sambil mengucup dahinya tanda terima kasih. Kami tidak bersuara, letih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat juga aku mengalih pandangan ke arah katil anaknya, kelihatan masih lena dibuai mimpi. Aku risau juga takut dia terjaga kerana jeritan dan raungan kepuasan ibunya yang berhempas pulas melawan badai samudera bersama nakhoda muda yang tidak dikenalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kami terasa tidak bermaya, rasa nak angkat kaki pun tak larat. Lemah segala sendi dan urat dalam badan. Hanya suara rintihan manja sahaja yang mampu dikeluarkan dari anak tekak dalam kedinginan hujan yang masih lagi mencurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih cikgu” aku mengucup dahinya. Dia tersenyum. Kepuasan nampak terpancar di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hang hebat la Amir” sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hebat apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya la, dua kali dalam sejam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“First time” balasku ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak pernah cikgu rasa puas macam ni” jelasnya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak pernah?” tanyaku kehairanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangguk perlahan. “Cikgu tak pernah pancut dulu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suami cikgu buat apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia masuk aje le sampai dia keluar air” sambungnya. “Bila sudah keluar, dia letih, terus tertidur. Cikgu nak lagi masa tu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cikgu mintak la” saranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia tak larat sudah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam seminggu berapa kali cikgu buat” tanya ku mengorek rahsia mereka suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali, kadang-kadang langsung tak dapat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apasal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia balik dekat nak malam, letih. Tak larat lagi nak buat tu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohhh… ” aku menganguk macam le faham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila last sekali cikgu buat?” pancingku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Errr… Dua minggu lepas” jawabnya yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua minggu cikgu tak dapat?” sambungku terkejut. Cikgu Suraya hanya menganggukkan kepala mengiyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Patutlah Cikgu Suraya tak berapa nak marah masa mula-mula aku nak jamah tubuhnya” bentak hatiku. “Dia nak juga rupa-rupanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setengah jam kami berbual dalam keadaan berpelukan dan bertelanjang di atas katil itu. Segala hal rumah tangganya aku tanya, dijawabnya dengan jujur. Semua hal yang berkaitan diceritakannya, termasuklah jeritan batinnya yang dahagakan belaian dari suami yang tidak dikecapinya. Suaminya terlalu sibuk dengan kerjaya hingga mengabaikan nafkah batin si isteri. Memang bodoh suami Cikgu Suraya sebab tidak menggunakan sepenuhnya tubuh yang menjadi idaman setiap lelaki yang memandang itu. Nasib aku baik sebab dapat menikmati tubuh itu dan seterusnya menyelesaikan masalah jeritan batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin bangga apabila dengan jujur Cikgu Suraya mengakui yang aku berjaya memberikan kepuasan kepada dirinya, batinnya kini tidak lagi bergejolak. Raungannya kini tidak lagi tidak dipenuhi, Cikgu Suraya sudah dapat apa yang batinnya inginkan selama ini, walaupun bukan daripada suaminya sendiri, tetapi dengan anak muridnya, yang muda 10 tahun tetapi gagah bak berusia 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desiran hujan makin kurang, titisannya semakin perlahan, menunjukkan tanda-tanda hendak berhenti. Kami bangun dan memerhati ke luar jendela. Seperti di suruh, Cikgu Suraya mengenakan kembali pakaian tidurnya lalu terus ke dapur. Aku menanti di bilik itu. Tak lama kemudian, dia masuk dan menyerahkan pakaian aku yang hampir kering. Setelah mengenakan pakaian, aku ke ruang tamu dan minta diri untuk pulang memandangkan hujan sudah berhenti. Cikgu Suraya mengiringi aku ke pintu. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas segala layanannya. Cikgu Suraya juga berterima kasih kerana telah membantunya. Aku capai basikal, buka pintu pagar dan terus kayuh menuju ke rumah. Tak kelihatan pun jiran-jiran Cikgu Suraya di halaman rumah, maklumlah hujan, lagipun sekarang waktu makan tengah hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, aku mandi. Di bilik, kelihatan kesan gigit di leherku. Ah, sudah. Malulah aku nanti. Aku tekad kalau tak hilang menjelang esok, aku tak nak ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi esoknya, tiada kesan gigitan pada leherku. Aku ke sekolah seperti biasa bersama adik-adikku yang lain. Mereka perempuan, sekolah lain. Di sekolah, bila bertembung dengan Cikgu Suraya yang berbaju kurung, aku senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengucapkan selamat, buat macam tak ada apa-apa yang berlaku antara kami. Cikgu Suraya pun buat macam biasa aje, walaupun di hati kami masing-masing tahu apa yang telah terjadi sewaktu hujan lebat semalam. Dalam kelas, dia mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa. Aku pun buat selamba aje, nanti member syak pulak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sebulan lebih selepas kejadian itu, kami masih buat tak tahu aje. Tak pernah ceritakan hal itu. Kalau kami bertemu pun, tentang hal pelajaran. Aku yang baru first time dapat, sudah rasa ketagih. Terasa nak lagi menjamah tubuh perempuan, sudah tak larat nak melancap aje. Pada suatu hari, kalau tak silap hari Selasa, aku berjumpanya di bilik guru. Waktu tu, bilik guru agak lengang, aku memberanikan diri minta nak lagi menjamah kenikmatan tubuhnya. Pada mulanya Cikgu Suraya agak keberatan mengizinkan buat kali kedua, tetapi setelah mendesak dan memujuknya, dia mulai lembut. Cikgu Suraya setuju, tapi dia akan beritahu aku bila. Aku kata cepat sikit sebab sudah tak tahan lagi. Kalau line clear, dia akan memberitahu aku. Aku gembira dengan penjelasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari selepas itu, Cikgu Suraya memanggil aku ke bilik guru. Dia meminta aku ke rumahnya malam hari Isnin. Dia memberitahu bahawa suami akan out-station ke Johor selama dua hari. Aku janji akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku setuju, tapi bagaimana aku nak bagi tahu mak ayah aku yang aku akan bermalam di luar. Aku cakap, aku tidur rumah kawan, sebab nak study dan terus ke sekolah esoknya. Mereka benarkan. Tiba malam yang dijanjikan, lebih kurang pukul 8.00, aku tiba. Cikgu Suraya menyambutku dengan senyuman. Anaknya yang bermain-main dengan permainannya terhenti melihat aku masuk. Selepas diamati, dia kembali semula bermain. Nasib baik anak Cikgu Suraya kecil lagi, kalau tak tak tahu lah. Malam itu, kami tidur bersama di bilik seperti sepasang suami isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetubuhan kami malam itu memang menarik, seperti sekian lama tidak merasanya. Aku melepaskan rindu dendam ke seluruh bahagian tubuhnya. Cikgu Suraya kini tidak lagi malu-malu meminta dipenuhi hajatnya jika diinginkan. Kalau tak silap, malam tu kami bertarung 4 kali. Yang last sekali, waktu dinihari, dan kami tertidur. Sedar-sedar, pukul 8.00 lebih apabila anaknya menangis. Kami sudah lewat ke sekolah, Cikgu Suraya menelefon dan menyatakan dia sakit. Aku pun sudah malas nak ke sekolah. Selepas memujuk anaknya, memberikan susu, dia tidurkan semula anaknya itu. Kami bersarapan dengan makanan yang disediakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami mandi bersama, bertelanjang dan berasmara di dalam bilik mandi. Di sinilah, aku minta aku nak pancutkan air ke dalam mulutnya. Cikgu Suraya setuju, setelah puas batang aku menyusuri lembah, di saat hendak melepaskan titisan terakhir, aku minta Cikgu Suraya duduk dan aku halakan senjata aku ke sasaran, dan terus menembak ke lohong yang terbuka luas. Penuh mulut Cikgu Suraya dengan air mani aku. Ada setitis dua yang tertelan, yang lain diluahkan kembali. Aku menghalakan batang masuk ke dalam mulutnya, dia terpaksa menerima dan mula menghisap batang aku yang masih berlinang dengan sisa air mani yang ada. Kami terus mandi dan membersihkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya telah lama dibuai mimpi, kami berdua berehat di ruang tamu sambil mendengar radio. Kami berbual tentang hal peribadi masing-masing. Sesekali air nescafe panas yang dihidangkan oleh Cikgu Suraya aku hirup. Aku memberitahu yang aku tak pernah ada awek bila ditanya, dan aku juga berasa bangga kerana dapat merasai nikmat perhubungan antara lelaki dan perempuan lebih awal. Sambil berbual, aku mengusap dan meramas lembut buah dada cikgu ku yang berada di sebelah. Aku juga bertanya tentang suaminya, adakah dia syak atau terasa perubahan semasa berasmara bersama. Cikgu Suraya menjelaskan bahawa dia buat macam biasa, waktu berasmara pun macam biasa. Cikgu Suraya tidak pernah menghisap kemaluan suaminya sebab suaminya tak mahu, begitu juga kemaluannya tidak pernah dijilat. Jadi, akulah orang pertama menjilat kemaluannya dan kemaluan akulah yang pertama masuk ke dalam mulut Cikgu Suraya. Cikgu Suraya kata yang dia seronok apabila kemaluannya dijilat, dihisap dan dimainkan dengan mulut. Sebab itulah, Cikgu Suraya tidak keberatan mengulum kemaluan aku. Kami ketawa kecil mengenangkan aksi-aksi ghairah yang pernah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 10 lebih. Cikgu Suraya bangun menuju ke biliknya, aku mengekori. Di bilik, dia menjengok keadaan anaknya yang sedang lena. Perlahan-lahan aku memeluknya dari belakang. Tangan ku, aku lengkarkan ke pinggangnya yang ramping sambil mulut mengucup lembut lehernya. Sesekali tanganku meramas buah dadanya yang kian menegang. Aku memalingkan tubuhnya, kami berdakapan sambil berkucupan bibir. Tubuhnya aku labuhkan ke atas katil sambil menggomol mesra. Pakaiannya aku lucutkan, begitu juga denganku. Mudah dilucutkan sebab masing-masing menghendakkannya. Entah kali ke berapa, mulutku penuh lagi dengan air maninya sebelum kemaluanku meneroka lurah keramat itu. Kali ini aksi kami makin ganas. Tubuhnya yang kecil itu aku tindih semahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir sekali, muntahan cecair pekatku tidak dilepaskan di dalam, tetapi di mulutnya. Air maniku memenuhi mulutnya apabila aku lepaskan di situ. Dia menerimanya dengan rela sambil menjilat-jilat sisa yang meleleh keluar, sambil batang kemaluanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikulumnya menjilat sisa-sisa yang masih ada. Aku tersenyum melihat lidahnya yang menjilat-jilat itu seperti mendapat sesuatu makanan yang lazat. Dia juga turut tersenyum melihat aku. Setelah habis di telannya. Aku mula menyarungkan kembali pakaian. Cikgu Suraya duduk bersandar, masih berbogel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedap?” tanya ku sambil menjilat bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikgu Suraya mengangguk faham. Dia kemudian menyarungkan pakaian tidur lalu menemankan aku hingga ke pintu. Setelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai, aku minta diri untuk pulang ke rumah, takut nanti jirannya nampak. Dia melepas aku dengan berat hati. Aku balik, emak ayah tak ada, yang ada orang gaji. Aku bagi tahu yang aku sakit dan terus ke bilik. Tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisah aku berasmara dengan guru matematiku yang sehingga kini masih menjadi kenangan, walaupun lebih 10 tahun aku meninggalkan sekolah dan negeri itu untuk berkerja di KL. Waktu aku tingkatan 6 Rendah, Cikgu Suraya bertukar ke Johor. Selama waktu itu, banyak kali kami melakukan hubungan seks. Sebelum berpindah, Cikgu Suraya mengandung, aku sempat juga tanya anak siapa, dia tidak menjawab tapi tersenyum memandangku. Aku mengerti, itu adalah hasil daripada benih yang aku taburkan berkali-kali. Selepas itu, aku tak pernah bertemu atau dengar kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 3 tahun di KL, aku dapat cerita tak rasmi yang Cikgu Suraya kini mengajar di KL. Kalau betul, aku cuba nak mencari walaupun kini usianya lebih kurang 38 tahun. Sehingga kini, aku masih belum menemuinya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1042850532005369097?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1042850532005369097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-main-dengan-cikgu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1042850532005369097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1042850532005369097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-main-dengan-cikgu.html' title='Cerita Panas Main Dengan Cikgu'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-226419945787951290</id><published>2011-02-05T01:18:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T01:20:37.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><title type='text'>Cara Berciuman Seperti Film Barat</title><content type='html'>Pasti kamu sudah sering lihat bagaimana film-film holywood dalam adegan panas berciuman bahkan sampai sek? Semua adegan ciuman di layar lebar sepertinya tampak sungguhan apalagi kalau film bokep 3gp pasti ciumannya lebih sungguhan. nah kamu ingin mencoba seperti apa Adegan ciuman ini kadang terkesan mengharukan, romantis, menggairahkan atau bahkan menjijikkan. Namun ada beberapa adegan ciuman di film Hollywood yang bisa menjadi kunci sukses Anda menjalin hubungan dengan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="film bokep, 3gp smu, gaya ciuman film bokep" border="0" height="266" src="http://4.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUxCv1vXVcI/AAAAAAAAAo8/ItAtKWkp02o/s400/Cara+Berciuman+Seperti+Film+Barat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciuman enggan berpisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ciuman ini diambil dari potongan adegan ciuman Tom Cruise dengan Reene Zelwegger dalam film 'Jerry McGuire'. Dalam satu scene ada gambar dimana Tom mengucapkan selamat malam pada Reene setelah pulang berkencan. Jika Anda adalah Reene coba lakukan hal ini ketika pasangan berbalik untuk menyampaikan ciuman selamat malam. Sentuh bagian belakang lehernya, rapatkan tubuh kalian dan beri pasangan satu ciuman dasyat. Tatap matanya dan sentuh wajahnya dengan lembut. Cium perlahan bagian lehernya, mainkan jari Anda di antara rambutnya. Ingat jika ia mulai menikmati ciuman Anda jangan terburu-buru mengecup bibirnya. Biarkan ia sedikit menunggu agar penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dirty Kiss&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa melupakan adegan hot Demi Moore dan Patrick Swayze dalam film 'Ghost'? Jam 2 dini hari, Demi hanya menggunakan kemeja kedodoran warna putih sedangkan Patrick berbalut celana jeans tanpa pakaian. Mereka duduk dengan intim menghadap mesin pembuat tembikar. Nah, adegan ini bisa Anda praktekkan bersama suami. Tak perlu mesin tembikar, ganggu sedikit kegiatannya. Misalnya ketika ia sedang menonton TV atau menjelajah internet. Sentuh tubuhnya dengan lembut dari belakang, jika perlu putar lagu romantis kegemaran Anda. Tapi ingat Anda juga harus memilih suasana yang tepat jangan sampai ia malah jadi marah dibuatnya. Terus sentuh tubuh pasangan dan tatap matanya dengan hangat, daratkan segera ciuman sensasional Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciuman Cinta Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati namanya ciuman pertama Anda tak perlu risau jika ini memang bukan ciuman yang pertama bagi Anda. Layangkan sejenak pikiran ke adegan film 'Say Anything' yang diperankan John Cusack dan Ione Skye. Kemudian, ingat-ingat masa SMU Anda. Lakukan ciuman yang 'panas' seperti saat pertama kali Anda mengenal cinta dan ingin mencium pasangan. Dalam film ini John dan Ione melakukan ciuman di tempat parkir, di tengah hujan deras, dimanapun dan kapanpun mereka merasakan cinta. Persis layaknya anak remaja, lemparkan ciuman dimanapun. Asal harus ingat tempat ya, jangan sampai orang disekitar merasa terganggu dengan perbuatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciuman Penantian Panjang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ciuman dalam film 'Bull Durham' ini cukup terkenal di masanya. Jenis ciuman yang dilontarkan Kevin Costner pada Susan Saradon ini sangatlah mudah. Pertama tentukan kapan Anda akan mencium pasangan. Persiapkan diri dengan baik. Namun beberapa hari sebelumnya ucapkan kalimat hangat penuh rasa penasaran pada pasangan. Misalnya "Saya percaya ciuman perlahan, dalam dan lembutku bisa membuatmu akan terus terkesan.". Tahan rasa sayang dan rindu pada pasangan. Hingga saatnya tiba, ciuman itu akan mendarat dengan sempurna di bibir pasangan dan niscaya ia akan memintanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Momentum Kissing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ini boleh dibilang salah satu adegan ciuman yang paling terkenal di kalangan anak muda. Yaitu saat Tobey Maguire mendaratkan ciuman terbaliknya pada Kirsten Dunst dalam film 'Spiderman'. Anda ingin mempraktekkan adegan ini di kehidupan nyata? Mudah saja, ada dua cara sederhana yang bisa ditempuh. Pertama Dekati pasangan dan berikan ciuman paling bergairah Anda namun jangan lanjutkan permainan. Hanya sebuah ciuman saja kemudian bertingkah seolah tak ada apa-apa. Pasti pasangan akan mulai merayu untuk mendapatkannya lagi. Yang kedua, buat semacam pesta kostum. Sembunyikan identitas dan biarkan pasangan mencari Anda. Lakukan sedikit permainan kucing-kucingan hingga ia menemukan Anda. Setelah ia berhasil berikan satu ciuman penuh gairah, tinggalkan ia dan cari tempat untuk berduaan. Seru kan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Soulmate Kiss&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak mengenal adegan ini, saat dengan lembut John Cusack mencium Kate Beckinsale dalam film 'Serendipity' Biarkan ciuman itu mengatakan bahwa kalian berdua ditakdirkan untuk bersama. Dalam film tersebut kedua orang yang tengah dimabuk cinta itu sempat terpisah selama beberapa tahun. Anda atau pasangan harus berpisah selama beberapa hari saja untuk keperluan bisnis atau keluarga? manfaatkan moment itu. Berikan pasangan ciuman indah yang mendalam ketika pertama bertemu dan bertatap muka. Ketika bertemu dengannya, jangan lupa bawa kado kecil untuknya. Jadikan momen ini sebagai saat yang tak terlupakan bagi Anda berdua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-226419945787951290?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/226419945787951290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cara-berciuman-seperti-film-barat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/226419945787951290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/226419945787951290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cara-berciuman-seperti-film-barat.html' title='Cara Berciuman Seperti Film Barat'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUxCv1vXVcI/AAAAAAAAAo8/ItAtKWkp02o/s72-c/Cara+Berciuman+Seperti+Film+Barat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-5097214776201600273</id><published>2011-02-01T03:58:00.000+07:00</published><updated>2011-02-01T03:58:06.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abg'/><title type='text'>Cerita Panas ABG SMU Perawan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/S4gYlYDTnyI/AAAAAAAAAMo/0rdwU9FlO6c/s320/faceleb-payudara.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Cerita panas ABG SMU&lt;/b&gt; hampir sama saja dengan &lt;b&gt;&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-abg-smp.html"&gt;cerita panas ABG Smp&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang rata-rata memeknya masih dalam kondisi perawan, dan kali ini merupakan sebuah Cerita dewasa berdasarkan pengalamanku waktu 3 tahun yang lalu saya pacaran dengan seorang wanita. Sebut saja namanya memey sukentot.Dia orangnya putih,bersih,trus toketnya gede lagi. Setelah beberapa minggu saya merayunya akhirnya dia pun jatuh pada rayuanku. inilah yang akhirnya melatar belakangi cerita dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu pertama kali di kamar kost tmnnya..Dgn begitu bersemangat saya oun mencium bibirnya kemudian lehernya dan kubuka dada nya yg besar..Lalu kujilati sampai terldengar suara dsahan kenikmatan..Setelah selesai saya pun mulai membuka bagian bawah nya.Bagian vaginannya yg masih berwarna merah muda membuatku semakin bernafsu..Mulai aku meraba daerah mulut vaginnanya..Desahahn kenikmatan itu kembali kudengar lagi dan kali ini lebih lagi membuaku bersemangat..Kujilati vagina yg masih merah itu dengan lidahku dandia berkata :”Ayo terus enak banget”..Setelah mendengar itu aku langsung lebih giat lagi menjilatinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai aku menjilati vaginannya,sekarang gilirannyameilati penisku yg sudah cukup basah..Dia membuka celanaku dan ia mulai mengocok penisku dengan penuh irama..Aku merasakan ia seperti professional padahal saat itu dia masih virgin..Lalu dia menjilati penisku dgn lidahnya dan bibirnya yg mungil..Semakin lama semakin nikmat kuasakan entah kenapa aku sudah merasakan geli di kepala penisku..tapi dapat kutahan..&lt;br /&gt;Setelah selesai, Mulai kumasukan penisku pada lubang vaginannya yg masih sempit..Pada awalnya ia takut dan menolak.tapi karena aku meraayunya kembali akhirnya dia pun tidak takut lg..&lt;br /&gt;Mulai kumasukan sedikit demi sedikit..Ia pun mulai berteriak kesakitan..Aku tak peduli aku terus memompakan dengan cepat..tak lama kemudian darah pun keluar dari dalam lubang vaginanya yg masih berwarna merah itu..Belum cukup rasanya aku melanjutkan kembali pekerjaan ku..terus menerus aku memompa penisku dengan beberapa style..Suaranya yg mendesah kesakitan dan kenikmatan itu membuatku tak tahan lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si A berkata..”aku udah mau keluar udah ga tahan”..Mendengar hal itu aku terus lebih cepat lagi memompannya dan keuarlah juga cairan putih bening bercampur dengan darah..Lalu kujilati daerah vaginanya lagi sampai bersih..&lt;br /&gt;Setelah selesai aku memasukkan lagi penisku..Taku lama kemudian aku pun mulai menegularkan sperma ku.. Aku pun sudah mulai lemas karena sudah cukup lama aku menikmatinya.. Tapi yg tak ku duga ia berkata: “Ayo lagi aku masih pengen”&lt;br /&gt;Mendengar itu aku yg semula sudah lemas tiba2 kuat kembali..mulai lagi kumasukan penisku dan terus memompannya dengan semangat..dan ia menjilati lagi penisku yg sudah keluar spermanya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-5097214776201600273?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/5097214776201600273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-abg-smu-perawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5097214776201600273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5097214776201600273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-abg-smu-perawan.html' title='Cerita Panas ABG SMU Perawan'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/S4gYlYDTnyI/AAAAAAAAAMo/0rdwU9FlO6c/s72-c/faceleb-payudara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-7619258349794769330</id><published>2011-02-01T02:49:00.002+07:00</published><updated>2011-02-01T03:07:30.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abg'/><title type='text'>Cerita Panas ABG SMP</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUcTw-k0DQI/AAAAAAAAAo0/txhS6ApG7n8/s1600/cewe+sma+abg+bugil+memek+telanjang+ngentot.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-dengan-abg.html"&gt;Cerita panas ABG&lt;/a&gt; kali ini adalah cerita panas tentang siswi ABG yang sedang belajar bersama di suatu rumah, ceritanya di mulai Ketika sedang belajar bersama, aku coba pancing nafsu Sari dengan cara kududuk di sebelah Rina. Aku rangkul Rina, kucium pipinya, bibirnya dan kuraba dadanya. Rina saat itu memakai kaos tanpa BH. Rina membalasnya. Lalu kudorong dia agar tiduran di karpet. Kami saling bergumul. Melihat hal itu, Sari kaget juga. Dia menutupi wajahnya. Karena selama ini kami berhubungan diam-diam. Tidak pernah secara terang-terangan. Kali itu kami berbuat seolah-olah tidak ada orang lain selain kami berdua, untuk memancing nafsu Sari. Perbuatan kami semakin memanas. Karena Rina sudah telanjang dada. Lalu Rina menurunkan celana pendeknya. Dia langsung bugil karena tidak memakai celana dalam. Aku pun tidak tinggal diam, kulepas semua pakaianku. Kugeluti dia. Lalu kami mengambil posisi 69. Rina di atas. Kami saling menghisap.&lt;br /&gt;“Aaahhh.., Mmasss.., sshshshs… Masss.. enaaakkk Mass.., ooohh..!” desah Rina dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;“Ohhh.. Riiinnn… hisap yang kuaattt Riinnnn..!” desahku juga.&lt;br /&gt;Kulihat Sari sudah tidak menutupi wajahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira lima menit saling menghisap, Rina berdiri memegang batang kemaluanku dan mengarahkan ke liang senggamanya yang sudah tidak perawan lagi. Menurunkan pantatnya dengan perlahan.&lt;br /&gt;“Bless..!” langsung masuk seluruhnya.&lt;br /&gt;“Aaahhhh… Maasss.., aaahhh.., ssshhh.., aaahhh..!” desahnya.&lt;br /&gt;Lalu dengan perlahan dinaik-turunkan pantatnya. Pertama-tama perlahan. Makin lama semakin cepat.&lt;br /&gt;“Aahh.. ooohhh.., sh.. sh.. ooohhh… Iiihhh..!” erangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik Sari, dia memandangi ekspresi Rina. Sepertinya dia sudah terangsang berat. Karena wajahnya merah padam, nafasnya memburu. Tangannya memegang dadanya. Gerakan Rina semakin tidak terkendali. Pantatnya berputar-putar sambil naik turun. Kira-kira 10 menit, aku rasakan liang kewanitaan Rina sudah berkedut-kedut. Dia mau sampai klimakasnya. Dan akhirnya pantatnya menghujam batang keperkasaanku dalam sekali.&lt;br /&gt;“Aaahhh.. Masss… Akuuu… sammmpppeee.. Maasss..!”&lt;br /&gt;“Syuuurr… syurrr..” kehangatan menyelimuti kepala senjataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia langsung terguling ke sebelahku. Senjataku tercabut dari liang kenikmatannya dan berhamburanlah cairan dari liang senggamanya ke karpet. Aku memang tidak begitu menghayati permainan ini, karena pikiranku selalu ke Sari. Jadi pertahananku masih kuat. Aku bangkit dengan telanjang bulat. Kuhampiri Sari. Sari kaget karena aku menghampirinya masih dengan bertelanjang bulat. Langsung kupeluk dia. Kuciumi seluruh wajahnya. Tidak ada penolakan darinya, tetapi juga tidak ada reaksi apa-apa. Benar-benar masih polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama tangannya mulai memelukku. Dia mulai menikmatinya. Membalas ciumanku, walau lidahnya belum bereaksi. Kuusahan semesra mungkin aku mencumbunya. Dan akhirnya mulutnya membuka sedikit berbarengan dengan desahannya.&lt;br /&gt;“Aaahhh.. Maasss..!” nafasnya mulai memburu.&lt;br /&gt;Kumasukkan lidahku ke mulutnya. Kubelit lidahnya perlahan-lahan. Dia pun membalasnya. Tanganku mulai meraba dadanya. Terasa putingnya sudah mengeras di bukit kembarnya yang kecil. Kuremas-remas keduanya bergantian.&lt;br /&gt;“Maaasss.. oooohhhh.. Mmmasss.. shshhshshs…” desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepas ciumanku. Kupandangi wajahnya sambil tanganku mengangkat kaosnya. Dia diam saja. Lepas sudah kaosnya, sekarang tinggal BH mininya. Kulepaskan juga pengaitnya. Dia masih diam saja. Akhirnya terpampanglah bukit kembarnya yang kecil lucu. Seperti biasa, untuk menaklukan seorang perawan, tidak bisa terburu-buru. Harus sabar dan dengan kata-kata yang tepat.&lt;br /&gt;“Bukan maaiinnn. Susumu bagus sekali Sar..!” kataku sambil memandangi bukit kembarnya.&lt;br /&gt;Warnanya tidak seputih Rina, agak coklat seperti warna kulitnya. Aku elus perlahan-lahan sekali. Kusentuh-sentuh putingnya yang sudah menonjol. Setiap kusentuh putingnya, dia menggelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutidurkan dia ke karpet. Lalu kuciumi dada kanannya, yang kiri kuremas-remas.&lt;br /&gt;“Aaahhh.., ssshhh.., Maaasss.., aaaddduuuhhh… aaa..!”&lt;br /&gt;Bergantian kiri kanan. Kadang ciumanku turun ke arah perutnya, lalu naik lagi. Tangan kananku sudah mengelus-ngelus pahanya. Dia masih memakai celana panjang katun. Kadang-kadang kuelus-elus selangkangannya. Dia mulai membuka pahanya. Sementara itu Rina sudah pergi ke kamar mandi. Karena kudengar suara guyuran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku yakin dia sudah di puncak nafsunya, kupandangi wajahnya lagi. Wajahnya sudah memerahkarena nafsunya. Ini saatnya. Lalu tanganku mulai membuka pengait celananya, retsletingnya, dan menurunkan celana panjangnya sekalian dengan celana dalamnya. Tidak ada penolakan. Bahkan dia membantunya dengan mengangkat pantatnya. Dia memandangiku sayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit kemaluannya kecil tidak berbulu. Hampir sama dengan kepunyaan Titin dulu. Mungkin karena sama-sama orang Sunda. Kupandangi bibir kemaluannya. Dia menutupinya dengan kedua tangannya. Kutarik tangannya perlahan sambil kudekatkan wajahku. Mulanya tangannya menutup agak keras, tetapi lama-lama mulai melemah. Kucium bibir kewanitaannya. Aaahhh.., segar sekali harumnya. Kuulangi beberapa kali. Setiap kucium, pantatnya dinaikkan ke atas sambil mendesah.&lt;br /&gt;“Aaahhh… Masss.., mmm.. sshshshs…”&lt;br /&gt;Batang kejantananku yang tadi sudah agak lemas, mulai mengeras lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kubuka bibir kewanitaannya dengan jariku. Sudah basah. Kutelusuri seluruh liangnya dengan jariku, lalu lidahku. Dia semakin menggelinjang. Lidahku menari-nari mencari kedele-nya. Setelah dapat, kujilat-jilat dengan cepat sambil agak kutekan-tekan. Reaksinya, gelinjangnya makin hebat, pantatnya bergoyang ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;“Adduuuhhh… Maasss… aaahhh.. ssshhh.. aaahhh..!”&lt;br /&gt;Kuangkat kedua kakinya, kutumpangkan ke pundakku, sehingga liang kewanitaannya semakin membuka. Kupandangi belahan kewanitaannya. Betapa indah liangnya. Hangat dan berkedut-kedut.&lt;br /&gt;“Saarr.., memekmu bagus betul.. Wangi lagi…”&lt;br /&gt;Kembali kuhisap-hisap. Dia semakin keras mendesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 5 menit kemudian, pahanya menjepit leherku keras sekali. Lubang keperawanannya berdenyut-denyut cepat sekali.&lt;br /&gt;Dan, “Syurrr… syurrr…” menyemburlah cairan kenikmatannya.&lt;br /&gt;Kuhirup semuanya. Manis, asin, gurih menjadi satu. Aaasshhh… segarnya. Kakinya sudah melemas.Kuturunkan kakinya, kukangkangkan pahanya. Kuarahkan batang keperkasaanku ke liangnya sambil kupandangi wajahnya.&lt;br /&gt;“Boleh Sarr..?” tanyaku memohon persetujuannya.&lt;br /&gt;Matanya memandangku sayu, tidak bertenaga. Dia hanya mengangguk.&lt;br /&gt;“Pelan-pelan yaa Mass..!”&lt;br /&gt;Kuoles-oleskan kepala kemaluanku dengan cairan pelumas yang keluar dari liang senggamanya. Lalu kugesek-gesekkan kepala kejantananku ke bibir kenikmatannya. Kuputar-putar sambil menekan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahhh.. Maasss… Ooohhh..!” dia mendesah.&lt;br /&gt;Lalu kutekan dengan amat perlahan. Kepalanya mulai masuk. Kuperhatikan kemaluannya menggembung karena menelan kepala keperkasaanku. Ketekan sedikit lagi. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya. Kuangkat pantatku sedikit dengan amat perlahan. Lalu kudorong lagi. Begitu berulang-ulang sampai dia tidak meringis.&lt;br /&gt;“Ayooo… Masss.. aaahhh.. ooohhh.., ssshhhshshhh..!”&lt;br /&gt;Lalu kudorong lagi. Masuk sepertiganya. Dia meringis lagi. Kutahan sebentar, kutarik perlahan, lalu kudorong lagi. Terasa kepala batang kejantananku mengenai selaput tipis. Nah ini dia selaputnya.&lt;br /&gt;“Kok enggak dalam..? Belum masuk setengahnya udah kena..!” batinku dalam hati.&lt;br /&gt;“Sar.., tahan sedikit yaa..!”&lt;br /&gt;Lalu kucium bibirnya. Kami berciuman, saling mengulum. Dan dengan tiba-tiba kutekan batang keperkasaanku dengan keras.&lt;br /&gt;“Pret..!” kemaluanku menabrak sesuatu yang langsung sobek.&lt;br /&gt;Dia mau menjerit, tetapi karena mulutnya kusumpal, maka tidak ada suara yang keluar. Kudiamkan sebentar kejantananku agar liang keperawanannya mau menerima benda tumpul asing. Lalu kutarik ulur perlahan-lahan. Setelah terlihat dia tidak merasa kesakitan, kutekan lebih dalam lagi. Kutahan lagi. Kuangkat perlahan, kutekan sedikit lagi. Begitu berulang-ulang sampai senjataku masuk semuanya. Dia tetap tidak bisa bicara karena mulutnya kulumat. Kutahan kemaluanku di dalam, kulepaskan ciumanku. Liang senggamanya menjepit seluruh batangku di semua sisi. Rasanya bukan main nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Sar..?”&lt;br /&gt;“Sakiittt Masss… Periiihhh… Mmmm..!”&lt;br /&gt;“Tahan aja dulu, sebentar lagi ilang kok…” sambil kucabut sangat perlahan.&lt;br /&gt;Kutekan lagi sampai menyentuk ujung rahimnya. Begitu berulang-ulang. Ketika kutarik, kulihat kemaluan Sari agak tertarik sampai kelihatan agak menggembung, dan kalau kutekan, agak mblesek menggelembung. Setelah 5 atau 6 kali aku turun naik, terasa agak mulai licin. Dan Sari pun tidak terlihat kesakitan lagi.&lt;br /&gt;“Sar.., memekmu sempit banget. Ooohhh enak sekali Sar..!” bisikku sambil mempercepat gerakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sepertinya sudah merasa nikmat.&lt;br /&gt;“Aaahhh… eennnaaakkk… Masss… aaahhh.. shshshshsh…” desahnya. Kupercepat terus.&lt;br /&gt;“Ah.. ah.. ahh.. ooo.. shshsh.. aaaddduuuhhh… ooohhh..!” pantatnya mulai bergerak mengimbangi gerakanku. Kira-kira 5 menit, dia mulai tidak terkendali. Pantatnya bergerak liar. Tiba-tiba dia menekuk, kedua kakinya menjepit pantatku sambil mengangkat pantatnya. Bibir kemaluannya berkedut-kedut.&lt;br /&gt;Dan, “Sysurrr.. syuurrr..” dua kali kepala kejantananku disembur oleh cairan hangatnya.&lt;br /&gt;Karena aku dari tadi sudah mau keluar dan kutahan-tahan, maka kupercepat gerakanku.&lt;br /&gt;“Masss… Uuudddaaahhh.. Mmasss.. Aaaddduuhhh.. Gellii.. Maass..!” teriaknya.&lt;br /&gt;Aku tidak peduli. Keringatnya sudah seperti orang mandi. Kupercepat terus gerakanku, akhirnya, “Crooot… cruuuttt..” tiga kali aku menembakan cairanku di liang kenikmatannya.&lt;br /&gt;Lalu aku ambruk di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, “Plok.. plok.. plok..” terdengar suara tepukan.&lt;br /&gt;Rupanya Rina sudah dari tadi memperhatikan kami berdua.&lt;br /&gt;“Mas hebat… Sari.. selamat yaa..!” katanya sambil mencium pipi Sari.&lt;br /&gt;Sari hanya bisa tersenyum di sela-sela nafasnya yang masih ngos-ngosan.&lt;br /&gt;“Enak Sar..?” tanyanya lagi.&lt;br /&gt;Sari hanya bisa mengangguk lemah. Lalu aku memeluk Sari.&lt;br /&gt;“Sari. Terima kasih yaa..!” kataku sambil mengecup pipinya.&lt;br /&gt;“Sari juga terima kasih Mas.. Enaakkk banget ya Mass..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun mengambil baju-bajuku yang berserakan. Kulihat di selangkangan Sari ada bercak-bercak lendir kemerahan.&lt;br /&gt;“Aaaahhh… Aku dapet perawan lagi..!” batinku.&lt;br /&gt;Lalu aku ke kamar mandi. Selesai kumandi, gantian Sari yang mandi. Setelah semua selesai, kami hanya mengobrol saja sambil minum teh hangat yang dibuatkan Rina. Menceritakan pengalaman yang dirasakan oleh masing. Aku lemas karena dalam 2 jam sampai 3 kali main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, Sari selalu datang jam 3 sore. Dan sebelum belajar, kami selalu mengawalinya dengan pelajaran biologis. Dan Rina sepertinya mengetahui dan menyadari kalau punyanya Sari lebih oke, jadi dia mengalah selalu dapat giliran kedua. Dan mereka pun saling berbagi. Saling mencoba dan mengajari. Aku yang dijadikan alat eksperimen mereka menurut saja. Abis enak sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembagian raport, ternyata yang nilainya naik banyak hanya Sari. Tetapi keduanya naik kelas dengan nilai di atas rata-rata. Begitulah pengalamanku dengan gadis-gadis SMP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-7619258349794769330?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/7619258349794769330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-abg-smp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7619258349794769330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7619258349794769330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/02/cerita-panas-abg-smp.html' title='Cerita Panas ABG SMP'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUcTw-k0DQI/AAAAAAAAAo0/txhS6ApG7n8/s72-c/cewe+sma+abg+bugil+memek+telanjang+ngentot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1870481286042743834</id><published>2011-01-31T18:14:00.000+07:00</published><updated>2011-01-31T18:14:12.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><title type='text'>Info Seputar Seks Toys</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PADA &lt;/strong&gt;umumnya, perempuan enggan menggunakan sex toys  dengan beragam alasan. Padahal, jika digunakan secara tepat, sex toys  mampu membuat Miss V semakin sehat. Sex toys terdiri atas  berbagai jenis, seperti vibrator berbentuk cincin, pelumas dan dildo.  Tidak mengejutkan jika akhirnya sex toys telah menjadi barang wajib  pasangan suami istri karena bisa membantu pencapaian kepuasan seksual. Berikut ini fakta menarik seputar sex toys yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip &lt;em&gt;Cosmopolitan, &lt;/em&gt;Sabtu (29/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Awalnya, vibrator diciptakan untuk mengobati wanita yang mengalami kegilaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Awalnya,  vibrator berbentuk vibrator listrik seberat 18 kg, dan memerlukan dua  orang untuk mengoperasikannya. Dipergunakan pertama kali oleh Dokter  asal Inggris untuk mengobati kegilaan terhadap wanita. Dokter  menggunakan vibrator raksasa itu untuk membuat pasien meraih orgasme.  Untungnya, beberapa tahun setelah itu, vibrator berukuran lebih kecil  telah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penggemar sex toys semakin banyak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penjualan  sex toys terbilang stabil, bahkan mengalami peningkatan sebesar 17  persen pada 2009, demikian distributor sex toys online Adam &amp;amp; Eve.  Sementara, untuk penjualan Trojan Vibrating Mini Massager, telah  mengalami kenaikan sebesar 20 persen. Maka wajar jika akhirnya sex toys  The Rabbit muncul dalam sebuah episode film seri 'Sex and the City'.  Berdasarkan sebuah studi penggunaan vibrator di Amerika baru-baru ini,  ditemukan fakta menarik satu dari dua wanita menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hadiah favorit untuk perayaan Valentine's Day&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  penjualan sex toy secara online, Babeland, setiap bulan Februari  penjualan mereka meningkat tajam. Hal ini karena satu dari lima orang  berencana menggunakannnya saat malam Valentine's Day bersama pasangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1870481286042743834?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1870481286042743834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/info-seputar-seks-toys.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1870481286042743834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1870481286042743834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/info-seputar-seks-toys.html' title='Info Seputar Seks Toys'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-6887590874720659157</id><published>2011-01-31T18:09:00.002+07:00</published><updated>2011-01-31T18:09:50.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><title type='text'>Ngeseks Pertama dan Ciuman Pertama</title><content type='html'>KEMAMPUAN otak manusia menyimpan kenangan, memang luar biasa hebatnya. Bahkan, sebuah studi menemukan fakta terbaru akan kekuatan daya ingat manusia terhadap pengalaman ciuman pertama, dan aktivitas seks pertama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, kenangan akan ciuman pertama mengalahkan aktivitas seks pertama. Penemuan ini telah dikonfirmasi oleh Sheril Kirsbenhaum, penulis buku The Science of Kissing dan seorang biologis University of Texas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir Genius Beauty, Sabtu (29/1/2011), Sheril menjelaskan bahwa setiap manusia mampu mengingat detail setiap kenangan mereka akan ciuman pertama, mengingat aktivitas pertama mereka pada biasanya kacau dan belum lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheril menambahkan, pada umumnya wanita-lah yang paling banyak mengenang pengalaman ciuman pertama dibandingkan pria. Pasalnya, pria cenderung agresif ketika mencium pasangannya. Hal ini dimaksudkan agar dia mampu membuat wanita terkesan bahwa dia merupakan pria yang penuh hasrat dan kekuatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-6887590874720659157?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/6887590874720659157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/ngeseks-pertama-dan-ciuman-pertama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6887590874720659157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6887590874720659157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/ngeseks-pertama-dan-ciuman-pertama.html' title='Ngeseks Pertama dan Ciuman Pertama'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1295853800504915897</id><published>2011-01-30T23:13:00.000+07:00</published><updated>2011-01-30T23:13:28.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tetangga'/><title type='text'>Cerita Panas dan Cerita Dewasa Dengan Tetanggaku Mbak Marissa</title><content type='html'>&lt;b&gt;Cerita panas&lt;/b&gt; kali ini adalah tentang seorang tante atau mbak yang sangat haus sekali akan seks, selain haus seks dia juga terlihat begitu menggairahkan bagi diriku..oke kita langsung saja cerita panasku tentang mbak marisha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung tipis berarak di langit. Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Sebentar lagi pasti hujan. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku. Masa di mana sesosok perempuan secantik dewi tiba-tiba hadir memberikan kehangatan dan kenikmatan luar biasa ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 SMA.&lt;br /&gt;Cuaca agak mendung ketika sebuah truk boks berhenti di depan rumah kosong persis di sebelah kanan rumahku. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik. Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh. Sebagai lelaki remaja kelas 2 SMA, perempuan yang kuperkirakan berusia di atas 25 tahun ini merupakan sosok terindah yang pernah kulihat. Aku berseru senang dalam hati manakala kutahu ia adalah tetangga baruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-dua hari pertama tak terlihat perempuan itu di luar rumah. Ia pasti sibuk mengatur rumah. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Lelaki itu melambai padaku ketika aku memperhatikannya. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia beberapa tahun di atas perempuan itu. “Rumah Pak RT di mana?” tanya lelaki itu menghampiriku.. “Di sini,” aku menunjukkan rumahku, “Ayah saya Pak RT” Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku. Aku yang membukakan pintu. Kini bisa kulihat jelas raut perempuan itu. Demikian cantik. Rambutnya lurus panjang. Hidung mancung. Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.&lt;br /&gt;“Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Kami pindah kemari tiga hari lalu. Kami mau melapor pindah,” kata lelaki itu sopan. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Kulirik sejenak tanggal lahir Mbak Marissa. Benar, ia berusia 26 tahun. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku memanggilnya, terus bergelayut di mataku. Aku tahu banyak cewek cantik di sekolah naksir aku, tapi aku tak pernah tertarik. Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Sering diam-diam aku menatapnya dari kejauhan manakala ia bekerja di taman kecil kebun di depan rumahnya. Ia juga kadang menatapku sekilas, dan melempar senyum kecil, yang menurutku teramat hangat itu. Dan akan makin panas dingin aku dibuatnya kalau ia bekerja sore-sore di depan rumah itu denga tank-top dan celana pendek yang menampakkan dua paha mulusnya yang jenjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah kepindahan mereka, Mbak Marissa mengantar Fredi suaminya naik taksi di depan rumah. Sebelum masuk taksi, Mas Fredi menghampiri ayahku yang sedang membaca surat kabar di beranda&lt;br /&gt;“Saya titip rumah, Pak RT. Saya harus bertugas ke Papua selama 6 bulan,” kata Fredi. Ayahku mengangguk. Fredi kemudian memeluk dan mencium pipi Mbak Marissa mesra. Mbak Marissa membalasanya. Ah, aku merasa Mbak Marissa seperti sengaja ingin membuatku cemburu. Suatu sore, aku tengah membantu ibuku mengangkat jemuran di bagian belakang rumah ketika pintu di tembok belakang rumah diketuk-ketuk. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Aku membuka selot dan membuka pintu. Mbak Marissa berdiri di situ, dengan tank-top dan celana pendek favoritnya, yang sekarang jadi favoritku juga.&lt;br /&gt;“Hei, ada pintu tembus, rupanya!” celetuknya riang. Suaranya empuk dan meneduhkan.&lt;br /&gt;“Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Karena kami keluarga, maka dibuatlah pintu penghubung ini,” aku bicara gugup.&lt;br /&gt;“Namamu siapa, sih?” Tanya Mbak Marissa.&lt;br /&gt;“Mirza!”&lt;br /&gt;“Ah, huruf depannya sama-sama M dengan saya. Eh, ngomong-ngomong, Mbak baru bikin brownies buat mama kamu, nih!” Mbak Marisa mengangsurkan sepiring brownies. Aku mengucapkan terimakasih. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Entah kenapa aku jadi ketakutan. Itu mungkin karena ayah dan ibuku tidak ada di rumah. Tadi padi mereka terbang ke Banjarmasin untuk menengok kakakku yang melahirkan. Mereka akan berada di Banjarmasin sampai minggu depan. Aku menatap jam dinding. Pukul 9 lebih sedikit. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Kebiasaan jelek. Kalau hujan, pasti lampu mati. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Aku menemukan sebungkus lilin, dan menyalakannya dengan korek api yang tergeletak di sebelahnya. Cahaya mulai menggerayangi ruangan. Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok. Aku terkejut. Mbak Marisa berdiri di sana. Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..&lt;br /&gt;“Punya lilin?” tanyanya. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi-dan setelah kuperhatikan lama–, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek. Ia bicara dekat sekali di depanku. Dadanya bergoyang-goyang ketika ia mengisyaratkan kedinginan. Aku memberikan lilin itu dan memberanikan diri menatapnya agak lama sambil sesekali memperhatikan dadanya.&lt;br /&gt;“Kamu nggak takut sendirian? Kan hujan dan gelap?” tanya Mbak Marisa.&lt;br /&gt;“Nggak. Mbak sendiri?” tanyaku, sedikit gugup.&lt;br /&gt;“Nggak. Sudah biasa! Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?” Tanya Mbak Marisa.&lt;br /&gt;“Sampai minggu depan!” jawabku.&lt;br /&gt;“Kesepian, dong?” celetuk Mbak Marissa.&lt;br /&gt;“Iya, gitu deh!” kataku, masih sedikit gugup. “Mbak gimana?”&lt;br /&gt;“Biasa aja. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi,” ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.&lt;br /&gt;“Sudah, ya, aku balik dulu” ia pamit. Sejenak matanya menatapku. Kulihat dalam remang ia menggigit ujung bibirnya. Aroma farfumnya tertinggal di ruanganku.&lt;br /&gt;“Ya, mbak, selamat malam!” kataku. Jauh dalam hati aku sih pingin bilang, “Please dong temenin saya sebentar! Pingin sekali rasanya menatap Mbak Marissa berlama-lama, sambil membayangkan bagaimana rasanya mencium bibirnya yang seksi. “Ah, itu cuma angan gila yang tak masuk akal!” pikirku.&lt;br /&gt;Aku menyalakan satu lilin lagi dan menutup korden rumah serta mengunci pintu. Di luar sepi dan dingin sekali. Hujan masih turun. Aku yakin tak ada orang yang berkeliaran di luar rumah malam ini. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.&lt;br /&gt;Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang rumah. Pintu terobosan itu terbuka lagi. Mbak Marissa datang lagi lagi. “Sori, Mir. Lilinku habis. Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap,” kata Mbak Marissa. Ia berdiri sangat dekat di hadapanku. Bias kucium harum tubuhnya. “Saya bisa kasih mbak lilin lagi kalau mau,” jawabku, aku bersiap bangkit dari kursiku. “Nggak usah,” Mbak Marisa menahanku. Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Darah seperti terpompa ke ubun-ubunku.. “Aku mau di sini saja, kalau boleh. Boleh, kan?” Mbak Marissa menunduk, mencoba mensejajarkan wajahnya denga wajahku. Ini membuatku dengam mudah melihat kepundan di dantara dua gunung indah di dadanya. Dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena aku berpikir Mbak Marissa sengaja membiarkan aku melihatnya. Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat. “Eit, kau melihat dadaku terus!” Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Aku terperangah malu tertangkap basah seperti itu. “Sori, Mbak!” “Kau bilang sori, tapi terus menatap dadaku. Kalau melihat terus seperti itu, ntar kepingin lho?” seloroh Mbak Marissa dengan suara lembut menggoda. Dan entah kenapa aku merasa tak terlalu kuat menahan gejolak mudaku. Meluncur saja kalimat itu dari mulutku. “Kalau saya kepingin, bagaimana?” tanyaku. Kutatap matanya penuh-penuh. Ia mendekat dan melepaskan tangannya dari dadanya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku.. “Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Tapi aku tahu kau menyukaiku. Itu dari caramu menatapku dan menelusuri tubuhku dengan tatapanmu. Tanyakan sekali lagi pertanyaanmu, dan kau akan tahu apakah aku menyukaimu juga,” kata Mbak Marissa. Aku mengulang pertanyaanku, “Kalau saya kepingin, bagaimana?” Mbak Marissa tersenyum “Kalau kau kepingin,” ia membuka tali di kanan-kiri dan melorotkannya perlahan, membiarkan dua buah dadanya menyembul menantang, “kau boleh menyentuhnya,”&lt;br /&gt;Berdebar jantungku. Tubuhku seperti mendidih. Mbak Marissa benar-benar seksi dengan dada terbuka dan bibir mereka dalam remang di tengah hujan malam ini. “Sentuh puting ini dengan lidahmu, Mirza. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan”. Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku. Dibantunya mulutku menemukan puting merah muda itu. Putting dan bundaran empuk di dada Mbak Marissa seperti memberi jalan dan megajariku untuk mengulum-ngulum dan memutar-mutarnya agar pemiliknya mendapatkan nikmat yang istimewa. Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan. Aku makin membara dan membara. Kujelajahi dengan mulutku semua permukaan dadanya. Mbak Marissa sesekali mengangkat kepalaku dan mengulum mulutku dengan beringas berkali-kali. “Kamarmu! Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa. Aku tak segera bergerak. Ia menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Ia melepas tank-top dan melepas kaosku. Ia pun tak segan-segan melepas celanaku dan tanpa ragu-ragu menjilati, mengulum dan menghisap penisku. Sungguh malam yang luar biasa. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa : coklat, vanilla, strawberry, almond. Mbak Marissa benar-benar menikmatinya. Kubiarkan pula ia menjadi guru yang baik dan memberikan pengalaman itu. Ia melepas sendiri celananya dan membantu membimbing masuk penisku yang keras ke dalam vaginaya yang basah. Sesekali ia menghentikan ujung penisku di bagian bawah vagina dan dengan asyik mengusap-usapkannya ke pinggiran vagina itu. Benar-benar aku melayang-layang penisku mendapatkan rekreasi yang nikmat dan indah itu. Dan dengan gelora yang memuncak dalam limpahan keringatku dan keringat Mbak Marissa, ia membiarkan penisku meluncur ke vaginanya berulang-ulang. Ini membuatnya menggelinjang-gelinjang, mengerang, mendesah dan merasakan nikmat luar biasa dalam tindihanku. Dan kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah.&lt;br /&gt;Mbak Marissa kembali ke rumahnya lewat pintu belakang jam 5 pagi. Dan tak perlu menunggu sore, ia kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Ia memberiku kenikmatan seminggu penuh. Kadang sampai 2 kali sehari, kadang pula sampai harus membuatku membolos sekolah.&lt;br /&gt;Affairku dengan Mbak Marissa berlangsung terus sampai menjelang kedatangan suaminya. Kami bisa bergumul di mana saja: di kamar hotel, di hutan pinus yang sepi, di pantai yang sunyi, di sebuah dagau kosong di gunung Bromo dan di mana saja.&lt;br /&gt;Aku tak bertemu lagi dengan Mbak Marissa ketika suaminya datang dan mengajaknya serta pindah ke Jakarta. Namu, meski Mbak Marissa tak ada lagi, bila hari menjelang hujan, penisku selalu berdiri, dan bisa kubayangkan aroma tubuh dan gelinjang gelora mbak yang cantik dan seksi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1295853800504915897?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1295853800504915897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-dan-cerita-dewasa-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1295853800504915897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1295853800504915897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-dan-cerita-dewasa-dengan.html' title='Cerita Panas dan Cerita Dewasa Dengan Tetanggaku Mbak Marissa'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-6559292458898873455</id><published>2011-01-30T22:57:00.000+07:00</published><updated>2011-01-30T22:57:34.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Cerita Panas Mahasiswa - Cerita panas Ayam Kampus</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita panas&lt;/a&gt; kali ini adalah cerita panas tentang mahasiswa di sebuah kota, dan ini adalah cerita panas mahasiswa yang haus seks, dan tentu saja dengan permainan seksnya yang begitu menggoda, cerita panas mahasiswa atau biasa di sebut dengan ayam kampus ini memiliki nilai tersendiri, yuk kita baca saja seperti apa cerita panas mahasiswa kali ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 lewat sedikit aku udah sampe di mall cijantung, mobil aku parkir di basemant, kemudian dengan langkah mantap gw berjalan melewati eskalator, naik satu demi satu lantai. Pemandangan di mall, cukup indah, karena banyak SPG-SPG yang manis-manis, dan cewek-cewek pengunjung pun ternyata cukup bagus untuk mata keranjang gw yang liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe di lantai atas di bioskop 21, hp gw berbunyi, ternyata ada sms dari Devi,.. “mas q lma mnt lg nyampe, maz dimna?”, gw bales : ‘gw dah di lt atas, dpn bioskop”. Gak lama berselang, hp gw berdering lagi… Devi tlp… gw tengok-tengok ke arah eskalator dan lantai bawah,… ada seorang cewek yg lagi pegang hp di telinganya, dalam hati gw, mungkin ini Devi,… “kamu dimana Dev ?”, “gw disini mau naik eskalator,” Gw liat emang ada cewek pake tank top warna merah, tapi pake celana jeans menaiki eskalator. dalam hati gw, ko gak pake rok seperti yg dia bilang di chating. Tapi gw nekad aja, gw lambaikan tangan aja ke arahnya, sambil nyamperin, gw bilang : ” Devi ?”, eh dia jawab : ” Mas dody ?”.. gw timpalin, “jangan bilang mas deh, gw lebih akrab kalau panggil Dody aja”, dia setuju ngangguk. Sambil salaman, gw mulai menerawang ke arah wajah dan body Devi. Uhkss nih anak manis juga, gak terlalu putih, kuning langsat tapi bersih, ada sedikit jerawat, gak begitu bohay, tapi semok2 gimana gitu… liatnya nafsuin. Apalagi ketika gw liat ke arah di balik tanktop di depan dadanya yg menonjol… gw taksir ini kesukaan gw bangets, 36B. Dari caranya dia berjalan tadi, lirikan matanya, gw bisa prediksi, ni anak bisa gw prospek ke arah jalan “kenikmatan”…. pikir gw, ukhss dasar otak ngeressss….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dev, kamu udah makan belum? aku laper nih…mkaan dulu yuks…”, ajak gw. “Tapi gw dah makan Dod, tapi gak apa deh, q makan bakso aja”, akhirnya kita makan di resto mister baso yg masih satu lantai disitu. Sambil makan, gw ajakin ngobrol lagi ke arah yg lebih menjurus… mulai cerita saru, humor-humor jorok,.. nampaknya Devi gak marah sedikitpun, malah matanya gw liat semakin nakal aja. Gw pun dah bisa pegang tangannya, dan dia gak menepiskannya. Hingga selesai kita makan, gw dah bisa gandeng dia layaknya orang yg baru jadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai rencana semula, untuk nonton film, kita beli tiket, sengaja cari tempat yang mojok, biar lebih asoy. Filmnya judulnya gw lupa, yg jelas film barat action. Sampe di dalam suasana udah remang-remang, film baru mulai. Kita duduk di salah satu pojokan sisi kiri, sialnya, di samping kanan gw, ada orang lain, ya. dalam hati gw, kayknya gak bisa berjalan mulus nih. Tapi gw gak peduli.. gw dah mupeng banget liat bodynya Devi, sejak dari tadi ****** gw dah berontaks, jadi gw harus manfaatkan waktu dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan dalam tempo yg senikmat-nikmatnya.. hehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw juga gak peduli juga dengan filmnya, mata gw selalu curi-curi pandang pada belahan dadanya. Sampe Devi risih kali.. dia bilang.. “Ihkss elo nakal deh Dod..”, tapi gw yakin dia hanya basa-basi, dari kerlingan matanya, gw liat dia juga menikmati tubuhnya dipandangin liar seperti itu. “habisnya elo semok banget, cantik, dan nafsuin”, tangan gw mulai bergerilya…. menyentuh pahanya, kemudian nyelinep, dan coba berusaha pegang toketnya. “akhsss…. Devi menggelinjang… tapi gak berusaha melepaskan tangan gw”. Tangan gw yang satunya pegang tangannya dia, dan gw arahin supaya dia pegang kont** gw dari luar celana gw yg sudah menggelembung karena dorongan dari dalam kont** yg dah horny. Gothaa.. gw bisa remesin tuh toketss walaupun dari luar tanktopnya, tapi berasa bangets kenyal dan kerass. sambil gw dekep, dan berusaha mencium lehernya… serrrrrrr rasanya gw semakin horny aja. “Enakkss Dod…” dia berbisik. Devi pun asik ngeremes kont** dari luar. “Kont** gede juga Dod.., gw suka, hmmsss”. Tiba-tiba dari belakang ada yg nendang kursi gw, entah sengaja atau tidak, tapi gw merasa cukup terganggu, dan ketegangan kont** gw jadi sedikit mereda. Akhirnya, dengan suasana ygn tidak mendukung seprti itu, dan gw fikir bisa mendapatkan yg lebih lagi dari Devi, gw akhirnya gw ajakin Devi untuk keluar dari bioskop dan cari tempat yg lebih asoy… motel atau hotel… gile.. gw gak tahu hotel yg deket daerah situ, tapi karena kentang seperti itu, otak gw berputar untuk cariin tempat… taman mini…. yup… gw mau ekse di mobil aja.. dan cari tempat yg sunyi di taman mini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari mall cijantung, mobil gw bawa ke arah taman mini, menyusuri tol JORR (tapi gak masuk tol), pinggirannya kalau gak salah namnya pasar rebo. Masuk taman mini, bayar tiket, waktu menunjukan pukul 20:35. Masuk taman mini, puter-puter, dapet juga tempat yg remang dan cukup sunyi, gw matiin lampu mobil, buka sedikit kaca, baru gw mattin mobil gw.&lt;br /&gt;“Dev.. kita lanjutin yg tadi ya…”, dia gak jawab, tapi malah ke kursi belakang…, “loh mau ngapain Dev?”, “mau ganti rok, ini q bawa di tas, kan tadi sebelum ketemuan janji mau pake rok, tapi jangan ngintip ya”, ukhhss, serrrrrr gw jadi mulai horny lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ganti rok, dia kembali ke jok depan, roknya pendek banget terbuat dari jeans ketat sehingga pantatnya yang semok keliatan banget nungging menantang. Tanpa sepatah katapun, gw mulai usap2 pahanya, dia pun mulai usapin kont** gw dari luar celana gw. Gw mulai ciumin lehernya,…wajahnya…. dan terakhir gw ciumin bibirnya… dan FK cukup lama, sambil tangan gw meremes2 toketnya. Kemudian gw insisitif untuk menaikan sedikit t-shirtnya ke atas, sehingga bh nya keliatan, dia lepasin bh nya, tapi gak lepas t-shirtnya hanya di keatasin, sensasinya seperti pacaran aja, gw mulai isepin toketnya dengan rakus bergantian, tangan gw yg satunya nyelusup di balik roknya, dan coba pegang V-gnya tanpa gw buka cd dan rok mininya., uhkkss dah basah, gw pelan2 kocokin Vgnya dengan telunjuks. Lenguhan dan gelinjangannya makin menggilaa, sementara sedotan mulut gw di toketnya, dan rabaan tangan gw di VGnya terus menerus gak henti, semakin membuatnya nafsu, memburu, “Nikmatss Dod, enakkss”, gw sahutin.. “mau dimasukin gak kont** gw, ke meksi kamu say…?”, “gak usah Dod… gw masih takut klo ngento**”, akhirnya… dia kayak kejang2… dan tangan gw berasa dialirin cairan yg banyak dari dalam VGnya.. “..ahskskkkk gw muncrattt Dod… enakkkssss Dod…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dev.. gantian ya… kocokin kont** gw dong say…” kemudian gw buka retlsting celana gw, gw keluarin kont** gw. “kamu mau emutin gak say, kont** gw?”, “gak Dod…. gw gak berani..” ” ya udah kocokin aja deh….”&lt;br /&gt;Sambil gw emutin toketnya, mulailah tangannya ngocokin kon**l gw, pelan-pelan, kemudian cepet naik RPMnya,… enakss banget…. gak lama gw pun memuntahkan sperma yg sangat banyakssss…..mengotori jok mobil gw. dan berlumuran di tangannya Devi… “ahhhhhh udah Dev…udahsss… gw dah klimaksss, nikmatss Dev….”, tapi Devi gak menghentikan kocokannya sampe sperma gw keluar semuanya, dan kont**l gw mulai terkulai lemas. Seger banget….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cerita gw dengan seorang mahaiswi, kami pun kalau ada kesempatan dan waktu yg sama2 senggang, beberapa kali melakukannya lagi, beberapa kali di taman mini, kemudian juga di salah satu kampus di dpk, yang penting di tempat remang dan sunyi. Walaupun gak sampe BJ atau FJ, dan hanya saling meng-HJ yg gw dapet, namun sensasinya sangat membuat BIRAHI BERGAIRAH……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-6559292458898873455?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/6559292458898873455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-mahasiswa-cerita-panas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6559292458898873455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6559292458898873455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-mahasiswa-cerita-panas.html' title='Cerita Panas Mahasiswa - Cerita panas Ayam Kampus'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-264574185467154755</id><published>2011-01-27T04:33:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T04:33:16.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips-Seks'/><title type='text'>Tanda-Tanda Perempuan Yang Cepat Orgasme</title><content type='html'>Tak sulit untuk menebak seberapa mudah perempuan bisa mengalami orgasme saat berhubungan seks, cukup dengan meraba jari tangannya. Perempuan yang memiliki ujung jari lebih sensitif mudah mengalami orgasme, sebaliknya yang jarinya kebal cenderung sulit mencapai klimaks. Sensitivitas ujung jari ditandai dengan respons yang cepat terhadap rangsangan sekecil apapun. Misalnya saat bagian tersebut menyentuh permukaan yang panas atau tajam, maka dalam sepersekian detik sebelum terjadi luka tangan akan langsung memberikan refleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebuah penelitian terbaru di University of West Scotland, kecepatan tangan dalam memberikan reaksi juga mencerminkan sensitivitas daerah kewanitaan. Semakin cepat ujung jari merespons setiap rangsangan, semakin sensitif organ genital seorang perempuan. Penelitian tersebut melibatkan 70 mahasiswi di Prancis dan Kanada, dengan usia rata-rata 18-30 tahun. Setelah diukur sensitivitas ujung jarinya, para partisipan diminta menjawab sejumlah pertanyaan seputar pengalaman orgasme sejak pertama kali merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebulan terakhir, partisipan yang tercatat paling sering mencapai orgasme rupanya punya kecenderungan memiliki ujung jari yang lebih sensitif. Demikian juga sebaliknya, makin rendah tingkat sensitivitas jari maka makin sedikit orgasme yang dialami dalam sebulan terakhir. Namun jenis orgasme yang berhubungan dengan sensitivitas ujung jari hanya terbatas pada orgasme vaginal, yakni orgasme yang terjadi melalui intercourse (melibatkan penis). Jenis orgasme lain seperti orgasme cunnilingus (rangsangan di klitoris), orgasme anal dan masturbasi tidak terpengaruh oleh tingkat sensitivitas ujung jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkaitan antara kedua hal yang nyaris tidak ada hubungannya itu juga hanya ditemukan pada jenis kelamin perempuan. Hingga kini para peneliti belum bisa menjelaskan dengan pasti mengapa keterkaitan semacam itu tidak terjadi pada laki-laki. Untungnya sensitivitas tubuh secara umum bukanlah sesuatu yang permanen, melainkan bisa dilatih. Artinya para perempuan yang jarinya kurang sensitif masih bisa meningkatkan peluang untuk lebih sering merasakan orgasme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-264574185467154755?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/264574185467154755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/tanda-tanda-perempuan-yang-cepat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/264574185467154755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/264574185467154755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/tanda-tanda-perempuan-yang-cepat.html' title='Tanda-Tanda Perempuan Yang Cepat Orgasme'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-7381759581446163225</id><published>2011-01-27T04:30:00.000+07:00</published><updated>2011-01-27T04:30:30.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips-Seks'/><title type='text'>Konseling seks Anda Harus Lakukan</title><content type='html'>Konseling seks memang diperlukan untuk menolong orang-orang yang punya masalah dalam urusan seks. Tapi konseling seks yang berperan sebagai Surrogate Sex Partner benar-benar mempraktikkan ilmunya ke pasien. Tugas seorang surrogate sex partner tak lain adalah menjadi pasangan seks pengganti bagi orang-orang bermasalah dengan kehidupan seksualnya. Banyak hal yang diberikan seorang surrogate sex partner kepada pasiennya, mulai dari konseling, teknik-teknik pemijatan dan relaksasi, tantric sex (ajaran seks dari agama Hindu) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan surrogate sex partner juga dilatih untuk mengatasi berbagai gangguan seks seperti disfungsi ereksi dan pemulihan kondisi mental korban pelecehan. Hubungan seks dengan pasien juga harus dilakukan jika memang dibutuhkan dalam program terapinya. Untuk melindungi diri dari penularan berbagai jenis penyakit kelamin, surrogate sex partner tak pernah lupa untuk menggunakan kondom sebagai pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan sebagai surrogate sex partner dilakoni pasangan suami istri asal AS yakni Sarah Moore, perempuan berusia 39 tahun dan suaminya Geoff Daniels yang berusia 40 tahun. Karena pekerjaannya, seperti dilansir thesun, Rabu (1/12/2010) pasangan suami istri ini telah tidur dengan 5.485 orang asing dalam 20 tahun terakhir. Meski pasangannya tidur dengan orang lain, keduanya mengaku tidak ada rasa cemburu. Profesi surrogate sex partner sebetulnya tak terlalu asing bahkan beberapa tradisi di Indonesia pada zaman dahulu juga mengenalnya. Salah satunya seperti yang digambarkan dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk sebagai Srintil, seorang ronggeng muda yang membantu anak laki-laki mengenal kehidupan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pasangan suami istri Sarah dan Geoff bukanlah ronggeng, keduanya adalah surrogate sex partner profesional yang mempelajari konseling dan surrogacy di New York University. Di kampus itu jugalah keduanya bertemu saat masing-masing berusia 20 dan 21 tahun. Tidak tanggung-tanggung, dalam 20 tahun terakhir Sarah telah tidur dengan 3.323 pria, 52 di antaranya masih perjaka. Demikian juga dengan Geoff, dalam kurun waktu tersebut ia telah tidur dengan 2.162 wanita dan 'membantu' memperawani 49 orang di antaranya. Usia pasien yang ditangani beragam mulai remaja hingga lanjut usia (lansia). Pasien tertua yang pernah ditangai Geoff berusia 72 tahun dengan keluhan libidonya menurun sedangkan yang termuda adalah gadis 19 tahun, korban pelecehan yang depresi dan mengalami phobia terhadap segala hal yang berhubungan dengan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang ditangani Sarah juga memiliki usia dan latar belakang yang beragam, yang termuda adalah perjaka berusia 19 tahun dengan keluhan memiliki phobia terhadap seks. Sementara pasien tertua adalah kakek-kakek 76 tahun yang datang dengan keluhan tidak bisa ereksi. Dalam sehari Sarah dan Geoff rata-rata melayani 5 pasien, masing-masing menjalani sesi terapi yang berlangsung kurang lebih 2 jam. Tiap pasien umumnya menjalani terapi selama 4-8 pekan, dengan ongkos yang tidak murah tentu saja yakni Rp 2,1 juta-4,2 juta untuk tiap sesi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-7381759581446163225?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/7381759581446163225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/konseling-seks-anda-harus-lakukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7381759581446163225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7381759581446163225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/konseling-seks-anda-harus-lakukan.html' title='Konseling seks Anda Harus Lakukan'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-4371581464508479176</id><published>2011-01-27T04:20:00.000+07:00</published><updated>2011-01-27T04:20:30.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips-Seks'/><title type='text'>Cara Melakukan Seks Cepat dan Kilat</title><content type='html'>Para penggemar cerita panas, pasti sudah sering membaca cerita tentang seks, namun kali ini kita ingin share cara melakukan seks kilat atau cara melakukan seks cepat. Hubungan sex yang dilakukan dalam waktu yang singkat atau seks kilat menjadi salah satu variasi dalam aktivitas seksual. Aktivitas ini hanya memakan waktu beberapa menit saja dan tanpa foreplay. Bagi Anda yang tak punya banyak waktu padahal keinginan bercinta sudah tak terbendung, mungkin boleh mencoba sex kilat ini. Berikut tipsnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Nikmati setiap detiknya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitu Anda dan pasangan bersedia melakukannya, nikmati setiap detiknya. Anda dan pasangan bisa saling membantu bila ada pihak yang belum terangsang secara cepat. Setelah usai, sisakan waktu beberapa saat untuk dinikmati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="631" src="http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUAXFD1rpRI/AAAAAAAAAoY/r5qp6Bg54WM/s640/cerita+panas.jpg" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Berikan "kejutan" sebagai pengganti foreplay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kenikmatan sex kilat justru karena tidak adanya foreplay sehingga bagian bagian sensitif di tubuhnya bisa mendapatkan perhatian yang paling intens. Misalnya bila pasangan Anda sedang membaca atau menelpon teman, Anda bisa langsung menyentuh bagian sensitif tubuhnya untuk dilanjutkan ke aktivitas sex kilat tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-4371581464508479176?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/4371581464508479176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cara-melakukan-seks-cepat-dan-kilat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4371581464508479176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4371581464508479176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cara-melakukan-seks-cepat-dan-kilat.html' title='Cara Melakukan Seks Cepat dan Kilat'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUAXFD1rpRI/AAAAAAAAAoY/r5qp6Bg54WM/s72-c/cerita+panas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2808825975592069511</id><published>2011-01-26T19:41:00.002+07:00</published><updated>2011-01-26T19:47:15.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abg'/><title type='text'>Cerita Panas Dengan Abg</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="196" src="http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUAXFD1rpRI/AAAAAAAAAoY/r5qp6Bg54WM/s200/cerita+panas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita panas&lt;/a&gt; dengan abg ini adalah kisah saya ini berawal sekitar tahun 2004 ketika saya memutuskan untuk pindah dari mess kantor saya, dan mencari rumah kontrakan di daerah sekitar rumah om saya, di Jaksel, dari iklan koran pos kota akhirnya saya dapatkan rumah kontrakan dipinggir tol, sepanjang Jl. TBS. daerah ini masih berupa kampung yang masyarakatnya masih sering kumpul-kumpul dan masih saling mengenal satu sama lain, antara pendatang dan penduduk asli sangat akrab, suasananya jauh beda dengan suasana di pedesaan di daerah asal saya, beruntung sekali saya dapat rumah kontrakan di Jakarta dengan suasana seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mulai tinggal disana ( pada waktu itu saya masih bujangan ), saya mulai berkunjung memperkenalkan diri ke tetangga-tetangga rumah saya , sebelumnya lapor bapak ketua RT terlebih dahulu yang kebetulan pas di depan rumah kontrakan saya. Tetangga kiri saya, tinggal keluarga yang lumayan besar, terdiri dari 2 anak laki2 dan 3 anak perempuan ( sebenarnya perempuan ada 2 lagi tapi sudah berumah tangga dan ikut suami mereka), Pak Edi saya menyebutnya, seorang pesiunan PNS asli warga kampung sini, beristrikan dengan bu Esty asli Kalimantan masih ada keturunan d****k yang terkenal putih, dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan tiga anak perempuannya yang tersisa mewarisi kecantikan dari ibu mereka. Tiga cewek tetanggaku ini pada usia yang mulai mekar dan segar yaitu , pertama Dea, sangat cantik, paling cantik diantara adik2nya, tubuhnya kecil langsing 160/42 , putih , 17 tahun jalan Kelas 3 SMA, kedua Emi , kelas 1 SMA , wajahnya manis menyenangkan, 160/45, lebih berisi, putih, agak tomboy, rambut pendek,dan agak cuek, ketiga Mella baru kelas 2 SMP , 160/42 Body paling bagus diantara kakaknya, putih rambut panjang ikal, sangat murah senyum. Kisah ini saya fokuskan ke Dea, yang tertua dari 3 gadis ABG tetangga kiri rumahku itu, dirumah Dea berpakaian apa adanya, pakaian rumahanlah, kadang kaos , tank top , daster, celana pendek , seperti ABG jaman sekarang, sehingga kadang memperlihatkan putih mulus kulitnya , dari kaki sampai paha yang kecil , putih mulus, dengan sedikit bulu-bulu halus di setiap jengkal kulit kakinya dan tangannya, bulu2 ini yang membuat saya selalu mengkhayal dan penasaran ingin tahu lebih dalam isi dibalik bajunya, klo berangkat sekolah pagi selalu lewat depan rumah dan sengaja aku tunggu sambil pura2 bersihin motor atau nyapu, atau lain-lain ( namanya bujangan semua dilakukan sendiri ), dan Dea selalu tersenyum menyapa, hanya sebatas itu saja karena kami belum pernah resmi berkenalan. Pada suatu waktu, seperti biasa ketika berangkat sekolah lewat depan rumahku, tiba-tiba Dea datang menghampiriku, suatu kejadian yang diluar kebiasaan, hatiku mulai dag dig dug ada apa gerangan ini, sepertinya Dea juga berjalan ke arahku dengan agak ragu-ragu, “hai mas lagi ngapain ?” tanyanya , “ lagi manasin motor” jawabku, aduh wajah cantik ini sekarang bener-bener bisa kunikmati dari dekat “ maaf mas, boleh Dea mintolong mas Andri “ katanya masih dengan nada ragu-ragu, “ mas Andri ada computer dirumah” lanjutnya , “ada” , jawabku, “I saya dapat tugas dari sekolah mas, boleh pinjam Komputer , untuk ngetik laporan, klo ke rental waktunya sedikit, dan ga boleh bapak klo pulang malam” celotehnya, weesss kesempatan nih, naluri buayaku mulai terusik, “ Ooo gitu boleh dik Dea , ntar malam ya, tunggu saya dari kantor ya paling abis magrib aku sudah datang” jawabku , “klo mo pake internet juga boleh” lanjutku, “bener mas!! Kebetulan saya juga harus cari data di internet mas” katanya, “ya udah ntar malam , ya , klo saya dah pulang maen aja kesini “ kemudian setelah pamit dia kembali jalan membelakangiku, oooo .. memang dea gadis cantik, terus kuperhatikan , keliahatan lehernya kecil putih dan jenjang dan rambut halus, seharian di kantor aku membayangkan wajah cantik Dea, dan apa yang ntar malam terjadi, sambil menyusun rencana busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya jam 18.30 saya sampai dirumah dan langsung mandi, sekitar jam 19.00 bel rumah berbunyi, hehehe ini saat yang ditunggu-tunggu, saya lansung keluar membuka pagar, anjriiiiiiiit ternyata betul si Dea , cantik banget, pakai span jean mini , dan baju merah muda dengan lengan pendek, kulitnya yang putih mulus dihiasi dengan rambut haluss, suatu pemandangan yang luar biasa mempesona. “ malam mas” sapanya , “malam dik dea” balasku, “ sendirian aja, emi ma mella kemana ?” tanyaku, “ ada mas dirumah lagi belajar juga” jawabnya, “ oo gitu, ayo masuk, jangan sungkan-sungkan, laptopnya sudah mas nyalahin kok” kataku mempersilahkan. Kemudian Dea langsung menuju laptopku yang sudah aku nyalain. Aku segera ke dalem ambil minuman dan makanan kecil yang sudah aku siapin kebetulan aku tadi sempat mampir di mini market, tidak lupa aku tuangkan sebungkus bubuk perangsang yang beberapa hari kemarin aku pesen lewat toko sex online dr Surabaya 75 rb. 4 bungkus, “ kok repot2 mas”katanya, “ga kebetulan ada kok” jawabku , “ dilanjut ya dik, saya nonton TV “ kataku , aku langsung nyalahin TV dan nonton ga jauh dari dia, sambil nonton sekali-sekali aku lirik dia, sambil kepalaku geleng2, “ hm, emang cantik cewek ini, pahanya mulus bener, dalemannya gimana ya” kata bathinku, aku terus nonton TV dan sempat kuliat dia minum jus jambu yang telah kusediakan, ntar lagi kena nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 menit kemudian “mas!” “ ya Dea ada apa?” jawabku, “ boleh buka internet?” tanyanya, “ silakan aja , tau caranya kan” jawabku , “ya mas” jawabnya. Kebetulan komputerku sudah aku set , begitu masuk internet explorer langsung masuk web site xxx ( forum tetangga) yang isinya foto2 bugil dan cerita seru juga, aku lirik dia ternyata dia masih buka situ situ ga browsing yang lain, kulihat mukanya sudah bersemu merah, mungkin obat perangsang yang aku berikan juga sudah mulai bekerja. “mas “ tiba2 dia memanggil, “ ada apa dea “ aku lansung berdiri dan mendekatinya.” Cara buka ini gimana?” katanya, rupanya dia mo buka cerita seru yang judulnya” bercinta dengan ABG “ , padahal klo mo niat buka tinggal klik ..aja ga usah panggil aku, hmmm. pasti dah horny nih anak, kemudian aku langsung pegang mouse sementara tangannya masih diatasnya, sambil kugenggam tangannya, dia diam aja, tercium wangi rambutnya, dan paha atasnya terlihat putih mulus karena aku sambil jongkok dibelakangnya, tinggal klik aja dik kataku sambil mengarahkan kursor, “rambutmu wangi sekali dik “ kataku ga sadar “ ah mas bisa aja “ jawabnya. “ mas sering liat gambar dan cerita seperti ini ya” tanya , “ iya dik, mas kan masih sendiri, kesepian tiap malam, jadi ya buat hiburan aja” , “ memang mas belum pernah melakukan” tanyanya, waaah anak ini tanyanya sudah mulai menjurus K***lku kurasa tambah besar. “ ya pernah sih dulu ma pacar, tapi sekarang dah putus” jawabku, “ mang sampai ngapain aja, ML juga kah”tanyanya. “ iyalah “ jawabku, “dik dea sudah punya pacar?” tanyaku, “sudah mas, teman satu sekolah ” jawabnya, “ dah ngapain aja” tanyaku, “ cium-cium biasa aja mas, trus pacarku meremas tetekku, itu aja “ jawabnya , “ enak ga? “ tanyaku “ enak juga mas” jawanya, “belum pernah lebih, kayak pegang k****l atau punyamu diisep “ tanyaku , “belum mas, emang enak gitu”katanya, “ ya enaklah mo coba?” tanyaku iseng, dia tersenyum dan kemudian diam aja, wah aku bingung nih apa maksud senyumnya mau apa tidak ya, kulihat nafasnya aga memburu, dan duduknya gelisah sambil matanya tetap menatap laptopku, setelah diam sejenak aku yang masih berada dibelakangnya memberanikan diri , menciumi rambutnya, dia diam saja, truss kea rah tengkuknya , Dea tetep diam aja, nafasnya tambah memburu dan k*****lku sudah semakin besar, aku coba tempelkan burungku di punngungnya sambil terus mencium rambut dan tengkuknya. “dik” kamu cantik sekali, bolehkah mas menciumu, mas dah ga tahan” bisikku di deket telinganya, dia diam aja terus tanganku segera turun meraba pahanya yang putih mulus dan berbulu, kuraba-raba terus , akhirnya dia ga tahan dan membalikkan badan segera mencium bibirku, “ mas aku juga pingin” katanya, terus kami berciuman bibir sampai lidah…lama sekali sambil tanganku meraba pahanya dan punggungnya, teteknya yang kecil terasa menempel di di dadaku begitu pula K*****lku menempel di perutnya. “ dik pindah ke sofa yuk” bisikku , tanpa menunggu jawaban kutuntun dia ke sofa sambil terus berciuman, gila… enak sekali ABG ini, ciumannya sudah professional banget, dudukkan di sofa dan kemudian kubaringkan, tanganku sudah mulai bergerilya dia atas dadanya yang masih tertutup bajunya, “ sayang dibuka dikit ya bajunya” bisikku, dia diam saja, berarti ya nih, sambil terus berciuman, tanganku membuka baju atasnya sekaligus kait bh, kumasukkan tanganku ke teteknya dan kuremas pelan-pelan , dia menggelinjang menahan kenikmatan, kubuka sedikit lagi, dan terlihat bukit kecil yang sangat indah, tetek putih, dengan punting yang merah jambu , masih sangat kenyal sekali, tanpa kusadari tangannya telah mengelus-elus K*****lku , aku semakin semangat mengulum bibir daan lidahnya terus aku geser ke lehernya, leher jenjang yang putih, kukecup berkali-kali, dia mulai bersuara “ oooh…oooh..geli mas…enakk” aku tak perduli langsung aku pindah ke dadanya , kukulum putingnya dan kupijat-pijat sekitar putingnya dengan lidahku , nafasnya semakin memburu, dan tangannya mulai membuka kancing celanaku. Akhirnya tersembulah batang torpedoku yang besar, dia terus mengelus-elus dengan tangannya yang kecil mungil, kubuka seluruh baju atasnya sehingga dia Topless, badannya bagus sekali, putih kecil , tangannya yang kecil panjang ditumbuhi rambut halus, terus ku kulum dan kupijat teteknya kanan dan kiri bergantian, kepalanya semakin mendongak menahan nikmat, dan tangannya melepas torpedoku dan menjambak rambutku dan semakin menekan kepalaku kedadanya. “ dik mo isap Burungku ga” bisikku , “ ga tau caranya mas” jawabnya, “ biasa aja, anggap saja makan eskrim jilat dan kulum, tapi jangan sampai kena gigi” kataku, “ kucoba yam as” jawabnya kemudian segera dia melorot, tanganya yang mungil memegang pangkal torpedoku sambil dipijat, lidahnya mulai menjilat-jilat kepala torpedoku, “ ooouuuch dik enak sekali” aku mulai meracau, “ kulum dik “ pintaku dia mulai memasukkan torpedoku ke mulutnya yang kecil dan merah., hampir tidak muat torpedoku, dan mulai mengocok, memaju mundurkan kepalanya” enaaaaak dik ..terus…” aku semakin meracau, tangannya masih memijit buah pelirku, sementara tanganku mencari teteknya dan kuremas pelan-pelan. Setelah sekitar 10 menit terasa cairan didalam torpedoku sudah mendesak pingin keluar, dengan kenikmatan yang luar biasa kusemprotkan cairan sperma itu dimulutnya. “ Uaaaaaaaah …uaaaaaaah.enaaaak dik !!!” Beberapa kali kusemprot mulutnya, kemudian aku duduk di sofa dengan lemas, dia memutahkan kembali sperma yang kusemprotkan tadi di asbak , “ enak sekali dik sedotannmu , kamu cepat belajar” , “iya mas aku juga enaak”, “ terimah kasih ya dik, mas puas banget hari ini” “ sama-sama mas” jawabnya , sambil memakai BH dan baju atasnya kembali. “ dik mas boleh minta lagi kapan2 , mas janji mas akan puaskan adik “ kataku, “ boleh mas, besok malam saya kesini lagi, tugas jg belum selesai, ya udah mas dah malem, met ketemu besok” pamitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman saya tidak bisa tidur, gambaran kejadian tadi terus menari-nari diatas pembaringanku, berutung sekali aku kontrak rumah disini, bisa mendapatkan gadis ABG secantik dia, besok malam janji datang lagi, tak sabar aku menantikan malam berikutnya, pagi menjelang sang surya mulai menampakkan kekuasaannya terhadap dunia, seperti biasa aku bersiap ke kantor, sambil menunggu Dea lewat, tidak lama berselang dea sudah kelihatan berjalan, dengan baju seragam sekolahnya putih abu-abu, seragam putih atas agak ketat sedangkan rok abu-abu bawahnya panjang, masih keliahatan sangat cantik dan segar. “pagi mas “ sapanya , “ pagi dik, eh bisa tidur ga semalem” tanyaku, dia tersenyum “ jam 12.00 baru bisa tidur” jawabnya, “ ntar malem jadi kesini lagi” tanyaku, “ yam as ngelanjutan tugas kemarin yang belum kelar” katanya, “ tugas apa tugas.” Candaku, dia tersenyum dan berlalu dari hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pak edi bapak Dea lewat “ dik andri terima kasih lo , Dea sudah dibantu ngerjain tugas” katanya, “ iya, pak sama –sama, tidak masalah kapan aja nanti saya bantu, mo kemana pak” jawabku sekaligus bertanya, “ ini mo bayar tagihan listrik” katanya, “ooo hati2 pak” kataku, kemudian pak edi segera berlalu. Hari itu dikantor aku sudah tidak kosentrasi bekerja, membayangkan apa yang terjadi nanti malam, setelah merapikan meja jam 16.30 aku segera pulang perjalanan dari kantor kerumah 1 jam, 17.30 dah nyampe rumah dan segera mandi, terus aku nyalahin laptop, dan nonton TV. Sekitar jam 19.00 bel berbunyi” inilah saat2 yang ditunggu-tunggu “ kata bathinku, segera ku buka pintu pagar dan kembali aku terpaku., Dea ternyata berpakaian yang lebih sexy lagi malam ini, dia pake kaos ketat tanpa lengan merah, dan celana pendek merah pula, sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus, tiap ketemu kayaknya tambah cantik aja hehehe, “ oee.. kenapa diam mas, aku ga disuruh masuk” katanya menyadarkan lamunanku, “ ooo iya-iya silahkan masuk, sorry kamu cantik sekali sih maam ini” kataku setelah melewati aku , kulirik dadanya, wah kelihatannya dia ga pake BH, sudah persiapan nih, aku juga hanya berpakaian kaos oblong, dan celana pendek kolor aja. “ langsung aja dik tugasnya dikerjain, bentar aku ambilin minum” kataku, kali ini udah ga pake obat perangsang lagi.kulihat dia sudah mulai ngerjain tugasnya, tidak lama kemudian dia sudah buka internet, aku diam saja sambil sekali-sekali melirik pahanya yang mulus sambil nonton TV, setelah beberapa lama sudah ga tahan rasanya segera aku dekati dia, dan kuserbu bibirnya dengan agak kasar, tapi ternyata responnya sangat positif, dia juga membalas serbuanku dengan semangat 45 , ternyata dari tadi Dea juga sudah horny, tanpa piker panjang kulepas kaosnya dan memang benar Dea memang tidak memakai BH, aku ga peduli kulepas juga kaosku, dan langsung aku kulum, teteknya, kupijat-pijat dengan lidahku bergantian “mmmas ouhhh..ouhhh “ dia mulai meracau, tanganku mulai kuselipkan ke celana pendeknya , dan ku setuh memeknya, ternyata sudah basah dengan cairan kewanitaannya, terus kumainkan jari tanganku di sekitar memeknya tanpa membuka celananya, dan dia sendiri melakukan hal yang sama terhadap torpedoku, di remas-remas torpedoku yang telah membesar , yang besarnya hampir sama dengan pergelangan tangannya, “ mas besar sekali punya mas” katanya , “ iya dik , itu yang akan muasin adik nanti” kataku, sambil terus mengulum putingnya yang sudah sangat mengeras dan kenyal. Kunikmati keindahan ini sepenuh hatiku, kemudian aku bopong dia ke sofa, dan kulorot celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, wauwww benar-benar pemandangan yang sangat indah, memeknya kecil, ditumbuhi rambut yang jarang, anehnya biarpun dig a begitu gemuk , tapi memeknya menggunung sangat bagus, terlihat hanya belahan dua daging yang ditempelkan, klitorisnya masih tersembunyi di dalam, paha sampai kakinya sangat mulus putih, ramping dan bulunya yang bikin aku ga tahan, suatu keindahan yang alami, langsung aja kukulum kembali teteknya kuputer-puter dengan lidahku, segera kususuri tubuhnya dengan lidahku, kujilatin semua dari mulai kening, wajahnya, lehernya, tangannya, kembali kedada, pelan-pelan turun ke perut kemudian ke pangkal pahanya, dia mulai meracau “ mmmmas enakk…masss enak..” kuteruskan aktivitasku pangkal pahanya kujilatin dan kuputer-puter, kemudian kesisi berikutnya terus turun perlahan sampai ujung kakinya , pindah ke jari kaki satunya teruss naik lagi ke arah pangkal pahanya, dia semakin meracau, kubuka liang Vaginanya dan dominasi warna merah muda terlihat didepanku, segera kujilat dan kusedot belahan vaginanya, Dea semakin menggelinjang sambil mengangkat-angkat pahanya , kusapu terus lidahku di sekitar vaginanya, kemudian ku sedot dan kucucup klitorisnya, dia mengangkat pinggulnya lama dan kedua tangannya menekan kepalaku semakin dalam, kutusuk-tusuk bagian tengahnya dengan lidah , dia semakin meracau dan cairan kenikmatan semakin mengalir dari sela-selanya, hmmmmm… nikmati sekali cairan perawan….” Ouhhhhh ahhhhhh. Ouuuuuh aaahhhh “ hanya itu yang terdengar dari bibir mungilnya, setelah sekitar 15 menit aku sudah tidak tahan, kuposisikan badannya di sofa, punggungnya aku ganjal dengan bantal sofa yang ada, kemudian kuarahkan kepala torpedoku, dia segera meraih torpedoku dan digesek-gesekkan ke bagian tengah vaginanya., ouuuuh nikmat mas…. Massukkkkkan mas, kembali dia meracau, shhettttt aku ga perduli keperawananku mas….yang penting enaaaakkkkk ouch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya segera mencengkram pinggiran kursi, dan torpedoku mulai kutekan perlahan –lahan tarik ulur, agar lubang yang siap ditembus agak membesar , mengingat memeknya yang kecil dan imut, terus dengan perlahan-lahan kutarik ulur torpedoku, cairan kewanitaan semakin deras dan permukaan semakin licin, ini saatnya kulesatkan torpedoku, kutekan keras torpedoku dengan sekali hentakan, “ ouuuuuuuch..mas sakit” teriaknya ketika torpedoku sudah masuk di liangnya, sengaja aku lakukan sekali hentakan biar sakitnya tidak terlalu, “ sabar sayang…. Nanti juga ga sakit..tahan ya” bisikku, kudiamkan torpedoku beberapa saat, kemudian perlahan kutarik dan kutekan lagi.. masih sangat peret, torpedoku terasa diremes-remes , apalagi ketika ku tekan , pinggul Dea juga ikut menegang dan terangkat, sehingga jepitannya semakin terasa di torpedoku, terus ku genjot dia.semakin lama semakin cepat “ dia semakin merintih kenikmatan sekaligus sakit jadi satu, tapi lama-lama yang bunyi hanya rintihan kenikmatan..” uahhh— ssssssshhhh ……aaaaahhh ssssshh enak massssssss” itu yang terdengar berkali-kali, kemudian aku atur dia posisi doggie style …… ouuuuh Dea semakin meracau karena panetrasi torpedoku semakin dalam sampai mentok… masssss……masssss……. ga kuat enakkknya mas, setelah doggie 10 menit, kuajak dia main WOT agar dia bisa mengatur sendiri ritmenya , masih belum mahir tapi rasanya sangat nikmatttt…. Dia mulai mengenjot….kepalanya terlempar kekanan kekiri-depan belakang…….” Massss aku dah ga tahannnn jeritnya…. Rupanya dia akan orgasme duluan sementara aku masih belummm….. “ lepaskan …dik… ga papa…lepaskan… “ kataku, dea bener-bener sudah ga bisa nahan dengan jeritan panjang “ massssssssssssssssssss ahhhhhhhhh” akhirnya dia orgasme dan ambruk tubuhnya didadaku, karena aku belum orgasme maka kubalik tubunya kembali aku melakukan dengan posisi konvensional, karena hanya dengan posisi ini aku bisa orgasme,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku genjot kembali torpedoku tanpa ada perlawanan lagi dari dia, kupuaskan sendiri nafsuku dan dia hanya passsrah baru 5 menit , aku sudah ga bisa menahan cairan magmaku dan” ahhhhhhhhhhhhh….ahhhhhhhhhhhhh hh….ahhhhhhhhh “ seiring teriakanku kusemprotkan maniku di dalam vaginanya, setelah itu segera kusuruh dia bangun dan mencuci vaginanya dengan air dingin, semua yang terjadi sangat nikmat sekali, ga bisa terlukiskan dengan kata-kata, setelah berpakaian , “ dik maafkan mas andri , telah mengambil keperawanannmu” kataku, “ ga papa mas, sama-sama enakkkk kok, aku ga menyesal kok” katanya tanpa penyesalan, kasihan juga aku sama Dea, gadis secantik dia..sudah jadi korban nafsu bejat, tapi dia suka. Setelah bersih –bersih Dea pamit pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian, itu hampir 2 kali seminggu aku bercinta dengan Dea , sampai sekitar setahun, aku menikah, Dea sendiri melanjutkan petualangan bercintanya, sambil sesekali aku nminta jatah darinya klo istriku sedang kerja, 2 tahun kemudian saya pindah rumah, karena sekarang saya sudah memiliki rumah sendiri di jaktim, sejak itu kontak dengan Dea terputus, dan kabar terakhir dia sudah menjadi ayam kampus dengan tarif yang tinggi , tentu tanpa sepengetahuan Orang tuanya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2808825975592069511?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2808825975592069511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-dengan-abg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2808825975592069511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2808825975592069511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2011/01/cerita-panas-dengan-abg.html' title='Cerita Panas Dengan Abg'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LxOGYvKFYKg/TUAXFD1rpRI/AAAAAAAAAoY/r5qp6Bg54WM/s72-c/cerita+panas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-4870092259384830663</id><published>2010-04-03T03:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T03:48:00.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex dengan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante-tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante kesepian'/><title type='text'>Peliharaan Tante-Tante</title><content type='html'>Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya tante Erni ( biasa Aku panggil dia begitu ) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin Aku bergetar. Tante Erni ini tinggal dekat rumah aku, hanya beda 5 rumah lah, nah tante Erni ini cukup deket sama keluarga Aku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumah Aku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah tante Erni ini lah yang bikin Aku cepet gede ( maklum lah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepat ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atahu kadang-kadang celana pendek yang bikin Aku serserserBiasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang tv dan biasa juga Aku pura-pura nonton tv saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengsaja atahu engenggak Aku juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh ngangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser..ser lagi deh hmmm. Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengsaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih Aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan ( wuih Aku suka banget nih ). pernah Aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ Aku sudah mulai suka sama tuh tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan mami Aku ngsajak Aku pasti tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka cerita hantu ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem pas waktu itu tante Erni mau ke WC tapi dia takut . Tentu saja tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke wc sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman. Lalu tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke wc, yah Aku sih mau saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah Aku ke dalam villa sama tante Erni , sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar wc eh malah tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut Lex temenin tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup tante takut nih kata tante Erni sambil mulai jongkok . Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga serrr..rr..serr.psstt kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat tante Erni kencing dalem hati Aku kalau saja tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmmmm. sampai-sampai Aku bengong ngliat tante Erni. Heh kenapa kamu lex kok diam gitu awas nanti ke sambet kata tante Erni Ah enggak apa-apa tante jawabku Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihat nya ke bawah terus sih tanya tante Erni. Enggak kok tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek ? tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama cdnya, Kamu mau liat lex ? nih tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti tante enggak enak sama mama kau kata tante Erni Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg deg an sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya vagina. Tante Erni membiarkan Aku memegang-megang vaginanya Sudah yah lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain kirain kita ngapain lagi Iyah tante jawab ku Lalu tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kita gabung lagi sama ibu-ibu yang lain. Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badan ku enggak enak&lt;br /&gt;Lex kamu enggak ikut ? tanya mamiku Enggak yah mam aku enggak enak badn nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah mah kataku Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi kata mami Erni kamu maukan tolong jagain si alex nih yah nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin kata mami pada tante Erni&lt;br /&gt;Iya deh kak aku jagain si alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah aku mau bawa itu buat pulang besok kata tante Erni. Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan tante Erni berdua saja di villa , tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu&lt;br /&gt;Kamu sakit apa sih lex ? kok lemes gitu ? tanya tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatanNya Enggak tahu nih tante kepala ku jug pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa kataku , Tante Erni begitu perhatian padaku maklumlah di usia perkimpoiannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.&lt;br /&gt;Kepala yang mana lex atas apa yang bawah ? kelakar tante Erni padaku.&lt;br /&gt;Aku pun bingung Memangya kepala yang bawah ada tante ? kan kepala kita hanya satu jawabku polos Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman kata tante Erni sambil memegang si kecilku Ah tante bisa saja kataku Eh jangan2 kamu sakit gara-gara semalam yah aku hanya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, ku bilang Tante enggak usah deh tante biar alex saja yang lap, kan malu sama tante Enggak apa-apa tanggung kok kata tante Erni sambil menurunkan celanaku dan cd ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapnya si kecil ku dengan hati-hati , aku hanya diam saja&lt;br /&gt;Lex mau enggak pusingnya Hilang ? Biar tante obatin yah&lt;br /&gt;Pakai apa tan, aku enggak tahu obatnya kataku polos&lt;br /&gt;Iyah kamu tenang saja yah kata tante Erni&lt;br /&gt;Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali ini merasakan yang seperti ini&lt;br /&gt;Achhcchh.. aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan cd tapi tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing&lt;br /&gt;Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih kataku&lt;br /&gt;Sudah kencingnya di mulut tante saja yah enggak apa-apa kok kata tante Erni ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut tante Erni karena tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya&lt;br /&gt;Hhgggg.achhh.. tante aku mau kencing nih bener kataku sambil meremas vagina tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badan ku pun mengejang keras&lt;br /&gt;Croott.ser.err.srett muncratlah air mani ku dalam mulut tante Erni, tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana tante Erni lembab dan agak basah&lt;br /&gt;Enakkan lex pusingnya pasti hilangkan kata tante Erni&lt;br /&gt;Tapi tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama tante nih soalnya tante.&lt;br /&gt;Sudah enggak apa-apa kok, oh iya sperma kamu kok kental banget wangi lagi, kamu enggak pernah onani lex ?&lt;br /&gt;Enggak tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina tante Erni&lt;br /&gt;Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih&lt;br /&gt;Aku jadi salah tingkah&lt;br /&gt;Sudah enggak apa-apa kok tante ngerti katanya padaku&lt;br /&gt;Tante boleh enggak alex megang itu tante lagi pintaku pada tante Erni&lt;br /&gt;Tante Erni pun melepas kan celana pendek nya, kulihat celana dalam tante Erni basah entah kenapa&lt;br /&gt;Tante kencing yah ? tanya ku&lt;br /&gt;Enggak ini namanya tante nafsu lex sampai-sampai celana dalam tante basah dilepaskannya pula celana dalam tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tante Erni duduk di sampingku&lt;br /&gt;Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah tante lap katanya&lt;br /&gt;Akupun mulai memegang vagina tante Erni dengan tangan yang Agak gemetar , tante Erni hanya ketawa kecil&lt;br /&gt;Lex kenapa ? biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih kata tante Erni&lt;br /&gt;Dia mulai memegang penisku lagi Lex tante mau itu nih&lt;br /&gt;Mau apa tante&lt;br /&gt;Itu tuh aku bingung atas permintaan tante Erni&lt;br /&gt;Hmm itu tuh punya kamu di masukin ke dalam itunya tante kamu mau kan ?&lt;br /&gt;Tapi alex enggak bisa tante caranya&lt;br /&gt;Sudah kamu diam saja biar tante yang sajarin kamu yah kata tante Erni padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina tante Erni yang di tumbuhi bulu halus&lt;br /&gt;Lex jilatin donk punya tante yah katanya&lt;br /&gt;Tante alex enggak bisa nanti muntah lagi&lt;br /&gt;coba saja lex Tante pun langsung mengambil posisi 69 aku di bawah, tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang tante Erni pun mulai mengulum penisku&lt;br /&gt;Achhhh .. hgghhhghhh. tante&lt;br /&gt;Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina tante Erni seperti wangi daun pandan ( asli Aku juga bingung kok bisa gitu yah ) aku mulai menjilati vagina tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see tante Erni dan juga melepaskan kaitan bh nya , kini kami sama-sama telanjang bulat ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu&lt;br /&gt;Kamu tahu enggak mandi kucing lex kata tante Erni.&lt;br /&gt;Aku hanya menggelengkan kepala dan tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat , ciumannya berlanjut sampai ke putingku dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun di jilatinya sampai aku merasakan anusku masuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat payudara tante Erni mengeras, tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku di kulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina tante Erni, langsung tante Erni ku baringkan dan aku bangun langsung ku jilati vagina tante Erni seperti mnjilati es krim&lt;br /&gt;Achhh.uhh.hhghh.acch lex enak banget terus lex, yang itu isep jilatin lex kata tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.&lt;br /&gt;Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya , banyak sekali lendir yang keluar dari vagina tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku&lt;br /&gt;Lex masukin donk tante enggak tahan nih&lt;br /&gt;Tante gimana caranya ?&lt;br /&gt;Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok diatas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan tante Erni pun mengejang hebat&lt;br /&gt;Lex tante mau keluar nih eghhhh.huhh achh kata tante Erni&lt;br /&gt;Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya&lt;br /&gt;Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang yah pinta tante Erni padaku&lt;br /&gt;Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi&lt;br /&gt;Achh tante enak banget achhhh,.gfggfgfg.. kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi&lt;br /&gt;Tante alex kayanya mau kencing niih&lt;br /&gt;Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan tante Erni yang hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya permintaan tante Erni, tepat jam 4:30 kami menenggakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lex kamu sudah baikan ? tanya mami ku&lt;br /&gt;Sudah mam , aku sudah seger n fit nih kataku&lt;br /&gt;Kamu kasih makan apa Ni, si alex sampai-sampai langsung sEhat tanya mami sama tante Erni&lt;br /&gt;Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus ku kasih saja panadol kata tante Erni&lt;br /&gt;Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobilpun aku duduk disamping tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyupir ditemani ibu herman di depan. Didalam mobilpun aku masih curi-curi memegang barangnya tante Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarangpun aku masih suka melakukannya dengan tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali. Kini tante Ernipun sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami tante Erni ternyata ejekulasi dini. Kinipun aku bingung akan anak itu. Yah begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan tante Erni yang nasibnya sama seperti tante Erni mempunyai suami yang ejekulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-4870092259384830663?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/4870092259384830663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/04/peliharaan-tante-tante.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4870092259384830663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4870092259384830663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/04/peliharaan-tante-tante.html' title='Peliharaan Tante-Tante'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1952488711349224401</id><published>2010-03-14T07:46:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T07:46:00.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><title type='text'>Cerita Panas Seorang Karyawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Ceria Panas&lt;/a&gt; kali ini menceritakan seorang karyawan yang bernama Desy (samaran) yang masih berumur 25 tahun tidak menyadari bahayanya bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada di Jakarta. Dengan semangat dan keinginan untuk mandiri membuat dirinya tidak mempedulikan nasehat orang tuanya yang merasa risau melihat putriya sering mendapat giliran jaga dari malam hingga pagi. Desy lebih memilih bekerja pada shift tersebut, karena dari saat tengah malam sampai pagi, jarang sekali ada pembeli, sehingga Desy bisa belajar untuk kuliahnya siang nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya pada suatu malam, Desy mendapati dirinya ditodong oleh sepucuk pistol tepat di depan matanya. Yang berambut Gondrong, dan yang satu lagi berkumis tebal. Mereka berdua, menerobos masuk membuat Desy yang sedang berkonsentrasi pada bukunya terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluarin uangnya!” perintah si Gondrong, sementara si Kumis memutuskan semua kabel video dan telepon yang ada di toko itu. Tangan Desy gemetar berusaha membuka laci kasir yang ada di depannya, saking takutnya kunci itu sampai terjatuh beberapa kali. Setelah beberapa saat, Desy berhasil membuka laci itu dan memerikan semua uang yang ada di dalamnya, sebanyak 100 ribu kepada si Gondrong, Desy tidak diperkenankan menyimpan uang lebih dari 100 ribu di laci tersebut. Karena itu setiap kelebihannya langsung dimasukan ke lemari besi. Setelah si Gondrong merampas uang itu, Desy langsung mundur ke belakang, ia sangat ketakutan kakinya lemas, hampir jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masa cuma segini?!” bentak si Gondrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka lemari besinya! Sekarang!” Mereka berdua menggiring Desy masuk ke kantor manajernya dan mendorongnya hingga jatuh berlutut di hadapan lemari besi. Desy mulai menangis, ia tidak tahu nomor kombinasi lemari besi itu, ia hanya menyelipkan uang masuk ke dalam lemari besi melalui celah pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepat!” bentak si Kumis, Desy merasakan pistol menempel di belakang kepalanya. Desy berusaha untuk menjelaskan kalau ia tidak mengetahui nomor lemari besi itu. Untunglah, melihat mata Desy yang ketakutan, mereka berdua percaya. “Brengsek! Nggak sebanding sama resikonya! Iket dia, biar dia nggak bisa manggil polisi!” Desy di dudukkan di kursi manajernya dengan tangan diikat ke belakang. Kemudian kedua kaki Desy juga diikat ke kaki kursi yang ia duduki. si Kumis kemudian mengambil plester dan menempelkannya ke mulut Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beres! Ayo cabut!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu! Tunggu dulu cing! Liat dia, dia boleh juga ya?!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepetan! Ntar ada yang tau! Kita cuma dapet 100 ribu, cepetan!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue pengen liat bentar aja!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Desy terbelalak ketika si Gondrong mendekat dan menarik t-shirt merah muda yang ia kenakan. Dengan satu tarikan keras, t-shirt itu robek membuat BH-nya terlihat. Payudara Desy yang berukuran sedang, bergoyang-goyang karena Desy meronta-ronta dalam ikatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow, oke banget!” si Gondrong berseru kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke, sekarang kita pergi!” ajak si Kumis, tidak begitu tertarik pada Desy karena sibuk mengawasi keadaan depan toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi si Gondrong tidak peduli, ia sekarang meraba-raba puting susu Desy lewat BH-nya, setelah itu ia memasukkan jarinya ke belahan payudara Desy. Dan tiba-tiba, dengan satu tarikan BH Desy ditariknya, tubuh Desy ikut tertarik ke depan, tapi akhirnya tali BH Desy terputus dan sekarang payudara Desy bergoyang bebas tanpa ditutupi selembar benangpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan!” teriak Desy. Tapi yang tedengar cuma suara gumaman. Terasa oleh Desy mulut si Gondrong menghisapi puting susunya pertama yang kiri lalu sekarang pindah ke kanan. Kemudian Desy menjerit ketika si Gondrong mengigit puting susunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diem! Jangan berisik!” si Gondrong menampar Desy, hingga berkunang-kunang. Desy hanya bisa menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue bilang diem!”, sembari berkata itu si Gondrong menampar buah dada Desy, sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di payudara kiri Desy. Kemudian si Gondrong bergeser dan menampar uang sebelah kanan. Desy terus menjerit-jerit dengan mulut diplester, sementara si Gondrong terus memukuli buah dada Desy sampai akhirnya bulatan buah dada Desy berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, cepetan cing!”, si Kumis menarik tangan si Gondrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita musti cepet minggat dari sini!” Desy bersyukur ketika melihat si Gondrong diseret keluar ruangan oleh si Kumis. Payudaranya terasa sangat sakit, tapi Desy bersyukur ia masih hidup. Melihat sekelilingnya, Desy berusaha menemukan sesuatu untuk membebaskan dirinya. Di meja ada gunting, tapi ia tidak bisa bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey, Roy! Tokonya kosong!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masa, cepetan ambil permen!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Goblok lo, ambil bir tolol!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Desy menegang, mendengar suara beberapa anak-anak di bagian depan toko. Dari suaranya ia mengetahui bahwa itu adalah anak-anak berandal yang ada di lingkungan itu. Mereka baru berusia sekitar 12 sampai 15 tahun. Desy mengeluarkan suara minta tolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sstt! Lo denger nggak?!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepet kembaliin semua!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lari, lari! Kita ketauan!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba salah seorang dari mereka menjengukkan kepalanya ke dalam kantor manajer. Ia terperangah melihat Desy, terikat di kursi, dengan t-shirt robek membuat buah dadanya mengacung ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buset!” berandal itu tampak terkejut sekali, tapi sesaat kemudian ia menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, liat nih! Ada kejutan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy berusaha menjelaskan pada mereka, menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya baru saja dirampok. Ia berusaha minta tolong agar mereka memanggil polisi. Ia berusaha memohon agar mereka melepaskan dirinya dan menutupi dadanya. Tapi yang keluar hanya suara gumanan karena mulutnya masih tertutup plester. Satu demi satu berandalan itu masuk ke dalam kantor. Satu, kemudian dua, lalu tiga. Empat. Lima! Lima wajah-wajah dengan senyum menyeringai sekarang mengamati tubuh Desy, yang terus meronta-ronta berusaha menutupi tubuhnya dari pandangan mereka. Berandalan, yang berumur sekitar 15 tahun itu terkagum-kagum dengan penemuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila! Cewek nih!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia telanjang!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tu liat susunya! susu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana, mana gue pengen liat!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue pengen pegang!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasti alus tuh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bawahnya kayak apa ya?!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua berkomentar bersamaan, kegirangan menemukan Desy yang sudah terikat erat. Kelima berandal itu maju dan merubung Desy, tangan-tangan meraih tubuh Desy. Desy tidak tahu lagi, milik siapa tanga-tangan tersebut, semuanya berebutan mengelus pinggangnya, meremas buah dadanya, menjambak rambutnya, seseorang menjepit dan menarik-narik puting susunya. Kemudian, salah satu dari mereka menjilati pipinya dan memasukan ujung lidahnya ke lubang telinga Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, kita lepasin dia dari kursi!” Mereka melepaskan ikatan pada kaki Desy, tapi dengan tangan masih terikat di belakang, sambil terus meraba dan meremas tubuh Desy. Melihat ruangan kantor itu terlalu kecil mereka menyeret Desy keluar menuju bagian depan toko. Desy meronta-ronta ketika merasa ada yang berusaha melepaskan kancing jeansnya. Mereka menarik-narik jeans Desy sampai akhirnya turun sampai ke lutut. Desy terus meronta-ronta, dan akhirnya mereka berenam jatuh tersungkur ke lantai. Sebelum Desy sempat membalikkan badannya, tiba-tiba terdengar suara lecutan, dan sesaat kemudian Desy merasakan sakit yang amat sangat di pantatnya. Desy melihat salah seorang berandal tadi memegang sebuah ikat pinggang kulit dan bersiap-siap mengayunkannya lagi ke pantatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangun! Bangun!” ia berteriak, kemudian mengayunkan lagi ikat pinggangnya. Sebuah garis merah timbul di pantat Desy. Desy berusaha berguling melindungi pantatnya yang terasa sakit sekali. Tapi berandal tadi tidak peduli, ia kembali mengayunkan ikat pinggang tadi yang sekarang menghajar perut Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangun! naik ke sini!” berandal tadi menyapu barang-barang yang ada di atas meja layan hingga berjatuhan ke lantai. Desy berusaha bangun tapi tidak berhasil. Lagi, sebuah pukulan menghajar buah dadanya. Desy berguling dan berusaha berdiri dan berhasil berlutut dan berdiri. Berandal tadi memberikan ikat pinggang tadi kepada temannya. “Kalo dia gerak, pukul aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja Desy mendapat pukulan di pantatnya. Berandal-berandal yang lain tertawa dan bersorak. Mereka lalu mendorong dan menarik tubuhnya, membuat ia bergerak-gerak sehingga mereka punya alasan lagi buat memukulnya. Berandal yang pertama tadi kembali dengan membawa segulung plester besar. Ia mendorong Desy hingga berbaring telentang di atas meja. Pertama ia melepaskan tangan Desy kemudian langsung mengikatnya dengan plester di sudut-sudut meja, tangan Desy sekarang terikat erat dengan plester sampai ke kaki meja. Selanjutnya ia melepaskan sepatu, jeans dan celana dalam Desy dan mengikatkan kaki-kaki Desy ke kaki-kaki meja lainnya. Sekarang Desy berbaring telentang, telanjang bulat dengan tangan dan kaki terbuka lebar menyerupai huruf X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu Pesta!” berandal tadi lalu menurunkan celana dan celana dalamnya. Mata Desy terbelalak melihat penisnya menggantung, setengah keras sepanjang 20 senti. Berandal tadi memegang pinggul Desy dan menariknya hingga mendekati pinggir meja. Kemudian ia menggosok-gosok penisnya hingga berdiri mengacung tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktunya masuk!” ia bersorak sementara teman-teman lainnya bersorak dan tertawa. Dengan satu dorongan keras, penisnya masuk ke vagina Desy. Desy melolong kesakitan. Air mata meleleh turun, sementara berandal tadi mulai bergerak keluar masuk. Temannya naik ke atas meja, menduduki dada Desy, membuat Desy sulit bernafas. Kemudian ia melepaskan celananya, mengeluarkan penisnya dari celana dalamnya. Plester di mulut Desy ditariknya hingga lepas. Desy berusaha berteriak, tapi mulutnya langsung dimasuki oleh penis berandal yang ada di atasnya. Langsung saja, penis tadi mengeras dan membesar bersamaan dengan keluar masuknya penis tadi di mulut Desy. Pandangan Desy berkunang-kunang dan merasa akan pingsan, ketika tiba-tiba mulutnya dipenuhi cairan kental, yang terasa asin dan pahit. Semprotan demi semprotan masuk, tanpa bisa dimuntahkan oleh Desy. Desy terus menelan cairan tadi agar bisa terus mengambil nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berandal yang duduk di atas dada Desy turun ketika kemudian, berandal yang sedang meperkosanya di pinggir meja bergerak makin cepat. Ia memukuli perut Desy, membuat Desy mengejang dan vaginanya berkontraksi menjepit penisnya. Ia kemudian memegang buah dada Desy sambil terus bergerak makin cepat, ia mengerang-erang mendekati klimaks. Tangannya meremas dan menarik buah dada Desy ketika tubuhnya bergetar dan sperma pun menyemprot keluar, terus-menerus mengalir masuk di vagina Desy. Sementara itu berandal yang lainnya berdiri di samping meja dan melakukan masturbasi, ketika pimpinan mereka mencapai puncaknya mereka juga mengalami ejakulasi bersamaan. Sperma mereka menyemprot keluar dan jatuh di muka, rambut dan dada Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, ketika tahu-tahu ia kembali sendirian di toko tadi, masih terikat erat di atas meja. Ia tersadar ketika menyadari dirinya terlihat jelas, jika ada orang lewat di depan tokonya. Desy meronta-ronta membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Ia menangis dan meronta berusaha melepaskan diri dari plester yang mengikatnya. Setelah beberapa lama mencoba Desy berhasil melepaskan tangan kanannya. Kemudian ia melepaskan tangan kirinya, kaki kanannya. Tinggal satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, wah, wah!” terdengar suara laki-laki di pintu depan. Desy terkejut dan berusaha menutupi dada dan vaginanya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong saya!” ratap Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong saya Pak! Toko saya dirampok, saya diikat dan diperkosa! Tolong saya Pak, panggilkan polisi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nama lu Desy kan?” tanya laki-laki tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana bapak tahu nama saya?” Desy bingung dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue Roy. Orang yang kerjaannya di toko ini lo rebut!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak merebut pekerjaan bapak. Saya tahu dari iklan di koran. Saya betul-betul tidak tahu pak! Tolong saya pak!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gara-gara lo ngelamar ke sini gue jadi dipecat! Gue nggak heran lo diterima kalo liat bodi lo”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy kembali merasa ketakutan melihat Roy, seseorang yang belum pernah dilihat dan dikenalnya tapi sudah membencinya. Desy kembali berusaha melepaskan ikatan di kaki kirinya, membuat Raoy naik pitam. Ia menyambar tangan Desy dan menekuknya ke belakang dan kembali diikatnya dengan plester, dan plester itu terus dilitkan sampai mengikat ke bahu, hingga Desy betul-betul terikat erat. Ikatan itu membuat Desy kesakitan, ia menggeliat dan buah dadanya semakin membusung keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepaskan! Sakit! aduuhh! Saya tidak memecat bapak! Kenapa saya diikat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue tadinya mau ngerampok nih toko, cuma kayaknya gue udah keduluan. Jadi gue rusak aja deh nih toko”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian melepaskan ikatan kaki Desy sehingga sekarang Desy duduk di pinggir meja dengan tangan terikat di belakang. Kemudian diikatnya lagi dengan plester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Roy mulai menghancurkan isi toko itu, etalase dipecahnya, rak-rak ditendang jatuh. Kemudian Roy mulai menghancurkan kotak pendingin es krim yang ada di kanan Desy. Es krim beterbangan dilempar oleh Roy. Beberapa di antaranya mengenai tubuh Desy, kemudian meleleh mengalir turun, melewati punggungnya masuk ke belahan pantatnya. Di depan, es tadi mengalir melalui belahan buah dadanya, turun ke perut dan mengalir ke vagina Desy. Rasa dingin juga menempel di buah dada Desy, membuat putingnya mengeras san mengacung. Ketika Roy selesai, tubuh Desy bergetar kedinginan dan lengket karena es krim yang meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo keliatan kedinginan!” ejek Roy sambil menyentil puting susu Desy yang mengeras kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue musti kasih lo sesuatu yang anget.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy kemudian mendekati wajan untuk mengoreng hot dog yang ada di tengah ruangan. Desy melihat Roy mendekat membawa beberapa buah sosis yang berasap. “Jangaann!” Desy berteriak ketika Roy membuka bibir vaginanya dan memasukan satu sosis ke dalam vaginanya yang terasa dingin karena es tadi. Kemudian ia memasukan sosis yang kedua, dan ketiga. Sosis yang keempat putus ketika akan dimasukan. Vagina Desy sekarang diisi oleh tiga buah sosis yang masih berasap. Desy menangis kesakitan kerena panas yang dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keliatannya nikmat!” Roy tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi gue lebih suka dengan mustard!” Ia mengambil botol mustard dan menekan botol itu. Cairan mustard keluar menyemprot ke vagina Desy. Desy menangis terus, melihat dirinya disiksa dengan cara yang tak terbayangkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tertawa Roy melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Desy berusaha melepaskan diri, tapi tak berhasil. Nafasnya tersengal-sengal, ia tidak kuat menahan semua ini. Tubuh Desy bergerak lunglai jatuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei! Kalo kerja jangan tidur!” bentak Roy sambil menampar pipi Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lo tau nggak, daerah sini nggak aman jadi perlu ada alarm.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy meronta ketakutan melihat Roy memegang dua buah jepitan buaya. Jepitan itu bergigi tajam dan jepitannya keras sekali. Roy mendekatkan satu jepitan ke puting susu kanan Desy, menekannya hingga terbuka dan melepaskannya hingga menutup kembali menjepit puting susu Desy. Desy menjerit dan melolong kesakitan, gigi jepitan tadi menancap ke puting susunya. Kemudian Roy juga menjepit puting susu yang ada di sebelah kiri. Air mata Desy bercucuran di pipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Roy mengikatkan kawat halus di kedua jepitan tadi, mengulurnya dan kemudian mengikatnya ke pegangan pintu masuk. Ketika pintu itu didorong Roy hingga membuka keluar, Desy merasa jepitan tadi tertarik oleh kawat, dan membuat buah dadanya tertarik dan ia menjerit kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, udah jadi. Lo tau kan pintu depan ini bisa buka ke dalem ama keluar, tapi bisa juga disetel cuma bisa dibuka dengan cara ditarik bukan didorong. Jadi gue sekarang pergi dulu, terus nanti gue pasang biar pintu itu cuma bisa dibuka kalo ditarik. Nanti kalo ada orang dateng, pas dia dorong pintu kan nggak bisa, pasti dia coba buat narik tuh pintu, nah, pas narik itu alarmnya akan bunyi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan! saya mohoon! mohon! jangan! jangan! ampun!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy tidak peduli, ia keluar dan tidak lupa memasang kunci pada pintu itu hingga sekarang pintu tadi hanya bisa dibuka dengan ditarik. Desy menangis ketakutan, puting susunya sudah hampir rata, dijepit. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan. Tubuh Desy berkeringat setelah berusaha melepaskan diri tanpa hasil. Lama kemudian terlihat sebuah bayangan di depan pintu, Desy melihat ternyata bayangan itu milik gelandangan yang sering lewat dan meminta-minta. Gelandangan itu melihat tubuh Desy, telanjang dengan buah dada mengacung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelandang itu mendorong pintu masuk. Pintu itu tidak terbuka. Kemudian ia meraih pegangan pintu dan mulai menariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy berusaha menjerit “Jangan! jangan! jangan buka! jangaann!”, tapi gelandangan tadi tetap menarik pintu, yang kemudian menarik kawat dan menarik jepitan yang ada di puting susunya. Gigi-gigi yang sudah menancap di daging puting susunya tertarik, merobek puting susunya. Desy menjerit keras sekali sebelum jatuh di atas meja. Pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy tersadar dan menjerit. Sekarang ia berdiri di depan meja kasir. Tangannya terikat ke atas di rangka besi meja kasir. Sedangkan kakinya juga terikat terbuka lebar pada kaki-kaki meja kasir. Ia merasa kesakitan. Puting susunya sekarang berwarna ungu, dan menjadi sangat sensitif. Udara dingin saja membuat puting susunya mengacung tegang. Memar-memar menghiasi seluruh tubuhnya, mulai pinggang, dada dan pinggulnya. Desy merasakan sepasang tangan berusaha membuka belahan pantatnya dari belakang. Sesuatu yang dingin dan keras berusaha masuk ke liang anusnya. Desy menoleh ke belakang, dan ia melihat gelandangan tadi berlutut di belakangnya sedang memegang sebuah botol bir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan, ampun! Lepaskan saya pak! Saya sudah diperkosa dan dipukuli! Saya tidak tahan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Mbak, pantat Mbak kan belon.” gelandangan itu berkata tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan!” Desy meronta, ketika penis gelandangan tadi mulai berusaha masuk ke anusnya. Setelah beberapa kali usaha, gelandangan tadi menyadari penisnya tidak bisa masuk ke dalam anus Desy. Lalu ia berlutut lagi, mengambil sebuah botol bir dari rak dan mulai mendorong dan memutar-mutarnya masuk ke liang anus Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desy menjerit-jerit dan meronta-ronta ketika leher botol bir tadi mulai masuk dengan keadaan masih mempunyai tutup botol yang berpinggiran tajam. Liang anus Desy tersayat-sayat ketika gelandangan tadi memutar-mutar botol dengan harapan liang anus Desy bisa membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, gelandangan tadi mencabut botol tadi. Tutup botol bir itu sudah dilapisi darah dari dalam anus Desy, tapi ia tidak peduli. Gelandang itu kembali berusaha memasukan penisnya ke dalam anus Desy yang sekarang sudah membesar karena dimasuki botol bir. Gelandang tadi mulai bergerak kesenangan, sudah lama sekali ia tidak meniduri perempuan, ia bergerak cepat dan keras sehingga Desy merasa dirinya akan terlepar ke depan setiap gelandangan tadi bergerak maju. Desy terus menangis melihat dirinya disodomi oleh gelandangan yang mungkin membawa penyakit kelamin, tapi gelandangan tadi terus bergerak makin makin cepat, tangannya meremas buah dada Desy, membuat Desy menjerit karena puting susunya yang terluka ikut diremas dan dipilih-pilin. Akhirnya dengan satu erangan, gelandang tadi orgasme, dan Desy merakan cairan hangat mengalir dalam anusnya, sampai gelandangan tadi jatuh terduduk lemas di belakang Desy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih ya Mbak! Saya puas sekali! Makasih.” gelandangan tadi melepaskan ikatan Desy. Kemudian ia mendorong Desy duduk dan kembali mengikat tangan Desy ke belakang, kemudian mengikat kaki Desy erat-erat. Kemudian tubuh Desy didorongnya ke bawah meja kasir hingga tidak terlihat dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambi terus mengumam terima kasih gelandangan tadi berjalan sempoyongan sambil membawa beberapa botol bir keluar dari toko. Desy terus menangis, merintih merasakan sperma gelandangan tadi mengalir keluar dari anusnya. Lama kemudian Desy jatuh pingsan kelelahan dan shock. Ia baru tersadar ketika ditemukan oleh rekan kerjanya yang masuk pukul 6 pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1952488711349224401?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1952488711349224401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seorang-karyawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1952488711349224401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1952488711349224401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seorang-karyawan.html' title='Cerita Panas Seorang Karyawan'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-4801729198160440646</id><published>2010-03-14T02:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T02:42:00.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-panas-Tante'/><title type='text'>Cerita Panas Seorang Janda Seksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; Seorang janda- Aku melihat jam di tanganku. Masih lama rupanya. Kira-kira setengah jam lagi waktu kuliah habis. Siang tadi kakak iparku nelepon, memintaku datang ke rumahnya setelah kuliah. Aku bertanya-tanya, karena biasanya hanya abangku saja yang menelponku, menanyakan sesuatu atau memintaku untuk menjaga rumahnya jika dia ada urusan keluar kota. Rintik-rintik hujan mulai turun semakin lebat. Mbak Limah yang bekerja di rumah abangku ini bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Kemudian, “Den Mad!”, teriaknya keras dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat Mbak Limah terduduk di tepi jemuran. Kain jemuran berhamburan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Den Mad, tolong Mbak Limah bawakan kain ini masuk”, pintanya sambil menyeringai mungkin menahan sakit.&lt;br /&gt;“Mbak tadi tergelincir”, sambungnya.&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk sambil mengambil kain yang berserakan lalu sebelah tanganku coba membantu Mbak Limah berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar Mbak. Saya bawa masuk dulu kain ini”, kataku sembari membantunya memegang kain yang berada di tangan Mbak Limah. Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain jemuran kuletakkan di atas kasur, di kamar Mbak Limah. Ketika aku menghampiri Mbak Limah lagi, dia sudah separuh berdiri dan mencoba berjalan terhuyung-huyung. Hujan semakin lebat seakan dicurahkan semuanya dari langit. Aku menuntun Mbak Limah masuk ke kamarnya dan mendudukkan di kursi. Dadaku berdetak kencang ketika tanganku tersentuh buah dada Mbak Limah. Terasa kenyal sehingga membuat darah mudaku tersirap naik. Kuakui walau dalam umur awal 30-an ini Mbak Limah tidak kalah menariknya jika dibandingkan dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang masih menarik perhatian lelaki. Tidak heran, pernah Mbak Limah kepergok oleh abangku bermesraan dengan laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong ambilkan Mbak handuk”, pinta Mbak Limah ketika aku masih termangu-mangu.&lt;br /&gt;Aku menuju ke lemari pakaian lalu mengeluarkan handuk dan kuberikan kepadanya.&lt;br /&gt;“Terima kasih Den Mad”, katanya dan aku cuma mengangguk-angguk saja.&lt;br /&gt;Kasihan Mbak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lembut. Bibirnya senantiasa terukir senyum, walaupun dia tidak tersenyum. Rajin dan tidak pernah sombong atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah ada yang menyuruhnya karena dia tahu tanggung jawabnya. Kadang-kadang saya memberinya sedikit uang, bila saya datang ke sana. Bukan karena apa, sebab dia mempunyai sifat yang bisa membuat orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah memarahinya. Gajinya setiap bulan disimpan di bank. Pakaiannya dibelikan oleh kakak iparku hampir setiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tahu apa sebabnya hingga suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci karena suaminya main serong. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah menikah hanya 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda. Kalau masalah kecantikan, memang kulitnya putih. Dia keturunan Cina. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Dibandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Kelebihan Mbak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Limah berdiri lalu mencoba berjalan menuju ke kamar mandi. Melihat keadaannya masih terhuyung-huyung, dengan cepat kupegang tangannya untuk membantu. Sebelah tanganku memegang pinggang Mbak Limah. Kutuntun menuju ke pintu kamar mandi. Terasa sayang untuk kulepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di pinggangnya. Mbak Limah menghadap ke diriku saat kutatap wajahnya. Mata kami saling bertatapan. Kulihat Mbak Limah sepertinya senang dan menyukai apa yang kulakukan. Tanganku jadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Kuusap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mulai mengeras. Kudekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling menyamping, lalu kutarik lagi pipinya. Mulut kamipun bertemu. Aku mencium bibirnya. Inilah pertama kalinya aku melakukannya kepada seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erangan halus keluar dari mulut Mbak Limah. Ketika kedua tanganku meremas punggungnya dan lidahku mulai menjalari leher Mbak Limah. Ini semua akibat film BF dari CD-Rom yang sering kutonton dari rumah teman. Mbak Limah bersandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya kukecup. Kuhisap dan kugelitik langit-langit mulutnya. Kancing BH-nya kulepaskan. Tanganku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya kupegang dengan lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai kenikmatan walaupun kami masih berdiri bersandar di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terangsang tak karuan. Nafas kami semakin memburu. Aku merasa tubuh Mbak Limah menyandar ke dadaku. Dia sepertinya pasrah. Baju daster Mbak Limah kubuka. Di dalam cahaya remang dan hujan lebat itu, kutatap wajahnya. Matanya terpejam. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghiasi dadanya kuremas perlahan-lahan. Bibirku mengecup puting buah dadanya secara perlahan. Kuhisap puting yang mengeras itu hingga memerah. Mbak Limah semakin gelisah dan nafasnya sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku, sedangkan aku tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah, “Ssshh…, sshh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puting payudaranya yang merekah itu kujilat berulangkali sambil kugigit perlahan-lahan. Kulepaskan ikatan kain di pinggangnya. Lidahku kini bermain di pusar Mbak Limah, sambil tanganku mulai mengusap-usap pahanya. Ketika kulepaskan ikatan kainnya, tangan Mbak Limah semakin kuat menarik rambutku. “Den Maddd…, Den Mad”, suara Mbak Limah memanggilku perlahan. Aku terus melakukan usapanku. Nafasnya terengah-engah ketika celana dalamnya kutarik ke bawah. Tanganku mulai menyentuh daerah kemaluannya. Rambut halus di sekitar kemaluannya kuusap-usap perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lidahku baru menyentuh kemaluannya, Mbak Limah menarikku berdiri. Pandangan matanya terlihat sayu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan ke tempat tidurnya. Aku segera mengerti maksud Mbak Limah seraya menuntun Mbak Limah menuju tempat tidur. Bau kemaluannya merangsang sekali. Dengan satu bau khas yang sukar diceritakan. “Den Maddd…”, bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil mengikuti apa yang kuinginkan. Mbak Limah sepertinya membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Mbak Limah kini kutelanjangkan. Tubuhnya berbaring telentang sambil kakinya menyentuh lantai. Seluruh tubuhnya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling ke sebelah kiri. Matanya terpejam. Tangannya mendekap kain sprei. Buah dadanya membusung seperti minta disentuh. Puting susunya terlihat berair karena liur hisapanku tadi. Perutnya mulus dan pusarnya cukup indah. Kulihat tidak ada lipatan dan lemak seperti perut wanita yang telah melahirkan. Memang Mbak Limah tidak memiliki anak karena dia bercerai setelah menikah 3 bulan. Kakinya merapat. Karena itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma sekumpulan rambut yang lebat halus menghiasi bagian bawah. Kemudian, tanganku terus membuka kancing bajuku satu-persatu. ritsluiting jeans-ku kuturunkan. Aku telanjang bulat di hadapan Mbak Limah. Penisku berdiri tegang melihat kecantikan sosok tubuh Mbak Limah. Buah dada yang membusung dihiasi puting kecil dan daerah di bulatan putingnya kemerah-merahan. Indah sekali kupandang di celah pahanya. Mbak Limah telentang kaku. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun duduk di pinggir kasur sambil mendekap tubuh Mbak Limah. Sungguh lembut tubuh mungil Mbak Limah. Kupeluk dengan gemas sambil kulumat mesra bibir ranumnya. Tanganku meraba seluruh tubuhnya. Sambil memegang puting susunya, kuremas-remas buah dada yang kenyal itu. Kuusap-usap dan kuremas-remas. Nafsuku terangsang semakin hebat. Penisku menyentuh pinggang Mbak Limah. Kudekatkan penisku ke tangan Mbak Limah. Digenggamnya penisku erat-erat lalu diusap-usapnya. Memang Mbak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah menikah. Dibandingkan denganku, aku cuma tahu teori dengan melihat film BF, itu saja. Tanganku terus mengusap perutnya hingga ke celah selangkangannya. Terasa berlendir basah di kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beralih dengan posisi 69. Rupanya Mbak Limah mengerti keinginanku. Lalu dipegangnya penisku yang sudah tegang dan dimasukkannya ke dalam mulutnya. Mataku terpejam-pejam ketika lidah Mbak Limah melumat kepala penisku dengan lembut. Penisku dikulum sampai ke pangkalnya. Sukar untuk dibayangkan betapa nikmatnya diriku. Bibir Mbak Limah terasa menarik-narik batang penisku. Tidak tahan diperlakukan begitu aku lalu mengerang menahan nikmat. Kubuka lebar-lebar paha Mbak Limah sambil mencari liang vaginanya. Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memegang clitorisnya. Mbak Limah mendesah. Kujilat-jilat dengan lidahku. Kulumat dengan mulutku. Liang kemaluan Mbak Limah semakin memerah. Bau kemaluannya semakin kuat. Aku jadi semakin terangsang. Seketika kulihat air berwarna putih keluar dari lubang vaginanya. Tentu Mbak Limah sudah cukup terangsang, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali pada posisi semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarik tubuhku untuk rebah bersama. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Mbak Limah memperbaiki posisinya ketika tanganku mencoba mengusap-usap pangkal pahanya. Kedua Kaki Mbak Limah mulai membuka sedikit ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidahku mulai turun ke dadanya. Putingnya kuhisap sedikit kasar. Punggung Mbak Limah terangkat-angkat ketika lidahku mengitari perutnya. Akhirnya jilatanku sampai ke celah pahanya. Mbak Limah semakin membuka pahanya ketika aku menjilat clitorisnya, kulihat Mbak Limah sudah tidak bergerak lagi. Kakinya kadang-kadang menjepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk mencari tempat-tempat yang bisa mendatangkan kenikmatan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erangan Mbak Limah semakin kuat dan nafasnya pun yang terus mendesah. Rambutku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menahan kenikmatan. Aku bertanya, “Gimana Mbak rasanya?”, suaraku lembut dan sedikit manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik napas panjang. Aku mengerti. Itu bertanda dia setuju. Tanpa disuruh, aku mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya yang kini telah terbuka lebar. Lendir dan liurku telah banjir di gerbang vaginanya. Kugesek-gesekan kepala penisku di cairan yang membanjir itu. Perlahan-lahan kutekan ke dalam. Tekanan penisku memang agak sedikit susah. Terasa sempit. Kulihat Mbak Limah menggelinjang seperti kesakitan. “Pelan-pelan Den Madd!”, Mbak Limah berbicara dengan nafas sesak. Aku sekarang mengerti. Kemaluan Mbak Limah sudah sempit lagi setelah 6 tahun tidak disetubuhi, walaupun dia sudah tidak perawan lagi. Memang aku belum berpengalaman kerena ini merupakan pertama kalinya aku menyetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekan lagi. Kumasukkan penisku perlahan-lahan. Kutekan punggungku ke depan. sangat hati-hati. Terasa memang sempit. Lalu Mbak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya meringis seperti orang sedang menggigit tulang. Hanya sebagian penisku yang masuk. Kubiarkan sebentar penisku berhenti, terdiam. Mbak Limah juga terdiam. Tenang. Sementara itu, kupeluk tubuh Mbak Limah dengan gemas sambil memainkan buah dadanya, menjilat, mengusap dan menggigit-gigit lembut. Mulutnya kukecup sambil lidahnya kumainkan. Kami memang sudah sangat bernafsu dan terangsang. Lalu kemudian aku bertanya dengan suara lembut, “Mau diteruskan…?”. Mbak Limah membuka matanya. Di bibirnya terlihat senyum manis yang menggairahkan. Kutekan penisku ke dalam. Kemudian kutarik ke belakang perlahan-lahan. Kuhentakkan perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan Mbak Limah, mencengkram seluruh batang penisku. Penisku terasa seperti tersedot di dalam vagina Mbak Limah. Kami makin terangsang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penisku mulai memasuki kemaluan Mbak Limah lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menggairahkan. Mata Mbak Limah terbuka menatapku dengan pandangan yang sayu ketika penisku mulai kukeluar-masukkan. Bibirnya dicibirkan rapat-rapat seperti tidak sabar menunggu tindakanku selanjutnya. Sedikit demi sedikit penisku masuk sampai ke pangkalnya. Mbak Limah mendesah dan mengerang seiring dengan keluar-masuknya penisku di kemaluannya. Kadang-kadang punggung Mbak Limah terangkat-angkat menyambut penisku yang sudah melekat di kemaluannya. Berpuluh-puluh kali kumaju-mundurkan penisku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Suatu ketika aku merasakan badan Mbak Limah mengejang dengan mata yang tertutup rapat. Tangannya memeluk erat-erat pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi dan satu keluhan berat keluar dari mulutnya secara pelan. Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan penisku yang tertanam di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goyanganku semakin kuat. Kasur Mbak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit-decit. Leher Mbak Limah kurengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Ketika itu seolah-olah aku merasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin keras membuat penisku semakin menegang keras. Mbak Limah mengimbanginya dengan menggoyangkan pinggulnya. Goyanganku semakin kencang. Kemaluan Mbak Limah semakin keras menjepit penisku. Kurangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia diam saja. Bersandar pada tubuhku, Mbak Limah lunglai seperti tidak bertenaga. Kugoyang terus hingga tubuh Mbak Limah seperti terguncang-guncang. Dia membiarkan saja perlakuanku itu. Nafasnya semakin kencang. Dalam keadaan sangat menggairahkan, akhirnya aku sampai ke puncak. Air maniku muncrat ke dalam kemaluan Mbak Limah. Bergetar badanku saat maniku muncrat. Mbak Limah mengait pahaku dengan kakinya. Matanya terbuka lebar memandangku. Mukanya serius. Bibir dan giginya dicibirkan. Nafasnya terengah-engah. Dia mengerang agak kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu aku memuntahkan lahar maniku, tusukanku dengan kuat menghunjam masuk ke dalam. Kulihat Mbak Limah menggelepar-gelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya mendongak ke belakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami merasakan kenikmatan itu. Beberapa tusukan tadi memang membuat kami sampai ke puncak bersama-sama. Memang hebat. Sungguh puas. Memang inilah pertama kalinya aku melakukan senggama. Mbak Limah lah wanita pertama yang mendapatkan air perjakaku. Walaupun dia seorang janda, bagiku dia adalah wanita yang sangat cantik. Waktu kami melakukan senggama tadi, kami berkhayal entah kemana. Mbak Limah memang hebat dalam permainannya. Sebagai seorang yang tidak pernah merasakan kenikmatan persetubuhan, bagiku Mbak Limah betul-betul memberiku surga dunia. Aku terbaring lemas di sisi Mbak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada tenaga untuk membukanya. Dalam hati aku puas karena dapat mengimbangi permainan ranjang Mbak Limah. Kulihat Mbak Limah tertidur di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah kuimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Mbak Limah juga telentang dengan mata tertutup seperti kelelahan, mungkin lelah setelah dapat menghilangkan keinginan batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masih berpelukan. Kemudian Mbak Limah terasa seperti mengusap mukaku. Kubuka mataku. Dia tersenyum. Aku tersenyum. Seolah-olah kami tidak merasa aneh berpelukan tanpa sehelai benang pun di tubuh kami. Dia mencium bibirku. Dia berbisik ketelingaku, “Terima kasih ya Den Mad. Mbak…” Belum sempat dia menghabiskan kata-katanya, aku bertanya, “Mbak puas…?”. Dia tersenyum dan mengangguk. “Dua kali!”, jawabnya ringkas. Den Mad kamu memang hebat, penismu juga besar! Panjang!”, katanya. Sementara itu ia mengocokkan batang penisku. Suaranya membangkitkan gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak suka?”, tanyaku. Dia tersenyum. Dia mengangguk tanda suka. Saat itu juga tanganku memegang buah dadanya. Tangannya mengocok terus penisku. Penisku tegang lagi. Kami jadi terangsang lagi. “Mbak mau lagi?”, tanyaku dengan suara manja. Dia tersenyum manis. Apa yang kuimpikan kini benar-benar menjadi kenyataan. Perlahan-lahan kubuka selimutnya. Kulihat kaki Mbak Limah sudah mengejang. Sedikit demi sedikit terus kutarik selimutnya ke bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufff…, detak jantungku kembali berdegup kencang. Kunikmati kembali tubuh Mbak Limah tanpa perlawanan. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilat di depanku. Kurentangkan kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik gundukan bukit Mbak Limah. Kedua belahan bibir mungil kemaluannya kubuka. Melalui celah itu kulihat semua rahasia di dalamnya. Aku menelan air liurku sendiri sambil melihat kenikmatan yang telah menanti. Kudekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan birahi. Tak mampu aku menahan ledakan birahi yang menghambat nafasku. Segera kudekatkan mulutku sambil mengecup bibir kemaluan Mbak Limah dengan bibir dan lidahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakus sekali lidahku menjilati setiap bagian kemaluan Mbak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang menonjol di mulut vaginanya, Mbak Limah mendesis dan mendesah keenakan. Lidah dan bibirku menjilat dan mengecup perlahan. Beberapa kali kulihat Mbak Limah mengejangkan kakinya. Aku sangat menikmati bau khas dari liang kemaluan Mbak Limah yang memenuhi relung hidungku. Membuat lidahku bergerak semakin menggila. Kutekan lidahku ke lubang kemaluan Mbak Limah yang kini sedikit terbuka. Rasanya ingin kumasukkan lebih dalam lagi, tapi tidak bisa. Mungkin karena lidahku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidahku itu membuat Mbak Limah beberapa kali mengerang karena nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan sudah terangsang, kutarik tubuh Mbak Limah ke posisi menungging. Ia menuruti permintaanku dan bertanya dengan nada manja. “Den Mad mau diapakan badan Mbak?”, bisiknya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan seperti ini oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Kuatur posisinya. Tangannya meremas sprei hingga kusut. Air mani Mbak Limah sudah membasahi kemaluannya. Kubuka pintu kemaluannya. Kulihat dan perhatikan dengan seksama. Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Mbak Limah. Bau anyir dan bau air maniku bercampur dengan bau asli vagina Mbak Limah yang merangsang. Bau vagina seorang wanita! Jelas semua! Bulu kemaluan Mbak Limah yang lembab dan melekat berserakan di sekitar vaginanya. Kusibakkan sedikit untuk memberi ruang. Kumasukkan jari telunjukku ke dalam lubang vaginanya. Kumain-mainkan di dalamnya. Kulihat Mbak Limah menggoyang punggungnya. Kucium dan kugigit daging kenyal punggungnya yang putih bersih itu. Kemudan kurangkul pinggangnya. Kumasukkan penisku ke liang vaginanya. Pinggang Mbak Limah seperti terhentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan kutusukkan penisku yang besar panjang ke lubang vaginanya dengan posisi “doggy-style”. Tusukanku semakin kencang. Nafsu syahwatku kembali sangat terangsang. Kali ini berkali-kali aku mendorong dan menarik penisku. Hentakanku memang kasar dan ganas. Kuraih pinggang Mbak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya. Kuremas-remas semauku, bebas. Rambutnya acak-acakan. Lama juga Mbak Limah menahan lampiasan nafsuku kali ini. Hampir setengah jam. Maklumlah ini adalah kedua kalinya. Tusukanku memang hebat. Kadang cepat, kadang pelan. Kudorong-dorong tubuh Mbak Limah. Dia melenguh. Dengusan dari hidungnya memanjang. Berkali-kali. Seperti orang terengah-engah kecapaian. “Ehh.. ek, Ekh, Ekh.” Akirnya aku merasakan air maniku hampir muntah lagi. Waktu itu kurangkul kedua bahu Mbak Limah sambil menusukkan penisku ke dalam. Tenggelam semuanya hingga ke pangkalnya. Waktu itulah kumuntahkan spermaku. Kutarik lagi, dan kuhunjamkan lagi ke dalam. Tiga empat kali kugoyang seperti itu. Mbak Limah terlihat pasrah mengikuti hentakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kupeluk tubuhnya walaupun penisku masih tertancap di dalam kemaluannya. Kuelus-elus buah dadanya. Kudekati mukanya. Kami berciuman. Begitu lama hingga terasa penisku kembali normal. Mbak Limah sepertinya kelelahan. Keringat bercucuran di dahi kami. Kami telentang miring sambil berpelukan. Mbak Limah terlihat lemas lalu tertidur. Melihat Mbak Limah begitu, dan hujan masih belum reda, birahiku bangkit kembali. Kurangkul tubuh Mbak Limah dan aku bermain sekali lagi. Kali ini Mbak Limah menyerah. Dia tidak menolak. Kumainkan kemaluannya sampai puas. Bau di kamar ini adalah bau air mani kami. Bunyi tempat tidur pun berdecit-cit. “Ahh… aaghh.” Sesudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan memakai kembali pakaianku. Aku keluar dari kamar Mbak Limah menuju ke ruang depan. Sewaktu aku keluar, barulah aku sadar pintu kamar Mbak Limah tidak tertutup rapat. Rupa-rupanya kakak iparku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil mencoba berlagak seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian aku duduk di sofa. Sebentar kemudian kakak iparku datang membawa minuman. Kulihat mukanya biasa saja. Kuyakinkan diriku bahwa kakak iparku tidak tahu apa yang telah terjadi tadi antara aku dengan Mbak Limah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya, “Abang tidak pulang sama Mbak?”&lt;br /&gt;“Tidak. Dia ke Singapore 4 hari!”, jawabnya. Dia tersenyum.&lt;br /&gt;“Minumlah!”, dia mempersilakanku. Kemudian dia berjalan menuju ke kamarnya. Aku duduk dan menonton film “Airforce One”. “Mbak sebentar lagi mau pergi, ambil mobil di sana. Nanti malam tolong kamu tidur di sini ya, sekilan jaga rumah!”, katanya pendek. Memang bagitulah biasanya. Kalau abangku tidak ada, aku yang jadi sopir kakak iparku untuk membawa Mercedez-nya ke mana-mana. Malam itu aku tidak pulang ke flatku. Tidur di rumah abangku! Memang ada kamar khusus untukku di rumahnya yang cukup besar itu. Tapi yang lebih spesial lagi bagiku adalah tidur dalam pelukan Mbak Limah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-4801729198160440646?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/4801729198160440646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seorang-janda-seksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4801729198160440646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4801729198160440646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seorang-janda-seksi.html' title='Cerita Panas Seorang Janda Seksi'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-1384467728568776612</id><published>2010-03-14T01:58:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T01:58:00.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante fitness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex dengan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante-tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante kesepian'/><title type='text'>Tempat Tante-Tante Kesepian Mencari Brondong</title><content type='html'>Saat Ini keberadaan tante-tante kesepian atau yang lebih di kenal dengan Tante girang memang bukan menjadi berita rahasia lagi, tante-tante girang yang hobinya mencari berondong mungkin sudah biasa, namun untuk mengetahui ciri-ciri tante girang memang agak sulit, apalagi zaman sekarang tante-tante suka pada dandanan menor, dandanan menor bukan lagi identik dengan tante girang, Tempat mangkal tante girang cari brondong juga semakin terbuka tante -tante genet yang siap bugil memang banyak bertebaran di mal-mal untuk cari brondong keren. Bagi anda yang merasa brondong, siap-siap untuk mencari mangsa tante-tante girang banyak duit, liat ciri-ciri si tante dengan dandananan dan kedipan mata yang menggoda untuk diajak bercinta, brondong bisa dapat no hp tante girang dan beberapa informasi tentang tante cantik kaya yang cari brondong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu-kamu yang sudah biasa berhubungan dengan tante-tante yuk bagi informasinya disini...atau kamu bisa saja komentar siapa tahu ada tante-tante yang lewat dan menghubungi kamu..hhihihihih, oh iya jangan lupa lihat dulu video cara-cara dan teknik bermain di atas ranjang disini &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-3gp-terbaru-download.html"&gt;kumpulan video seks 3gp&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-1384467728568776612?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/1384467728568776612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/tempat-tante-tante-kesepian-mencari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1384467728568776612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/1384467728568776612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/tempat-tante-tante-kesepian-mencari.html' title='Tempat Tante-Tante Kesepian Mencari Brondong'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-7406471132737405040</id><published>2010-03-13T02:29:00.002+07:00</published><updated>2010-03-13T02:32:57.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-panas-Tante'/><title type='text'>Cerita Panas Dengan Tante Ida</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; dengan tante ida ini waktu Aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 3 tahun. Akan tetapi tante Ida yang cantik itu, orangnya sangat judes, dia tidak memandang mata keluargaku, maklum kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Ida datang dari keluarga yang sangat kaya di kota Surabaya, dia hanya 2 bersaudara dan Ida adik perempuannya yang berumur 22 tahun, masih kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Ida di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama aku berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau aku menginap dirumah mereka. Disamping aku memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aku sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap aku sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om ku memberi aku duit. Saat ini aku nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan ibuku memberitahukan kepada om ku yang memaksa aku tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aku merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah-marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya. Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante Ida menyuruh saya menjaga rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar,” pikirku kebetulan tadi habis Download &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-3gp-terbaru-download.html"&gt;Video Blue Film 3GP terbaru&lt;/a&gt;. TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan. Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau orgasme, tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anton.. apa yang kamu lakukan!!” teriak sebuah suara yang aku kenal. “Ooooohh… Tante…?!” aku kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eeeehhhh… ppppffffff…!!! badan tante Ida seketika&lt;br /&gt;mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia&lt;br /&gt;sangka akan berani aku lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai&lt;br /&gt;memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas…. “Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Aku ini istri om mu…!!! Cepat lepas… nanti kulaporkan kau ke om mu…” teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku. Aku tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu. Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok-gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi… “Tooonnnn… aaammmpuunn… Toonnnnn… iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!!” Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iiiiiiiiii…..ooohhhhhhh…..aaaagggghh hhhhh……..ssssshhhhhhh……..Toooonnnnn……! !!!!” akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Ida mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin&lt;br /&gt;memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan&lt;br /&gt;kuat dan…….. “Aaaahhhhhh..Toooonnnn…jaaa..jaaa&lt;br /&gt;angaaannn….Tooonnnn……iiii…ngaaaatttt..Tooo nnn…&lt;br /&gt;oooohhhhhhh…………aaaaaggggghhh…aaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh…!!!!!”&lt;br /&gt;akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat,&lt;br /&gt;serta kedua tangannya mendekap punggung ku….Seerrr.. cairan kewanitaan&lt;br /&gt;tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku. Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam penisku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya… “Oooohhhh….Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini…….?????” “Eeeehhmmm…maafkan Anton tante….Anton lupa diri….abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Anton akan mencapai klimaks….salah tante sendiri sihhh…….lagi pula…tante amat cantik sihhh…..!!!!!!” sahutku mencari-cari alasan sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih&lt;br /&gt;menggenggam penisku katanya lagi.. “Tooonnnn…..punya kamu gede amat yaaaa…????. Punya Om mu nggak sampai segede ini..!!” “Aaahhhhh, tante…apa betull…?????!” memang penis ku panjangnya 20 cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan penisku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Ida tak mau lepas dari situ. “Taaannnnn…., kok diiiii…..dii…diamin aja, dikocok dong, Taannn…. biar&lt;br /&gt;enaaakkk….!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ton, Ton.. kamu keburu nafsu aja….aaaaggghhh….!!!”, perlahan-lahan kedua&lt;br /&gt;tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan&lt;br /&gt;sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua&lt;br /&gt;tangannya segera menggenggam penisku dan kemudian tante Ida mulai&lt;br /&gt;menjilati kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku&lt;br /&gt;menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang&lt;br /&gt;kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang&lt;br /&gt;terlewat dari sapuan lidahnya. Dikocoknya penisku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi&lt;br /&gt;sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida&lt;br /&gt;mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai membesar dan makin&lt;br /&gt;mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar.&lt;br /&gt;Merasa aku akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo&lt;br /&gt;keluar,…….aaauuugghhhh…..taaannnn..!!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu&lt;br /&gt;menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya&lt;br /&gt;semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar&lt;br /&gt;tetapi penisku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi.&lt;br /&gt;Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku dan menjilat-jilatnya&lt;br /&gt;hingga bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur,&lt;br /&gt;sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti&lt;br /&gt;rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas&lt;br /&gt;tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam&lt;br /&gt;keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan&lt;br /&gt;yang sayu dan terlihat pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan&lt;br /&gt;aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar&lt;br /&gt;kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupegang batang penisku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya,&lt;br /&gt;sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina&lt;br /&gt;tante Ida, penisku mulai mengeras kembali. Ku ambil tangan tante Ida dan&lt;br /&gt;ku tempatkan pada batang penisku, segera digengamnya penisku dan&lt;br /&gt;diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala&lt;br /&gt;penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa lobang kemaluan tante Ida sangat sempit mencengkeram batang&lt;br /&gt;kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku,&lt;br /&gt;kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooooohhhhhh… Toooonnnn… bee.. beeeesaaarrrr&lt;br /&gt;aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan… pee laaan… Tooooonnnnn… ooooohhhhh..!!!!!” tante Ida merintih perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kemaluanku makin dalam… terus… terus…. ooohhhhhh… eeeenna aaak… benaaarrrr… terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taaaaannnnn……ooohhhhhh…..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkk…taannnnn….!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga penisku&lt;br /&gt;terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam….. dalam….. terus……&lt;br /&gt;terus….. daannnn….. ….kemudian……ujung kepala penisku terasa mentok,&lt;br /&gt;karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika aku mencoba&lt;br /&gt;menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya&lt;br /&gt;memompa keluar masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun&lt;br /&gt;yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan&lt;br /&gt;sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Ida&lt;br /&gt;terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam&lt;br /&gt;dasar lobang kemaluannya. Aku dapat melihat payudara tante Ida&lt;br /&gt;bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk penisku&lt;br /&gt;dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot&lt;br /&gt;penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaaaaddduuuuuhhhhh….Toooonnn.. Aaaagggghhhhhh.. Oouggg..&lt;br /&gt;hhaa..hhaa…Toooonn …taaannnn…teeeee…maaa…. Maaauuuu…keee…&lt;br /&gt;keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn…!!!!!!!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan….. Seeeeerrrr…..kurasakan cairan hangat membasahi penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran penisku yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang&lt;br /&gt;ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan&lt;br /&gt;ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot&lt;br /&gt;penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang&lt;br /&gt;berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya&lt;br /&gt;selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan&lt;br /&gt;tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku.&lt;br /&gt;“Aaaaaauuddddduuhhhh… taaannnnnn… teeeee… oooooohhhhh…..!!!!” keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan&lt;br /&gt;…croott.. croott….croooootttt….semburan..maniku menyemprot dengan kuat,&lt;br /&gt;mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, kemudian&lt;br /&gt;badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara&lt;br /&gt;kuubiarkan penisku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan&lt;br /&gt;sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja&lt;br /&gt;berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!!” kataku dengan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga…..!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iiihhhhh…tante…..tapi tante senang juga….kaannnn …..????”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya.. siiihhh….!!!!!” kata tante Ida malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Aku dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-7406471132737405040?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/7406471132737405040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-dengan-tante-ida.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7406471132737405040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/7406471132737405040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-dengan-tante-ida.html' title='Cerita Panas Dengan Tante Ida'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-4707415574509771964</id><published>2010-03-13T02:06:00.004+07:00</published><updated>2010-03-13T02:25:28.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-panas-Tante'/><title type='text'>Cerita Panas Tante Girang Yang Lesbian</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita panas&lt;/a&gt; dengan tante girang kali ini menceritakan seorang tante yang bernama Tante Lis berusia 45 tahun dengan ukuran payudara 38 dan tubuh yang ideal. Dia bekerja sebagai ibu rumah tangga dan tinggal di Yogyakarta. Sedangkan Ibu Susi berusia 40 tahun dengan ukuran payudara 38 dan tubuh yang ideal. Dia bekerja sebagai dosen di Malang dan juga tinggal di sana. Suami mereka berdua adalah kakak beradik dan sibuk bekerja di luar negeri. Mereka berdua menjadi lesbian ketika suatu sore Tante Lis ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai relasi suaminya di Inggris, namanya Jennifer. Dia orang Amerika. Dia mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan tentang suaminya. Tante Lis disuruhnya datang ke hotel tempatnya menginap sore itu juga. Di Hotel Garuda. Kebetulan Ibu Susi sedang liburan di tempat &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/bercinta-dengan-ibu-dosenku-yang-cantik.html"&gt;Tante&lt;/a&gt; Lis. Sehingga diajak pula Ibu Susi. Setelah melapor ke resepsionis hotel, mereka berdua langsung menuju ke kamar Jennifer. Mereka disambut Jennifer sendiri yang sedang menyaksikan &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-3gp-terbaru-download.html"&gt;Video Blue Film&lt;/a&gt; Indonesia.&lt;br /&gt;“Selamat sore,” sapa Jennifer ramah dalam bahasa Indonesia meskipun agak kaku.&lt;br /&gt;“Selamat sore,” jawab Tante Lis.&lt;br /&gt;“Bisa ketemu dengan Jennifer,” sambung Tante Lis.&lt;br /&gt;“Saya sendiri. Ibu siapa?”&lt;br /&gt;“Saya Nyonya Hermawan,” jawab Tante Lis menyebutkan nama suaminya.&lt;br /&gt;“Ooo… Maaf Bu. Saya tidak tahu.”&lt;br /&gt;Jennifer lalu menjabat tangan Tante Lis.&lt;br /&gt;“Dan ini kerabat saya,” kata Tante Lis.&lt;br /&gt;“Susi,” kata Ibu Susi sambil menjabat tangan Jennifer.&lt;br /&gt;“Mari, silakan masuk! Maaf kursinya saya pakai untuk menaruh tas. Saya hanya semalam di sini. Kita duduk di tempat tidur saja.”&lt;br /&gt;Mereka bertiga masuk dan lalu duduk di tepian tempat tidur.&lt;br /&gt;“Kenapa hanya semalam?” tanya Ibu Susi.&lt;br /&gt;“Saya kebetulan hanya mampir untuk membicarakan masalah Pak Hermawan. Besok saya sudah berangkat ke Australia.”&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan suami saya?” tanya Tante Lis.&lt;br /&gt;“Dia terlibat suatu masalah.”&lt;br /&gt;Kemudian Jennifer menceritakan masalah yang dihadapi suami Tante Lis. Sampai akhirnya mereka bertiga terdiam beberapa saat. Tiba-tiba..&lt;br /&gt;“Saya mohon kepada anda untuk menolong suami saya,” kata Tante Lis kepada Jennifer.&lt;br /&gt;“Saya sebetulnya tidak bisa menolong Pak Hermawan. Bisa, asal…”&lt;br /&gt;Jennifer tidak melanjutkan kata-katanya. Tetapi tangannya melepaskan kancing baju yang dipakai Tante Lis yang duduk di sampingnya. Tante Lis diam saja. Dibelainya bagian atas payudara kirinya yang masih ditutupi BH.&lt;br /&gt;“Ehmmm… ehmmm… ehmmm…”&lt;br /&gt;Kedua tangan Jennifer lalu bergerak ke belakang, melepas tali BH yang dipakai Tante Lis. Salah satu tangannya maju ke depan dan meremas payudara kanan Tante Lis.&lt;br /&gt;“Aaahhh… aaahhh… aaahhh…”&lt;br /&gt;Ibu Susi yang sedang duduk di samping Tante Lis dan sedang membaca majalah terkejut mendengar suara yang keluar dari mulut Tante Lis. Dilihatnya kedua tangan Jennifer sedang meremas kedua payudara Tante Lis sedangkan kedua tangan Tante Lis melepas baju yang dipakai Jennifer. Sekarang bibir mereka berdua sudah saling menempel dan kedua lidah mereka saling mengulumdengan hangat. Ibu Susi yang melihat itu tidak kuat menahan nafsu. Diremasnya kedua payudaranya sendiri yang masih ditutupi pakaiannya.&lt;br /&gt;Baju Tante Lis sekarang sudah terlepas dari tempatnya dan kedua tangannya melepas kaos dalam yang dipakai Jennifer sambil tetap berciuman. Bibir Tante Lis terlepas dari bibir Jennifer demi dilihatnya kedua payudara Jennifer yang ukurannya dua kali lebih besar dari miliknya meskipun tubuhnya biasa saja. Jennifer yang merasakan hal itu lalu merebahkan diri sambil menarik tubuh Tante Lis. Sehingga mulut Tante Lis jatuh tepat di atas payudara kiri Jennifer. Dijilatinya payudara kiri Jennifer tersebut sambil tangan kirinya memilin-milin puting payudara kanan Jennifer. “Aaahhh… aaahhh… aaahhh…”&lt;br /&gt;Ibu Susi melihat hal tersebut. Nafsunya semakin panas sehingga sekarang tangannya menarik tangan kiri Tante Lis dari payudara kanan Jennifer dan mulutnya ikut beraksi. Dijilatinya payudara kanan Jennifer sambil tangannya meremas payudara kanan Jennifer. Kedua tangan Jennifer akan meremas kedua payudara Tante Lis. Tetapi tangan kirinya dipegang tangan Tante Lis. Sedangkan tangan kanannya dipegang tangan Ibu Susi. Tante Lis dan Ibu Susi sibuk mempermainkan kedua payudara Jennifer sampai akhirnya Ibu Susi kelelahan dan terlentang di samping kanan Jennifer. Jennifer yang merasa tidak bisa apa-apa ketika kedua payudaranya dipermainkan kedua tamunya kemudian mengangkat kepala Tante Lis yang masih sibuk. Tante Lis tahu diri dan kemudian dia ikut terlentang di samping kiri Jennifer. Tidak lama, setelah Jennifer bangkit dari tempat tidur, Tante Lis menghampiri Ibu Susi. Tante Lis dengan cekatan melepas pakaian bagian atas Ibu Susi yang masih berpakaian lengkap.&lt;br /&gt;Sekarang mereka berdua sudah setengah telanjang dan Tante Lis lalu menindih Ibu Susi. Kedua payudara mereka saling menempel. “Ouohhh…” Mulut mereka berdua sama-sama mengeluarkan suara yang disambut dengan kedua bibir mereka yang saling berciuman dan perang antar lidah. Jennifer sendiri setelah bangkit dari tempat tidur lalu melepas celana jeans yang dipakainya. Sekarang dia sudah telanjang bulat karena dia tidak memakai celana dalam. Dia mengambil dua buah dildo berukuran 20 cm dari dalam tasnya. Dia berbalik dan melihat ke tempat tidur. Tante Lis dan Ibu Susi sedang dalam puncak kenikmatan. Mereka berdua sudah telanjang bulat. Mereka berpelukan dan bergulingan di atas tempat tidur. Jennifer melemparkan salah satu dildo ke tempat tidur.Sedangkan yang satunya sedang menari-nari di kedua payudaranya sendiri. Dildo tersebut kemudian naik dan masuk ke dalam mulutnya. Dikeluar-masukkan dildo tersebut. Setelah puas, dildo tersebut turun ke bawah. Dimasukkannya dildo tersebut ke dalam lubang kemaluannya sepanjang 15 cm. Diputar-putar dan digesek-gesekkan dildo tersebut dalam lubang kemaluannya sambil dia menari-nari. “Aaahhh… aaahhh… aaahhh…”&lt;br /&gt;Jennifer terkejut dengan suara tersebut dan dilihatnya Tante Lis dan Ibu Susi sama-sama terlentang sehabis lelah bercumbu. Dilihatnya tangan Ibu Susi memberi isyarat untuk menghampirinya. Jennifer naik ke tempat tidur dan tangannya menggesek-gesekkan dildo yang dilemparnya tadi ke kedua payudara Ibu Susi bergantian. Sedangkan dildo yang satunya masih menggantung di kemaluannya sehingga mirip kemaluan laki-laki meskipun sudah keluar dengan panjang 15 cm. Kemudian dildo tersebut dengan pelan-pelan dimasukkan ke dalam lubang kemaluan Ibu Susi. Dikeluar-masukkan seolah-olah Jennifer adalah seorang laki-laki yang sedang menyetubuhi seorang wanita. “Aaahhh… aaahhh… aaahhh…”&lt;br /&gt;Sedangkan dildo yang menari-nari di kedua payudara Ibu Susi sekarang sudah menjelajahi kemaluan Tante Lis. Setelah beberapa menit Jennifer mengeluarkan dildo dari dalam liang kemaluannya. Sekarang tangan kanannya mengeluar-masukkan dildo ke dalam lubang kemaluan Tante Lis dantangan kirinya mengeluar-masukkan dildo ke dalam kemaluan Ibu Susi. Kedua tangan Tante Lis dan Ibu Susi juga tidak tinggal diam. Kedua payudara Jennifer yang menantang dijadikan permainan kedua tangan mereka. Diremas, dipilin dan disentil putingnya. “Aaahhh… aaahhh… aaahhh…” Mereka bertiga akhirnya kelelahan. Setelah keluar untuk makan malam, mereka melanjutkan permainan mereka sampai pagi. Pagi harinya Tante Lis dan Ibu Susi mengantarkan Jennifer ke Bandara. Jennifer meninggalkan masing-masing dildo untuk Tante Lis dan Ibu Susi. Keesokan harinya Ibu Susi juga kembali ke Malang karena masa liburannya sudah habis.&lt;br /&gt;Yuk &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-3gp-terbaru-download.html"&gt;Download Kumpulan Video Bokep 3GP&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-4707415574509771964?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/4707415574509771964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-dengan-tante-girang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4707415574509771964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4707415574509771964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-dengan-tante-girang.html' title='Cerita Panas Tante Girang Yang Lesbian'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-3952526737992819871</id><published>2010-03-13T01:43:00.004+07:00</published><updated>2010-03-13T01:48:59.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koleksi 3gp'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video 3gp'/><title type='text'>Download Video Blue Film Indonesia Terbaru</title><content type='html'>Mau download Video Blue Film terbaru?? nih tempatnya &lt;a href="http://ineedfile.com/video-blue-film-indonesia" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://ineedfile.com/video-blue-film-indonesia&lt;/a&gt; kamu bisa download gratis, klik saja URL tersebut jika memang kamu ingin mengambil semua &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-3gp-terbaru-download.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;video blue film&lt;/a&gt; 3GP, MP4, HD yang terbaru, semuanya free ko, atau kamu bisa lihat langsung videonya disini &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-bokep-perawat.html" target="_blank" rel="nofollow"&gt;Perawat Ngentot Dengan Pasien&lt;/a&gt; Selamat download dan selama menonton langsung..ingat adeknya di jaga ya jangan sampai berontak..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-3952526737992819871?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/3952526737992819871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/download-video-blue-film-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/3952526737992819871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/3952526737992819871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/download-video-blue-film-indonesia.html' title='Download Video Blue Film Indonesia Terbaru'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-4317702838680895928</id><published>2010-03-13T01:27:00.000+07:00</published><updated>2010-03-13T01:29:34.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips seks'/><title type='text'>Bagian Tubuh Wanita yang Dijamin Menggoda Pria</title><content type='html'>Penilaian pertama pria tentang wanita pastinya tentang fisik. Apa saja yang dilirik pria dan apa saja yang bisa membuat pria tergoda. Simak artikel ini! Cinta pada pandangan pertama memang bukan basa-basi. Menurut survey, seseorang membuat penilaian fisik tentang orang lain pada 10 detik pertama. Empat menit selanjutnya, orang akan membuat penilaian tentang hal-hal lainnya. pria-pria buka mulut soal bagian mana dari tubuh wanita yang membuat mereka tergoda. Hasilnya, bisa dipelajari para wanita untuk memikat para pria. Ini dia bagian tubuh wanita yang akan membuat wanita tergoda, berdasarkan urutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tubuh Atletis&lt;br /&gt;Pria menyukai wanita yang bertubuh atletis karena dalam pandangan mereka pasti wanita tersebut mampu menjadi ibu yang baik. Dengan tubuh yang fit, si wanita tentu akan mampu menjalani hari-harinya sebagai ibu dan mengerjakan berbagai tugas rumah tangga. Wanita bertubuh atletis juga diyakini mampu melindungi dirinya dari bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Payudara Padat Berisi&lt;br /&gt;Bagi para pria, payudara wanita paling indah ada pada rentang usia awal 20 tahunan. Favorit mereka adalah payudara padat berisi persis yang ada di majalah-majalah pria atau iklan-iklan pakaian dalam. Jika Anda tidak memiliki payudara padat berisi jangan sedih dulu. Menurut hasil penelitian, pria menyukai payudara tanpa mempedulikan bentuknya. Tidak masalah apakah payudara tersebut berukuran kecil ataupun besar, pria pasti tertarik pada payudara wanita. Satu lagi fakta tambahan mengapa pria menyukai payudara wanita adalah karena di sekitar puting wanita ada bagian bernama aerola. Pada saat berhubungan seks, aerola akan mengeluarkan bau yang menggoda pria. Itu lah sebabnya, pria senang bermain-main dengan payudara ketika berhubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kaki Jenjang&lt;br /&gt;Ketika seorang wanita beranjak remaja, kaki mereka akan bertambah jenjang. Nah, di mata pria, kaki yang panjang menandakan kedewasaan wanita. Banyak wanita berkaki panjang menyadari kelebihan tersebut. Biasanya mereka menggunakan sepatu hak tinggi atau rok mini untuk semakin menonjolkan keseksian kakinya. Pria juga senang ketika wanita menggunakan hak tinggi. Sepatu yang mudah bikin kaki pegal tersebut menurut pria membuat kaki wanita tambah seksi, membuat bokong dan bagian belakang wanita semakin menarik. Lucunya, ketika masa subur atau menstruasi, wanita secara instingtif merasa ingin menggunakan rok mini atau pakaian-pakaian yang menggoda pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pinggang yang ramping&lt;br /&gt;Bentuk tubuh jam pasir sejak dulu menjadi idola wanita. Sejak lima abad silam, wanita berusaha keras mewujudkan bentuk tersebut lewat bentukan korset, diet ketat, sampai operasi plastik. Semakin segaris pinggul dengan pinggang membuat pria semakin tertarik. Terkesan wanita tersebut banyak menimbun lemak sehingga secara reproduktif kurang subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bokong yang bulat&lt;br /&gt;Bokong bulat yang penuh dipastikan membuat mata pria tak bisa berpaling. Bokong wanita memiliki banyak fungsi, seperti menyimpan lemak untuk menyusui dan tempat menumpuk energi untuk saat-saat tertentu. Inilah mengapa banyak orang menganggap semakin besar bokong semakin menarik wanita tersebut. Zaman dahulu wanita berusaha keras membuat bokongnya terlihat semakin besar. Tapi tidak demikian kini, bokong besar malah seperti menandakan tubuh yang kurang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perut Ramping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya ini bukan kejutan lagi, perut ramping akan membuat pria jatuh cinta. Mengapa? Pertama, karena jelas perut ramping menandakan wanita tersebut tidak hamil. Lalu apalagi? Menurut para pria perut ramping menandakan wanita tersebut pandai merawat diri dan peduli akan kesehatannya. Perhiasan di perut, seperti tindik di perut atau rantai di sekitar perut menurut pria membuat perut semakin seksi. Rantai tersebut membuat pinggul wanita tampak lebih besar sekaligus merampingkan pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Leher Jenjang&lt;br /&gt;Leher pria umumnya pendek, lebar, dan kokoh. Secara historis, leher semacam itu berguna untuk membawa benda-benda berat, seperti binatang hasil buruan. Nah, karena itu leher jenjang wanita membuat pria terpesona. Leher jenjang dianggap sebagai tanda kewanitaan yang sangat menggoda, membuat pria senang mencium dan menghiasinya dengan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wajah Ramah&lt;br /&gt;Diam-diam pria mengidolakan wanita yang berwajah sedikit kekanak-kanakan dan penuh senyum. Wajah mungil, dagu kecil, rahang yang elegan, tulang pipi tinggi, bibir penuh, dan mata besar merupakan ciri-ciri wajah favorit pria. Wajah seperti ini membuat pria secara instingtif ingin melindungi dan memberi kasih sayang. Wajah yang lebih muda memang akan membuat pria tergoda. Karena itu tak heran jika jasa facelift dan operasi plastik cukup sering digunakan oleh wanita-wanita yang mulai keriput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mulut yang Sensual&lt;br /&gt;Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang bibirnya berada di bagian luar. Ketebalan bibir wanita sama dengan vaginanya. Kedua bagian tubuh ini akan bereaksi dan dipenuhi oleh aliran darah ketika dalam keadaan terangsang. Pria menyukai wanita yang berbibir penuh dan sensual. Untuk wanita yang tidak memiliki bentuk bibir demikian jangan khawatir. Dengan bantuan lipstick merah menyala, para pria juga bisa tergoda. Tapi penggunaan make-up yang berlebihan juga berbahaya karena bisa membuat pria-pria berebutan menggoda dan memicu permusuhan dengan wanita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Daun Telinga&lt;br /&gt;Telinga wanita juga memiliki peran penting dalam menggaet pria. Bagian telinga tempat wanita memasang anting-anting adalah bagian favorit pria. Panjangnya bagian tersebut menurut beberapa pria membuat wanita makin seksi. Beberapa wanita primitif bahkan dengan sengaja memperpanjang bagian tersebut untuk menarik hati pria. Sekarang wanita sudah lebih pandai untuk mengakali bagian tersebut. Anting-anting model panjang dan menarik perhatian jadi pilihan wanita untuk membantu membuat bagian tersebut terlihat lebih menarik. Tapi hati-hati anting-anting yang terlalu besar malah akan merusak telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mata Besar&lt;br /&gt;Pria umumnya mengagumi mata besar. Karena itu tak heran jika penata rias selalu menonjolkan bagian mata pada tata rias seseorang. Pria bukannya menyukai mata besar wanita tanpa alasan yang jelas. Menurut mereka mata semacam itu membuat para pria merasa terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hidung mungil&lt;br /&gt;Secara umum, pria menyukai wajah wanita yang imut seperti anak-anak. Wajah tersebut membuat pria merasa ingin melindungi. Begitu juga dengan hidung, pria sangat menyukai wanita yang berhidung mungil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Rambut Panjang&lt;br /&gt;Sehelai rambut bisa hidup hingga enam tahun, setiap harinya seseorang bisa kehilangan 80-100 helai rambut. Untuk pria bule, rambut pirang dianggap menarik karena wanita terkesan feminim dan subur. Namun apapun warnanya, pria menyukai rambut yang bersih dan berkilat. Rambut tersebut menandakan wanita tersebut bersih dan rajin merawat diri. Selain bersih, menurut sebuah survey, 75% pria lebih tertarik pada wanita yang berambut panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-4317702838680895928?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/4317702838680895928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/bagian-tubuh-wanita-yang-dijamin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4317702838680895928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/4317702838680895928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/bagian-tubuh-wanita-yang-dijamin.html' title='Bagian Tubuh Wanita yang Dijamin Menggoda Pria'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-5606537609197998736</id><published>2010-03-13T01:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-13T01:23:28.290+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posisi-Sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='carasex'/><title type='text'>Posisi Sex Yang Paling Di sukai Wanita</title><content type='html'>Kebahagiaan di atas ranjang dengan istri Anda akan lebih baik jika ada rasa saling mengerti. Tahukah Anda posisi seks yang paling disukai oleh wanita? Jika anda ingin tahu secara visual anda bisa melakukan download video cara seks disini &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html" target="_blank" rel="_nofollow"&gt;kumpulan video 3GP&lt;/a&gt;, Aktifitas seks yang tak diisi dengan suasana fresh akan terdengar sangat membosankan. Posisi bercinta yang bervariasi ada baiknya Anda coba. Setiap wanita pasti punya posisi favorit yang sangat mereka sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia pengakuan langsung dari para pria bagaimana cara membuat Anda tergila-gila dan terus menginginkan seks, Jika Anda kehilangan akal untuk membuat istri bergairah. Coba jurus andalan ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doggy Style Dengan Kaki Terangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika mencoba posisi doggy style, lakukan sedikit inovasi untuk lebih memuaskan pasangan. Perlahan angkat kaki istri dan jepit keduanya di antara paha Anda. Dengan cara ini Anda bisa mempenetrasi istri lebih dasyat dan testikel akan semakin lihai menyentuh klitoris. Anda bisa menambahkan pijatan lembut pada klitoris istri dan membuatnya semakin bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bermain Dengan Bantal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baringkan istri di ranjang, tekuk lututnya dan biarkan kaki memijak kasur. Letakkan sepasang bantal di bawah bokongnya. Dengan posisi ini wanita akan lebih terpenetrasi dan klitoris akan semakin terstimulasi. Jika Anda melakukan dengan tepat, pasangan yang melakukan gaya ini bisa orgasme dalam waktu yang bersamaan. Seru bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gaya Sendok Terpisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wanita paling suka gaya ini karena suami terlihat perhatian ketika sedang bercinta. Lewat gaya ini Anda bisa melakukan manuver pada istri dengan lebih leluasa. Lain kali jika Anda menggunakan gaya sendok (tubuh pria berada di belakang wanita, namun letak wanita menghadap ke atas sedangkan pria ke samping) putar sedikit tubuh istri dan Anda akan mendapatkan akses menuju payudaranya. Angkat salah satu kakinya dan apit ke atas. Atau letakkan kaki istri di sela paha Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penunggang Jongkok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gaya ini adalah dasar dari gaya tunggang wanita yang biasa dilakukan. Ketika Anda dalam posisi duduk dan istri berada di atas, atur posisi istri seperti setengah jongkok. Lipat lutut ke belakang dan atur pola gerakan penis sesuai kehendak. Jika istri merasa tak kuat menahan, tumpukan tangannya ke belakang. Dengan demikian Anda akan melihat pemandangan indah tubuh istri yang membuat seks makin memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Irama Berdiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika lain kali Anda bercinta dengan posisi berdiri, coba gaya yang satu ini. Berdirilah di depan kaca dan nikmati pemandangan Anda yang sedang bercinta dengan pasangan. Berikan irama yang rutin. Turunkan lutut istri hingga tubuhnya membentuk sudut 90 derajat, usahakan posisi kaki selurus mungkin. Berdirilah di belakang istri dan mainkan penis Anda. Perlahan, mainkan pinggul ketika Anda melakukan gerakan maju mundur. Nikmati pemandangan tubuh istri Anda, mainkan sedikit suara dan tatap matanya. Akhirnya, berikan istri sedikit pukulan manis di bokong dan sentuh bokongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;69 + 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posisi 69 ini adalah kegiatan oral seks. Tapi dari pada Anda hanya melakukan oral biasa, tambahkan sedikit tehnik. Jika biasanya salah satu pasangan akan berada di atas dan satunya di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di atas. Lakukan gaya 69 dengan kedua pasangan saling berhadapan dan sejajar di ranjang. Dengan ini pasangan akan lebih mundah melakukan manuver. Gunakan jari Anda untuk melakuan oral. Sentuh klitorisnya dan penetrasi dia. Lakukan apapun agar membuat ia kehilangan kendali. Tapi jangan berlebihan, bisa-bisa istri berhenti memainkan penis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks bisa membuat hidup berubah terlebih lagi jika Anda dan pasangan menambahkan kesenangan yang lebih. Jadi lain kali jika Anda berencana untuk bercinta dengan istri, coba beberapa terobosan baru ini. Jika masih kurang silahkan &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html" target="_blank" rel="_nofollow"&gt;Download kumpulan Film Blue video 3GP&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-5606537609197998736?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/5606537609197998736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/posisi-sex-yang-paling-di-sukai-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5606537609197998736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5606537609197998736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/posisi-sex-yang-paling-di-sukai-wanita.html' title='Posisi Sex Yang Paling Di sukai Wanita'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-291819136552142436</id><published>2010-03-09T18:25:00.002+07:00</published><updated>2010-03-09T18:33:03.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngentot-Perawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita-panas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ceriti sex'/><title type='text'>Cerita Panas seks Dengan Teman Suami</title><content type='html'>Sebut saja nama ku Sinta, wanita umur 28 thn dan orang-orang bilang bentuk tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah. Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk melihatku apalagi dengan hobi ku yang suka sekali menonton &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/video-film-blue-dan-pertama-kali-seks.html"&gt;Video Blue Film&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan Roni, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kami memang sepakat utk tidak punya anak terlebih dahulu dan kehidupan seks kami baik-baik saja, Roni dapat memenuhi kebutuhan seks ku yang boleh dibilang agak hyper..sehari bisa minta 2 sesi pagi sebelum Roni berangkat kerja dan malam sebelum tidur. Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.&lt;br /&gt;Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Bram dari luar kota. Pertama diperkenalkan Bram langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih. Bram cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Bram tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami. Bram tidur di kamar persis di seberang kamar kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta. Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba Bram muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang membelakangi Bram dan aku juga tidak tega menghentikan Roni, akhirnya ku biarkan Bram melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Bram melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja. Setelah kejadian itu Bram lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Roni . Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH, bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Bram pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. Sebelum berangkat aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Bram mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan. Dan Bram mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu. Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Bram .&lt;br /&gt;“Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Bram&lt;br /&gt;“Ah bisa aja kamu Bram”,balasku tersipu. Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Bram meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.&lt;br /&gt;“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut. Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi. Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Bram meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Bram telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Bram yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan. “Bram apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Bram..lepas..!”,rontaku tapi Bram tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.&lt;br /&gt;Bram terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Bram mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku. “Bram..hentikan Bram aku mohon..tolong Bram..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Bram terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu. Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Ketika Bram sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Bram terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat kami dan meninggalkan Bram dengan G-string hitamku. Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.&lt;br /&gt;Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Bram. Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Bram, diperjalanan dia hanya mengakatakan “Maaf Sinta..kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah. Tanpa sadar ternyata Bram telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’, “Sinta aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Bram telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku. Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?”Bram..lepaskan aku Bram..ingat kau teman suamiku Bram..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Bram terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.&lt;br /&gt;“Ahhhh?Braam..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak. Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang “Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Bram mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Bram di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Bram terkulai di atasku.&lt;br /&gt;“Maaf Sinta aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Roni pulang hingga pagi harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang,, Roni dan Bram berpamitan untuk nerangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Bram ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Bram pulang sendiri. Bram masuk dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya, “Bram..kenapa kau ada di sini?” tanyaku, “Tenang Sinta suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam “Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekali”‘pikirku. Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Bram di dalam kolam. Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Bram ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku. Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya? “Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang. Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk. Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku. Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Sinta..ahh” bisiknya ditelingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya. Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku “Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam, “Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Bram lah yang berteriak panjang, “Kau hebat Sinta..aku cinta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku. Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar. Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku. Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku. Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Sinta..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk? Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras. Aku yakin Bram juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu. Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Bram. Tampak samar-samar Bram keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Bram mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku. Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus. Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Bram, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Bram dan langsung mengunci pintu dari dalam. Bram sangat terkejut “Sinta..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang. Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Bram hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Bram tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot. Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Bram yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Bram yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang. Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Bram masuk ke dalam vaginaku “Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku. Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Bram dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras “ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Bram duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi. Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Bram dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara, kudekap erta Bram seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Bram merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya. Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Bram membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Bram mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Bram merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya. Dan Bram langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Bram.&lt;br /&gt;Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Bram dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Bram dengan menaik turunkan pantatku. Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Bram diketuk Roni, “Bram..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Roni. Langsung saja Bram melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bram dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk, Roni sempat terkejut melihat Bram telanjang,”Sedang apa kamu Bram” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku. Bram hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..” Dasar Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi. Setelah Roni keluar, Bram kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Sinta buka pintunya..sudah aman”. Begitu aku buka pintunya Bram langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku “Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Bram melahap buah dadaku dan putingku. Sepuluh menit berlalu dan goyang Bram semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama “Braaam lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku “Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan. “Braaammm..,” desahku tertahan. “Ahhh Sinta..kau hebat..” demikian katanya. Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul. “Terima kasih Bram..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Bram di sekujur buah dadaku. Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Bram, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Bram. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Bram sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Roni sedang asyik berenang kulihat Bram memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.”Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.&lt;br /&gt;Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Bram. Di sana Bram sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya. “Gila kamu Bram..bisa ketahuan Roni lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku “Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Bram sambil mencium leher belakangku. Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Bram menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku, “Gila kau Bram, Roni bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti renangnya. Di kamar Bram pun aku sangat menikmati sentuhan Bram. “Sinta kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang. “AHH..Bram..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya. Langsung saja Bram memaju mundurkan penisnya di vaginaku..”Ahh.. Bram lebih kencang..fuck me Bram..puaskan aku Bram..penismu sungguh luar biasa..Bram aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni.&lt;br /&gt;Bram mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,”Sinta..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Bram maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya. Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan “Teruuus Bram lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Braaaaam”, teriaku. “Aaakuu juga Tyyaaasss..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Roni yang tidak menyadari kejadian itu.&lt;br /&gt;Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Bram. Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun. Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Bram sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang. Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku, “Bram kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Bram kudapatkan gairah terpendamku selama ini. Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Bram harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Bram menyempatkan bercinta kembali. Yuk lihat Video Bokep disini... &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html"&gt;Kumpulan Video Bokep 3GP&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-291819136552142436?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/291819136552142436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seks-dengan-teman-suami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/291819136552142436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/291819136552142436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-panas-seks-dengan-teman-suami.html' title='Cerita Panas seks Dengan Teman Suami'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-5356616943879755873</id><published>2010-03-09T00:28:00.004+07:00</published><updated>2010-03-09T00:33:16.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngentot-Perawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suster'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot'/><title type='text'>Cerita Blue Bercinta Dengan Perawat</title><content type='html'>&lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-bokep-perawat.html" "_blank" title="video Bokep dengan Perawat"&gt;Ngentot dengan suster&lt;/a&gt;- Bercinta dengan suster cantik ini berawal dari sebuah perkelahian dan waktu itu yang Terakhir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit. Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas… dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang… pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa )… aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian aku paksakan untuk tidur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik Anton… Dian ini teman kuliahku… dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA… katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah… ” Makasih ya Joss… kalo ngga’ ada kamu kali Anton sudah… ” katanya sambil menitikkan air mata… ” Sudahlah… semua ini sudah berlalu… tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ?” tanyaku penasaran. ” biasa gawa-gara cewek… mereka goda cewek Airlangga dan cowoknya marah makanya dikeroyok… emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya’ gitu… jadi dech di dihajar rame-rame” jawab Mita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak Jossy yang luka apanya saja ?” tanya Mita. “Tau nih… rasanya ngga’ keruan ” jawabku… ” Lihat aja sendiri… soalnya aku ngga’ bisa gerak banyak… kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau ” lanjutku pada Mita.&lt;br /&gt;“Permisi ya Kak” kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ). Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gitu… dan pas aku lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah… di bawahnya lagi aku melihat…. ya ampun pantes ni anak singkong bengong… meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali… seperti perkedel. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati. “Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku… Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku. “Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ?” kataku berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Serem ” bisiknya bales. ” Dian… kamu jangan lihat lukaku… nanti kamu makin ngga’ kuat lagi nahan nangis… ” kataku. ” Tapi paling tidak aku mo tau… boleh aku raba ? ” tanyanya… ” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. ” jawabku.&lt;br /&gt;Dian pun memasukkan tangannya ke balik selimut… dan mulai meraba dari dada… ke perut… di situ dia merasakan ada balutan… digesernya ke kanan kiri… terus ke bawahan dikit… ” Kok perbannya sampe gini… lukanya kaya’ apa ? ”  Wah aku sendiri belum jelas… ” aku jawab pertanyaan Dian. Turun lagi tangannya ke pinggul kanan… kena kulitku… terus ke tengah… kena meriamku… dia raba setengah menggenggam… untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya… tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry… ngga’ tau…. ” ” Ngga’ apa-apa kok… malah enak kalo sekalian dipijitin… soalnya badanku sakit semua… ” kataku nakal. “Nah…. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? ” goda Mita… Merah wajah Dian ditembak gitu. Dian terus saja meraba sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gips… ” Lho… kok digips ?” ” Iya patah tulangnya kali ” jawabku asal untuk menenangkan pikirannya… Dian selesai merabaiku… tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi… dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku… sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan… Flash back lah. Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak Joss… anunya bangun ” bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk menutupnya… tapi tangannya berhenti dan diam di atasnya… ” “Supaya Mita ngga’ ngelihat ” bisiknya lagi. Aku cuman bisa mengangguk… aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya… aku coba kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya. “Mit… kamu pamit sama Mas Anton dech… kita bentar lagi pulang dan biar mereka istirahat… ” kata Dian… dan Mitapun melangkah keluar ruangan… ” “Kak Joss…. nakal sekali anunya ya ” bisik Dian… aku balas dengan ciuman di pipinya. “Dian… tolongin donk… diurut-urut itunya… biar lupa sakitnya… ” pintaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya dech… ” jawab Dian langsung mengurut meriamku… dari luar selimut… biar ngga’ nyolok dengan pasien lain… walaupun antara ranjang ada penyekatnya… “Ian… dari dalem aja langsung… biar cepetan…. ” pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu… terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku… dielusnya batangku dan sesekali bijinya… dikocoknya… lembut sekali… wah gila rasanya… lama juga Dian memainkan meriamku… sampe aku ngga’ tahan lagi dan crrooottt….. crot…. ccrrroooo..tttt…. beberapa kali keluar… Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut… sedikt kena spermaku telapak tangan Dian… dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya…nih kalau mau lihat videonya &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-bokep-perawat.html" "_blank" title="video Bokep dengan Perawat"&gt;Ngentot dengan suster&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sudah Kak Joss… aku sama Mita mo pulang…. ” pamit Dian… ” Sudah keluar khan… ” bisiknya pada telingaku… cup… pipiku diciumnya… ” Cepet sembuhnya… besok aku tengok lagi ” Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir. “Eh… kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk… di sini gerah ” pintaku pada mereka. Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan… satu jam kemudian aku dipindahkan ke tempat yang lebih bagus… ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat… itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habis gini mandi ya ” kata suster perawat sehabis mendorongku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap handuk… dia taruh ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya dekat kakiku. terbuka sudah seluruh tubuhku… pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia… ada dua hal yang mengagetkannya… Yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal… besar sekali… Dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian… spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersihkan… walaupun sebagian menempel di selimut… tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok… kayaknya habis orgasme ya ? ” tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan sabun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sus… jangan pake wash lap… geli… saya ngga’ biasa ” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster itu mulai dengan tanganku… dibasuh dan disabunnya… usapannya lembut sekali… sambil dimandiin aku pandangi wajahnya… dadanya… cukup gede kalo aku lihat… orangnya agak putih… tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku… dan seterusnya ke leher dan dadaku… terus diusapnya… sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya.&lt;br /&gt;Sampe juga akhirnya pada meriamku… dipegangnya dengan lembut…. ditambah sabun… digosok batangnya… bijinya… kembali ke batangnya… dan aku ngga’ kuat untuk menahan supaya tetap lemas… akhirnya berdiri juga… pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya penuh… keras…. dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kepalanya besar sekali… baru kali ini saya lihat kaya’ gini besarnya”&lt;br /&gt;“Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak Mas… kalo diginikan ? ” tanyanya dengan lirikan nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssshh… iya terusin ya Sus… sampe keluar… ” kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga’ ketulungan… tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku… kemudian disekanya dengan tangan kanannya… kenapa kok diseka pikirku… tapi aku diam saja… mengikuti apa yang mau dia lakukan… pokoknya jangan berhenti sampe sini aja… pusing nanti…&lt;br /&gt;Dia dekatkan kepalanya… dan dijulurkan lidahnya… kepala meriamku dijilatnya perlahan… dan lidahnya mengitari kepala meriamku… sejuta rasanya… wow… enak sekali… lalu dikulumnya meriamku… aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya yang mungil… bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama juga aku diisep suster jaga ini… sampe akhirnya aku ngga’ tahan lagi dan crooott…. crooott… nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis… sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya… ” kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku… badanku dibaliknya… dan dimandikan pula sisi belakang badanku.&lt;br /&gt;Selesai acara mandi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin… ” katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku… pas di bibir… hangat sekali…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti malam saya kasih yang lebih hebat ” begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berusaha untuk tidur… nikmat sekali sore ini dua kali keluar… dibantu dua cewek yang berbeda… ini mungkin ganjaran dari menolong teman… gitu hiburku dalam hati… sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi… tapi aku belum sempat menyanyakan namanya… baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku… namanya Anna. Cara dia membangunkanku cukup aneh… rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini… dia remas-remas meriamku… sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aku selesaikan makanku dengan susah payah… akhirnya selesai juga… lalu aku tekan bel… dan tak lama kemudian datang suster yang lain… aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku.&lt;br /&gt;Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Sus ? ” tanyaku ngga’ jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo… itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. ” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai dengan mengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan… sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Hmmm… gimana ya rasanya ? ” gumamnya tanya meminta jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku… soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku… minimal tertarik… dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar… promosi yang menguntungkan… semoga ada yang terjerat ingin mencoba… selama aku masih dirawat di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10an kira-kira aku mulai tertidur… aku mimpi indah sekali dalam tidurku… karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku merasakan hangat sekali pada bagian selangkanganku… tepatnya pada bagian meriamku… sampe aku terbangun ternyata… suster Anna sedang menghisap meriamku… kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus hisapannya… dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya… suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing… aku rogoh dadanya di balik BH putihnya… aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya… aku pilin putingnya… dan Sus Annapun mendesah… entah berapa lama aku dihisap dan aku merabai Sus Anna… sampe dia minta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas… masih sakit ngga’ badannya ? ”&lt;br /&gt;” Kenapa Sus ? ” tanyaku bingung. “Enggak kok… sudah lumayan enakan… ” dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya… dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku… dan bless… dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah sekali… diapun mulai menggoyang perlahan… pertama dengan gerakan naik turun…lalu disusul dengan gerakan memutar… wah… suster ini rupanya sudah prof banget… lobangnya aku rasakan masih sangat sempit… makanya dia juga hanya berani gerak perlahan… mungkin juga karena aku masih sakit… dan punya banyak luka baru. Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga’ ganti posisi… karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi… aku tidur di bawah dan dia di atasku. Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar… tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi… sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar… dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba…&lt;br /&gt;Kaget sekali kami berdua… karena tidak ada alasan lain… jelas sekali kita sedang main… mana posisinya… mana baju dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik… dia langsung menghampiri dan bilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruskan saja An… aku cuman mau ikutan… mumpung sepi ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster Wiwikpun mengelus dadaku… dia ciumin aku dengan lembut… aku membalasnya dengan meremas dadanya… dia diam saja… aku buka kancingnya… terus langsung aku loloskan pakaian dinasnya… aku buka sekalian BHnya yang berenda… tipis dan merangsang… membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya… dada itu berguncang dikit… kelihatan kalo masih sangat kencang… tinggal CD minim yang digunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar… aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar… lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu… tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar… basah sudah CDnya… pelan aku kuak ke samping… dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya… kuelus perlahan… baru kemudian sedikit kutekan… ketemu sudah aku pada clitsnya… agak ke belakang aku rasakan makin menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut… kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku… kemudian disusul oleh jari tengahku… aku putar jari-jariku di dalamnya… baru kukocok keluar masuk… sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan… sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri… suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu… suster Anna makin mengerang… mengerang…. dan mengerang…. sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme… dan makin keras goyangan pinggulnya… sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya… karena dari tadi aku tidak dapat terlalu bergoyang… takut lukaku sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster Anna mengerang…. panjang sekali seperti orang sedang kesakitan… tapi juga mirip orang kepedasan… mendesis di antara erangannya… dia sudah sampe… rupanya… dan… dia tahan dulu sementara… baru dicabutnya perlahan… sekarang giliran suster Wiwik… dilapnya dulu… meriamku dikeringkan… baru dia mulai menaikiku… batin… kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya… dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat… gila… enak di dia… tapi….. enak juga dia aku kok… demikian pikiranku… ach… masa bodo…. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya… kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Wiwik seakan menunggang kuda… dia goyang maju mundur… perlahan tapi penuh kepastian… makin lama makin cepat iramanya… sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah… kenyal sekali rasanya… cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya… yang ini ngga’ kurang dari 36… kemungkinan cup C… karena mantap dan tanganku seakan ngga’ cukup menggenggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras… dia mendesis… hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya… desisan itu sungguh manja kurasakan… sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya… kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku… mengusapnya…&lt;br /&gt;Kemudian karena sudah cukup pemanasannya… dia mulai menaiki ranjang lagi… dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku… setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku… dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku… dengan cepat aku julurkan lidahku…. aku colek sekali dulu dan aku tarik nafas…. hhhmmmm…… harus khas liang senggama…. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang… kumainkan lidahku… mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain… karena aku mendengarnya cukup keras… aku tengok ke dinding… kosong ngga’ ada jam dinding… aku lihat keluar… kearah pintu… mataku terbelalak… terkejut… shock… benar-benar kaget aku… lamat-lamat aku perhatikan… di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap… sambil terus menggoyang suster Wiwik… meninggalkan jilatan pada suster Anna… aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu… ternyata… pintupun terbuka… makin gila aku makin kaget… dan deg… jantungku tersentak sesaat… lalu lega… tapi… yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini… kaya’nya kalo marah sich ngga’ bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami bertiga… jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan… mo nonton dari dekat atau ikutan… ternyata….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah… wah… wah… rajin sekali kalian bekerja… sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien… ” demikian kata salah seorang dari mereka…&lt;br /&gt;“Mari kami bantu ” demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super… Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua.&lt;br /&gt;Merekapun langsung melepas pakaian dinas masing-masing… satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang… secara hampir bersamaan mereka menciumi dada… leher… telinga dan semua daerah rangsanganku… akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna… sementara kedua tanganku ambil bagian masing-masing… sekarang semua bagian tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel…… malam ini… tidak ada sisa rupanya…. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut… untuk menggaruknya kali… aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku… ya jariku… ya meriamku… rusak sudah konsentrasiku…&lt;br /&gt;Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS )… empat-empatnya jalan semua… kaya’nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba mempraktekkannya.&lt;br /&gt;Lama sekali permainannya… sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang…. kesar dan panjang serta mengejang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suster Wiwik selesai… dan mencabut meriamku… suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69… kami saling menghisap dan permainan berlanjut… sekali aku minta rotasi… yang di kananku untuk naik… yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku minta pindah posisi kanan.&lt;br /&gt;Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya… dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan… tanpa dipegang…. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dimasukkan… amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun langsung menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. mengerang…. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan… tengkurap… kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini… sulit sekali… dan diapun membantu dengan bimbingan test…. Setelah tertancap… tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam… rasanya mentok sekali… dengan bibir rahimnya… akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah…. mengerang…. mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya… sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang… kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini… dia mendesis tak keruan… sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna… sesekali aku jilatkan pada clitsnya… dia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya… mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga’ tahan… maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna… dia mulai mengejang… mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindih…. suster Anna sudah lemas… dan beranjak turun dari posisinya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tekan lebih keras suster mungil ini…. sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas semauku… aku sudah merasakan hampir sampe juga… sedang suster mungil masih mengerang…. terus dan terus… kaya’nya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya…. aku coba mengjar orgasmenya… dan…. dan…. berhasil juga akuhirnya… aku sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya… sampe dia melotot… aku didekapnya erat sekali… dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adu…..uh enak sekali… ” demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu… lunglai sudah tubuh ini rasanya… menghabisi 4 suster sekaligus… suatu rekord yang gila… permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku… pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga’ sempet istirahat” kata suster yang hitam.&lt;br /&gt;“Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik.&lt;br /&gt;“Kalo itu dibuat system arisan saja ” kata suster Anna sadis sekali kedengarannya. Emangnya aku meriam bergilir apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur… tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan sama-sama polos… sampe jam 4 pagi… dia minta jatah tambahan… dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga’ keroyokan kaya’ semalem ).&lt;br /&gt;Hot sekali dia pagi itu… karena kami lebih bebas… tapi yang kacau adalah udahannya… aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi… jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan… dan merekapun rame-rame mengobati lukaku…. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman.&lt;br /&gt;Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.20 aku dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya… nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat. yuk nonton dan &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/video-blue-film-bokep-perawat.html" "_blank" title="video Bokep dengan Perawat"&gt;download video Ngentot dengan suster&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-5356616943879755873?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/5356616943879755873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-blue-bercinta-dengan-perawat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5356616943879755873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5356616943879755873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/cerita-blue-bercinta-dengan-perawat.html' title='Cerita Blue Bercinta Dengan Perawat'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2219843380462554603</id><published>2010-03-08T04:29:00.005+07:00</published><updated>2010-03-08T04:37:58.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video-Blue-Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film-Blue'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='video 3gp'/><title type='text'>Video Film Blue Dan Pertama Kali Seks</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html"&gt;Video Film Blue&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau biasa yang di sebut film biru memang baru pertama kali saya tonton dan saya punya pengalaman menarik bersama seorang ibu rumah tangga yang sepertinya baru pertama kali nonton blue film. Awalnya ketika saya sehabis pulang menyewa laser disk, saya disapa oleh dia, dan dia bertanya apa yang saya bawa. Saya jawab saya baru saja nyewa film dan dia bertanya pada saya mengenai film tersebut. Saya jawab saja blue film. Dia pertamanya mencela saya nyewa kok film begituan, saya sama dia memang sudah akrab banget makanya saya berani bercandain dia, lalu saya ajak dia nonton. Tidak disangka dia mau, katanya sih dia belum pernah nonton film begituan. Saya mengira-ngira dia berumur 26 tahunan, masa sih belum pernah nonton film BF. Pendek cerita nih…, saya bersama dia sedang nonton blue film yang baru saya sewa. disini &lt;b&gt;&lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html" target="blank"&gt;Gratis Download Video Blue Film 3GP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kalau mau teman-teman lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama nonton &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/tempat-download-video-youtube-3gp-mp4.html"&gt;video blue porno&lt;/a&gt; tersebut, kami hanya diam dan serius. Setelah beberapa saat, saya melepas kesepian dengan nanya dia, apakah selama kawin dengan suaminya dia pernah melakukan anal seks. Dia bilang tidak pernah meskipun dengan malu-malu. Saya bilang anal seks itu nikmat, masa belum mencobanya? dia bilang orang-orang Indonesia tidak biasa melakukan anal seks. Saya bilang ah tidak juga, saya bilang cewek-cewek yang pernah saya setubuhi pertama-tama saya ciumi dulu liang kewanitaannya, jelas saya tanpa aling-aling. Dia kaget banget mendengar penjelasanku dan dia tidak percaya. Saya bilang sama dia apakah dia mau? kalau mau bisa saya laksanain sekarang. Saya hampiri dia, tanpa ragu saya langsung pegang pahanya dan saya berusaha membuka kedua pahanya. Dia meronta-ronta dan bilang sama saya jangan ahh… dia sekuat tenaga berusaha menutup pahanya. Saya duduk di depannya yang duduk di kursi sedang saya duduk di lantai. Saya bilang tidak usah malu-malu, sambil tanganku masuk ke dalam roknya. Saya elus-elus pahanya yang mulus banget, tanganku masuk dalam banget ke dalam roknya. Saya berusaha menelusupkan tanganku di antara kedua belah pahanya, berhasil juga. Terus saya mencari belahan memeknya. Terasa oleh tanganku CD nilonnya, ternyata sudah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya usap-usap belahan memeknya walaupun masih dibungkus CD. Saya lihat reaksinya, ternyata rapatan pahanya melonggar, saya terusin gosok-gosok belahan kemaluannya. Kadang-kadang dia malah merapatkan pahanya erat-erat tapi kadang-kadang melonggar. Lama juga sih, akhirnya saya buka pahanya lebar-lebar sehingga CD-nya kelihatan. Tangan saya masukin ke dalam CD nilonnya, liang kewanitaannya yang hangat saya elus-elus, saya sentuh clitorisnya. Kemudian ku tarik CD-nya hingga lepas, saya lihat belahan memeknya yang sangat indah berwarna coklat kemerah-merahan. Tanganku sedikit menekan terus menggosok-gosok liang kewanitaannya. Jari tanganku menyibakkan bibir kemaluannya, saya lihat lubang kemaluannya. Saya jadi tidak tahan, maka kulumat liang kewanitaannya dengan lidah dan bibirku. Kepalaku tenggelam dalam selangkangannya. Saya sentuh-sentuh clitorisnya dengan lidahku. Terasa oleh lidahku liang kewanitaannya ternyata menghasilkan cairan yang rasanya nikmat sekali. Saya lihat mukanya sedang merem-melek merasakan liang kewanitaannya yang sedang di ‘makan’ saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya lepas celana dan CD-ku, penisku yang sudah sangat tegang ingin sekali masuk pada lubang kemaluannya. Saya kini mengatur posisi di depan dia, saya berdiri di atas lututku. Saya arahkan penisku tepat di lubang memeknya. Saya tekan dan sedikit demi sedikit melesak masuk ke dalamnya. Liang kewanitaannya masih terasa sempit sehingga pergerakan naik-turunku awalnya lambat tetapi sekitar lima menit kemudian ku percepat pergerakanku. tidak tahu kenapa, saya merasa sangat bernafsu menyetubuhinya, makanya saya terus percepat gerakanku. Penisku rasanya bertambah besar, ku lihat ketika penisku masuk ke liang senggamanya kelihatan kempot ke dalam tapi kalau saya sedang menarik penisku keluar, maka kulihat liang kewanitaannya seakan-akan mau ikut keluar. Sekitar lima belas menit kemudian saya merasa mau keluar makanya saya terusin genjotanku. Saya tahu dia sudah beberapa kali keluar, tangannya ada di pantatku, sedangkan tanganku ada pada pinggulnya. Saya tidak tahan lagi, maka saya keluar di dalam. Sperma yang saya keluarkan banyak sekali, terbukti ketika saya cabut penisku dari dalam liang senggamanya mengalir spermaku bercampur lendir birahinya. Dia hanya tersenyum saja, waktu ku tanya gimana rasanya. Dia berbisik mau lagi. Saya bilang kalau mau lagi lebih baik pindah ke kamarku. Dia mau dan saya setubuhi beberapa kali lagi, malahan dia lebih agresif lagi, dia mau mengisap penisku. Sekitar empat jam kami bertempur habis-habisan. Saya rasanya sangat loyo, tapi dia masih saja segar. Kalau tidak takut suaminya balik, mungkin seharian saya harus setubuhi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ceritanya jika ingin lihat film blue silahkan download sepuasnya disini &lt;b&gt;&lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/gratis-download-video-blue-film-3gp.html" target="blank"&gt;Gratis Download Video Blue Film 3GP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2219843380462554603?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2219843380462554603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/video-film-blue-dan-pertama-kali-seks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2219843380462554603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2219843380462554603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/video-film-blue-dan-pertama-kali-seks.html' title='Video Film Blue Dan Pertama Kali Seks'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-5640212704966764180</id><published>2010-03-07T23:10:00.002+07:00</published><updated>2010-03-07T23:19:15.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download-3gp'/><title type='text'>Tempat Download Video Youtube 3GP, Mp4 Porno</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com"&gt;Cerita Panas&lt;/a&gt; kali ini, ingin berbagi cara bagaimana jika ingin menyimpan atau download video panas yang didapatkan dari situs youtube...sebenarnya caranya sangat gampang sekali yaitu kita tinggal ambil url dari video youtube kemudian kita masukkan url tersebut di keepvid atau savevid maka jadilah dia video 3GP atau MP4 dan bahkan bisa di jadikan HD..nah contohnya seperti berikut ini:&lt;br /&gt;1. Ambil Url dari Youtube =Exp= www.youtube.com/watch?v=5hwhxXIk1jw&lt;br /&gt;2. menuju ke http://savevid.com atau http://keepvid.com dan masukkan URL nya di tempat yang sudah disediakan disana.&lt;br /&gt;3. Anda mungkin bingung di mana saya harus dapat URL di youtube??? caranya lihat diatas browser anda tinggal kopi aja tuh...atau di samping video kan ada url yang di sediakan oleh situs youtube..gimana sudah bisa??? oke silahkan mencoba download video mau pun lagu kesukkan anda semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau Nonton atau download 3gp lainnya?? silahkan Klik saja &lt;a href="http://video3gponline.blogspot.com/2010/03/tempat-gratis-download-video-3gp-porno.html"&gt;Tempat Download video 3gp&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-5640212704966764180?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/5640212704966764180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/tempat-download-video-youtube-3gp-mp4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5640212704966764180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/5640212704966764180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/tempat-download-video-youtube-3gp-mp4.html' title='Tempat Download Video Youtube 3GP, Mp4 Porno'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2459717166523746994</id><published>2010-03-04T03:08:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T03:08:00.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks dengan anak smu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abg'/><title type='text'>Ngentot Anak ABG - Bukan Video Anak Abg</title><content type='html'>Aku tinggal di Cirebon tapi tempat kerjaku di dekat Indramayu yang berjarak sekitar 45 Km dan kutempuh dengan kendaraan kantor (nyupir sendiri) sekitar 1 jam. Bagi yang tahu daerah ini, pasti akan tahu jalan mana yang kutempuh. Setiap pagi kira-kira jam 06.30 aku sudah meninggalkan rumah melewati route jalan yang sama (cuma satu-satunya yang terdekat) untuk berangkat ke kantor. Pagi hari di daerah ini, seperti biasa terlihat pemandangan anak-anak sekolah entah itu anak SD, SMP ataupun SMU, berjajar di beberapa tempat di sepanjang jalan yang kulalui sambil menunggu angkutan umum yang akan mereka naiki untuk ke sekolah mereka masing-masing. Karena angkutan umum sangat terbatas, biasanya mereka melambai-lambaikan tangannya dan mencoba menyetop kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Kadang-kadang ada juga kendaraan truk ataupun pick-up yang berhenti dan berbaik hati memberikan tumpangan, sedangkan kendaraan lainnya jarang mau berhenti, karena yang melambai-lambaikan tangannya berkelompok dan berjumlah puluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Senin di bulan Oktober 98, aku keluar dari rumah agak terlambat yaitu jam 06.45 pagi. Kuperhatikan anak-anak sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan ke sekolahnya masing-masing. Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan (tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya.&lt;br /&gt;Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, Mau ke mana dik?. Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, Pak boleh saya ikut sampai di SMA (edited by Yuri), dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat?, dengan wajah yang penuh harap. Yaa, OK lah.., naik cepat, kataku. Terima kasih paak, katanya sambil membuka pintu mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira-kira 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU didan bernama War (edited by Yuri). Tinggi badannya kira-kira 155 cm, warna kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah-dan War segera memberikan aba-aba. Ooom, sekolah saya ada di depan itu, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku War mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, War masih sempat bertanya, Oom, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Oom, lumayan Oom, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa.. Oom?. Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab, Boleh boleh saja War ikut Oom, tapi jangan bergerombol ikutnya yaa.&lt;br /&gt;Enggak deh Oom, saya cuma sendiri saja kok selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, War sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku. Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman-teman sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, War bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. War juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian di hari Jumat, waktu War akan naik di mobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan War duduk tanpa banyak bicara.&lt;br /&gt;Karena penasaran, kusapa dia, War, habis nangis yaa, kenapa..? coba War ceritakan.., siapa tahu Oom bisa membantu. War tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan, tetapi kemudian dia berkata, Oom, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu, lalu dia diam lagi.&lt;br /&gt;Kalau War percaya pada Oom, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Oom bisa membantu, kataku tetapi War saja tetap membisu.&lt;br /&gt;Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba-tiba War berkata, Oom, boleh nggak War minta waktu sedikit buat bicara di sini, mumpung masih belum sampai di sekolah. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih 2 Km dari sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa War?, Kataku. War tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara.&lt;br /&gt;Ayoo, lah War (sebenarnya pengarang penuliskan tiga harus terakhir dari namanya, tapi terpaksa oleh Yuri diganti jadi 3 huruf terdepan), jangan takut atau ragu, ada apa sebenarnya, tanyaku lagi.&lt;br /&gt;Begini, Oom, kata War, lalu dia menceritakan bahwa tadi malam dia minta uang kepada orang tuanya untuk membayar uang sekolahnya yang sudah tiga bulan belum dibayar dan hari ini adalah hari terakhir dia harus membayar, karena kalau tidak dia tidak boleh mengikuti ulangan. Orang tuanya ternyata tidak mempunyai uang sama sekali, padahal uang sekolah yang harus dibayar itu sebesar 80 ribu rupiah. Alasan orang tuanya karena panen padi yang diharapkan telah punah karena hujan yang terus menerus. Dan katanya lagi orang tuanya menyuruh dia berhenti sekolah karena tidak mampu lagi untuk membayar uang sekolah dan mau dikimpoikan dengan tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap diam untuk mendengarkan ceritanya sampai selesai dan karena War juga terus diam, lalu kutanya, Teruskan ceritamu sampai selesai War. Dia tidak segera menjawab tapi yang kulihat airmatanya terlihat menggenang dan sambil mengusap air matanya dia berkata, Oom, sebetulnya masih banyak yang ingin War ceritakan, tapi saya takut nanti Oom terlambat ke kantornya dan War juga harus ke sekolah, serta lanjutnya lagi, kalau Oom ada waktu dan tidak keberatan, saya ingin pergi dengan Oom supaya saya bisa menceritakan semua masalah pribadi saya. Setelah diam sejenak, lalu War berkata lagi, Oom, kalau ada dan tidak keberatan, saya mau pinjam uang Oom 80 ribu untuk membayar uang sekolah dan saya janji akan mengembalikan setelah saya dapat dari orang tua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita War walaupun belum seluruhnya, hatiku terasa tersayat dan segera kurogoh dompetku dan kuambilkan uang 200 ribu dan segera kuberikan padanya.&lt;br /&gt;Lho Oom, kok banyak benar, saya takut tidak dapat mengembalikannya, katanya sambil menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya.&lt;br /&gt;War.., ambillah, nggak apa-apa kok, sisanya boleh kamu belikan buku-buku atau apa saja, saya yakin War membutuhkannya, dan segera kupegang tangannya sambil meletakkan uang itu ditangannya dan sambil kukatakan, War.., ini nggak usah kamu beritahukan kepada siapa-siapa, juga jangan kepada orang tuamu, dan War nggak perlu mengembalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai kata-kataku, tiba-tiba saja dari tempat duduknya dia maju dan mencium pipi kiriku sambil berkata, Terima kasih banyak Oom.., Oom.. sudah banyak menolong saya. Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar, bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa penisku menjadi tegang dan sementara War masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya.&lt;br /&gt;Ayoo, War, sudah lama kita di sini, nanti kamu terlambat sekolahnya.&lt;br /&gt;War tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. Ketika sudah sampai di depan sekolahnya sambil membuka pintu mobil, War berkata, Oom.., terima kasih yaa.. Ooom dan kapan Oom ada waktu untuk mendengar cerita War.&lt;br /&gt;Kalau besok gimana..?, kataku.&lt;br /&gt;Boleh.., oom, jawabnya cepat.&lt;br /&gt;Lho, besok kan masih hari Sabtu dan War kan harus sekolah, jawabku.&lt;br /&gt;Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Oom, hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting, kata War.&lt;br /&gt;Oklah, kalau begitu, War, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke kantor setelah War turun, masalah War terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai di kantor. Sebelum pulang kantor, aku izin untuk tidak masuk besok Sabtu pada Bossku dengan alasan akan mengurus persoalan keluarga di Kuningan. Demikian juga waktu malamnya kukatakan pada istriku kalau aku harus ke Jakarta untuk urusan kantor dan kalau selesainya telat terpaksa harus menginap dan pulang pada hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok paginya dengan berbekal 1 stel pakaian yang telah disiapkan oleh Istriku, aku berangkat dan sampai di tempat yang biasa, kulihat War tetap memakai baju seragam sekolahnya. Setelah dia naik ke mobil, kembali kulihat matanya tetap seperti habis menangis.&lt;br /&gt;Lalu kutanya, War, habis perang lagi yaa?, soal apa lagi?.&lt;br /&gt;Oom, ceritanya nanti saja deh, katanya agak malas.&lt;br /&gt;Kita mau kemana Oom?, Tanyanya.&lt;br /&gt;Lho, terserah War saja.., Oom sih ikut saja.&lt;br /&gt;Oom, saya kepingin ke tempat yang agak sepi dan nggak ada orang lain, jadi kalau-kalau War nangis, nggak ada yang melihatnya kecuali Oom.&lt;br /&gt;Sambil memutar mobilku kembali ke arah Cirebon, aku berpikir sejenak mau ke tempat mana yang sesuai dengan permintaan War, dan segera teringat kalau di pinggiran kota Cirebon yang ke arah Kuningan ada sebuah lapangan Golf dan Cottage CPN.&lt;br /&gt;Segera saja kukatakan padanya, War Tempat yang sesuai dengan keinginanmu itu kayaknya agak susah, tapi, bagaimana kalau kita ke CPN saja..?.&lt;br /&gt;Dimana itu Oom dan tempat apaan?,tanya War.&lt;br /&gt;Aku jadi agak susah menjelaskannya, tapi kujawab saja, Tempatnya sih nggak jauh yaitu sedikit di luar Cirebon dan, begini saja deh.., War.., kita ke sana dulu dan kalau War kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di tempat dan mendaftar di receptionist serta memesan minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya, segera aku kembali ke mobil dan kutanyakan pada Wargimana War.., kamu mau disini..?, lihat saja tempatnya sepi (maklum saja masih pagi-pagi. Receptionistnya saja seperti terheran-heran, sepertinya berfikir kok ada tamu pagi-pagi sekali dan nomor mobilnya bukan dari luar kota).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mobil kuparkir di depan kamar, sebelum turun kutanya dia kembali, War, gimana.., mau di sini? atau mau cari tempat lain?. War tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar motel. Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan. Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba-tiba saja War memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak. Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, War coba tenangkan dirimu dan ceritakan semua masalah mu pada Oom, siapa tahu Oom bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu. War masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda. Beberapa saat kemudian kubimbing dia ke arah tempat tidur dan perlahan kutelentangkan War di tempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan, War cobalah ceritakan masalahmu itu dan biar Oom bisa mengetahui permasalahanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;War tetap diam saja dan memejamkan matanya, tapi tak lama kemudian, sambil menyeka air matanya dia membuka matanya dan memandang ke arahku yang jaraknya antara wajahnya dan wajahku sangat dekat sekali.&lt;br /&gt;Oom, katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. War, kataku sambil kucium pipinya dan kuusap-usapkan jari tangan kananku di rambutnya, cerita lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu War mulai bercerita dan dia menceritakan secara panjang lebar soal kehidupan keluarganya yang miskin, dia anak pertama dari 3 bersaudara, tentang pacarnya di sekolah tapi lain kelas yang sudah 2 tahun pacaran dan sekarang sudah meninggalkan dia karena mendapatkan pacar baru di kelasnya dan dia juga menceritakan kalau orang tuanya sudah menjodohkan dengan tetangganya yang sudah punya istri dan anak, tapi kaya dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah War dan dia harus segera berhenti dari sekolahnya karena akan dikimpoikan pada bulan Maret akan datang. War katanya kepingin sekolah dulu dan belum pingin kimpoi, apalagi kimpoi dengan orang yang sudah punya Istri dan anak. War punya keinginan mau lari dari rumahnya, tapi tidak tahu mau ke mana. War juga menceritakan bahwa sebetulnya dia masih cinta kepada kawan sekolahnya itu, apalagi dia sudah telanjur pernah tidur bersama sewaktu piknik ke Kuningan dulu, walaupun katanya dia tidak yakin kalau punya pacarnya itu sudah masuk ke vaginanya apa belum, karena belum apa-apa sudah keluar katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gimana.., Oom.., apa yang harus saya perbuat dengan masalah ini, katanya setelah menyelesaikan ceritanya.&lt;br /&gt;War, kataku sambil kembali kuelus-elus rambutnya dan kucium pipinya di dekat bibirnya.&lt;br /&gt;War, masalahmu kok begitu rumit, terutama persoalan lamaran tetanggamu itu. Begini saja War, sebaiknya kamu minta kepada orangtuamu untuk menunda perkimpoian itu sampai kamu selesai sekolah. Bilang saja, kalau ujian SMA-mu hanya tinggal beberapa bulan lagi.&lt;br /&gt;Katakan lagi, sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. War, sewaktu kamu mengatakan ini semua, jangan pakai emosi, katakan dengan lemah lembut, mudah-mudahan saja orang tuamu mau mengerti dan mengundurkan perjodohanmu dengan tetanggamu itu.&lt;br /&gt;Kalau orang tuamu setuju, jadi kamu bisa konsentrasi untuk menyelesaikan sekolahmu dan yang lainnya bisa dipikirkan kemudian.&lt;br /&gt;Setelah selesai memberikan saran ini, lalu kembali kucium pipinya seraya kutanya, War, bagaimana pendapatmu dengan saran Oom ini?.&lt;br /&gt;Seraya saja War bangkit dari tidurnya dan memelukku erat-erat sambil menciumi pipiku dan berkata, Ooom, terima kasih.., atas saran Oom ini, belum terpikir oleh saya sebelumnya hal ini, Oom sangat baik terhadap War entah bagaimana caranya saya membalas kebaikan Oom, dan terasa air matanya menetes di pipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diam sesaat, kembali kurebahkan badan War telentang dan kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa air matanya dan segera kucium kedua matanya dan sedikit demi sedikit cimmanku kuturunkan ke hidungnya dan terus turun ke pipi kirinya, setelah itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya. Karena War masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan-lahan kugeser ciumanku ke arah bibirnya, dan tiba-tiba saja War menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup. Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya dan War mengisapnya. Sambil tetap berciuman, kurebahkan badannya lagi dan tangan kananku segera kuletakkan tepat di atas buah dadanya yang terasa sangat kenyal dan sedikit kuremas. Karena tidak ada reaksi yang berlebihan serta War bukan saja mencium bibirku tapi seluruh wajahku, maka satu persatu kancing baju SMU-nya berhasil kulepas dan ketika kusingkap bajunya, tersembul dua bukit yang halus tertutup BH putih tipis dan ukurannya tidak terlalu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kucoba membuka baju sekolahnya dari tangan kanannya, War kelihatannya tetap diam dan malah membantu dengan membengkokkan tangannya. Setelah berhasil melepas baju dari tangan kanannya, segera kucari kaitan BH-nya di belakang dan dengan mudah kutemukan serta kulepaskan kaitannya, sementara itu kami masih tetap berciuman, kadang dibibir dan sesekali di seluruh wajah bergantian. BH-nya pun dengan mudah kulepas dari tangan kanannya dan ketika kusingkap BH-nya, tersembul buah dada War yang ukurannya tidak terlalu besar tapi menantang dan dengan puting susunya berwarna kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan tidak sabar dan sambil meremas pelan payudara kanannya, kuturunkan wajahku menyelusuri leher dan terus ke bawah dan sesampainya di payudaranya, kujilati payudara War yang menantang itu dan sesekali kuhisap puting susunya, sementara War meremas-remas rambutku seraya terdengar suara lirih, aahh, aahh, ooomm, ssshh, aahh. Aku paling tidak tahan kalau mendengar suara lirih seperti ini, serta merta penisku semakin tegang dan kugunakan kesempatan ini sambil tetap menjilati dan menghisap payudara War, kugunakan tangan kananku untuk menelusuri bagian bawah badan War.&lt;br /&gt;Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara War, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan War terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, aahh, ssshh, ssshh, aahh. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara War mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan War.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut War seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan War mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan War menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan War semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, ssshh, aahh, ssshht, ooom, aahh. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina War masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki War yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha War sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba War bangun dari tidurnya dan berkata, Jaa, ngaan, Ooom, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut War akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk War serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. War tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan War sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH War yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, War sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut War akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan War, sekarang aku naik di atas badan War. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan War, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha War. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan War malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina War. War masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina War yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan War serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina War sangat basah dan kurasakan badan bawah War bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga War sering berdesis, Ssshh, ssshh, aahh, ssshh, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina War dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina War sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina War, serta kembali kudengar desis suaranya, ssshh, ssshh, ooom, aahh, ssshh, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. Karena kulihat War sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina War.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan wajah War agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, Aduuuhh, ooomm, Jangaannn, sakiiittt, Asiihh.., takuuut., Oom. Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, Tidak, apa-apa, sayaang, Oom, pelan-pelan saja, kok, untuk menenangkan ketakutan War. War tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi War berkata lirih di dekat telingaku, Aduuuhh, sakiiittt, ooom, Asihh.., takuuut, padahal kurasakan kalau War mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, Takut apa sayang... War tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan War mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan War mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan War sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi War selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat War berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi War tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata War menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina War dan, Bleeesss, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina War dan, aahh, sakiiit, ooom&lt;br /&gt;Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara War, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan War terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, aahh, ssshh, ssshh, aahh. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara War mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan War.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut War seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan War mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan War menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan War semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, ssshh, aahh, ssshht, ooom, aahh. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina War masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki War yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha War sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba War bangun dari tidurnya dan berkata, Jaa, ngaan, Ooom, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena takut War akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk War serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. War tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan War sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH War yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, War sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut War akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan War, sekarang aku naik di atas badan War. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan War, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha War. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan War malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina War. War masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina War yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan War serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina War sangat basah dan kurasakan badan bawah War bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga War sering berdesis, Ssshh, ssshh, aahh, ssshh, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina War dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina War sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina War, serta kembali kudengar desis suaranya, ssshh, ssshh, ooom, aahh, ssshh, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. Karena kulihat War sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina War.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan wajah War agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, Aduuuhh, ooomm, Jangaannn, sakiiittt, Asiihh.., takuuut., Oom. Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, Tidak, apa-apa, sayaang, Oom, pelan-pelan saja, kok, untuk menenangkan ketakutan War. War tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi War berkata lirih di dekat telingaku, Aduuuhh, sakiiittt, ooom, Asihh.., takuuut, padahal kurasakan kalau War mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, Takut apa sayang... War tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan War mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan War mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan War sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi War selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat War berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi War tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata War menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina War dan, Bleeesss, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina War dan, aahh, sakiiit, ooom., kudengar suara War sambil seperti menahan rasa sakit dan berusaha menarik pantatku. Untuk sementara tidak kugerakkan pantatku dan setelah kulihat War mulai tenang dan kembali mau menciumi wajahku, lalu perlahan-lahan kutekan penisku yang sudah menembus vaginanya supaya masuk lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;aahh, oom, pelan, pelaan.., kudengar War berkata lirih.&lt;br /&gt;Iyaa, sayaang, ooom pelah-pelan, jawabku serta kubelai rambutnya. Setelah kudiamkan sebentar, lalu kugerakkan pantatku naik turun sangat pelan agar War tidak merasa kesakitan, dan ternyata berhasil, wajah War keperhatikan tidak tegang lagi sehingga pergerakan penisku keluar masuk vagina War sedikit kupercepat dan belum berapa lama terdengar suara War, ooom, ooom, aaduuuhh, ooomm, aahh, sambil kedua tangannya mencengkeram punggungku dengan kuat dan menciumi keseluruhan wajahku dengan sangat bernafsu dan badannya berkeringat, lalu War berteriak agak keras, aahh, ooomm, aduuuhh.., lalu War terkapar dan terdiam lemas dengan nafas terengah-engah. Rupanya Aku yakin kalau War sudah mencapai orgasmenya padahal nafsuku baru saja akan naik. Karena kulihat War sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi War tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih, ooom, nakal, yaa, War baru sekali ini merasakan hal seperti tadi, sambil mencubit punggungku. Aku tidak menjawab komentarnya tapi yang kuperhatikan adalah nafasnya sudah mulai teratur dan secara perlahan-lahan aku mulai menggerakkan penisku lagi keluar masuk vagina War.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan War mulai terangsang lagi, War mulai menghisap bibirku dan mulai mencoba menggerakkan pantatnya pelan-pelan dan gerakannya ini membuat penisku seperti di pelintir keenakan. Gerakan penisku keluar masuk semakin kupercepat dan demikian juga War mulai makin berani mempercepat gerakan putaran pantatnya, sambil sesekali kedua tangannya yang dipelukkan dipinggangku berusaha menekan sepertinya menyuruhku untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya lebih dalam lagi dan kudengar War mulai bersuara lagi, aahh, aahh, ooohh, oomm, aah, dan tidak terasa akupun mulai berkicau, aacchh, aahh, Siiihh, enaakk, teruuus, Siiih. Ketika nafsuku sudah mulai memuncak dan kudengar juga nafas War semakin cepat, dengan perlahan-lahan kupeluk badan War dan segera kubalik badannya sehingga sekarang War sudah berada di atasku dan kupelukkan kedua tanganku di pantatnya, sedangkan wajah War ditempelkan di wajahku. Dengan sedikit makan tenaga, kucoba menggerakkan pantatku naik turun dan setiap kali pantatku naik, kugunakan kedua tanganku menekan pantat War ke bawah dan bisa kurasakan kalau penisku masuk lebih dalam di vagina War, sehingga setiap kali kudengar suaranya sedikit keras, aahh, oooh. Dan mungkin karena keenakan, sekarang gerakan War malah lebih berani dengan menggerakkan pantatnya naik turun sehingga kedua tanganku tidak perlu menekannya lagi dan setiap kali pantatnya menekan ke bawah sehingga penisku serasa masuk semuanya di vagina War, kudengar dia bersuara keenakan, Aahh, aah disertai nafasnya yang semakin cepat, demikian juga aku sambil berusaha menahan agar maniku tidak segera keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan War semakin cepat saja dan kurasakan wajahnya semakin ditekankan ke wajahku sehingga kudengar nafasnya yang sangat cepat itu di dekat telingaku dan, Aduuuh, aahh, aahh, ooomm.., War, mauuu.., keluaar, aah.&lt;br /&gt;Tungguuu, Waarrr.., kitaa, samaa, samaa., ooom.., Jugaa.., mauuu, keluarr.&lt;br /&gt;aahh, aahh, ooomm, teriak War sambil mengerakkan pantatnya menggila dan akupun karena sudah tidak tahan menahan maniku dari tadi segera kegerakkan pantatku lebih cepat dan, Crreeettt, ccrreeett, ccccrrreeett, dan aahh, siiihh, ooom keluaar, sambil kutekan pantat War kuat-kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beristirahat sebentar, kuajak War ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan War kembali menjatuhkan badannya di tempat tidur, mungkin masih merasakan kelelahan. Tak terasa jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang dan segera saja kupesan makan siang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-2459717166523746994?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/2459717166523746994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/ngentot-anak-abg-bukan-video-anak-abg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2459717166523746994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/2459717166523746994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/ngentot-anak-abg-bukan-video-anak-abg.html' title='Ngentot Anak ABG - Bukan Video Anak Abg'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-489990870859839171</id><published>2010-03-03T03:03:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T03:05:14.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks mahasiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante-tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dosen'/><title type='text'>Bercinta Dengan Ibu Dosenku Yang Cantik</title><content type='html'>&lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita seks dewasa&lt;/a&gt; kali ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat, tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Vivin namanya. Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. Ibu Vivin bertanya,&lt;br /&gt;Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..&lt;br /&gt;Itu apanya Bu? tanyaku.&lt;br /&gt;Memang dalam kesehari-harianku, ibu Vivin tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Aku mulai cerita,&lt;br /&gt;Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku, kataku.&lt;br /&gt;Oh. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri, kata Ibu Vivin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dekatnya aku sama Ibu Vivin sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Vivin. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. Siang itu tepat jam 11:00 siang saaat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. Aku pergi ke arah dapur.&lt;br /&gt;Eh Ibu Vivin, nggak ngajar Bu? tanyaku.&lt;br /&gt;Kamu kok nggak kuliah? tanya dia.&lt;br /&gt;Habis sakit Bu, kataku.&lt;br /&gt;Sakit apa sakit? goda Ibu Vivin.&lt;br /&gt;Ah Ibu Vivin bisa aja, kataku.&lt;br /&gt;Sudah makan belum? tanyanya.&lt;br /&gt;Belum Bu, kataku.&lt;br /&gt;Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cekatan Ibu Vivin memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Vivin nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.&lt;br /&gt;Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu? tanyaku.&lt;br /&gt;Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu, katanya.&lt;br /&gt;Oh kalau gitu Ibu Vivin masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis, kataku.&lt;br /&gt;So pasti dong, katanya.&lt;br /&gt;Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kimpoi, dengan enaknya aku nyeletuk.&lt;br /&gt;Aku bersedia kok, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.&lt;br /&gt;Ibu Vivin agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Vivin kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Vivin, kataku.&lt;br /&gt;Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu, katanya.&lt;br /&gt;Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Vivin terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan,&lt;br /&gt;Aku sayang kamu, Ibu Vivin, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, Aah cup cup cup dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.&lt;br /&gt;Aah jangan panggil Ibu, panggil Vivin aja ya!&lt;br /&gt;Kubisikkan Ibu Vivin, Vivin kita ke kamarku aja yuk!.&lt;br /&gt;Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.&lt;br /&gt;Ah ssh terus Ian, Ibu Vivin tidak sabar lagi,&lt;br /&gt;BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian,&lt;br /&gt;Aah sssh dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, Aah aku juga sudah mulai terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu cantiknya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu,&lt;br /&gt;Aah uh sssh Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi,&lt;br /&gt;Sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Vivin juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku.&lt;br /&gt;Oh besar amat, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku,&lt;br /&gt;Uuh uh shhh.. dengan cermat aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya,&lt;br /&gt;Aah uh ssh.. terus Ian, Vivin mengerang.&lt;br /&gt;Aku juga enak Vivin, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut,&lt;br /&gt;Assh oh ah. Vivin terus sayang,&lt;br /&gt;Dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, Aahk uh ssh.. sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kuubah posisi, kembali memanggut bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku,&lt;br /&gt;Aakh sshh pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan, katanya.&lt;br /&gt;Haaa aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci.&lt;br /&gt;Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blessst,&lt;br /&gt;Aahk teriak Vivin,&lt;br /&gt;kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Vivin&lt;br /&gt;Aakh ushh usssh ahhhkk aku mau keluar Ian, katanya.&lt;br /&gt;Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh kataku.&lt;br /&gt;Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan Crot crot cret banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya.&lt;br /&gt;Aakh aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya.&lt;br /&gt;Dengan lembut dia cium bibirku, Kamu menyesal Ian? tanyanya.&lt;br /&gt;Ah nggak, kitakan sama-sama mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Vivien hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Vivien menjadi pacar gelapku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-489990870859839171?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/489990870859839171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/bercinta-dengan-ibu-dosenku-yang-cantik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/489990870859839171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/489990870859839171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/03/bercinta-dengan-ibu-dosenku-yang-cantik.html' title='Bercinta Dengan Ibu Dosenku Yang Cantik'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-8934508612459146743</id><published>2010-02-28T14:15:00.003+07:00</published><updated>2010-02-28T14:20:06.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks dengan anak smu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex dengan tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante-tante'/><title type='text'>Cerita Seks Dewasa: Perjaka Hilang Diambil Oleh Tante</title><content type='html'>Hai semuanya,,, sebenarnya ingin sekali saya berbagi dan bercerita pengalam pada waktu itu yaitu hilangnya perjaka saya waktu SMU dan ini semua terjadi begitu saja dengan tante-tante. &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/"&gt;Cerita Seks Dewasa&lt;/a&gt; ini terjadi beberapa tahun lalu, persis ketika aku masih perjaka, dan aku bisa dibilang belum terjamah wanita, hehe kebalik ya :p , Pada saat aku menginjak kelas 2 di smu ku aku memiliki kehidupan yang normal normal saja.. aku adalah atlet olahraga terkenal didaerahku… badanku atletis.. aku memilikki teman bernama manda.. dia adalah teman sekolahku… saat itu aku dekat dengan manda dan sering sekali bermain dirumahnya… ibu manda / tante indra sangat baik padaku… dan ini ku lalui hingga aku naik kelas 3 smu. kelas 3 smu kebetulan aku sedang main di rumah tante indra ke adaan rumahnya saat itu lagi sepi tidak ada siapapun kecuali tante indra… pada saat itu tiba2 saya demam lalu saya tidur di kamar kakak manda. yaitu mas bayu… setelah beberapa menit aku tidur tante indra datang dan memandangiku.. dan berkata.. apa sudah enakan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menjawab.. udah kok &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2009/10/bercinta-dengan-mama-temanku.html"&gt;tante&lt;/a&gt;… tiba2 dia mencium keningku… entah aku kerasukan apa lalu aku pegang tangannya dan ku kecup bibirnya.. tak di sangka tante indra tidak marah malah lidahnya dikeluarkan dan menggerakan lidahnya ke bibir atasnya.. aku yang melihatnya langsung berdebar2 karena baru itu aku mencium orang yang lebih tua dariku… lalu tanpa babibu lagi aku langsung menyambar bibirnya… tante indra begitu menikmati hingga kami lumat lumatan lama sekali lalu tangan nya membuka bajuku dan menghisap keras nipple ku.. aku mengerang keenakan.. tak disangka tante indra membuka bajunya, bh nya dan celana dalamnya… aku terpanah melihatnya.. wanita yang pada saat itu masih bermur 38 tahunan bugil didepanku tetapi badannya masih singset .. maklum dia adalah bekas penari bali… bila boleh ku katakan face nya cantik untuk ukuran wanita sebayanya dadanya besar tetapi tidak molor.. sintal sekali ukuran 38b… melihat mekinya sangat bagus sekali.. tidak lama kemudian aku disuruhnya mengisap punting susunya.. aku yang pada saat itu sudah nafsu menghisapnya dengan semangat 45.. tangan tante mulai membuka celanaku dan memainkan mr.p ku.. lu tante meminta untuk tukar posisi lalu tante memasukan mr.p ku dalam mulutnya… ooouuuucccgggghhhhhh enak sekali rasanya…. lalu aku yang sudah terbiasa lliat bokep jadi tau apa yang harus saya lakukan.. saya turun kevaginanya lalu saya hisap…. klirotis nya.. tante indra mengerang sambil membelai kepalaku dan menekan susunya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acchhhh enak sayang kamu hebat … terusin sayangg…. begitu rancaunya…. sayang aaaakkkkkkuuuuu mau keluar aaarrrrrccchhhhh….. &lt;a href="http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/02/hotnya-vagina-tante-kos-ku-cerita-seks.html"&gt;orgasme pertama tante&lt;/a&gt; indra … tubuhnya menggelinjang…. ada cairan kental keluar dan rasanya asin2 gurih lalu aku tetap meyapu bersih apa yang ada didalamnya,…. tanpa ampun aku langsung menghajar punting payudaranya aku gigit kecil dan tante indra kembali terangsang… aduhhh km kok hebat sekali apa km sudah pernah beginisebelumnya sayang???? belum tante “jawabku”…. lalu kenapa km kok bisa sehebat ini??? saya sering liat bokep tante… lalu tante indra langsung berkata berarti km masih perjaka??? iya tante jawbaku… mendengar kata perjaka tante indar langsung memuncak kembali libidonya… sayangg isap lagi puntingku ya… aku menjalan kan apa ayang diperintahkannya tak lama setelah itu dia meminta sayang ayo masukin punyamu d tegang kan kasian… nanti kalau mau dikeluarin didalam saja ndak apa… tetapi saya masih keenakam menyambar puntingnya yang masih kecoklatan.. tak sabar menunggu tante indra membalik badanku lalu memasukan batang kontol pada kemaluannya.. ahhhh sayang punyamu panjang dan keras banget lalu digoyangnya pinggulnya diatas kemaluanku… setealh 3 menitan kita bertukar posisi berdiri…. tak puas dengan itu tante indar mengajakku masuk kamar mandi dan kita lanjut doggy style didalamnya…. berhubung pada saat itu aku masih perjaka.. jadi pada saat posisis ke 3 aku sudah keluar… tantee… sya samapai…. sayang tante juga samapai.. aaarrrccchhhhh crott… crott…. crott… akhgirnya kita berdua lemas dan lekas membersihkan diri,,,, lalu saling berciuman.. tak lama mas bayu dan suami tante indara datang…. lalu kami mengobrol sebentar dan aku pamitan pulang.. sejak saat itu sampai aku mau keluar kota untuk kuliah sayadiajarkan terus bagaimana cara sex terbaik… lain kali aku ceritakan lagi lanjutan pelajarannya broo…. inget tante indra jadi konak, dan sekarang lagi liat pembantu ku tidur gak pake baju bro, mo coba rayu pembantu dulu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-8934508612459146743?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/8934508612459146743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/02/cerita-seks-dewasa-perjaka-hilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8934508612459146743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/8934508612459146743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/02/cerita-seks-dewasa-perjaka-hilang.html' title='Cerita Seks Dewasa: Perjaka Hilang Diambil Oleh Tante'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-6054336480109604575</id><published>2010-02-28T13:55:00.001+07:00</published><updated>2010-02-28T13:58:12.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lesbian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks-Adik-Kakak'/><title type='text'>Cerita Dewasa Lesbian Sang Adik-Kakak</title><content type='html'>Segar sehabis mandi, Evi keluar dari kamarnya dan dari teras di depan kamarnya di lantai 2, ia melihat adiknya, Nita, memasuki rumah dengan wajah merah kepanasan, namun tampak ceria. Nita baru pulang dari sekolah, kemeja putih dan rok birunya tampak lusuh. Tak melihat siapa pun di rumah, Nita langsung naik dan masuk ke kamarnya lalu menyalakan AC. Ia mencuci muka dan tangannya di kamar mandi dalam kamarnya saat mendengar kakaknya bertanya, “Hey, gimana pengumumannya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita keluar dari kamar mandi mendapatkan Evi bersandar di pintu kamarnya dengan tangan ke belakang. “Nita diterima di SMA Theresia, Kak!” jawab Nita dengan ceria.&lt;br /&gt;Evi berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah kado terbungkus rapi. “Nih, buat kamu. Kakak yakin kamu diterima, jadi udah nyiapin ini.” “Duuh, thank you, Kak!” Nita setengah menjerit menyambar kado itu. Evi duduk di ranjang Nita sementara adiknya duduk di meja belajarnya membuka kado itu dan mendapatkan sebuah gelas berbentuk Winnie the Pooh, karakter kartun kesukaannya, sedang memeluk tong bertulisan “Hunny”. Kali ini Nita benar-benar menjerit, “Aaah, bagus banget! Thank you, Kak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita melompat ke ranjang dan memeluk kakaknya erat-erat, dan dengan tiba-tiba mencium bibir Evi. Evi tersentak, bukan karena Nita menciumnya, tapi karena getaran elektrik yang ia rasakan dari bibir adiknya yang basah menyambar bibirnya dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Ciuman yang sebenarnya hanya berlangsung beberapa detik itu membuat jantung Evi berdebar. Nita melepas ciumannya, namun tak melepas pelukannya yang erat. Evi tersenyum berusaha menutupi perasaannya, lalu mengecup bibir adiknya dengan lembut. Nita meletakkan gelas itu di meja kecil di sisi ranjangnya dan merebahkan diri. Ia menarik Evi agar berbaring di sisinya, lalu kembali memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak, Nita kangen nih ama Kakak. Sejak Kak Evi pacaran ama Mbak Anna, kapan kita pernah tidur bareng lagi? Cerita-cerita sampe ketiduran? Nggak pernah kan?”&lt;br /&gt;“Bukan gitu, Nit,” jawab Evi, “Kakak kan kuliahnya sibuk, bukan karena pacaran ama Anna.” Evi kembali merasakan dadanya berdebar hanya karena dipeluk oleh adiknya yang cantik ini. Ia baru menyadari bahwa ia memang sudah lama sekali tak pernah sedekat ini dengan Nita. “Lagian ngapain sih Kakak pacaran ama Mbak Anna? Ntar ketahuan Papa baru tahu lho!” kata Nita sambil mengernyitkan dahinya seakan memarahi kakaknya.&lt;br /&gt;Wajah Nita begitu dekat dengan wajahnya, membuat Evi merasa canggung dan semakin berdebar. Evi berusaha keras meredam ketegangannya dan menutupi perasaannya dari adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sok tahu kamu,” kata Evi, “Papa kan udah tahu Kakak pacaran ama Anna. Malah sebelum berangkat ke Jerman, Anna pernah ketemu dan ngobrol ama Papa. Sekarang Papa udah bisa kok nerima kenyataan bahwa Kakak emang lesbian.” Hangatnya hembusan napas Nita di lehernya membuat Evi semakin berdebar dan ia merasakan panas yang hebat dari selangkangannya. Evi tahu ia tak mampu menahan diri lebih lama lagi saat celana dalamnya mulai terasa lembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sana mandi dulu kamu!” tukas Evi sambil mendorong adiknya, “Kamu bau matahari!”&lt;br /&gt;“Ngg..” balas Nita kolokan walau tetap melepaskan lengannya yang melingkari pinggang Evi. “Tapi Kakak jangan pergi dulu. Nita masih kangen ama Kakak,” kata Nita sambil berjalan ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi duduk dan melipat kedua kakinya rapat-rapat di depan dadanya. Ia memeluk kedua kakinya sambil menyadarkan dagu ke lututnya. Ia menghela napas dalam-dalam berusaha menenangkan gairahnya. “Kenapa aku sampai begitu, sih!” ia memarahi dirinya sendiri dalam hati. “Nita kan adikku sendiri!”&lt;br /&gt;“Mungkinkah karena sudah hampir 4 bulan Anna pergi dan aku kangen pada pelukan dan sentuhan lembut wanita?” Evi menyelonjorkan kakinya di kasur dan mulai meraba-raba pahanya. Sambil membayangkan dada Anna yang montok, tangan kiri Evi meraba-raba dadanya sendiri, sementara tangan kanannya naik meremas-remas selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi tersentak dari lamunannya dan melepas kedua tangannya dari bagian-bagian vitalnya dan kembali menarik napas dalam-dalam. Ia tak ingin terlihat bergairah saat adiknya keluar dari kamar mandi nanti. Tak memakan waktu lama, Nita keluar dari kamar mandi dalam keadaan bugil. Ia mengambil celana dalam dan daster dari lemari. Evi menatap adiknya memakai celana dalam, jantungnya yang belum sepenuhnya kembali normal langsung berdebar lagi melihat tubuh Nita yang langsing namun berisi itu. Nita tidak mengenakan dasternya, tetapi langsung duduk bersila di sisi kakaknya di ranjang dan meletakkan dasternya di pangkuannya. Evi tersenyum berusaha menutupi gairahnya dan membelai rambut adiknya. Nita memonyongkan bibirnya seperti orang ngambek dan berkata, “Kak Evi kok mau sih ama Mbak Anna? Dia kan..” Nita tampak agak ragu sebelum akhirnya melanjutkan, “Dia kan nggak cantik.” Bukannya marah, senyum Evi malah berubah jadi tawa, “Kamu nggak boleh menilai orang dari penampilan fisiknya. Anna kan baik banget orangnya, lembut dan penuh pengertian. Lagian fisiknya juga nggak jelek-jelek amat. Toket dan pantatnya kan gede banget, Nit. Asyik banget untuk diremas. Dan ciumannya jago banget. Dia yang ngajarin Kakak ciuman.”&lt;br /&gt;“Iya sih. Toket Nita nggak gede ya, Kak?” kata Nita sambil memandang payudaranya.&lt;br /&gt;“Siapa bilang?” balas Evi, “Toket kamu gede lagi! Kamu tuh tumbuh melebihi orang seumurmu. Waktu Kakak 17 tahun, toket Kakak belum segede kamu.”&lt;br /&gt;Dengan polos, Nita bertanya, “Emang enak, Kak, diremas ama sesama cewek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Evi menjawab, Nita meraih tangan kakaknya dan meletakkannya di atas dadanya. Evi tersentak, namun membiarkan Nita menggerakkan tangannya berputar-putar di dada adiknya yang terasa lembab dan segar itu. “Mmmhh..” Nita mendesah dan matanya setengah menutup. Gairah Evi yang sudah sulit dikendalikan semakin meledak melihat reaksi adiknya yang sangat merangsang itu. Evi mulai meremas-remas dada adiknya dengan lembut lalu memilin-milin puting dada Nita yang terasa semakin membesar dan mengeras. “Uhh..” Nita kembali mendesah dan membiarkan Evi meraba dan meremas dadanya, sementara kedua tangannya sendiri meremas sprei kasurnya. Tak lagi berusaha mengendalikan gairahnya yang sudah memuncak, Evi meraih dagu adiknya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya terus meremas dada Nita dengan semakin bernafsu. Evi menarik wajah Nita dan mengecup bibirnya yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmhh..” reaksi Nita yang hanya berupa desahan itu membakar nafsu Evi. Sambil meremas dada adiknya dengan bergairah, Evi mengulum bibir bawah adiknya yang segera membuat Nita membalas dengan mengulum bibir atas Evi. Kakak beradik ini saling menghisap bibir selama beberapa saat, sampai akhirnya Evi melepas ciuman mereka. Nita membuka mata mendapatkan ia dan kakaknya sama-sama terengah-engah setelah berciuman dengan penuh gairah. “Ohh, ternyata enak ya, Kak? Nita nggak nyangka deh. Kak Evi juga enak?” tanya Nita dengan polos. “Gila kamu, Nit! Dari tadi Kakak udah mau mati nahan gairah Kakak gara-gara kamu peluk, kamu cium, ngelihat kamu telanjang!” jawab Evi, “Kamu sih! Ngapain lagi kamu tarik tangan Kakak ke toket kamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita tampak terkejut dengan kerasnya kata-kata kakaknya, “Sorry, Kak. Nita cuma kangen aja ama Kak Evi dan pengen disentuh. Sorry..” katanya sambil menundukkan kepala. “Ssstt..” Evi menarik dagu adiknya lagi hingga mereka saling bertatapan, lalu menampilkan senyumnya yang manis, “Tapi kamu suka kan?” Nita hanya membalas dengan senyuman yang tak kalah manisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi menggeser duduknya di ranjang hingga bersandar pada dinding, “Sini,” ia menarik lengan Nita agar duduk di sisinya. Mereka duduk berdampingan, Evi membelai rambut Nita, lalu dengan tangan di belakang kepala adiknya, Evi menarik wajah Nita mendekati wajahnya, “Nih ajaran Anna. Kamu nilai sendiri enak apa nggak.” Evi kembali mencium bibir Nita. Kendali diri sudah sepenuhnya kembali pada dirinya setelah menyadari bahwa Nita juga menikmati semua ini, Evi mengatur alur percintaan tanpa tergesa-gesa. Ia tak lagi meraba-raba adiknya. Kini Evi hanya mengulum bibir adiknya, kadang seluruh mulutnya, lalu melepasnya, lalu mengulumnya lagi. Kadang ia biarkan Nita yang menghisap bibirnya dengan lebih bernafsu, lalu melepasnya untuk melihat adiknya maju mengejar mulutnya yang sedikit ia buka, memancing gairah Nita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi mendorong adiknya hingga rebah di kasur. Mereka berciuman lagi dengan penuh gairah. “Kak..” Nita mendesah. Evi menjawab dengan menyelusupkan lidahnya dengan lembut ke dalam mulut Nita yang sedikit terbuka. Tenggorokan Nita tercekat saat merasakan lidahnya bersentuhan dengan lidah kakaknya. Ini perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelum ini. Ia tak menyangka akan merasakan rangsangan luar biasa sebagai akibatnya. Jilatan lembut Evi pada langit-langit dan lidah Nita membuat Nita terangsang, namun menjadi semakin rileks karena merasa semakin menyatu dengan kakaknya. Nita mulai membalas gerakan lidah Evi dengan gerakan lidahnya sendiri. Mengetahui adiknya sudah bisa menikmati ini, Evi membelitkan lidahnya pada lidah Nita sambil menghisap bibir adiknya. Evi melepas lidahnya dari mulut adiknya, lalu berkata, “Hisap lidah Kakak, Sayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata lembut Evi membuat Nita semakin bergairah, seakan sedang bercinta dengan kekasihnya. Dengan bernafsu, ia menghisap lidah Evi yang kembali menjelajahi mulutnya. Mereka berciuman dan bergantian saling menghisap lidah untuk waktu yang lama. Merasa gairah adiknya dan gairahnya sendiri semakin membara, Evi mulai meningkatkan kecepatan percintaan dengan meraba paha dan selangkangan Nita. Nita mendesah saat merasakan sentuhan di bagian yang belum pernah disentuh siapa pun itu. Evi melepas bibirnya dari bibir adiknya, lalu mulai menjilati telinga dan leher Nita. Desahan Nita mulai berubah menjadi erangan kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa melepas tangannya dari selangkangan Nita, Evi menurunkan jilatannya ke dada adiknya yang montok itu. “Ah..!” Nita menjerit kecil saat pertama kali lidah kakaknya menyentuh puting buah dadanya, “Ooohh.. aahh.. Kak..” desahnya dengan penuh kenikmatan. Nita membuka matanya menyaksikan Evi menjilati puting dan payudara Nita dengan semakin cepat dan bernafsu, membuat putingnya membesar dan mengeras. Kadang Evi menggigit puting Nita membuat Nita menjerit kecil dan memaju-mundurkan pantatnya seirama dengan gerak tangan Evi di selangkangannya, sehingga tangan Evi terasa semakin menekan dan meremas di selangkangannya yang kini sudah basah kuyup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit dari dada Nita, Evi menduduki adiknya dengan selangkangan tepat di atas selangkangan adiknya. Evi menarik kaosnya lalu melemparkannya ke lantai. Kedua tangan Nita meremas dada kakaknya saat Evi sedang berusaha melepas BH-nya. Evi melempar BH-nya dan Nita semakin bernafsu meremas dada dan puting telanjang kakaknya. Mereka saling menghujam selangkangan hingga saling menekan. “Hhh..” desah Evi yang menikmati remasan adiknya pada dadanya yang telah membesar dan mengeras itu. Tak tahan lagi untuk segera merasakan adiknya, Evi bangkit membuka celana pendek sekaligus celana dalamnya, lalu menarik celana dalam Nita hingga terlepas, menampilkan setumpuk kecil bulu tipis yang menutupi kemaluan yang telah membengkak penuh gairah. Bau seks menyebar dari vagina Nita, membuat isi kepala Evi serasa berputar penuh gairah tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evi meraba bibir vagina adiknya yang telah berlumuran lendir gairah. “Ohh, Kakaak!” Nita tersentak merasakan nikmatnya sentuhan di titik terlarang itu. Tak tahan lagi, Evi segera menjilati bibir vagina Nita dengan bernafsu, menikmati manisnya lendir vagina Nita. “Ah! Ah! Kak! Ah!” Nita menjerit-jerit tak tertahankan, tubuhnya menggelinjang merasakan kenikmatan yang tak pernah terbayangkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jari Evi membuka bibir vagina Nita, menampilkan klitoris yang telah membengkak keras dan teracung keluar. Lidah Evi menari pada klitoris adiknya sambil tangan kirinya naik meremas-remas payudara Nita, membuat Nita terpaksa mencengkeram sprei untuk menahan gelinjang tubuhnya yang semakin sulit dikendalikan. Ini tak membantu menahan jeritannya yang semakin keras “Aaagghh! Aaagghh! ohh, Kakaak! Nikmat, Kaak! Jangan berhen.. aagghh!” Nita telah terlontar ke dalam dunianya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak berniat berhenti, lidah Evi masuk ke dalam vagina Nita dan menjilatinya tanpa ampun. Nita meluruskan kedua lengannya di sisi menopang tubuhnya ke posisi duduk mengangkang, menyaksikan kepala kakaknya di antara kedua pahanya. Tak mampu mengendalikan kenikmatan seks yang terus meningkat ini, Nita menghunjamkan selangkangannya ke wajah kakaknya berulang kali, sementara lidah Evi semakin cepat bergetar di dalam vagina Nita, sambil menikmati lendir vagina adiknya yang terus mengalir ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hunjaman selangkangan dan gelinjang tubuh Nita yang semakin kasar dan tak terkendali membuat Evi tahu bahwa adiknya tak akan tahan lebih lama lagi. Ia semakin bernafsu menjilati adiknya, di dalam vagina, bibir vagina serta klitorisnya. Tepat dugaannya, tak lama kemudian kedua paha Nita menghentak kaku menjepit kepala Evi, tubuh Nita bergelinjang semakin kasar dan liar, sementara vaginanya berkontraksi dan memuncratkan gelombang demi gelombang lendir seks yang tak mampu lagi ia bendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaakk.. aahh.. ahh Kakk..” jerit Nita tak peduli lagi pada dunia, hanya kenikmatan orgasme pertamanya ini yang berarti baginya. Evi membuka mulutnya, mengulum seluruh vagina adiknya dan menenggak lendir orgasme yang membanjiri seisi mulutnya hingga sebagian menetes dari bibirnya ke dagu dan lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orgasme demi orgasme melanda Nita selama semenit penuh, hingga akhirnya ia merasa begitu lemah sampai tubuhnya jatuh ke kasur dengan penuh kenikmatan dan kepuasan. Evi menjilati lendir yang lolos ke sisi selangkangan dan paha adiknya, lalu memanjat tubuh adiknya dan menindih tubuh adiknya. Sambil terengah-engah, ia menyaksikan Nita yang memejamkan mata penuh kepuasan. Evi mengecup bibir Nita, membuat Nita membuka matanya dan tersenyum. Ia memeluk tubuh telanjang Evi, lalu membalas kecupan kakaknya dengan ciuman penuh pada mulut Evi. Lidah mereka terpaut, Nita menghisap lidah kakaknya, lalu melepaskannya untuk menjilati wajah, pipi dan leher Evi yang berlumuran lendir orgasmenya sendiri. Lendir seks ini terasa nikmat dan manis baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita tahu Evi terengah-engah bukan hanya karena habis memakan vaginanya dengan brutal, namun juga karena gairahnya yang telah memuncak. Nita melorotkan diri di bawah tubuh kakaknya, menggesekkan payudaranya pada payudara Evi. Wajah Nita tiba di depan payudara Evi saat Evi mengangkat tubuhnya dengan menopangkan dirinya pada sikunya. Tanpa ragu Nita mulai menjilati puting payudara kakaknya hingga napas Evi semakin tersenggal-senggal menahan gairah yang semakin melonjak dalam dirinya. Selangkangannya semakin memanas dan lendir seksnya meleleh keluar dari vaginanya, menetes-netes di paha Nita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh, Sayang! Kakak nggak tahan lagi, Sayang!” erang Evi.&lt;br /&gt;Memahami maksud kakaknya, Nita melorotkan tubuhnya kembali hingga wajahnya tiba di depan vagina Evi, dan tanpa menunda lagi, Nita langsung menyusupkan lidahnya ke dalam vagina kakaknya.&lt;br /&gt;“Aaahh! Ahh! Sayaang!” Evi menjerit selagi Nita sibuk menjilati vaginanya dari dalam hingga ke klitorisnya berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bernafsu, Evi menduduki wajah adiknya, lalu menaik-turunkan tubuhnya, menghujamkan vaginanya ke wajah adiknya berulang-ulang. Sambil meremas pantat Evi, Nita meluruskan lidahnya hingga kaku dan menghujam wajahnya seirama dengan gerakan pantat kakaknya ini. Lendir gairah meleleh ke wajah dan pipi Nita saat ia memaikan kakaknya dengan lidahnya. Tak lama Evi mampu bertahan setelah gelombang rangsangan bertubi-tubi yang telah ia nikmati, puncak kenikmatan pun meledak dan Evi tersentak kaku di atas wajah adiknya dalam kepuasan orgasme demi orgasme yang menyemprotkan lendir panas ke dalam mulut Nita berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita berusaha keras menghisap dan menelan seluruh lendir orgasme Evi yang memenuhi mulutnya. Begitu banyaknya lendir kepuasan yang Evi tumpahkan ke mulut adiknya, sebagian terpaksa mengalir keluar ke pipi Nita. Dari kaku, perlahan-lahan tubuh Evi mulai melemas dan jepitan pahanya pada kepala Nita pun mulai mengendur, hingga akhirnya Evi jatuh terbaring lemas di atas ranjang. Nita mendekati wajah kakaknya yang menantinya dengan tersenyum, lalu mencium bibir kakaknya. Mereka berpelukan dan berciuman beberapa saat. Evi membelai rambut adiknya, sementara Nita meremas pantat kakaknya. Lelah berciuman, Evi menghela napas panjang sebelum akhirnya mengatakan, “Aku cinta kamu, Sayang..” Nita hanya tersenyum dan mereka terus berpelukan hingga tertidur dalam rasa lelah yang penuh dengan kepuasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1824792307762985841-6054336480109604575?l=ceritasexonline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/feeds/6054336480109604575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/02/cerita-dewasa-lesbian-sang-adik-kakak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6054336480109604575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1824792307762985841/posts/default/6054336480109604575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritasexonline.blogspot.com/2010/02/cerita-dewasa-lesbian-sang-adik-kakak.html' title='Cerita Dewasa Lesbian Sang Adik-Kakak'/><author><name>Artist Hot Gossip</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-tVqhBtJR_Yk/Td0-IHyY2pI/AAAAAAAAAwg/sxOLLc-ybns/s220/Artist%2BHot%2BGossip.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1824792307762985841.post-2821399386981662343</id><published>2010-02-27T21:08:00.001+07:00</published><updated>2010-02-27T21:11:15.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seks-Foto-Model'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Model'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fotografi-dan-model'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex 17thn'/><title type='text'>Cerita Seks Foto Model Dengan Fotografi</title><content type='html'>Aku mungkin sudah banyak malang melintang di dunia fotografer, kamar yang sebagian orang tabu untuk dibuka dan bisa aku foto “kenpa dibilang tabu”karena pasangan yang aku foto dalam keadaan ML,bukan apa-apa karena gak tau pasangan itu pengen mengabadikan gaya sex mereka dalam sebuah album yang”historisnya”tinggi dan ini adalah konsumsi pribadi mereka,Bayaran mu lumyan Gede waktu itu,Honor yang lumyan bisa buat deting sama pacar-pacar.Lebih dari 2 brow pacarku,maklum aku fotografer setiap ada model cakep yang pengen orbit dan cepat tenar kadang aku bumbu-bumbuin otomatis juga dia sering kasih tips”cium gratis”enak juga mereka semua kan model,tidak usah minta no Hp yang ribet-ribet mereka sendiri yang pengen save no aku, kayak artis juga. He ngomong-Ngomong dalam karirku aku mengalami kejadian sex yang bikin aku konak saat itu,mau tau cerita seks selengkapnya“ ayo sayang , jangan malu , buka lebar kakinya …” pinta Soleh . “ ah .. jangan lebar lebar dong , malu ..” jawab si gadis . Soleh pun membidik dan memfoto , pose erotis gadis itu dengan camera digital megapixelnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ gak usah malu sayang , punya body oke gak apa apa dong di tonton ..” ujar Soleh lagi. “ oke sekarang coba menunging , dan buka deh kakinya agak lebar ..” pinta Soleh lagi . Gadis itu menurut , “ seperti ini ..” .&lt;br /&gt;“ yah , begitu , bagus banget deh pantat kamu , sangat sexy ..” ujar Soleh , sambil memfoto pose itu beberapa kali . Mungkin Soleh juga gak tahan lagi , dan dia meraba vagina gadis itu . “ ahh … jangan ahh … “ gadis itu mulai bersuara , dan merubah posisinya . Gadis kembali duduk di atas ranjang hotel itu , dan kembali Soleh memfoto beberapa shoot lagi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ udah ah , waktunya sudah habis ..” gadis itu berjalan ke kamar mandi dan mengunci pintu. Soleh hanya tersenyum saja . Tak lama Gadis itu sudah rapi berpakaian kembali , dengan t shirt dan rok mini sexynya itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Soleh eloe benar kan , bisa promosiin gua supaya bisa ikut main sinetron “ tanya Gadis itu . “ tenang aja Ning , gua kenal ma , banyak producer film …” jawab Soleh .&lt;br /&gt;“ benar yah …” kata Ningrum, dan gadis itu bersemangat . Tangan Soleh pun mulai nakal , dan meraba paha mulus Ningrum .“ ih , Soleh, kamu genit yah …” ujar Ningrum . Tak hanya di situ , Soleh pun memarkirkan bibirnya di bibir indah Ningrum . Ningrum tak menolak , mereka pun berciuman dengan nafsu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Ningrum cukup agrefis , meraba raba selangkangan Soleh . Dan perlahan membuka&lt;br /&gt;zippernya , Hingga penis Soleh mencuat keluar dari balik celana boxer . “ ihh , besar banget sih , punya kamu ..” seru Ningrum . “ kamu sukakan , sayang ..” ujar Soleh. Ningrum tersenyum , dan memainkan penis Soleh yang sudah tegang itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tangan Soleh juga terlihat sudah berada di balik rok mini Ningrum . “ ahh , kamu , jahat , bikin saya nafsu aja nih ..” guman Ningrum . Soleh hanya terenyum , dan Ningrum mulai mengubah posisi , lidahnya menjulur , menyentuh ujung penis Soleh . “ ohh….. “ Soleh melenguh . Ningrum terus memainkan ujung penis Soleh , dengan lidahnya , sesaat kemudian , mulai mengulumnya . “ yes babe , yes ..” desah Soleh , sambil ikut mengoyangkan pantatnya .&lt;br /&gt;Sambil kedua tangan Soleh , melepas t shirt Ningrum , yang jongkok di hadapannya . Dan tangan Soleh mulai meraba raba buah dada , Ningrum yang montok , dan tampak sexy itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Ningrum , semakin hot , memberi Soleh the best blowjob dengan harapan Soleh akan membatunya masuk ke duania showbizz. Tangan Soleh , juga terus memainkan buah dada Ningrum , meremas , remas , dan memainkan putting susunya yang tampak menonjol terangsang itu .&lt;br /&gt;Tubuh Ningrum pun terlihat mengelijing , sambil terus mengulum penis Soleh .&lt;br /&gt;Sepuluh menit berlalu , Soleh sudah semakin dekat ke puncak birahinya , kini kedua&lt;br /&gt;tangannya , memegang kepala Ningrum , dan menguyangkan kepalanya muju dan mundur . “&lt;br /&gt;oh .. ..oh…” Soleh melenguh , dan Ningrum menerima dengan nafsu setiap desakan penis besar&lt;br /&gt;Soleh di mulutnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ ohh , gua sudah mau keluar..” erang Soleh . Sambil mempercepat gerakkan bokongnya . Penisnya bergerak cepat di dalam mulut Ningrum , dan tak lama , Soleh terdiam . Ningrum memejamkan matanya , dan merasakan semburan hangat , dalam mulutnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ningrum segera berlari ke toilet , membersihkan mulutnya , sedang Soleh terduduk lemas . Tapi itu tak lama , setelah Ningrum keluar dari toilet , Soleh langsung menyambutnya , dan melumat bibirnya dengan nafsu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ningrum memang cantik , di usianya yang menginjak 27 tahun , tubuhnya sexy dan matang . Rambutnya yang sebahu , selalu tertata rapi . Tangan Soleh pun melepas releting rok mini yang di kenakan Ningrum . Lalu jari jari nakal Soleh , mulai mengelus elus selangkangan Ningrum , yang masih terbalut celana dalam hitam mininya . “ ih … ahh….” desah Ningrum , yang berdiri , sambil memegang pundak Soleh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Soleh pun tak sabar , memelorotkan celana dalam Ningrum . Terlihat bulu bulu , yang menghias bukit vaginanya . Jari Soleh bergerak , meraba belahan vagina Ningrum . Mencari daerah sensitif organ rahasia Ningrum . “ shhhh… ahh….” desah Ningrum . Jari Soleh pun mengesek klitoris Ningrum , membuat Ningrum semakin mendesah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari jari Soleh tidak hanya mengesek , namun bergerak masuk keliang vagina Ningrum “ohh … ohh…. .. ohh…” desah nya . Jari jari Soleh lincah bergerak , membuat Ningrum semakin mendesah desah kenikmatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari jari yang basah itu terus keluar masuk liang vagina Ningrum , hingga Ningrum di buatnya tak bisa bertahan . “ ahh.. udah .., saya gak kuat di giniin…ahh…” desah Ningrum , yang membuat Soleh semakin mempercapat gerakan jarinya , dalam vagina Ningrum yang semakin basah . “ ahh … udah..ah… “ .Dan tiba tiba , tubuh Ningrum mengejang , dan seakan tulangnya lepas , dan Ningrum terduduk di lantai karpet kamar hotel itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Soleh , menarik tangannya , hingga Ningrum berdiri , dan duduk di pangkuan Soleh , dan Soleh melumat bibir Ningrum dengan nafsu . Bibir mereka menempel erat , dan lidah mereka berpilin pilin , beberapa saat , hingga Soleh , merebahkan tubuh Ningrum , yang sudah separuhnya bugil , di kasur empuk hotel itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kaki Ningrum di buka lebar oleh Soleh , vaginanya yang memerah , dengan lian
